
Kediaman Rong,
Terjadi perdebatan antara sang kakek dengan cucu perempuannya. Sang kakek yang selalu memanjakan cucu semata wayangnya tersebut menolak permintaan sang cucu dan hal itu membuat sang cucu kecewa. Karena satu-satunya keluarga dan orang yang paling menyayanginya ternyata sama sekali tak ingin membantunya.
" Kenapa kakek tak ingin membantuku. Kakek tahu bahwa aku sangat mencintai kak rui. Tak bisakan kakek meminta pada Yang mulia agar menjadikan ku selir kak rui. " Ucap Feiyue pada sang kakek.
Benar. Mereka adalah jenderal Rong dengan cucunya Rong feiyue.
" Kakek bisa menggunakan jasa kakek sebagai alasan agar Yang mulia menyetujui permintaan kakek. Aku jamin Yang mulia pasti tak akan menolak. " Sambung Feiyue masih mencoba meyakinkan sang kakek.
" CUKUP! " Bentak kakek Rong. Untuk pertama kalinya ia membentak sang cucu. Hal itu tentu saja membuat feiyue terkejut.
Mata gadis itu menatap tak percaya pada sang kakek yang selalu lembut kini membentak dirinya.
" Hentikan sikap egois mu itu feiyue! Kau tahu bahwa pangeran rui sangat mencintai istrinya. Ia tak akan mau menerima mu sebagai selir meski kakek mu ini memintanya pada Yang mulia kaisar. " Pekik Kakek Rong, Kemudian mengambil napas panjang untuk meredakan emosinya sebelum kembali berbicara. " Jadi tolong mengertilah. Kakek sangat menyayangi mu karena itu kakek tak ingin kau menderita dengan pria yang sama sekali tak mencintaimu. Rui hanya menganggap mu sebagai adik, tidak lebih. Jadi lebih baik kau lupakan saja perasaan mu itu. Kakek mohon yue er. " Bujuk kakek Rong. Seumur hidupnya baru kali ini mantan jenderal besar sekaligus guru Sima rui itu memohon. Bahkan sorot matanya tergambar jelas rasa putus asa karena sikap cucu tersayangnya tersebut.
Feiyue menggeleng seolah menolak kenyataan yang baru saja di katakan sang kakek. Matanya tak sanggup lagi membendung air matanya. Seketika itu juga luruh dan pemandangan itu membuat hati sang kakek sakit.
Kakek Rong hanya bisa menjerit dalam hati. ' Kenapa kau sama sekali tak mengerti maksud kakek yue er. Kakek sangat menyayangimu. Kakek ingin kau menikah dengan pria yang akan mencintaimu sepenuh hati dan menjadikanmu satu-satunya dalam hidupnya. '
" Tidak. Aku tak mengerti dan tak mau mengerti. Aku hanya ingin menikah dengan kakak rui dan hanya dia yang akan menjadi suamiku. "
Setelah mengatakan itu feiyue berlari kembali ke kamarnya, menangis menumpahkan semua kesedihannya. Cinta yang sudah ada sejak kecil ternyata tak bisa bersemi ketika dewasa sungguh ironis. Baginya Sima rui adalah cinta pertamanya. Pria yang mengajarkannya arti cinta. Karena semenjak kematian kedua orang tuanya, feiyue hanya hidup berdua dengan sang kakek. Kekurangan akan cinta dan kasih sayang inilah yang membuatnya memiliki sikap manja dan egois. Karena jauh dalam hatinya, ia membutuhkan kasih sayang. Dan kenyamanan akan perasaan itu ia rasakan saat bersama Sima rui. Katakan saja ia egois karena tak menganggap cinta tulus sang kakek. Tapi yang ia ingin kan sekarang adalah Sima rui, hanya pria itu.
" Nona, tolong jangan menangis. Jika anda terus menangis, matamu akan bengkak besok. Apakah anda tak ingin tampil cantik di depan pangeran. " Hibur pelayan setia feiyue. Ia tak tega melihat majikannya yang terus menangis.
" Apa yang harus aku lakukan xiaolu. Kakek tak ingin membantuku. Jangankan membantu, kakek justru memintaku melupakan perasaan ku ini. " Masih terdengar isakan feiyue saat ia berbicara.
" Jika tuan besar tak ingin membantu kenapa nona tak melakukannya sendiri. " Ucap xiaolu.
" Maksudmu? " Feiyue yang semula tengkurap di tempat tidur seketika bangun saat mendengar ucapan pelayannya.
__ADS_1
" Jika dengan cara halus pangeran menolak nona. Bagaimana dengan cara paksaan. Cara yang tak mungkin bisa ia tolak. "
Feiyue sadar kemana arah pembicaraan xiaolu. Seketika ia langsung menggeleng dengan usulan xiaolu tersebut. " Apa kau menyuruhku menjebak kakak rui dengan obat perangsang. " Tanya feiyue memastikan.
" Benar nona. "
Benar dugaan feiyue. " Tidak. Kakak rui membenci cara licik seperti itu. Aku ingin menikahinya bukan membuatnya membenciku. Apa kau tak tau bagaimana nasib para wanita yang berusaha menjebaknya dengan cara itu. "
" Semuanya tak ada satupun yang memiliki muka untuk kembali ke lingkungan masyarakat. Bahkan putri menteri yang terakhir kali melakukannya pun kini harus pergi ke desa terpencil karena rasa malu yang ia terima dan kau ingin aku mengalami hal itu. "
Feiyue yang mengingat bagaimana wanita itu di permalukan oleh sima rui bergidik ngeri. Ia tak sanggup jika hal itu sampai terjadi padanya.
" Tidak nona. Mana mungkin saya menginginkan hal buruk tersebut. Maafkan saya nona karena menyarankan hal yang buruk pada anda. " Sesal xiaolu. Jujur dia hanya ingin yang terbaik untuk nona nya.
" Tapi.... " Feiyue menjeda ucapannya. " Apa yang kau ucapkan tak sepenuhnya salah. Untuk mendapatkan kakak rui memang harus dengan cara paksa. "
" Maksud nona? " Kali ini xiaolu yang tak mengerti.
Sementara di ruangan lain.
" Bagaimana keadaan bocah itu. " Tanya kakek Rong pada pelayan senior yang sekaligus pengasuh feiyue.
" Nona sudah tenang tuan. Saya sudah tak mendengar suara tangis ataupun ratapan dari kamarnya. " Jawab bibi Hua.
Mendengar itu kakek Rong merasa lega. Sebagai cucu satu-satunya ia sangat sedih karena tak bisa memenuhi keinginannya.
" Baik. Terima kasih. Kau bisa kembali. " Bibi Hua langsung undur diri dan meninggalkan kakek Rong sendiri di ruang bacanya.
*********
Hari perjamuan,
__ADS_1
Sima rui menunggu ziyan yang tengah bersiap-siap. Padahal selama ini ia sama sekali tidak pernah menunggu. Bahkan kepada ayahnya pun yang seorang kaisar. Sima rui tak pernah menunggu, justru ayahnya lah yang menunggu sang anak. Namun semuanya berubah setelah Sima rui menikah. Dengan sabar ia menunggu sangat istri tanpa mengeluh sama sekali. Kekuatan cinta sungguh mengubah segalanya.
" Ayo kita jalan. " Suara ziyan mengalihkan pandangan Sima rui. Pria itu menatap sang istri tak berkedip. Penampilan ziyan sungguh membuatnya terpukau.
Dengan cepat Sima rui mengembalikan kesadarannya dan mengangguk menerima ajakan sang istri.
" Apakah aku cantik. " Tanya ziyan begitu keduanya sudah berada di dalam gerbong kereta kuda.
" Cantik. " Jawab sima rui sembari mengamati wajah ziyan. " Hanya saja... " Ucap Sima rui ragu.
" Hanya saja apa? " Tanya ziyan penasaran.
Sima rui menunjuk bibirnya sendiri dengan telunjuknya. " Terlalu merah. "
" Benarkah? " Ziyan menyentuh bibirnya hendak menghapus sedikit perona merah tersebut. Namun tangannya segera di tahan Sima rui.
" Biar aku saja. " Kata Sima rui menawarkan bantuan.
Ziyan memejamkan matanya. Sima rui tersenyum dan segera ia menempelkan bibirnya guna membantu sang istri. Sima rui memagut lalu ******* bibir ziyan. Cukup lama bibir keduanya menyatu. Hingga akhirnya ziyan kesulitan bernapas dan akhirnya melepaskan pertemuan dua bibir itu.
" Kau... "
Wajah malu ziyan yang merah merona tak sanggup ia sembunyikan. Kemudian ia menatap nyalang sima rui karena mengacau penampilannya. Dilihat dari sisa lipstik di bibir Sima rui, ia yakin bahwa lipstik di bibirnya telah hilang.
" Kau sama sekali tidak membantu. Kau justru merusak riasan ku. "
" Apa boleh buat. Bibirmu sangat menggoda istriku. Sejak di mansion, aku mencoba menahan diri untuk tidak mencium mu. "
Sima rui membelai lembut pipi ziyan. " Seperti ini saja. Meski tanpa pemerah bibir. Kau masih sangat cantik. Aku bahkan berani bertaruh bahwa akan banyak lalat di sana yang akan diam-diam mengagumi kecantikan istriku. Sungguh memikirkannya saja membuatku cemburu. "
Ziyan yang awalnya kesal seketika luruh mendengar alasan sang suami.
__ADS_1
' Bagaimana bisa aku kesal jika suamiku bersikap begitu menggemaskan. ' Batin ziyan.