
Semua orang tentu tercengang dengan fakta yang baru saja diutarakan oleh pangeran kedua Kekaisaran jin itu.
Bukankah wanita itu yang membuang dan melupakan keluarganya? Kenapa pangeran Feng justru berkata sebaliknya?
Tentu saja itu pertanyaan yang hanya bisa semua orang pikirkan tanpa berani mengungkapkannya. Mereka tidak terlalu bodoh untuk bersikap mencolok dengan mengungkapkan rasa penasaran mereka akan hal tersebut. Meski sesungguhnya, rasa penasaran begitu menggerogoti diri mereka.
Berharap ada orang bodoh yang melangkah maju dan menghilangkan rasa penasaran mereka.
Mata mereka berbinar saat tak lama kemudian harapan mereka ternyata terkabul.
Seseorang tanpa rasa takut bersuara dan mengutarakan apa yang menjadi beban pikiran semua orang.
" Keluarga Liu membuang istri anda? bukankah rumor berkata sebaliknya Yang mulia. " Tanya seseorang.
Semua orang menyimak. Siap mendengarkan penjelasan apa yang akan Sima Feng katakan. Dalam hati bersorak atas keberanian orang itu.
Sima Feng memandang orang itu dingin. " Kau percaya? Apa kau bodoh, tidak belajar dari kejadian sebelumnya? " Tajam sekali Sima Feng membalasnya.
Tak peduli meski lawan bicara adalah pejabat yang berusia lebih tua darinya. Membuat si pemilik pertanyaan mendadak mulai menyesali keberaniannya.
" Jika istriku begitu buruk sesuai dengan apa yang rumor itu katakan. Apa menurut mu keluarga Sima akan menerimanya? " Kemudian menyapu pandangannya ke semua orang. " Sebaiknya kalian juga pikirkan baik-baik. " Lalu kembali menatap pria didepannya masih dengan tatapan dingin.
__ADS_1
Mendapat tatapan menusuk Sima Feng, membuat punggung pria itu mulai berkeringat dingin. Ia hanya bisa menggeleng sebagai jawaban. Lidahnya terlalu kaku untuk sekedar mengucapkan satu kata 'ya atau tidak'.
Lalu Sima Feng melihat pada keluarga Liu. " Tepat sekali disini ada keluarga Liu. Bagaimana jika kita dengarkan saja cerita versi mereka? "
Deg!
Seluruh tubuh anggota keluarga kediaman Liu mendadak lemas. Seolah-olah roh mereka baru saja lepas dari raga. Keheningan membuat suasana semakin mencekam. Sorot mata semua orang ibarat pedang tajam yang memaksa mereka untuk berjalan hingga ke tepi jurang.
' Ah kenapa juga harus membahas rumor disaat seperti ini. Jika menyangkal apa yang pangeran Feng katakan. Hanya masalah waktu, sampai Ia memberikan bukti bahwa Liu ru pernah hidup diperbatasan dan semua kebohongan akan langsung terbongkar. Namun jika mengiyakan, bukankah keluarga Liu akan di cap tidak tahu malu. ' Batin Liu mingchen dilema.
Terus berpikir, akhirnya Liu mingchen memilih untuk mendukung pernyataan Sima Feng.
" Apa yang Pangeran kedua katakan benar. Keluarga Liu memang telah memindahkan putri ku Liu ru ke perbatasan. Tapi salah jika dikatakan membuangnya. Karena kami berencana menjemputnya kembali setelah pengaruh buruk itu hilang. " Elaknya. Memasang senyum palsu berharap semua orang percaya akan kebohongannya.
Jika itu Liu ru di masa lalu dan belum mengetahui bagaimana buruknya sifat ayah kandungnya tersebut. Mungkin saat ini dirinya akan tertipu. Sayangnya kali ini harus membuat kepala keluarga Liu itu kecewa. Karena putrinya yang polos sudah berubah menjadi landak yang kapan saja siap melepas duri di punggungnya.
Liu ru mencibir dalam hati. Ingin sekali ia menarik telinga ayahnya dan dengan keras memakinya tepat di depan telinganya.
Namun ia harus sabar dan bertahan. Bagaimana pun sima Feng melarangnya bicara dan cukup melihatnya saja. Entah apa yang sudah di siapkan pria itu untuknya.
" Karena akan ada kejutan untuk mu, jadi kau hanya perlu untuk diam dan melihat semua. Ini juga akan melepaskan simpul kebencian di hati mu. " Jadi dengan patuh ia mengikuti apa yang suaminya itu katakan.
__ADS_1
' Diam dan melihat. Uh sungguh membuat tanganku gatal. ' Gerutu Liu ru dalam hati.
" Benarkah seperti itu? " Sima Feng pura-pura percaya dan bertanya.
Dengan cepat ayah mertuanya tersebut mengangguk. " Tentu. Kami tidak berani berbohong pada anda Yang mulia. Terutama di hadapan semua orang. "
" Hem.. baiklah. Aku percaya padamu. "
Wajah Liu mingchen begitu terlihat puas. Ia yakin bahwa dirinya berhasil membuat Sima Feng percaya.
Tapi tahukah dia bahwa Sima Feng bukanlah orang bodoh yang begitu mudahnya percaya dan bertindak tanpa persiapan.
Jadi setelah mendengar ucapan Sima Feng selanjutnya, kebahagiaan di wajah Liu mingchen langsung berubah menjadi duka.
" Karena itulah secara khusus aku mengundang keluarga yang merawat istri ku saat berada di perbatasan untuk mengucapkan terima kasih karena sudah merawatnya saat itu. " Panik sekali ekspresi Liu mingchen mendengar hal itu.
Dan tak lama dua orang paruh baya masuk.
Mata tuan Liu langsung terbelalak saat melihat dua orang yang sudah sekian lama tak dilihatnya itu. Mereka adalah paman dan bibi Liu ru dari pihak ibu.
Alasan Sima Feng mengundang keduanya tentu saja untuk menyingkirkan keluarga Liu. Selain itu, ia harus menyelesaikan kesalahpahaman antara istrinya dan keluarga pamannya, terutama dengan sang bibi.
__ADS_1
Puas sekali Sima Feng melihat raut wajah tuan Liu. Namun berbeda dengannya, Liu ru tampak terkejut. Ia memang sangat merindukan sang paman, satu-satunya orang yang mengulurkan tangan disaat dirinya terpuruk.