
Kedua pelayan yang baru saja masuk ke kamar itu masih bisa mendengar percakapan kedua penjaga itu. Ketika pintu sudah tertutup rapat, dan mereka telah berada jauh di dalam kamar itu. Si pelayan wanita yang sejak tadi geram dengan dua penjaga itu akhirnya membuka suaranya karena tak tahan ingin segera meluapkan amarahnya.
" Kedua penjaga itu benar-benar keterlaluan. Apa mereka pikir perdana menteri adalah kaisar kerajaan wei. Mereka mematuhi perdana menteri, tapi justru menghina kaisar. Jika saja aku tidak memiliki stok kesabaran yang begitu besar. Kedua penjaga itu pasti sudah ku kebiri. Biar saja mereka menjadi kasim. " Lucy menumpahkan semua amarahnya, ingin berkata kasar tapi tak enak dengan xiaoqi yang bersamanya.
Kedua pelayan itu, lucy dan xiaoqi. Ziyan memang meminta sang bibi diam-diam menyelinap ke kerajaan wei guna mengobati kaisar. Sedangkan Xiaoqi ia bertugas menjaga dan melindungi lucy selama berada di sana.
" Tahan emosi mu bibi. Jangan sampai orang lain mendengar ucapan mu atau apa yang kita lakukan satu minggu ini akan sia-sia. " Xiaoqi mencoba menenangkan lucy.
Lucy menarik napas dalam dan membuangnya. Ia kini sedikit lebih tenang.
" Kau benar. "
Kemudian pandangan lucy beralih pada pria yang tak sadarkan diri yang selama seminggu ini menjadi pasiennya.
" Jangan terus memandangnya seperti itu. Hatinya sudah menjadi milik wanita lain bi. Jika kau tak keberatan menjadi selirnya. Maka silakan lanjutkan. " Setelah xiaoqi berbicara, lucy langsung memberikan tatapan belatinya pada remaja itu.
" Kau ini. Jaga bicara mu anak muda. Aku juga tidak berniat menjadi selir dan terkurung di sangkar emas ini. Bagiku istana tak ada bedanya dengan tempat ku dulu. Penuh dengan bahaya yang siap menjemput nyawamu kapan saja. " lucy kembali teringat dengan dunianya dimana ia menghabiskan harinya di kamp militer. Desingan peluru dan ledakan bom seakan menjadi musik yang selalu terdengar di telinganya.
" Maaf jika membuat bibi kembali mengingat saat berada di markas ketua Gui. " Ucap xiaoqi menyesal. Lucy tahu xiaoqi salah paham dengan ucapannya. Ia pasti berpikir tempat yang ia maksud adalah markas ketua Gui.
Lucy tersenyum lalu menepuk pelan kepala laki-laki itu. " Sudah jangan membuat wajah menyedihkan begitu. Lebih baik kita menyelesaikan tugas kita sebelum kedua penjaga si*alan itu curiga. "
Lucy mendorong pelan satu sisi luar kotak makanan yang tadi di bawanya. Dan sisi yang di dorong itu pun langsung terbuka seperti laci meja. Di dalam tampak obat-obatan, alat-alat medis seperti pisau bedah .
Karena komanya kaisar wei di sebabkan oleh racun bukan karena penyakit. Maka lucy harus membersihkan racunnya terlebih dahulu dari aliran darahnya. Ia mengiris sedikit jari kaisar wei lalu menetes kan sedikit demi sedikit darahnya. Baru setelah itu ia memberikan pil penambah darah agar tubuh bisa segera memproduksi darah baru. Tak lupa ia juga memberikan anti racun guna membersihkan endapan racun yang tersisa di dalam organ tubuh. Proses ini sudah di lakukan lucy sejak kedatangannya pertama kali seminggu yang lalu. Dan hari ini harusnya menjadi treatment terakhir kaisar wei sebelum ia sadar.
__ADS_1
Sementara lucy melakukan proses pengobatan, xiaoqi bertugas membersihkan tubuh kaisar wei. Saat akan meninggalkan kamar tersebut karena tugas yang sudah selesai. Tanpa sengaja lucy melihat jari tangan kaisar wei yang bergerak.
" Tunggu xiaoqi. " Ucap lucy sembari berjalan mendekati kaisar wei dengan terus menatap pada jari yang tadi bergerak.
Xiaoqi melihat arah pandangan lucy. Dan ia pun terkejut ketika melihat jari kaisar wei bergerak.
" Dia bergerak. " Ucap xiaoqi tanpa sadar.
Lucy mendekatkan wajahnya pada wajah kaisar wei. " Yang mulia apa anda bisa mendengar ku? jika ya gerakan tangan anda sekali lagi. "
Dan kaisar wei pun menggerakkan kembali jarinya. Raut wajah lucy semakin cerah. Ia puas dengan hasil kerjanya, tidak sia-sia usahanya selama ini.
" Lihatlah xiaoqi, dia merespon. " Antusias lucy dan xiaoqi mengangguk setuju.
Saat lucy ingin bertanya lagi. Salah seorang penjaga yang berjaga di depan membuka pintu dan berkata dengan suara lantang.
" I-iya. Maaf kami sudah selesai. Kami hanya perlu merapikan barang-barang kami. " Ucap lucy seakan dirinya terintimidasi.
Tanpa menjawab, penjaga itu segera menutup pintu dengan keras.
" Penjaga si*lan. Awas kau. Setelah semuanya selesai. Akan ku buat kau merasakan pisau bedah ku. " Gumam lucy.
" Yang mulia, istana sedang tidak aman. Tolong jangan bergerak jika ada orang lain selain kami. " Ucap lucy, lalu keluar bersama xiaoqi.
*******
__ADS_1
Perjalanan ke kerajaan wei memakan waktu dua hari. Dan kini ziyan dan shuwang sudah berada di kerajaan wei. Para prajurit yang sima rui utus juga tidak lagi bersama rombongan mengingat perjanjian bilateral atau batas wilayah negara yang harus mereka patuhi. Namun tidak dengan junyi yang sudah menyamar sebagai prajurit kerajaan wei.
Rombongan akhirnya memasuki ibu kota. Ini pertama kalinya ziyan keluar dari kerajaan jin. Tentu saja ia begitu senang. Andai ini bukan perjalanan berdarah, ia pasti akan melihat-melihat ibu kota dan melihat apakah ada peluang untuknya mengembangkan usaha di sini.
" Kenapa wajahmu tampak begitu tegang? Apa kau sedang menahan hasrat ke kamar kecil? " Ziyan melihat raut wajah shuwang yang tak enak di lihat.
Shuwang cepat-cepat menggeleng. " Aku hanya sedang was-was. Aku yakin menteri guan memiliki kesempatan untuk menyerang tapi kenapa sampai sekarang sama sekali tidak ada gerakan. "
Ziyan tampak berpikir, ' Hanya ada dua kemungkinan kalau begitu. Pertama ia sedang menunggu waktu yang tepat atau kedua, seseorang membantunya menyingkirkan batu kerikil tersebut, ' pikir ziyan.
" Sudah. Kau tidak perlu terlalu banyak berpikir. Anggap saja ia sedang kehabisan amunisi sehingga tidak bisa menyerang. " Ucap ziyan santai.
Shuwang mengerutkan keningnya mendengar kata asing yang ziyan ucapkan. " Apa itu amunisi? "
Mulut ziyan terbuka ingin kembali menjelaskan namun urung di lakukan. " Sudahlah lupakan apa yang baru saja aku katakan. "
" Cepat ceritakan bagaimana istana kalian? Apakah sama indahnya dengan istana jin. " Lanjut ziyan mencoba mengalihkan.
Anggukan shuwang menjadi jawaban untuk pertanyaan ziyan. " Tentu saja. Aku yakin kau pasti akan menyukainya. Apalagi istana kaisar..." Tiba-tiba ekspresi shuwang berubah sendu kala mengingat kondisi kaisar.
' Bagaimana kondisinya sekarang? apa tabib itu berhasil menyembuhkannya. ' Batin shuwang.
Ziyan tahu apa yang sedang di pikirkan shuwang. " Kau khawatir dengan kaisar? "
" Apakah tampak begitu jelas? " Shuwang tersenyum getir.
__ADS_1
" Jangan khawatir, aku yakin kondisinya sekarang jauh lebih baik. "
Lucy memang selalu rutin mengirim kabar tentang kemajuan pengobatannya. Dan berdasarkan dengan kabar terakhir yang ziyan terima dua hari lalu. Ia yakin saat ini kaisar wei sudah sepenuhnya sadar. Dan sedang menyiapkan kejutan untuk menteri guan.