Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 113


__ADS_3

' Seseorang yang sulit untuk di kalahkan sima rui, tentu saja orang itu harus memiliki kedudukan lebih tinggi darinya ' pikir Ziyan.


" Menurut mu siapa saja yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari mu pangeran? " tanya ziyan.


Sima rui tampak serius, namun detik berikutnya ia kembali bicara. " Jika kita hanya melihat di Kerajaan ini, itu sudah jelas. Raja, Permaisuri, dan satu lagi, Ibu suri. Namun kita juga tidak boleh menutup kemungkinan ini merupakan konspirasi kerajaan lain. " jawab sima rui.


Ziyan mendengar satu nama yang sepertinya asing. " Ibu suri? "


Sima rui mengangguk. " Benar. Ia memang tidak tinggal di istana. Karena itu saat pertunangannya kita, ia tidak hadir. Ibu suri sudah tinggal di kuil hampir 5 tahun ini. Mungkin sebentar lagi ia akan kembali. " Jelasnya.


" Kenapa tinggal di kuil? " tanya ziyan masih tak mengerti.


" Beliau ingin berdoa untuk Kakek. Menurutnya akan lebih baik jika di lakukan di kuil bukan di istana. " Ziyan mengangguk paham.


" Lalu bagaimana dengan orang yang junyi kejar? apakah sama sekali belum ada petunjuk siapa dia atau orang yang mengirimnya? " Ziyan kembali bertanya. Sima rui sepertinya harus bersabar mendengar pertanyaan calon istrinya tersebut.


" Belum sama sekali. Ini pertama kalinya junyi gagal dan kembali dengan luka parah. Tapi satu hal yang pasti, ia datang untuk hong dawei. Tujuannya mungkin untuk membebaskannya atau bisa jadi justru membereskannya. Jadi untuk mengetahui apa tujuannya datang malam itu. Diam-diam aku sudah menyembunyikan hong dawei dan membuat orang lain sebagai dirinya. Meski aku yakin ia datang untuk yang pilihan pertama. Namun lebih baik jika berjaga-jaga dari pada mengambil resiko. "


" Kau benar. Jika pria itu datang untuk membebaskannya maka itu akan menjadi kerugian bagi kita. Lalu eksekusi hong dawei kapan tepatnya akan di laksanakan? " Ziyan tahu bahwa proses eksekusi mati di Britania dan negara ini berbeda. Jika di Britania, rakyat bisa melihat proses eksekusi karena umumnya di lakukan di depan umum sebagai bukti bahwa penjahat tersebut sudah di hukum, namun berbeda dengan proses eksekusi disini. Mereka akan melakukannya secara tertutup. Jadi kemungkinan terjadi manipulasi kematian pun lebih besar. Apalagi, Mengingat hong dawei yang mengatakan jika tuannya memiliki kedudukan lebih tinggi dari Sima rui. Sudah pasti sangat mudah untuk melakukannya.


Karena itu, saat proses eksekusi, ziyan harus memastikan sendiri bahwa hong dawei sudah benar-benar mati. Atau jika pun ia hidup, ziyan harus diam-diam menyelidiki, siapa orang yang ada di belakangnya. Kenapa mereka memiliki peluru? apakah ini ada hubungannya dengan dunianya. Mungkinkah ada orang lain selain dirinya dan bibi lucy?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus berputar dalam kepala ziyan.


" Sesuai keputusan raja, besok lusa akan menjadi akhir hong dawei. Hukumannya di undur karena raja ingin melihat juga bagaimana hong dawei di hukum. "

__ADS_1


" Yang mulia ingin melihatnya? apakah hal itu sering terjadi? " Itu tampak aneh bagi ziyan. Karena tidak biasanya raja melihat proses eksekusi.


" Tidak. Tapi apapun itu, ayahanda pasti memiliki alasannya sendiri. " Sima rui tak ingin tahu dan bukan ranah nya untuk mencampuri urusan ayahnya. "Sudah jangan di pikirkan." Sima rui menepuk pelan kepala ziyan.


" Kondisi wanita itu sudah membaik. Apa yang ingin kau lakukan padanya? " Ziyan yang mendengar pertanyaan Sima rui dan mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti wanita yang di maksud Sima rui.


Melihat wajah wanitanya yang tampak bingung, Sima rui akhirnya berbicara lebih jelas. " Yuefeng. Apa yang akan kau lakukan padanya. "


' Ah.. ' Ekspresi ziyan seakan mengatakan hal itu. Ia lupa dengan nasib sepupunya itu.


" Karena ia sudah dua kali mencoba mencelakai ku. Aku akan menyerahkannya padamu. Terserah kau saja ingin menghukumnya. Sebagai calon suamiku. Aku tahu kau akan melakukan yang terbaik untuk melindungi istri masa depanmu ini. "


Sima rui tentu senang mendengar ucapan manis gadis itu. Pria yang tampak lembut hanya ketika di depan ziyan, namun berubah iblis jika berhadapan dengan para musuhnya. Dan bisa di pastikan, nasib yuefeng kini sudah berakhir.


Saat Sima rui hendak mencium ziyan. Sebuah ketukan menghentikannya.


Ziyan hanya bisa terkekeh melihat wajah kecewa Sima rui. Tak ingin mengecewakan pria itu, ziyan langsung menangkup wajah Sima rui dan memberikan kecupan singkat. " Cukup untuk hari ini. "


" Apa menurutmu ini cukup. " Sima rui mengangkat satu alisnya.


Ziyan hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Sima rui. " Aku tidak ingin berdebat denganmu. Bibi mungkin ingin membicarakan kondisi junyi. "


' Setelah ini sepertinya aku harus berbicara dengan ayahanda agar pernikahan kami di percepat. ' Pikir Sima rui.


********

__ADS_1


Empat pria berbaju hitam tampak sedang mengawasi bekas markas ketua Gui. Mereka adalah anggota Heilong yang ziyan perintahkan untuk berjaga di sana. Seperti kata pepatah, bahwa tersangka akan selalu kembali ke TKP. Dan benar saja, mereka melihat dua pria berbaju hitam yang tampak mencurigakan. Karena hanya mendapatkan perintah untuk mengawasi, maka mereka tidak melakukan gerakan apapun.


" Laporkan hal ini pada Ketua. " ucap salah satu anggota heilong pada rekannya. Dan dengan cepat pria itu menghilang.


*********


Hari eksekusi Hong dawei,


Sima shao berjalan bersama dengan kasim liu menuju tempat di mana hong dawei akan menjalankan hukumannya. Racun adalah hukuman yang di berikan untuk hong dawei. Racun terbaik yang akan langsung membunuh seseorang tanpa rasa sakit itu sudah di siapkan.


Hong dawei berjalan dengan kedua tangan dan kaki yang terantai. Penampilan bangsawan nya sudah tidak terlihat lagi. Ia seperti gelandangan dengan tubuh kotor dan rambut yang berantakan. Padahal ia di penjara tidak sampai seminggu.


Hong dawei melihat orang dengan kedudukan tertinggi di Kerajaan tersebut. Bibirnya menyimpul ke atas membentuk seringai mengejek. " Suatu kehormatan bahwa Yang mulia raja ikut mengantar kematian ku. " Ucap Hong dawei yang kemudian terbahak.


" Kau tahu Yang mulia, kau tidak akan lama duduk di kursi itu. Dia akan menyeret mu jatuh dan membuat Kerajaan ini menjadi kerajaan baru. Masa depan baru dengan Kerajaan baru. " Lanjut Hong dawei masih dengan tawa penuh ejekan.


Sima shao berdiri dari kursinya dan menggeser kasim liu yang sejak tadi berdiri di depannya bak perisai yang melindungi Sima shao saat Hong dawei bicara. Ia menatap Hong dawei tajam seakan tatapannya tersebut bagai pedang yang sanggup menembus dadanya.


" Meski harus turun tahta, aku akan tetap melindungi Kerajaan ku, tanah airku. Dan kau, akan ku pastikan melihatnya dari atas sana bagaimana aku melakukannya. "


Hong dawei kembali tertawa terbahak, " Kau sungguh sangat percaya diri Sima shao. Aku akan dengan senang hati melihat kejatuhan mu dari atas sana. " Tidak ada lagi rasa hormat Hong dawei yang di tunjukan pada Sima shao.


Sima shao yang mendengar ucapan Hong dawei menyeringai. Lalu ia berjalan mendekati Hong dawei dan membungkukkan sedikit badannya. Tepat di telinga Hong dawei, Sima shao membisikan sesuatu. Dan seketika mata Hong dawei terbelalak.


" Apa kau pikir aku hanya duduk dan menikmati singgasana ku. Anggap saja apa yang ku katakan barusan adalah hadiah untuk mu. Meski kau tidak bisa menyampaikan pada tuan mu. Tapi kau bisa melihat bagaimana tuan mu jatuh. " Selesai berbicara, sima shao berbalik lalu memberikan perintah agar segera di lakukan proses eksekusi.

__ADS_1


Sima shao melihat bagaimana Hong dawei meregang nyawa. Meski ia menggunakan racun yang tidak membuatnya merasa sakit. Tapi tetap saja membuat mata pria itu terbuka. Bukan terbuka karena sakit, tapi karena rasa tidak percaya bahwa apa yang di lakukan nya selama ini ternyata sia-sia.


__ADS_2