Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 271 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Junyi berpikir kedatangannya akan menjadi bantuan besar bagi A Guang. Tapi sepertinya itu hanya bayangannya semata.


Ia melupakan fakta bahwa A Guang memiliki ilmu bela diri yang tidak bisa di katakan rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan dirinya, itu hampir sama.


Kenyataan seberapa tinggi ilmu A Guang sebenarnya cukup membuat tamparan di wajah Junyi.


Bagaimana bisa usianya lebih muda tapi bisa sama hebat dengan dirinya yang jauh lebih tua. Kembali lagi, itu semua berkat keajaiban yang bernama 'Garis keturunan'. Dan kehebatan bocah itu akan semakin besar di saat usianya telah matang.


Begitu junyi tiba. Bukan pemandangan A Guang berlari padanya dengan perasaan lega yang didapat Junyi melainkan adegan dimana A Guang tengah sedang sibuk membantu seorang gadis.


" Kau tak apa Xu xiang? Maaf, aku tidak bermaksud membuat mu ikut terluka. " Sesal A Guang merasa bersalah. Ia membantu gadis itu berdiri setelah sebelumnya menabrak meja.


" Tak apa. Aku hanya mengalami beberapa memar kecil. Benturan tadi tidak sampai membuat ku cidera. Jadi tenanglah. "


Meski mendengar bahwa gadis itu baik-baik saja. Tidak serta merta membuat perasaan A Guang lega. Bahkan melihat Xu xiang yang sempat meringis kesakitan. Membuat rasa bersalahnya semakin menghimpit hatinya.


Jadi untuk mengusir perasaan tidak nyamannya tersebut, A Guang memilih melemparnya sebagai 'lumpur' pada Junyi.


" Tidak bisakah kau datang lebih cepat paman junyi? kau datang sangat terlambat. Lihatlah, ia terluka karena kau datang begitu lambat. " Ucap A Guang tiba-tiba menyalahkan semua musibah pada Junyi.


Rahang Junyi menganga lebar saat dirinya yang baru datang dan tak tahu apa-apa disalahkan. Ia bahkan tak tahu dosa apa yang membuatnya menjadi kambing hitam.


Jadi ia memilih menyerang balik alih-alih menerima serangan A Guang begitu saja.


" Tuan muda, bukankah kau yang menyuruh ku untuk tidak mengikuti mu. Jadi mana mungkin semua kemalangan ini bisa terjadi karena keterlambatan ku. Tidak hanya menyalahkan ku. Bahkan kau tak menghargai kedatangan ku yang mencoba menolong mu. " Junyi bertindak seolah dirinya adalah korban.


Semakin menyedihkan maka akan semakin bagus. Itulah yang kini sedang di lakukan oleh Junyi.


" Berhenti memasang ekspresi sedih paman. Aku tahu kau pasti akan mengikuti ku diam-diam meski aku melarang mu. Bahkan ucapan ku tidak sekalipun kau mendengarnya. Sungguh menyedihkan, sebagai tuan muda tapi ucapan ku hanya di anggap angin lalu. " Kali ini A Guang tak memberikan kesempatan Junyi untuk bertindak menyedihkan seorang diri. Ia akan ikut bermain dengannya. Dan jika di perlukan ia bisa bertindak jadi lebih tidak malu lagi.


Beberapa orang yang mendengar keributan sebelumnya ditambah dengan junyi yang mendobrak pintu hingga rusak dua-duanya membuat orang lewat bisa melihat situasi di dalam.


Seseorang berkata di belakang Junyi.


" Bukankah pria muda itu adalah majikannya, kenapa ia tidak patuh. Apa karena usianya lebih muda, hingga membuatnya enggan mendengarkannya. "

__ADS_1


" Itu mungkin saja bisa terjadi. Sudah banyak bukan pengawal pribadi bangsawan yang bertindak semena-mena karena majikan mereka berusia lebih muda darinya."


Seketika wajah Junyi berubah merah antara malu dan marah. Majikan mudanya ini terlalu berperut hitam dan tidak tahu malu.


Junyi mulai memikirkan karma apa yang sebenarnya sudah ia lakukan di kehidupan sebelumnya.


Setelah lepas dari ayahnya yang kejam, kini justru berhadapan dengan putranya yang licik dan tak tahu malu. Apakah ada yang lebih menyedihkan dari ini?


Dan Junyi hanya bisa mengeluhkan semuanya di dalam hati.


Junyi berdeham. " Ehem.. Tuan muda apa ada yang bisa ku lakukan? "


Junyi tak ingin memperpanjang drama menyedihkannya atau justru dirinya yang akan bernasib malang.


Sudut bibir A Guang terangkat. Ia tahu paman junyi nya akan segera mengibarkan bendera putih. Jadi ia akan membuatnya sibuk untuk beberapa saat.


A Guang mengangguk. " Tolong paman urus ketiga orang ini. Ah... jangan lupa untuk memberikan ganti rugi pada pemilik tempat ini karena kerusakan beberapa properti. "


Tugasnya mudah, tentu saja tidak perlu berpikir lama bagi Junyi untuk menganggu setuju.


Ketiga pria yang baru saja dipukuli oleh A Guang tak terima. Mereka yang awalnya hendak mengamuk lagi langsung menciut ketika menyadari sosok Junyi yang terlihat familiar.


" Bukankah ini pengawal Tang? kenapa dia ada disini? "


" Apa kau tidak lihat bahwa tadi ia memanggil pemuda itu dengan tuan muda. "


" Apa itu artinya ia sekarang beralih melayani orang lain begitu Yang mulia pangeran pertama naik tahta? "


Orang terakhir yang berbicara segera menerima pukulan di kepalanya. " Apa kau bodoh? Siapapun tahu jika saat ini pengawal Tang melindungi putra mahkota atas perintah Yang mulia kaisar setelah beliau naik tahta. Jadi sudah jelas bahwa pemuda tadi adalah putra mahkota. “


Setelah mengatakannya, bukan kepuasan karena merasa ia lebih cerdas dari kedua temannya. Wajahnya justru berubah pucat. Disusul dengan kedua temannya yang ikut berubah pucat.


Ketiganya merutuki kebodohan diri mereka. Alih-alih berebut wanita dan berkelahi dengannya. Mereka mungkin akan dengan sukarela memberikan wanita tadi bahkan menambahkan beberapa lalu mengajaknya untuk bekerja sama begitu mengetahui identitasnya.


Namun nasi sudah menjadi bubur. Kesempatan emas pun sudah terbang meninggalkan mereka. Kini mereka hanya bisa menggigit jari dan menyesal di pojokan.

__ADS_1


" Apakah kalian sudah selesai berdiskusi? " Ucapan Junyi tiba-tiba membuat ketiganya tersentak.


" Ayo kita selesaikan ini. Aku harus secepatnya menyusul majikan ku. " Tambah Junyi lagi.


Ketiga pria paruh baya itu menggeleng dengan sangat kompak.


" Tidak ada yang perlu diselesaikan. Tidak ada apapun yang terjadi. "


" Itu benar. Kami hanya mengalami beberapa kesalahpahaman dan itu sudah terselesaikan. "


" Benar, benar. Kami bertiga lah yang salah. Jadi kami sangat menyesal dan ingin meminta maaf. "


Ketiga nya berbicara bergantian.


Junyi yang sebelumnya bersiap dengan seribu sanggahan di otaknya mendadak tak bisa menahan sudut bibirnya untuk berkedut.


' Betapa pengecutnya orang-orang ini. Apakah karena aku lebih terlihat tua dari putra mahkota hingga mereka takut pada ku? '.


Pemikiran mengerikan ini terlintas begitu saja di kepala Junyi. Tapi ia hanya bisa menyimpannya tanpa mengutarakan nya. Dan andai ketiga pria itu mendengarnya mungkin mereka akan muntah darah karena tercengang.


Sungguh tingkat kepercayaan diri yang menakutkan.


" Baiklah jika kalian menganggapnya selesai. " Junyi mengedarkan pandangannya melihat beberapa barang yang telah hancur.


Kemudian kembali berbicara dengan suara lebih keras. " Sepertinya tugas ku selanjutnya mengganti rugi semua barang-barang yang rusak ini. "


" Tuan. Biarkan kami yang menggantinya. Ini semua juga karena kesalahan kami. "


" Benar. Biarkan kami saja. "


Junyi tak tahan untuk tidak tersenyum. Ternyata mencontoh sikap tak tahu malu tuan mudanya ada untungnya juga.


Ia sengaja berbicara cukup keras agar ketiga orang itu bisa mendengarnya dan itu berhasil. Mereka menangkap umpan dan dengan sendirinya mengajukan diri mengurus masalah selanjutnya.


Jadi dengan rasa puas dihatinya, Junyi meninggalkan tempat itu setelah mengucapkan terima kasih pada mereka.

__ADS_1


Ia harus secepatnya menemukan tuan mudanya yang tak tahu malu itu.


__ADS_2