Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
aku bukan pemilik chuntian lagi


__ADS_3

Ketika jiangwu akhirnya berhasil menghentikan tawanya. Pembicaraan mereka pun berlanjut.


"Xiaolu, Apakah kau yakin, paviliun chuntian yang melakukan ini padamu? "


Xiaolu tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya ia sendiri menganggap bukan mereka yang melakukannya, Ia merasa kalau ini ada hubungannya dengan shugua. Tapi karena sebelum berada disini, li Zhong sudah mendatanginya dan berjanji akan membayar hutang-hutangnya di shugua jika ia mengaku bahwa chuntianlah yang melakukannya. Maka ia tidak ada pilihan lain. Ia harus mengorbankan chuntian demi nyawanya. Toh paviliun itu juga sudah hancur, bukankah hasilnya sama saja jika ia membuatnya lebih hancur lagi.


"Benar tuan. " Meski ia sudah memutuskan untuk menjadikan chuntian kambing hitam, tapi tetap saja ada sedikit keraguan dalam dirinya. Dan itu semua di sadari oleh yelu dari matanya.


"Apa kau yakin? " sekali lagi yelu berusaha memastikan.


"... iya tuan. "


.


Karena menerima jawaban yang sama. Tidak ada pilihan lain selain bertanya langsung pada chuntian. Yelu memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini sendiri. Namun ke dua sahabatnya itu justru terlalu antusias, dengan sukarela mengajukan diri ikut dengannya, terutama jiangwu. Yelu juga meminta li Zhong dan xiaowu untuk ikut bersama dengannya.


Ketika mengetahui dirinya juga akan pergi. Xiaolu merasakan sedikit kekhawatiran. Ia takut kebohongan akan terbongkarnya. Jika tuannya tahu bahwa ia berbohong. Apa yang harus ia lakukan? Ia pun melirik Li Zhong.


Li Zhong yang menyadari tatapan xiaolu hanya mengangguk pelan, menyuruhnya untuk tetap tenang. Lizhong sepertinya masih berpikir bahwa pemilik chuntian adalah wenran. Jadi ia menganggap bahwa menyelesaikan masalah ini akan semudah seperti saat menghancurkan wenran. Sayangnya ia tak akan menduga, bahwa pemilik chuntian yang baru akan menjadi seorang singa betina.


Wenran tak menyangka, saat dirinya sedang sibuk melakukan renovasi terakhir paviliunnya. Ia akan kedatangan para tamu agung. Xiaoba pelayannya memberitahunya bahwa pemilik tiantang datang bersama dengan putra mahkota. Wenran awalnya ragu, namun keraguannya berubah menjadi kayakinan setelah melihat sosok mereka yang sudah berdiri di depan pintu masuk chuntian.


Segera wenran meminta xiaoba untuk secepatnya melaporkan hal ini pada nona muda mo. Ia yakin bahwa sesuatu telah terjadi. Dan ini pasti hal yang sangat serius, melihat yelu sampai datang juga. Wenran segera menuju lantai dasar untuk menemui mereka.


"Selamat siang tuan-tuan. Adakah yang bisa saya bantu? " wenran berusaha bersikap sesopan mungkin.

__ADS_1


"Hentikan basa basimu itu. Kami sudah tahu semua apa yang kau lakukan pada xiaolu. " Tanpa memberikan kesempatan pada yelu untuk menjawab salam wenran. Li Zhong langsung menyerbu wenran dengan tuduhannya. Tentu saja itu membuat yelu sedikit tidak suka dengan sikapnya.


"Lizhong diamlah. Kita kesini untuk meminta penjelasan, bukan untuk berkelahi. Apa kau tidak menganggap keberadaanku. "


Lizhong sadar, dirinya sudah membuat tuannya marah, jadi ia memilih untuk menutup rapat mulutnya kali ini.


"Tuan wenran, maaf atas ketidaksopanan lizhong. Seperti yang ku katakan sebelumnya, tujuan kami kesini untuk meminta penjelasan, apakah benar kau yang sudah menyekap dan menyiksa xiaolu? "


Ekspresi wenran bingung, ia tak paham dengan maksud yelu. Menyekap? menyiksa? Apakah maksudnya chuntian menyekap bawahan tiantang? Siapa xiaolu, ia hanya seorang bawahan. Lizhong, lizhong sepertinya ini hanya alasan yang dibuat-buat olehnya. Sebelumnya wenran tidak bersikap tegas pada semua tindakan kotor tiantang yang menjebak paviliunnya sehingga menjadi hancur seperti ini. Namun kali ini berbeda, setidaknya kini ia memiliki kediaman Mo sebagai pendukungnya.


"Maaf tuan, kalau boleh tahu siapa yang mengatakan kamilah yang menyekap xiaolu? apakah lizhong? " wenran melirik lizhong.


"Itu benar. " Yelu langsung menjawabnya tanpa ragu.


"Jika seperti itu, maka sudah dipastikan bahwa ini semua hanya omong kosong lizhong. " wenran memandang lizhong dengan pandangan mengejek.


lizhong yang tidak terima dengan ejekan wenran, langsung memberikan balasannya. "Beraninya kau? Jika pembunuh mengaku maka tak perlu ada yang namanya pengadilan."


Seperti yang di harapkan, lizhong seorang yang licik tak mungkin akan dengan mudah ditangani. Tapi wenran juga tak ingin menyerah begitu saja. "Kalau begitu, boleh aku bertanya. Motif apa yang aku miliki untuk menyakiti xiaolu. Ia hanya seorang pelayan. "


Lizhong tahu ia akan menanyakan pertanyaan itu,


"Tentu saja karena kau membenci tiantang. Karena kau berpikir paviliunmu bangkrut karena kami. Jadi kau melampiaskannya pada orang-orang tiantang. "


Sepertinya lizhong sangat putus asa. Sampai membuat alasan bodoh dan tak masuk akal seperti itu. Apakah menurutnya semua orang bodoh, sampai percaya dengan alasan seperti itu. Tapi anggapan wenran salah, nyatanya ada seseorang yang percaya dengan alasan itu.

__ADS_1


" Hm... yang di ucapkan lizhong benar juga. Bisa saja seperti itu. "


Tepat sekali, hanya Jiangwu yang percaya dengan alasan bodoh itu. Semua orang kecuali lizhong hanya memandang jiangwu. Tanpa memberikan komentar apapun terhadapnya. Benar-benar bodoh. Mungkin itulah yang dipikirkan semua orang.


" Sepertinya kau sudah terlalu putus asa sampai membuat alasan konyol seperti itu. Tapi sayangnya kau salah. pertama, aku tidak membenci tiantang, aku hanya membenci cara kotor yang kau gunakan untuk menghancurkan usahaku. kedua, dan ini yang terpenting. Aku bukan lagi pemilik chuntian. Jadi apapun yang terjadi dengan tiantang sebelumnya, itu adalah masa lalu. Saat ini aku hanya seorang pegawai di chuntian. Kalau kau ingin berbicara dengan pemilik chuntian saat ini. Kau bisa menunggunya. Kebetulan aku sudah meminta xiaoba untuk memanggilnya. "


Seperti tersambar petir, lizhong tak menyangka bahwa pemilik chuntian sudah berganti. Semua usaha yang ia lakukan untuk menghancurkan wenran dan menguasai paviliunnya sia-sia. Awalnya ia ingin menunggu wenran hingga menyerahkan paviliunnya dengan harga semurah mungkin. tapi siapa sangka, kepemilikan chuntian sudah berganti. Lizhong yang merasa sangat kesal hanya bisa menggertak giginya.


************************


Ziyan kini berada di dalam kereta kudanya yang sedang mengarah ke paviliun chuntian. Bahkan snowy yang terlalu bosan berada di rumah memutuskan untuk ikut dengannya keluar. Setelah xiaoba memberikan kabar bahwa pemilik tiantang datang dan menuduh (meski itu kenyataan) paviliun chuntian telah menangkap dan menyiksa orang tiantang. Ziyan bergegas meminta xiaoqi untuk menyiapkan kereta. Ia tak mengerti, kenapa situasi tidak sesuai dengan rencananya. Apa yang salah?


"Nona kita sudah sampai. " Xiaoqi yang hari ini bertindak sebagai kusir memberitahunya bahwa kereta mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Ziyan segera memakai sebuah cadar. Ia harus menyembunyikan identitasnya. Bagaimanapun juga saat keberadaan kita tidak diperhatikan, itu akan membuat kita leluasa bergerak.


Yaoyao melihat wajah nonanya yang hanya terlihat setengah, Sebagian wajahnya sudah tertutup cadar, hanya kedua mata indahnya yang nampak.


Setelah menyelesaikan persiapannya. Ziyan turun ditemani xiaoqi. Ia mengenakan topeng yang menutup setengah matanya hingga tulang pipi. Ziyan memandang penampilan baru xiaoqi. Ternyata ia lebih tampan jika memakai topeng, setidaknya ia jadi terlihat lebih manly.


Tahu dirinya diperhatikan, membuat xiaoqi tersipu malu. Ia merasa aneh harus memakai topeng seperti ini.


"Sudah. Kau cocok memakainya. Ayo... " tak ingin membuat pengawalnya merasa lebih malu. ziyan memutuskan untuk langsung masuk ke dalam.


******************

__ADS_1


__ADS_2