
Di penginapan.
Arthur terus bersiul menunjukan kebahagiaannya. Setelah bertemu Gaia, suasana hatinya Arthur semakin cerah. Meski kenyataan mengenai pernikahan Gaia dan Sima rui sangat mengganggunya. Namun itu hanya pada awal pertemuan saja. Untuk sementara ia akan menerimanya dan tetap menunggu kesempatan untuk merebut Gaia kembali.
' Bukankah pria di dunia ini masih menganut sistem poligami. Aku yakin Sima rui sama saja dengan pria lain. Sebagai anggota kerajaan akan ada masanya ketika ia harus menikah karena kepentingan politik. Hal yang di benci oleh Gaia. Dan jika hal itu terjadi, aku hanya perlu membawa Gaia pergi. ' Pikir Arthur.
Namun yang tidak arthur ketahui, bahwa Sima rui bahkan tak peduli dengan hal apapun selain Gaia.
" Beberapa hari ini kau terlihat sangat bahagia. Sungguh membuat iri. " Celetuk wang yi. Wajahnya tertekuk karena kesal.
Sudah beberapa hari sejak pertemuan Arthur dan Gaia. Dan setiap hari Arthur akan ke kediaman Sima rui untuk bertemu Gaia. Berbanding terbalik dengan Wang yi. Ia seperti seorang istri yang dengan setia menunggu kepulangan suaminya. Membuat pria itu terjangkit rasa bosan yang begitu besar.
" Kau benar. Aku memang sedang bahagia. "
Wang yi berdecak. " Ck. Aku sedang tidak membuat tebakan. Apakah besok kau akan ke sana lagi? "
" Hem. " Jawab Arthur.
Arthur membuka laci mejanya. Ia mengambil sebuah kotak yang berisi tinta hitam yang biasa ia gunakan untuk mewarnai rambutnya. Arthur membuang napas kasar ketika mengetahui kotak itu telah kosong.
" Apakah kau akan pergi keluar? " Tanya Arthur.
" Kenapa? "
" Bisakah kau membelikan beberapa tinta hitam lagi. Aku kehabisan tinta. Jika tak ada benda ini, aku tak bisa ke tempat Gaia. " Keluh Arthur.
" Oh ayolah Arthur. Rambut pirang mu terlihat bagus. Untuk apa kau cat hitam. Jika setiap terkena air akan luntur-luntur juga. Apa kau tidak lelah mengecatnya setiap hari? Atau kau bisa cukur habis rambut mu dan jadilah seperti biksu. Setelah itu aku jamin kau tak akan mengalami kesulitan lagi. " Saran wang yi yang langsung mendapatkan tatapan tajam Arthur.
Wang yi sangat menyayangkan karena rambut seindah itu harus tertutup tinta setiap hari.
Dianggap monster oleh orang pedalaman yang membuatnya hampir kehilangan nyawa membuat Arthur masih dihinggapi rasa was-was. Jika saat itu wang yi tidak datang saat dirinya akan di bakar hidup-hidup. Mungkin sekarang dirinya sudah menjadi abu. Dan sejak itu, ia selalu menggunakan topi jeraminya kemana pun ia pergi. Memang hal itu membuat tidak nyaman, tapi setidaknya membuatnya tetap aman.
" Tidak. Jadi apa kau bisa membelikan beberapa untuk ku. " Arthur kembali bertanya.
" Iya akan ku belikan. " Jawab wang yi terpaksa.
" Terima kasih kawan. " Ketika wang yi akan pergi, Arthur kembali berkata. " Wang yi tunggu! Coba kau tanyakan juga apakah ada tinta yang warnanya tak akan luntur jika terkena air. "
Tanpa mengucapkan kata-kata, wang yi kembali melangkah pergi.
Setelah kepergian wang yi, Arthur segera menanggalkan pakaian dan hanya menyisakan celana panjang tipisnya. Di bilik sebelah kamarnya ada bathup yang terbuat dari kayu telah terisi dengan air hangat. Seluruh tubuh lelahnya langsung rileks begitu masuk ke dalam bak tersebut.
Bak mandi yang sebelumnya jernih langsung berubah hitam begitu arthur mencelupkan kepalanya. Warna rambutnya kembali berwarna pirang. Setelah menyelesaikan ritual mandinya, gegas ia mengenakan jubah mandi dan berjalan kembali ke bilik sebelah dimana kamarnya berada.
Tiba-tiba pintu terbuka. Seorang pelayan datang membawa arak yang sebelumnya telah di pesan wang yi.
PRANG!
Kendi arak yang dibawa pelayan itu pecah. Betapa terkejutnya dia ketika melihat penampilan Arthur yang berambut pirang.
" ****! " Umpat Arthur spontan.
Dengan cepat Arthur meninju perut pelayan itu hingga pingsan sebelum pelayan itu sempat berteriak. Ia menyeret tubuh pelayan itu masuk ke dalam. Menengok keluar kamar takut jika seseorang menyadari apa yang terjadi.
" Apa yang kau lakukan! " Pekik wang yi saat melihat Arthur yang hendak menusuk tubuh pelayan yang tergeletak di lantai.
" Dia telah melihat penampilan ku. Aku harus membunuhnya. " Ucap Arthur tanpa ragu.
" Lalu jika ada yang melihat mu lagi, kau akan membunuh lagi? apakah kau tidak lelah terus melakukan tindakan kejam seperti itu. Berhentilah ar, di sini aku yang salah karena memesan arak dan memintanya mengirim ke kamar. "
Arthur masih bergeming.
__ADS_1
" Apa kau juga akan membunuhku karena melihat penampilan mu? " Tanya wang yi dengan tatapan putus asa.
Melihat rekannya yang menatap kecewa padanya. Arthur menurunkan tangannya yang memegang belati.
" Sekarang lebih baik kita pergi. Sebelum semakin ramai. "
Mereka pun berkemas. Tidak lupa wang yi membawa uangnya yang di simpan di bawah kasur. Sementara arthur kembali menguncir rambutnya yang sebahu lalu mengenakan topi jeraminya. Pergi meninggalkan penginapan itu.
********
" Tuan petugas, tuan petugas tolong saya. " Raung seorang wanita paruh baya ketika mendatangi kantor petugas penyidik.
" Ada apa ini? " Tanya salah seorang petugas karena terganggu dengan teriakan ibu tersebut yang berhasil mengundang kerumunan orang.
" Tolong saya. Anak saya hilang tuan. "
" Apa kau yakin anak mu hilang? "
" Saya yakin. " Tangis pilu wanita itu membuat orang-orang yang melihat ikut bersimpati.
" Petugas penyidik. Ini sudah kesekian kalinya ada orang hilang. Apa tidak ada tindakan dari kalian? " Salah satu penonton mulai mengkritik.
" Benar. Apa kalian hanya diam tidak melakukan apapun. " Yang lain ikut menimpali.
Setelah itu semakin banyak orang yang berbicara. Membuat situasi justru semakin ricuh. Petugas kecil itu mulai keringat dingin, panik melihat amarah masyarakat yang diluar kendali.
" TENANG! " Suara lantang sima Dan menggelegar membuat semua orang seketika diam.
Sima Dan keluar lalu menyapu pandangannya pada semua orang di depannya.
" Harap tenang. Kami sedang berusaha. Kami harap kalian bisa bersabar. " Ucap sima Dan berusaha tenang.
" Bagaimana bisa tenang. Apakah harus menunggu sampai semua remaja di sini hilang. "
Sima Dan mengambil napas lalu membuangnya. Ia mencoba berkompromi dengan hatinya untuk bersabar.
" Satu bulan! " Seru Sima Dan.
Semua orang diam mencoba mendengarkan apa yang akan di katakan Sima Dan selanjutnya.
" Beri aku satu bulan. Aku berjanji dalam satu bulan, petugas penyidik akan menyelesaikan kasus ini. " Janji Sima dan.
Setiap orang saling melihat satu sama lain. Masih belum percaya dengan janji yang Sima Dan katakan.
" Apa jaminan kami harus mempercayai mu. " Ucap salah satu rakyat.
Sima Dan mengambil batu giok dari dadanya. Lalu menunjukan pada semua orang. Giok berbentuk naga di tengahnya itu adalah identitas bagi keluarga kerajaan.
" Aku Sima dan, komandan tim penyidik sekaligus pangeran ketiga kerajaan jin. Aku yang akan menjadi jaminannya. Jika dalam satu bulan aku gagal menemukan pelakunya. Maka aku akan berhenti dari instansi ini dan menghapus gelar ku sebagai Pangeran ketiga. Bagaimana? "
Wajah semua orang yang sebelumnya menunjukan rasa tidak percaya kini dibuat tercengang dengan perkataan sima dan. Jaminan yang di tawarkan Sima dan terlalu besar.
" Apakah kau serius? " Tanya salah satu pria yang berada di kerumunan.
" Tentu. Jika kalian tidak mempercayai ucapan ku sebagai petugas, maka percayalah ucapan ku sebagai anggota kerajaan. "
Semua orang kini setuju dan akhirnya membubarkan diri.
" Pangeran, Apa jaminan tadi tidak terlalu berisiko? Saya khawatir jika.. " Heimian tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Khawatir sudah jelas. Sebagai pengawal pribadi Sima Dan. Ia tak ingin terjadi sesuatu dengan tuannya.
" Kau tenang saja Heimian. Aku memiliki rencana ku sendiri. " Ucap tenang Sima Dan lalu masuk kembali ke dalam kantor penyidik.
__ADS_1
Keesokan harinya,
Sidang harian di pengadilan istana hari ini sedang membahas mengenai kasus yang tengah Sima Dan selidiki. Kebetulan secara tidak sengaja, salah satu pejabat mengatakan tentang jaminan Sima Dan kemarin.
" Begitulah Yang mulia. Pangeran ketiga membuat status pangerannya sebagai jaminan. Bukankah ini masalah besar Yang mulia. Bagaimana bisa seorang pangeran bertindak begitu gegabah. " Ucap salah satu pejabat.
" Kau mengatakan tindakan pangeran ketiga adalah tindakan gegabah. Lalu apa yang akan kau lakukan jika itu terjadi padamu. Para rakyat yang marah apakah bisa dengan tenang mendengar apa yang kau ucapkan. Aku justru ragu jika saat itu kau yang ada di posisi pangeran, aku jamin kau sudah lari tunggang langgang. " Cibir pejabat lain.
Dua pejabat dari kubu berbeda itu terus mengeluarkan argumennya. Sima shao menonton dengan santai para pejabatnya yang asyik berdebat. Kasim liu yang melihat rajanya tampak abai itu hanya bisa menghela napas. Jika belum parah, maka rajanya tak akan menghentikan pertengkaran para bawahannya itu.
" Panggil pangeran ketiga untuk menemui ku. " Ucap lirih Sima shao pada kasim liu.
Kasim liu segera memerintahkan salah satu kasim untuk memanggil Sima Dan.
Setelah menunggu,
Kedatangan Sima Dan mampu menghentikan pertengkaran para pejabat itu. ' Lihatlah. Aku mampu menghentikan mulut mereka tanpa harus bersusah payah. ' Batin sima shao.
" Ayah raja memanggil ku. " Ucap Sima Dan sembari memberi hormat pada ayahnya.
" Benar. Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu? " Tanya Sima shao dengan wajah serius.
" Maaf, tidak ayah raja. " Jawab Sima Dan bohong. Tentu saja ia tahu alasan dirinya di panggil.
" Salah satu pejabat ku mengatakan bahwa kau menjaminkan status pangeran mu pada rakyat. Apakah itu benar? "
" Itu benar ayah. "
" Jadi jelaskan pada kami. Kenapa kau melakukan hal itu. Apa kau tahu dampak dari tindakan mu itu. " Kali ini Sima shao sedikit meninggikan suaranya.
" Maaf Ayah raja. Sebagai anggota kerajaan bukankah sudah menjadi tugas kita untuk melayani rakyat. Jika aku tidak bisa meringankan persoalan rakyat, maka aku lebih memilih menjadi rakyat biasa dari pada pangeran yang tidak berguna. " Jawaban Sima Dan membuat para menteri yang sebelumnya mengkritiknya langsung bungkam.
Dalam hati, Sima shao tertawa terbahak. Ia puas karena Sima Dan mampu membuat para pejabat cerewet itu kehilangan kata-kata. Diam-diam Sima shao memberikan ibu jarinya untuk sang putra.
Setelah keributan kecil itu. Sima shao mengajak Sima Dan berbicara.
" Bagaimana perkembangan kasusnya. " Tanya Sima shao.
" Sudah ada sedikit perkembangan ayah. Ada saksi yang mengatakan bahwa di sebuah penginapan ditemukan orang yang mencurigakan. Penampilannya berbeda dengan rakyat jin. Setelah di selidiki, Ia juga pernah terlibat dengan pelelangan ilegal. Selain mencari para korban, kami juga mencari keberadaan orang tersebut. Para saksi yakin jika dia lah pelaku penculikan tersebut. " Jelas Sima Dan.
" Kau bilang penampilan orang itu berbeda? Apa yang membuatnya berbeda. " Tanya Sima shao penasaran. Bukan pada kasusnya melainkan lebih kepada orang yang disebut mencurigakan oleh Sima Dan tersebut.
" Ada yang mengatakan, ia memiliki rambut emas dan mata biru. "
*******
Sementara di tempat lain.
" Apakah kau sudah melaksanakan perintah ku. "
" Sudah tuan. Dengan rumor tersebut fokus para petugas penyidik akan teralihkan. Selain kita bisa membuat orang itu sebagai pelaku. Kita juga bisa menghindari perhatian mereka. "
" Bagus. " Seringai puas atas kerja bawahannya.
" Para remaja yang sudah siap akan kita lelang nanti malam. Jangan lupa hubungi para pelanggan setia kita. " Imbuhnya pada bawahannya.
**********
catatan author :
Pengen banget update gila. Tapi karena baru punya malaikat kecil yang selalu ngajak begadang alhasil tenaga udah habis duluan karena begadang.
__ADS_1
Jadi beri dorongan semangat yuk buat otor dengan like, komen, vote, dan hadiah supaya tambah semangat updatenya.