Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 292 side story ( A Guang story)


__ADS_3

Sudah berjalan satu minggu.


Sima Dan sudah memberikan perintah untuk penyelidikan. Ia juga sudah melarang para pendongeng untuk menceritakan rumor itu lagi. Jika ada yang berani melanggar maka akan dianggap sebagai kejahatan terhadap anggota kerajaan.


Setelah itu tidak ada lagi pendongeng yang bercerita tentang A Guang, namun itu tidak membuat para penyebar rumor tutup mulut. Bahkan rumor semakin berkembang melenceng jauh.


Beberapa menteri mendesak agar A Guang segera melepas posisinya sebagai putra mahkota. Tentu saja hal ini membuat Sima rui murka.


" Berikan alasan kenapa aku harus melepas posisi putra mahkota dari Sima Guang? " Nada suara Sima rui tidak tinggi namun sanggup memberikan tekanan pada siapa pun yang mendengarnya.


Para pejabat yang sebelumnya kompak menyuarakan ide itu mendadak bisu setelah Sima rui berbicara.


" Katakan! atau aku harus menunjuk salah satu dari kalian untuk berbicara? "


Secara bersamaan mereka semua serempak berdoa dalam hati agar tidak menjadi seseorang yang di tunjuk oleh Kaisar mereka.


Setelah sekian lama tidak ada yang kunjung maju. Akhirnya salah satu pejabat memberanikan diri maju. Setelah memberikan hormat, ia mulai berbicara.


" Sekarang katakan, alasan apa yang membuat ku harus menanggalkan posisi putra mahkota dari putra ku, Sima Guang? "


" Jawab Yang mulia. Rumor di ibukota sudah tidak terkendali. Rakyat menuntut agar Kekaisaran memilih putra mahkota yang memiliki moral baik. Bukan seorang pezina atau pemerkosa. "


" Jadi menurut mu putra ku seorang pezina dan pemerkosa? Kalau begitu tunjukkan pada ku wanita yang menjadi korban A Guang. "


Pejabat tadi tampak bingung. Ia melirik pada rekannya sesama pejabat namun mereka justru menunduk seolah angkat tangan.


Sekarang ia menyesali keberaniannya maju ke depan.


Tidak ada yang membuka suaranya.


" Kerajaan menggaji kalian dengan gaji tinggi bukan untuk setiap hari datang ke istana dan melapor masalah kecil atau mengeluh tentang ini dan itu. Tugas kalian adalah menyelesaikan semua masalah yang mengganggu stabilitas nasional. "


" Lalu apa rumor ini termasuk? Jika menurut kalian tidak, maka kalian tidak akan berada di sini dan memohon untuk melengserkan status A Guang. Seharusnya kalian berpikir bagaimana menyelesaikannya dan bukan hanya menuntut agar posisi putra mahkota diganti. "


" Aku tidak peduli. Kalian harus memberikan solusi atas masalah ini paling lambat besok. Jika kalian masih belum menemukannya, maka jangan datang harap kalian menerima gaji kalian bulan ini. "


Setelah mengatakan itu, Sima rui bangkit dan meninggalkan aula pengadilan yang berubah gempar dalam sekejap karena nasib gaji mereka yang menjadi jaminan.


" Apa kau memikirkan solusi yang tepat untuk masalah ini? " Jiang wu bertanya pada putranya.


Sekarang Jinfu menjadi pejabat tingkat menengah dan merupakan pejabat muda yang memiliki masa depan menjanjikan.


" Rumor itu tidak benar. Juga tidak ada tanggapan dari pihak akademi, yang berarti bahwa itu hanya berita palsu. Lagi pula aku sangat yakin jika moral putra mahkota tidak perlu di ragukan. "

__ADS_1


Jiang wu yang mendengar pendapat putranya tidak tahan untuk tidak setuju. Ia juga berpikir demikian. Karena itu ia mengangguk dan berkata, " Kau benar. "


Namun Jiang wu masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Jadi ia kembali bertanya. " Lalu apa kau memiliki solusi untuk masalah ini? "


Jinfu melihat sang ayah dan dengan mantap menjawab. " Tidak. "


**********


Di tempat lain,


Na li pergi ke sebuah kedai teh, ia hendak bertemu dengan Han dong. Ia akan menagih apa yang sudah di janjikan oleh komandan peringkat rendah itu.


" Berikan aku uang. Bukankah kau sudah berjanji akan memberi ku uang lagi setelah aku menyelesaikan apa yang kau minta. " Tagihnya. Na li bahkan tak peduli meski di sekelilingnya banyak pasang mata.


Han dong geram. Namun ia bertahan dengan wajah palsu yang menyembunyikan kebenciannya.


" Ini terima lah. Setelah ini jangan menemui ku dulu. Para petugas penyidik sedang mencari mu. "


" Bagaimana bisa mereka mencari ku? ini semua rencana mu. Jika aku sampai tertangkap aku tidak akan segan mengatakan semuanya. Termasuk keterlibatan mu. Jadi lebih baik pikirkan cara agar aku tidak tertangkap." Ancam Na li.


Ia sudah memikirkannya. Jika dirinya tertangkap maka ia akan menarik turun Han dong bersama dengannya.


" Karena itu aku menyuruh mu untuk tidak menemui ku dulu. Bersembunyi lah untuk sementara waktu. Setelah semuanya aman kau bisa keluar. "


" Kau sedang tidak menipu ku bukan? "


Dalam Hati Han dong mengutuk Na li. Di otaknya kini sudah ada rencana untuk melenyapkannya. Ia tidak ingin seumur hidup menjadi sapi perah pria ini.


Katakan ia kejam. Tapi ia juga tidak bodoh untuk meninggalkan noda. Karena itu ia harus membersihkannya.


" Kalau begitu aku pergi. "


Na li yang melihat kepergian Han dong tersenyum remeh. Ia tahu bahwa jika ia mengikuti pengaturannya maka bisa saja ia kehilangan nyawanya dan tak akan ada yang menyadari bahwa ia sudah di bunuh. Jadi alih-alih bersembunyi. Ia justru semakin terlihat di muka umum.


Tanpa mereka berdua ketahui, sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan keduanya.


Na li keluar dari kedai teh tersebut. Namun tidak lama setelah itu datang petugas penyidik menghampirinya.


" Na li ikut dengan kami, kau ditangkap atas tuduhan menyebarkan rumor putra mahkota. " Ucap salah satu petugas penyidik.


" Tidak. Aku tidak menyebarkan rumor. Aku hanya menyampaikan fakta. Ia memang tinggal bersama adikku. Adik perempuan ku menggantikan posisi ku sebagai murid akademi. Dan secara kebetulan teman satu kamarnya adalah putra mahkota. "


" Silakan kau katakan saat pemeriksaan. Sekarang lebih baik ikut kami. "

__ADS_1


Karena Na li menolak untuk di bawa. Akhirnya petugas penyidik membawanya dengan paksa.


Penangkapan itu di lakukan tepat di depan umum. Karena itu banyak orang yang mendengar ucapan Na li. Dalam sekejap orang yang merasa penasaran segera mencari tahu identitas adik perempuan Na li.


Tidak butuh waktu lama hingga identitas Xu xiang akhirnya terungkap termasuk identitas lainnya sebagai pemimpin serikat dagang siwang.


Han dong dari jauh melihat kejadian dimana Na li di tangkap. Ia dilanda rasa cemas. Tidak butuh waktu lama namanya akan keluar dari mulut Na li. Jadi ia harus membunuhnya secepat mungkin.


Ia mengatur sebuah rencana dan di putuskan akan membunuhnya malam nanti.


Di istana,


A Guang sudah mendapat kabar tentang penangkapan Na li. Berdasarkan mata-mata yang ia kirim untuk mengikutinya selama seminggu ini akhirnya ia mendapatkan bukti tentang persekongkolan nya dengan Han dong.


A Guang sendiri cukup terkejut saat mengetahuinya. Ia masih tak menyangka bahwa Han dong masih menyimpan dendam padanya.


Seorang kasim datang dan memintanya untuk menemui ayahnya.


" Ayah memanggilku? "


" Bagaimana dengan kasus mu? mereka menginginkan kau untuk mundur. Jangan katakan kau tidak tahu harus melakukan apa? " Sima rui tidak basa basi. Ia langsung mengatakan tujuan ia memanggilnya.


Ayahnya memang tak pernah menyelesaikan secara langsung masalah anak-anaknya. Ia akan membiarkan mereka menyelesaikannya terlebih dulu.


Mungkin terdengar kejam. Tapi itulah cara didik sima rui. Jika mereka mengeluh, maka sima rui hanya akan mengatakan bahwa salah mereka karena menjadi putranya.


" Aku sudah menangkap Na li, kakak Xu xiang. Ia melakukan atas dorongan Han dong. Karena tidak ada bukti keterlibatan Han dong. Kita tidak bisa langsung menangkapnya kecuali kita harus menjebaknya. "


Tidak ada keterkejutan di wajah ayahnya. A Guang menduga bahwa ayahnya diam-diam sudah mengetahuinya.


Lihatlah ayahnya sungguh baik hati. Bahkan ia tidak ingin repot-repot memberitahu putranya siapa pelaku sebenarnya.


" Jangan terlalu jelas bertindak. Lakukan seolah-olah apa yang direncanakannya berjalan lancar. Itu akan jauh memberikan efek menyakitkan dari pada menjebaknya begitu saja. "


" Baik ayah. Aku akan mendengarkan mu. "


Setelah A Guang keluar, ziyan muncul dari balik partisi yang ada di belakang sima rui.


" Kau mengajari putra mu untuk menjadi licik. " Ucapnya pada sang suami.


Melihat istrinya membuat hati Sima rui menghangat. Ia tidak tahan untuk tidak tersenyum.


" Aku hanya mengajari bagaimana caranya mengatasi masalah. "

__ADS_1


Ziyan tertawa mendengar alasan suaminya untuk membela diri.


" Kau memang yang terbaik. "


__ADS_2