Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 167


__ADS_3

" Cepat katakan! " Ucap Sima rui penuh penekanan.


" Pangeran harap tenang. Putri tidak menderita penyakit serius. Ia hanya kelelahan. Maaf saya ingin bertanya sebelumnya. Berapa kali .. " Tabib berdehem sebelum melanjutkan. Jujur ia merasa canggung untuk bertanya. " Maaf, berapa kali pangeran dan putri melakukan hubungan. "


Sima rui mengerutkan alisnya tak mengerti. Sedikit emosi, karena tabib itu berani bertanya hal pribadi tentang urusan ranjangnya.


Tahu jika Sima rui salah paham. Tabib itu kembali berbicara. " Maaf pangeran jika pertanyaan saya terkesan kurang sopan. Tapi bisa anda lihat, putri tampaknya terlalu lelah. Tubuhnya perlu istirahat. Jadi selain membatasi kegiatan di luar, ada baiknya kalian berdua juga membatasi melakukan hubungan suami istri. Saya sarankan, agar kegiatan tersebut dilakukan maksimal lima kali dalam seminggu, dengan durasi libur dua hari. Pangeran bisa mengaturnya tiga hari satu hari libur lalu dua hari dengan satu hari libur. "


Beruntung tirai membuat ziyan tak terlihat. Jika tidak, siapa saja bisa melihat bagaimana merahnya wajahnya saat ini. Sungguh memalukan mendengar diagnosa tabib yang mengatakan bahwa dirinya kelelahan karena hal itu. Meski ia dan Sima rui suami istri dan sah-sah saja bagi keduanya melakukan aktifitas ranjang. Namun cara tabib berbicara membuatnya terdengar bahwa mereka melakukannya secara berlebihan.


Reaksi berbeda justru di tunjukan oleh Sima rui. Ia seakan tidak terima jika orang lain mengatur urusan ranjangnya. Apa lagi ketika mendengar dua hari libur. Sungguh itu membuatnya kesal, tapi kembali lagi semuanya demi kesehatan ziyan. Ia tak ingin istrinya sakit, jadi mengesampingkan ego dan hasratnya. Ia menerima saran sang tabib.


" Saya akan meresepkan tonik untuk memperkuat stamina tubuh putri. " Ucap tabib.


Wajah ziyan berubah pucat, saat mendengar kata tonik. Ia sudah membayangkan sepahit apa obat itu. Perutnya pasti tak akan menerimanya. Jadi dengan usaha terakhir berusaha membujuk tabib itu. " Tabib, bisakah tak ada tonik. Atau kau bisa menggantinya dengan pil. Setidaknya pil tidak membuat lidahku merasakan pahit. "


" Baiklah. Jika anda menginginkan pil. Saya akan membuatkannya. Tapi anda tetap harus mengkonsumsi tonik. " Jelas tabib.


" Kau memberiku pil, tapi tetap meresepkan tonik. Bukankah itu sama saja. Kalau begitu berikan saja aku tonik. " Kesal ziyan.


Setelah perdebatan singkat ziyan dan tabib selesai. Kini tersisa ziyan dan Sima rui berdua di kamar.


" Kau membenci tonik? " Sima rui mendekati ziyan lalu menarik kepala istrinya ke dada bidangnya.

__ADS_1


" Aku tidak suka rasa pahit. Jika tonik terasa manis, mungkin akan berbeda. " Ziyan menggeleng, tiba-tiba lidahnya terasa pahit meskipun hanya membayangkan bagaimana rasa pahit yang pernah ia rasakan dulu.


" Kalau begitu tidak usah di minum. Aku akan meminta bibi lucy obat penguat stamina sebagai gantinya. " Hibur Sima rui. Ia tak ingin istrinya menderita. Jika tidak suka maka tak perlu dipaksa. Baginya selama masih ada pilihan lain, maka ia akan memilihnya.


" Terima kasih. " Ziyan merasa beruntung mendapatkan suami yang begitu mengerti dirinya. Ia mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Sima rui. Menghirup aroma khas tubuh pria itu yang selalu bisa membuatnya tenang.


Jika ziyan merasa tenang setelah memeluk tubuh suaminya. Maka tidak dengan Sima rui. Tindakan ziyan justru memancing sesuatu di area bawah pria itu bergejolak, membuat kepalanya pusing karena hasrat yang tak bisa tersalurkan.


' Sabar. Tunggulah sampai dia pulih. ' batin sima rui.


*************


Sima shao menatap salah satu komandan penyidik yang menjadi salah satu orang kepercayaannya. Ia menunggu bawahannya tersebut melaporkan tugas yang sebelumnya ia berikan.


" Pemilik chuntian adalah bos zi. Ia memiliki banyak usaha di ibukota. Chuntian, restauran, toko kecantikan, toko pakaian, hingga sekolah khusus yang di buat untuk anak-anak jalanan. Selain beberapa usaha yang secara langsung atas namanya. Ia juga dikenal sebagai investor yang memberikan modal pada rakyat sehingga mereka bisa membuka usaha sendiri. Dengan sistem bagi hasil, secara tidak langsung bos zi juga memiliki sumber pendapatan lain. " Jelas petugas penyidik tersebut.


" Benar-benar wanita pekerja keras." Puji sima shao setelah mendengar penjelasan bawahannya itu.


" Anda benar Yang mulia. Tidak hanya pekerja keras, tapi juga cerdas. Terlihat bagaimana ia mengembangkan bisnisnya sekaligus memberikan rakyat jin kesempatan membuka usaha sendiri. Dan secara tidak langsung membantu meningkatkan perekonomian kerajaan. "


Sima shao mengangguk setuju. " Kau benar. Kalau begitu aku harus bertemu dengannya. "


Penyidik itu sedikit terkejut dengan keinginan sima shao. Dengan ragu-ragu ia kembali membuka suaranya.

__ADS_1


" Yang mulia. Tampaknya untuk bertemu dengan bos zi itu agak sulit. Pasalnya bahkan mereka yang memiliki hubungan bisnis belum pernah bertemu dengannya. Selama ini jika mereka ingin mencarinya, maka mereka akan menghubungi wenran. Ia adalah pemiliki bangunan chuntian sebelumnya yang kini menjadi orang kepercayaan bos zi. "


Sima shao tak percaya, bahkan sebagai kaisar apakah ada orang yang tak bisa ia temui.


" Kalau begitu katakan pada wenran. Bahwa kaisar jin ingin bertemu dengan bos zi. Suruh ia datang ke istana. " Titah Sima shao.


Petugas itu tak bisa menolak hanya bisa menerima perintah sima shao. Meskipun sesungguhnya ia tahu akan seperti apa hasilnya.


********


Ziyan menatap nanar surat dari wenran. Sungguh tidak pernah ia duga bahwa kaisar akan mengajak bertemu dengannya, lebih tepatnya mengajak bertemu bos zi. Padahal baru dua hari yang lalu mereka secara tidak sengaja bertabrakan.


Sebenarnya ia tidak takut jika identitasnya sebagai bos zi ketahuan. Hanya saja hal itu pasti akan merepotkan. Akan banyak orang yang memanfaatkan identitasnya sebagai bos zi yang sekaligus permaisuri putri pertama. Usaha miliknya juga pasti tak lepas dari incaran orang yang membencinya.


Sudah menjadi rahasia umum jika para menteri istana diam-diam mendorong putri mereka agar menjadi selir suaminya. Jika bukan karena iman kuat sima rui, sudah dipastikan kediamannya kini akan menjadi sebuah harem.


Menolak atau menerima. Ziyan hanya memiliki dua pilihan tersebut. Jika ia menolak, bisa dipastikan akan ada undangan kedua, ketiga, dan seterusnya. Apalagi kaisar pasti akan menaruh curiga atas penolakannya yang terus menerus. Pada akhirnya mau tidak mau mereka akan bertemu juga. Kalau begitu bukankah lebih baik pilihan kedua. Menerima undangan kaisar. Toh ada pepatah yang mengatakan lebih cepat mati, lebih cepat pula bereinkarnasi.


Jadi Ziyan memutuskan untuk menerima undangan kaisar. Namun ziyan memutuskan untuk bertemu di chuntian dengan memikirkan beberapa pertimbangan. Ia pun menulis balasan surat untuk kaisar yang ia serahkan lewat wenran.


Pejabat penyidik yang sebelumnya menjadi kurir surat kaisar untuk bos zi cukup terkejut mengetahui bahwa wanita misterius itu menerima undangan kaisar.


" Baguslah. Setidaknya aku tidak perlu menjadi pengantar surat Yang mulia. " Gumam petugas itu. Sebagai komandan penyidik, ia justru menjadi pengantar surat.

__ADS_1


__ADS_2