Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 403 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Malam ini seluruh keluarga Sima berkumpul menikmati makan malam bersama, tidak terkecuali keluarga Sima Shao. A Hua dan suaminya serta putra mereka juga ikut serta. Hanya Xuxiang yang absen mengingat sekarang ia tinggal di Kekaisaran Shu.


" Aku yakin kau bukan bermarga Sima sedangkan makan malam ini hanya untuk keluarga Sima. Apa kau tidak malu jika orang lain akan berpikir bahwa kau bangkrut dan sengaja datang untuk menumpang makan? "


Arthur mengedikan bahu. " Untuk apa aku peduli dengan kata orang sementara ucapan mereka sama sekali tak membuat ku kenyang. "


" Aku rasa kau kaya karena menggadaikan rasa malu mu. "


Arthur hendak membuka mulut tapi kalah cepat dengan Ziyan yang sudah lebih dulu melerai perdebatan mereka.


" Tidak bisakah kalian berdua berhenti berdebat sebentar saja. Ini makan malam untuk menyambut kepulangan A Fei dan sekaligus merayakan keberhasilannya. Jangan kacau kan dengan sifat kekanakan kalian berdua. "


Tatapan tajam Ziyan berhasil membuat kedua pria itu kembali tenang.


A Fei terkekeh melihat Ziyan yang sebenarnya tidak lebih kuat dari Sima Rui dan Arthur tapi begitu di takuti oleh keduanya. Mungkin jika mengukur kekuatan, Sima Rui akan berada di puncak tapi itu bukan sebuah jaminan karena sang ayah yang begitu tunduk pada ibunya seolah setiap kata yang keluar dari mulut ibunya adalah sebuah titah.


' Disaat seperti ini, ayah akan berubah seperti singa ompong yang bahkan tak mampu untuk menggertak. ' Batin A Fei mengejek.


Tak lama Sima Shao dan keluarganya datang. Acara makan malam pun di mulai. Suasana rusuh sebelumnya langsung berubah hangat. Bahkan kehadiran Arthur yang notabene orang luar sama sekali tak mengurangi kehangatan jamuan malam itu.


Setelah selesai makan malam dan semua kembali ke istana masing-masing, A Fei yang sudah berada di kamarnya langsung merebahkan badannya di ranjang.


Namun suara pelayan yang menyambut kedatangan ziyan membuatnya bangun kembali.


" Ibu? Kenapa ibu kesini? " Tanya A Fei heran.


Ziyan mengabaikan pertanyaan A Fei dan meminta semua pelayan untuk pergi. Kini hanya tersisa A Fei dan Ziyan di ruangan itu.


" Ibu hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan putri ibu? apa itu tidak boleh? "


A Fei dengan manja memeluk Ziyan. " Kalau begitu tidurlah disini bu. Aku tidak keberatan meski ayah akan mengamuk padaku besok pagi. "


Ziyan terkekeh. " Ibu pikir ayah mu tidak akan mungkin mengamuk pada putri kesayangannya. Tapi kau mungkin akan kehilangan ibu begitu membuka mata besok. Ayah mu tak akan membiarkan dirinya tidur sendiri. ibu yakin ayah mu akan diam-diam menyelinap untuk menculik ibu. "

__ADS_1


Kedua tertawa, ketika mengingat kembali kenangan dulu dimana Ziyan tidur bersama putrinya namun dengan tidak tahu malu Sima Rui diam-diam memindahkan istrinya saat tengah malam. Hampir A Fei terkena serangan jantung saat tak ada satu pelayan pun yang melihat ibunya. Kehebohan itu langsung berakhir ketika Ziyan mengatakan bahwa ia terbangun di kamarnya. Dan dengan percaya diri, Sima Rui mengakui dan berkata.


" Apa yang aneh dengan memindahkan istri ku untuk kembali ke kamarnya. Dia istri ku jadi seharusnya tidur dengan ku. "


Dan sejak saat itu, A Fei berhenti meminta Ziyan tidur dengannya. Ayahnya terlalu mendominasi.


Ziyan duduk di ranjang sementara A Fei berbaring dengan kepala berada di paha Ziyan. Dengan penuh kasih sayang, Ziyan mengusap lembut puncak kepala A Fei.


" Apa Ofidiofobia mu semakin parah sayang? " Tanya Ziyan penuh perhatian.


Sejenak Ziyan bisa melihat tubuh putrinya menegang. " Aku tidak tahu bu.. "


Ziyan bisa merasakan rasa putus asa dari nada bicara A Fei. Ketakutannya pada ular tampaknya semakin parah, terlebih setelah kejadian terakhir kali.


" Tak apa, perlahan kau pasti bisa melawannya. Sekarang, ceritakan pada ibu, bagaimana bisa kau sampai kehilangan kantong racun mu? " Ziyan tahu itu benda penting A Fei. Sangat aneh jika sampai hilang.


A Fei bangun lalu menarik napas dalam sebelum bercerita. " Ibu pasti sudah tahu, saat itu aku pergi untuk mencari anak yang hilang. Namun tiba-tiba sekelompok pembunuh menyergap ku. Jingu berusaha melawan untuk mengalihkan perhatian mereka agar aku bisa melarikan diri. Tapi siapa yang akan menduga bahwa akan ada kelompok lain. "


" Satu persatu penjaga bayangan melawan mereka. Beberapa kali serangan mereka hampir mengenai ku. Mungkin saat itulah kantong racun ku hilang. "


" Bu, bukankah guru sudah menghentikan pembuatan racun penghilang ingatan. Lalu kenapa masih ada racun itu? Apakah itu sisa dari salah satu racun yang guru ciptakan? "


" Apa maksud mu? " Ziyan memandang tak mengerti.


Kemudian A Fei mulai menceritakan mengenai rencana sang mantan suami pada Ziyan.


" Ibu pikir itu bukan buatan guru mu. Jika dugaan ibu benar, itu pasti salah satu buatan mantan asisten bibi lucy yang berkhianat. "


" Guru memiliki asisten? " A Fei terkejut dengan fakta yang baru saja didengarnya itu.


" Itu benar. Sayangnya, wanita itu berkhianat dan mencuri formula racun itu. Itulah kenapa Bibi lucy tak memiliki murid lain dan hanya memiliki mu sebagai murid selama hidupnya. "


" Lalu dimana mantan asisten guru itu bu? "

__ADS_1


" Ibu tidak tahu. Dari informasi terakhir yang ibu dapatkan, wanita itu melarikan diri ke kerajaan Nan. "


Lagi.. untuk kesekian kalinya Kekaisaran Nan terseret.


*******


Jamuan ulang tahun ibu suri akan di adakan minggu depan. Oleh karena itu, siang ini A Fei pergi ke tempat pelelangan. Ia berencana membeli sesuatu untuk hadiah ibu suri. Namun hingga acara selesai, tak ada satupun barang yang menarik di matanya. Jadi ia memutuskan untuk pulang.


Ketika tiba di istana, ia melihat Jinfu tengah berdiri di depan pintu masuk.


" Kak Jinfu? kenapa kau berdiri disini? jangan bilang kau sedang menunggu ku. " Percaya diri sekali A Fei menebak dan berhasil membuat Jinfu salah tingkah.


" Itu, aku memang ingin bertemu dengan mu. "


" Benarkah? kalau begitu ayo masuk. " A Fei langsung mempersilakan Jinfu masuk.


Jingu sejak tadi diam, tapi percayalah hatinya tengah bergemuruh. Ketika hendak mengikuti mereka, ia melihat Arthur dari jauh. Takut akan di kenali, terpaksa Jingu bersembunyi.


" Paman Arthur kau disini? " Tanya A Fei saat melihat keberadaan pria itu di rumah tunggunya.


Ternyata sejak tadi Arthur sudah menunggu kepulangan A Fei. Ia hendak berpamitan karena harus kembali ke kerajaan Shu.


" Sayang sekali. Aku padahal berharap paman bisa berada di sini lebih lama. " Sedih harus kembali berpisah dengan penggemar nomor satu ibunya itu.


" Jika merindukan paman, datanglah ke shu. Kau juga bisa sekaligus menjenguk kakak ipar mu. "


A Fei menggeleng. " Itu akan sulit. Paman tahu sendiri bagaimana ayah. Ia tidak akan mengijinkan ku pergi dengan mudah. "


Arthur tak ingin mengakui tapi itulah yang terjadi.


Setelah beberapa saat mengobrol, akhirnya Arthur menyadari ada sosok lain di ruang tunggu selain dirinya dan A Fei. Seolah sosok ini adalah makhluk tak kasat mata yang sejak tadi samar hingga Arthur butuh waktu lama untuk menyadarinya.


" Kenapa kau di sini? apa kalian baru pergi bersama? " Tanya Arthur penuh intimidasi.

__ADS_1


Entah Jinfu harus menangis atau tertawa ketika Arthur akhirnya menyadari keberadaannya.


__ADS_2