
Berdasarkan hasil autopsi xiaolu. Kematian xiaolu memang karena dibunuh. Ditemukan beberapa bukti dari tubuhnya, selain luka jerat pada pergelangan tangannya. Ditemukan pula sisa obat bius pada pencernaannya. Kemungkinan xiaolu di bius dan diikat sebelum akhirnya dibunuh. Namun untuk apa di ikat kalau memang sudah di bius? Sima Dan masih tak mengerti bagian itu. Di lihat dari waktu kematiannya, terjadi sebelum tengah malam. Itu berarti ia harus mencari orang-orang yang berhubungan dengannya sampai kemarin malam.
Dan sekarang ia sedang berdiri di paviliun tiantang. Menurut informasi, xiaolu pernah bekerja di sini dan diberhentikan kemarin karena suatu hal. Sima Dan segera meminta seorang pelayan untuk mengantarnya bertemu yelu.
Yelu yang sudah mendengar berita kematian xiaolu, tentu saja tahu apa tujuan kedatangan Sima Dan kesini.
"Yang mulia silakan duduk. " Yelu mengangkat tangannya mempersilahkan adik sahabatnya tersebut duduk.
"Sima Dan. Panggil saja Sima Dan. Sekarang aku sebagai petugas penyelidik, bukan pangeran." ucap Sima Dan dengan sopan namun penuh penekanan.
Yelu meski tidak dekat dengan Sima Dan, namun sedikit banyak ia tahu bagaimana sifatnya dari cerita Sima yan. Yelu tersenyum lalu menuangkan teh pada Sima Dan.
"Silakan diminum, Aku tahu kedatangan tuan Dan kesini untuk membicarakan kasus xiaolu. Karena itu aku dengan senang hati akan membantu tuan dengan mengatakan apapun yang aku ketahui."
Sima Dan cukup senang dengan sikap yelu. Ia mengenal yelu sebagai sahabat kakaknya Sima yan, karena ia tak begitu dekat dengan Sima yan, tentu saja ia juga tak mengenal baik yelu. Ia hanya tahu ia seorang sarjana dan pengusaha muda.
"Berdasarkan informasi, xiaolu masih terlihat disini kemarin siang. Bisakah kau ceritakan apa yang kalian lakukan. "
Yelu menyesap tehnya sedikit, lalu mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi antara tiantang dengan paviliun chuntian.
Sima Dan menganalisis cerita yelu, dan memastikan bahwa ia harus bertanya pada lizhong. Karena berdasarkan ceritanya, lizhong adalah orang yang ia minta untuk mengurus pemecatan xiaolu dan secara tidak langsung orang tiantang terakhir yang berhubungan dengannya.
"Bisakah kau panggilkan lizhong tuan yelu. "
Tanpa menunggu lama, yelu segera meminta seorang pelayan untuk memanggil lizhong.
"Tuan memanggilku."
"Ini tuan Dan dari biro penyelidik. Ingin menanyakan beberapa pertanyaan padamu mengenai kematian xiaolu. Tuan Dan tahu bahwa kemarin aku menyuruhmu untuk mengurus pemecatan xiaolu. "
Sima Dan menangkap perubahan pada wajah lizhong. Saat ia tahu akan di tanya mengenai kematian xiaolu, wajahnya terlihat takut. Tapi seketika berubah lega saat yelu menjelaskan alasan kenapa Sima Dan memanggilnya. Mencurigakan.
Lalu Sima Dan mulai Menanyakan pertanyaannya. Sampai pada pertanyaan terakhir.
"Lalu yang terakhir. Apakah kau tidak bertemu lagi dengan xiaolu setelah tuan yelu memecatnya? "
Lizhong melirik yelu. "Iya. Kami bertemu di piaofu. Itu adalah tempat yang sering kami datangi. Tuan bisa menanyakannya pada para pelayan yang bekerja di sana. "
__ADS_1
"Baiklah.Terima kasih tuan lizhong. "
Sima Dan tanpa membuang waktunya segera pergi ke piaofu. Itu adalah tempat hiburan namun berada di atas kapal. Ia meminta heimian untuk mencari info di kapal mana lizhong dan xiaolu minum semalam.
"Tuan, semalam mereka berada di kapal nomor dua." Heimian segera melaporkan hasil temuannya.
Sima Dan bersama heimian segera menaiki kapal nomor dua. Ia menuju ke ruang yang sebelumnya di pesan lizhong. Ia memperhatikan sekeliling ruangan tersebut. Sima Dan melihat keluar dari jendela yang berada di sisi paling ujung dari dinding. Ternyata ia langsung melihat air dibawahnya.
Seorang pelayan masuk ke dalam, karena masih siang, piaofu belum membuka pelayanannya. Namun karena Sima Dan datang sebagai peyelidik. maka pemilik piaofu mengijinkannya masuk.
"Apakah kau yang semalam melayani tuan lizhong dan tuan xiaolu disini? "
Sima Dan mulai memberikan pertanyaannya. Meski Sima Dan bertanya dengan nada jauh dari kesan galak. Tetap saja membuat pelayan itu ketakutan. "Aku hanya bertanya, kau tidak perlu takut."
"Iya tuan. Semalam mereka berdua memang minum disini. "
"Sampai jam berapa mereka minum? "
Pelayan itu mencoba mengingatnya kembali. "Aku tidak tahu jelasnya, mungkin sekitar 10 malam. aku hanya ingat setelah aku kembali lagi untuk mengantar arak, Aku hanya melihat tuan lizhong yang sedang minum sendiri. Saat aku bertanya dimana tuan xiaolu. Dia menjawab bahwa tuan xiaolu sudah pulang."
"Sekitar 30 menit. Karena semalam piaofu cukup ramai. Jadi aku harus mengantar beberapa arak ke kamar lain juga. "
"Apakah kau mengantar lizhong pergi?"
" aku hanya mengantar sampai pintu keluar. Begitu turun dari piaofu, tuan lizhong segera naik perahu miliknya dan mendayung perahunya berbaur dengan perahu kecil lainnya."
Setelah menyelidiki semua saksi di piaofu yang merupakan tempat terakhir xiaolu terlihat. Sima Dan masih belum mengerti bagaimana xiaolu terbunuh. Saksi terakhir hanya tahu jam xiaolu masuk tapi tidak tahu jam berapa keluar. Bahkan penjaga pintu keluar pun ragu ia melihat xiaolu keluar apa tidak. Karena mengingat situasi piaofu yang ramai.
Karena masih belum ada petunjuk lagi, Sima Dan memutuskan untuk mengunjungi paviliun chuntian. Namun saat di tengah jalan, seseorang memanggil namanya.
"Tuan Dan. "
Sima Dan segera menoleh ke arah suara tersebut. Ia melihat gadis yang sebelumnya berdebat dengan zhuting.
Kebetulan ziyan baru keluar dari paviliun chuntian, dan tak sengaja melihat sima Dan yang berjalan ke arah paviliunnya. Dari pada menemuinya sebagai bos zi kenapa tidak sebagai mo ziyan saja. Jadi ia memutuskan untuk langsung memanggilnya.
Ziyan bersama yaoyao menghampiri Sima Dan, "Apakah anda sedang sibuk tuan Dan? aku ingin mentraktir anda secangkir teh sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantuku kemarin. "
__ADS_1
" Itu tidak perlu nona. Aku sedang menyelidiki kasus, jadi mungkin lain kali. "
"Sayang sekali. Padahal aku ingin mendengar penyelidikan anda mengenai kasus xiaolu, siapa tahu aku bisa membantu anda berpikir. " Ziyan memasang wajah pura-pura kecewanya.
Sima Dan berpikir sejenak. Gadis ini lumayan cerdas, ia bahkan bisa mengetahui kematian xiaolu bukan karena kecelakaan hanya dengan melihatnya sekilas. Mungkin ia bisa membantu dirinya menemukan jawaban.
"Baiklah. mari kita ke kedai teh di depan. "
Ziyan memesan sebuah ruang pribadi. Ia tahu akan membahas hal penting, jadi akan lebih nyaman jika membicarakannya di ruang tertutup. Sima Dan meminta heimian untuk tetap berjaga di pintu. Ia tak ingin ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka.
Ziyan memesan teh dan susu lalu sebagai pelengkap ia memesan beberapa kudapan. Snowy mengangkat alisnya memberikan sinyal pada ziyan agar di pesankan ikan kering untuknya. Kucing gendut ini benar-benar memanfaatkan kesempatan sekecil apapun.
Tanpa menunggu lama, semua pesanan ziyan tiba. Ia langsung meracik teh susu kesukaannya.
"Jadi bagaimana dengan penyelidikannya tuan? "
Pertanyaan ziyan mengejutkan Sima Dan yang sedang fokus memperhatikan bagaimana ziyan mencampur teh dan susunya.
"Ah itu..." Sima Dan masih belum tahu nama gadis didepannya ini. Jadi ia tidak tahu harus memanggilnya apa. " Maaf sebelumnya, aku harus memanggil anda apa? "
"Panggil saja nona mo. "
Mo? apakah dia ada hubungannya dengan menteri Mo? mungkin saja. Sudahlah ia bisa meminta heimian mencari tahu nanti.
Lalu Sima Dan mulai menceritakan sejauh mana penyelidikannya. Ia sudah mendatangi tempat terakhir yang dikunjungi xiaolu, bahkan sudah menanyakan semua saksi. Namun entah kenapa ia merasa masih ada bagian kosong yang membuatnya tak bisa menghubungkan semuanya.
Ziyan mendengarkan dengan penuh perhatian penjelasan Sima Dan. Ia tak ingin melewatkan detail sekecil apapun. Sampai ia mendengar mengenai penyelidikan Sima Dan di piaofu. Ziyan mencoba menghubungkan beberapa petunjuk, dan akhirnya otak kecilnya menangkap jawaban yang sejak tadi dicarinya.
"Itu dia. " Suara tiba-tiba ziyan mengagetkan semua orang diruang tersebut. Termasuk Snowy yang tersedak ikan keringnya karena kejutan ziyan itu.
"Ehem... Sepertinya aku sudah mengerti bagaimana xioalu menghilang. " Ziyan berbicara lebih tenang.
"Benarkah? bagaimana? " Antusias Sima Dan nampak begitu jelas di wajahnya.
"Jadi petunjuk pertama ialah xiaolu yang tiba-tiba hilang dan petunjuk kedua, posisi kamar yang berada paling ujung. Jika kesimpulanku ini benar maka ia membunuh xiaolu saat berada di piaofu. Mula-mula ia memberikan xiaolu obat bius yang sudah di siapkannya. Lalu mengikat kedua tangan xiaolu untuk selanjutnya membuang tubuh xiaolu yang sudah tak sadarkan diri itu ke dalam air melalui jendela. Jarak antara tinggi kapal dengan permukaan air yang tak terlalu jauh dan situasi piaofu yang ramai dengan suara musik saat itu, membuat suara percikan air akibat tubuh xiaolu tak akan terdengar. Setelah melempar tubuh xiaolu, agar tubuhnya tak hanyut mengikuti arus. Lizhong mengikat ujung tali yang lain pada sesuatu. Tubuh xiaolu yang terkena bius dan tak sadarkan diri di dalam air, secara otomatis akan perlahan-lahan kehabisan napasnya. Setelah memastikan bahwa xiaolu sudah kehilangan nyawanya. Lizhong pulang meninggalkan piaofu. Dengan perahunya ia mengambil tubuh xiaolu yang sudah tak bernyawa itu dan mengikatnya pada perahunya. Kemungkinan ia memberikan pemberat pada tubuhnya agar tak muncul di permukaan. Setelah mendayung cukup lama, ia segera melepaskan ikatan pada tangan xiaolu, dan membiarkan arus membawanya hingga ke tempat ia di temukan. Silakan anda periksa kembali ruang yang ada di piaofu, kemungkinan besar ujung tali lain yang ia ikat masih ada di sana. "
Sima dan terkejut mendengar penjelasan ziyan yang begitu terperinci. Padahal ia hanya mendengarkan penjelasan darinya, tapi ia sanggup menarik kesimpulan yang begitu detail. Tak ingin membuang waktu lebih lama, Sima Dan segera pergi ke piaofu untuk memeriksa bukti tersebut.
__ADS_1