Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 395 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya.


A Fei yang melihat kedua pria di depannya sudah tertidur tersenyum puas. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri. Tanpa menunda terlalu banyak waktu, segera kaki kecilnya bergerak lari menjauh.


Namun karena obat tidur itu memiliki dosis kecil, tidak lama kemudian Li Chenlan sudah kembali sadar. Menyadari A Fei yang sudah tidak pada tempatnya, ia membangunkan sang bawahan untuk langsung mengejarnya.


A Fei yang kelelahan akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak. Buta arahnya menjadi malapetaka di saat seperti ini. Ia sadar jika sejak tadi dirinya hanya berputar-putar. Inilah yang menjadi alasan kenapa sejak kemarin A Fei tidak melarikan diri. Andai saja ia tidak mendengar rencana Li Chenlan, mungkin ia masih bersamanya sampai saat ini.


Bersandar di bawah pohon besar, A Fei mengumpulkan kembali tenaganya agar bisa melanjutkan pelariannya. Tetapi ditengah aktivitas itu ketika A Fei mendongak ke atas matanya tanpa sengaja melihat seekor ular besar berada tak jauh darinya.


Kedua makhluk berbeda spesies itu saling bertukar pandang. Jika ular besar itu menatap lapar A Fei berbanding terbalik dengan A Fei yang menatap ngeri ular itu.


Ular itu menjulurkan lidah seolah mengejek wajah pucat A Fei dan perlahan turun dengan sebagian badannya yang masih melingkar pada dahan.


A Fei ingin kabur tapi tubuhnya mendadak membeku dan kaki tangannya lemas seolah semua tulang sudah terlebih dulu lari meninggalkan tubuhnya.


Dalam keadaan ini, A Fei berpikir untuk melakukan negosiasi dengan hewan melata tersebut.


" U-ular baik jangan makan aku. Sudah satu minggu aku tidak mandi. Aku yakin kulit ku sangat pahit karena terlalu banyak kotoran yang menempel. Aku berjanji akan memberimu ayam bahkan seekor beruang jika kau pergi sekarang. " Bodoh sekali A Fei berbicara dengan ular. Ketakutan pada hewan itu membuat otaknya seketika tumpul.


Pluk!


Ular itu jatuh di tanah dan melata menuju ke arah A Fei yang masih terduduk lemas. Ketika kepala sang ular berdiri, detik itu juga A Fei berteriak kencang. Bersamaan dengan itu, ia mendapatkan kekuatan yang mendorongnya untuk segera melarikan diri.


" Tuan, itu sepertinya suara putri. "


Dari jarak tak terlalu jauh teriakan A Fei ternyata di dengar juga oleh Li Chenlan dan pengawalnya.


" Cepat kita pergi ke sana. " Ucap Li Chenlan khawatir mengingat di hutan tersebut banyak sekali hewan liar dan buas. Ia menduga bahwa sang mantan istri mungkin baru saja bertemu dengan salah satu hewan tersebut.


" Tuan, itu putri Fei.. "


Li Chenlan melihat ke arah di mana sang pengawal tunjuk.


Kekhawatiran di wajahnya perlahan surut begitu melihat A Fei yang tampak baik-baik saja.


" A Fei! " Teriak Li Chenlan memanggil sang mantan istri.

__ADS_1


A Fei baru saja berhenti setelah berlari tunggang langgang karena si ular dan sedang mengatur napasnya yang tersengal, namun ia tersentak ketika mendengar teriakan Li Chenlan.


Tanpa memikirkan asam laktat ditubuhnya yang meningkat dan sudah menumpuk, A Fei kembali berlari.


" A Fei, berhenti! jangan berlari ke arah sana. " Li Chenlan kembali berteriak namun diabaikan oleh A Fei.


" Gawat tuan, jika putri terus berlari ke arah sana aku takut putri akan terjatuh. "


Li Chenlan tahu betul di depan A Fei adalah jalan buntu, ada jurang dalam di sana. Jika A Fei tidak memperhatikan langkahnya bisa dipastikan wanita yang dicintainya itu akan terjun bebas.


Menyingkirkan pikiran buruk, Li Chenlan berusaha keras mengejar A Fei hingga akhirnya mereka berhasil dan melihat A Fei yang sudah berdiri di tepi jurang.


" A Fei, berhenti. Jangan bergerak. Ayo, ikut dengan ku. Kemarilah. " Bujuk Li Chenlan. Ia berkata dengan hati-hati takut jika wanita di depannya akan terkejut dan reflek melompat.


" Berhenti bergerak atau aku akan benar-benar melompat. Ini bukan sebuah gertakan. Aku serius Chenlan. " A Fei sedikit melangkah mundur ke belakang yang mana tindakan itu berhasil membuat Li Chenlan patuh.


Li Chenlan melihat keseriusan di wajah A Fei, yakin jika wanitanya itu sanggup melakukan hal tersebut.


" Baiklah. Aku tidak akan bergerak tapi tolong jangan melompat. Kita bisa berbicara baik-baik, aku berjanji akan melakukan apapun yang kau inginkan. " Li Chenlan berusaha melakukan negosiasi.


" Apa kau akan membebaskan ku? " Pancing A Fei.


"Tentu saja. Setelah ini aku berjanji kau akan ku bebaskan dan aku akan membawa mu kembali ke negara mu. "


A Fei tersenyum sinis. " Pembohong. Aku tahu rencana mu. Chenlan kau akan membawa ku ke negara Xi lalu menghapus semua ingatan ku, bukan? kau akan membuat ku layaknya boneka hidup bodoh yang akan menuruti semua kehendak mu. Apakah itu yang kau maksud dengan membebaskan ku. " Pekik A Fei bingga tanpa sadar dirinya berteriak.


Wajah Li Chenlan menegang begitu mendengar A Fei mengungkap secara gamblang rencananya.


" Kau... tahu.. " Pria itu pucat dengan tatapan tak percaya.


A Fei terkekeh penuh ejekan. " Tentu saja. Aku tidak bodoh karena itu aku tidak akan pernah mundur dan membuat rencana mu berhasil. Aku tidak sudi menjadi boneka mu, aku lebih memilih mati. Aku yakin sekali setelah kau menghapus semua ingatan ku jangankan untuk kembali, aku pasti akan kehilangan segalanya. "


Bagi A Fei, melupakan keluarganya adalah kehilangan terbesar yang akan ia dapatkan.


Perlahan kaki A Fei kembali mundur.


" Putri! tolong berhenti. Jangan lakukan itu. Aku mohon. " Panggilan Jingu membuat A Fei dan Li Chenlan menoleh.

__ADS_1


" Kau! "


" Jingu.. "


Li Chenlan dan A Fei sama-sama terkejut. Jingu yang melihat ada kesempatan berjalan lebih dekat. Perlahan pria itu mencoba meraih tangan A Fei.


" Putri tolong jangan lakukan itu. Aku sudah datang, jangan takut. Dia tak akan berani membawa mu lagi. "


A Fei lega dengan kedatangan Jingu dan tanpa ragu langsung menyambut uluran tangannya lalu menghambur ke dalam pelukan pria itu.


Jangan dipikir bahwa A Fei benar-benar akan melompat. Sesungguhnya ia sangat takut dan tidak bersungguh-sungguh akan melakukannya. Ia hanya menggertak Li Chenlan. Andai hal terburuk terjadi dan ia benar-benar tidak memiliki kesempatan lagi untuk melarikan diri maka A Fei akan menyerah dan memikirkan cara lain.


Pemandangan A Fei berada di pelukan Jingu membuat Li Chenlan meradang. Cemburunya membuatnya buta. Ia segera meraih busur dan anak panah pengawalnya lalu mengarahkannya pada Jingu dan A Fei.


" Chenlan, apa yang kau lakukan. Apa kau sudah gila? " Pekik A Fei.


Jingu dengan sigap menyembunyikan A Fei di belakang punggungnya, melindungi wanita itu dari bidikan anak panah Li Chenlan.


" Kau benar istri ku. Aku memang gila. Aku tidak suka pria itu memeluk mu. Jika kau tak bisa menjadi milik ku maka tak akan ku biarkan dia memiliki mu bahkan termasuk pria lain. "


" Kau benar-benar sudah gila. Apa maksud ucapan mu. Dia pengawal ku. "


Li Chenlan terbahak. Ia seorang pria, tentu ia mengerti arti tatapan mata Jingu. Karena tatapan itu sama dengan miliknya. Itu bukan tatapan seorang pengawal pada majikannya, melainkan seorang pria yang menatap penuh kasih pada wanita yang dicintainya.


" Kau benar. Aku gila karena kau A Fei. Kau yang membuat ku seperti ini. Aku sudah kehilangan kedua orang tua ku dan tahta ku lalu sekarang kau juga ingin meninggalkan ku. Tidak A Fei, aku lebih suka menghancurkannya jika kau tak bisa menjadi milik ku. Setelah itu aku akan menyusul mu. Setidaknya meski kita tidak bisa bersatu di dunia, kita masih bisa bersama di neraka. "


" Dia benar-benar sakit. " Gumam A Fei. Sekarang ia tahu bahwa percuma terus berbicara dengannya karena baik otak dan mentalnya sudah tak tertolong lagi.


Mengarahkan busurnya, Li Chenlan sudah bersiap melepas anak panahnya.


A Fei mencengkeram kuat baju Jingu. Bohong jika saat ini ia tidak takut. Sejujurnya ia sangat takut. Jingu segera merapatkan tubuhnya untuk melindunginya A Fei begitu menyadari ketakutan wanita itu.


Li Chenlan menyeringai dan tanpa ragu melepaskan anak panahnya yang segera melesat ke arah A Fei yang sudah memejamkan matanya seolah pasrah dengan nasib hidupnya.


Gedebuk!


Ditengah kegelapan, A Fei bisa mendengar suara tubuh manusia terjatuh ke tanah.

__ADS_1


__ADS_2