
Segera berita mengenai jamuan sederhana yang akan di gelar di kediaman pangeran sampai ke telinga keluarga Liu.
Ah mungkin lebih tepatnya, berita itu sengaja di sebarkan Sima Feng agar keluarga Liu mengetahuinya.
" Kurang ajar. Anak itu benar-benar melupakan leluhurnya. Bahkan ia menikah tanpa mengundang kita dan sekarang dia akan melewatkan tiga hari setelah pernikahan di kediaman pangeran. Apakah ia benar-benar melupakan darah Liu yang mengalir padanya. " Kepala keluarga Liu sangat marah saat mendengar berita tersebut.
Liu mingchen seolah lupa bahwa mereka sendiri lah yang meminta Liu ru untuk melupakan fakta bahwa ia bagian dari keluarga Liu.
Andai saja Liu ru mendengar ucapan ayahnya ini, sudah pasti wanita itu akan langsung menyemburnya dengan air kumur berharap bisa menyegarkan ingatan ayahnya tersebut.
" Percuma kau marah. Putri mu itu juga tidak akan mendengarnya. Lebih baik kita menunggu. Baru tadi pagi aku mencoba mengeluh pada nyonya Ang. Aku yakin sebentar lagi berita mengenai Liu ru yang tidak berbakti akan menyebar. Kau tahu bukan bagaimana buruknya mulut nyonya Ang. "
" Apa ibu yakin nyonya Ang akan menyebarkannya? " Putra sulung nyonya tua Liu tampak ragu. Ia tahu keburukan mulut nyonya Ang. Tapi itu berlaku untuk rakyat biasa.
Dan kali ini berkaitan dengan pangeran Feng? akankah ia berani mengambil resiko?
" Tentu saja. Wanita itu tidak akan berhenti meski seseorang memotong lidahnya. " Ungkap nyonya tua Liu.
" Baiklah. Aku akan menunggu. Aku harap rencana kita bisa berjalan lancar. " Harap Liu mingchen.
Berkat nyonya Ang, kini kabar Liu ru yang seolah telah melupakan keluarganya pun menyebar. Tentu saja berita yang menyebar adalah cerita versi nyonya tua Liu. Tak hanya menyudutkan Liu ru bahkan membuatnya terlihat seperti kacang lupa akan kulitnya.
Setelah hidup dan tinggal di keluarga Liu dengan kenyamanan yang mereka berikan. Liu ru seolah lupa dan enggan mengakui mereka hanya karena status rendah mereka.
" Permaisuri pangeran Feng sungguh terlalu. Setelah menikmati kemuliaan sebagai istri pangeran. Ia melupakan keluarganya. Bukankah itu sangat kejam. "
__ADS_1
" Kau benar. Bagaimana bisa wanita kejam itu menjadi bagian dari keluarga Kekaisaran. Apa kaisar kita tak tahu, karena itu beliau menerimanya. "
" Mana mungkin kaisar tidak tahu. Pasti karena pangeran Feng yang sudah dibutakan oleh cinta wanita itu. Jika tidak, ia pasti sudah menolaknya seperti ia menolak wanita lain. "
" Jadi menurut mu kaisar terpaksa menerima wanita itu. Karena desakan pangeran Feng? "
" Mungkin saja bukan. Kita semua tahu bahwa kaisar begitu menyayangi keluarganya. "
" Berhenti membicarakan keluarga Kekaisaran jika kalian tidak tahu cerita sebenarnya. Kita tidak tahu ada rahasia apa di balik cerita permaisuri pangeran kedua. Belajarlah dari rumor permaisuri pangeran pertama dulu. Bukankah pada akhirnya kita di tampar oleh fakta yang sebenarnya. " Ucap salah satu pengunjung kedai. Geram saat mendengar mulut para pria ini yang begitu fasih menggunjing orang lain.
Rumor buruk Liu ru memang menjadi pembicaraan dua hari ini khususnya di pergaulan ibukota. Hampir di setiap sudut kota akan banyak orang yang membicarakannya.
Mendengar ucapan orang asing yang tiba-tiba menyela obrolan mereka. Sekelompok pria itu tentu langsung melihatnya.
Dengan tatapan sinis salah satu pria itu berbicara. " Apa yang kami bicarakan adalah fakta. Sumbernya berasal dari salah satu tetangga keluarga Liu. Ia tahu betul situasi keluarga tersebut. Jadi tidak mungkin rumor ini palsu. "
Ia melanjutkan. " Aku benar-benar heran dengan pria di sini. Apakah sekarang pria juga bergosip layaknya wanita. " Setelah berkata demikian, Ia segera pergi sebelum para pria bermulut karet itu menyerangnya.
Berbeda dengan situasi Xu xiang dulu. Kali ini tak banyak masyarakat ibu kota yang memaki Liu ru. Hanya segelintir orang yang bermulut gatal yang melakukannya.
Kebanyakan orang seolah belajar dari kejadian sebelumnya. Ia tahu bahwa kaisar mereka begitu bijaksana, tak mungkin membiarkan wanita buruk bersama dengan pangeran kedua. Jadi alih-alih ikut menambah minyak dalam bara agar api semakin besar. Mereka justru memilih untuk duduk manis sembari mengunyah kuaci melihat pertunjukan istri pangeran kedua dan keluarganya tersebut.
Di kediaman pangeran,
" Aku dengar di ibukota ada rumor jelek tentang ku. Apakah itu benar? " Liu ru akhirnya bertanya pada Sima Feng.
__ADS_1
Keduanya berada di kamar, hanya ada mereka berdua. Jadi cukup nyaman bagi Liu ru membahas masalah keluarganya. Bagaimana pun juga membahas masalah internal di depan orang lain itu bukanlah tindakan yang baik. Ibarat menjemur pakaian dalam di teras rumah.
" Xiao Su memberitahu ku segalanya. " Istrinya kembali berbicara saat Sima Feng menatapnya penuh tanya.
Ia mengangguk mengerti. Karena istrinya sudah tahu, jadi ia juga tak bermaksud menyembunyikannya.
" Benar. Seperti ucapan mu. Keluarga Liu benar-benar tak melepaskannya. Awalnya nyonya tua Liu mengeluh pada salah satu tetangganya mengenai kau yang tak mengundang keluarga Liu saat pernikahan kita. Tentu saja ia tak menyertakan fakta bahwa keluarga Liu sudah membuang mu. Nyonya tua Liu bersikap seolah kau adalah pihak yang membuang mereka. " Papar Sima Feng.
" Ia menggunakan tetangganya tersebut untuk menyebarkan rumor. Dengan begitu ia tidak akan disalahkan karena hal ini. " Lanjut Sima Feng.
" Aku tahu mereka kejam, tapi aku tak menyangka mereka juga begitu tidak tahu malu. Sekarang aku menyesal karena terlahir dari kediaman itu. Jika boleh memilih, aku lebih suka terlahir dari keluarga petani sederhana namun jujur. "
Sima Feng terkekeh. " Tapi sayangnya kau tidak bisa memilih. "
Kemudian ia melanjutkan. " Maaf karena rumor ini nama mu sedikit tercoreng. Tapi percayalah. Aku akan menyelesaikannya. "
Liu ru melihat keteguhan di mata Sima Feng. Ia tahu pria di depannya ini akan melakukan apapun dan tak akan membiarkan masalah ini terus berlarut.
Jadi Ia mengangguk dan berkata, " Aku percaya padamu. Terima kasih. "
Sejujurnya Sima Feng bisa saja langsung menyelesaikan masalah keluarga Liu. Hanya saja mungkin efeknya tidak akan begitu memuaskan.
Keluarga Liu mungkin masih akan mengganggu mereka ke depannya. Dan Sima Feng tak ingin itu terjadi. Jadi satu-satunya cara adalah dengan membiarkan keluarga Liu dikenal terlebih dahulu lalu baru lah ia akan menghempaskan mereka ke bawah.
Semakin banyak orang mengetahui mengenai keluarga Liu akan semakin mudah bagi Sima Feng mengawasi mereka di masa depan. Selain itu, dampak akibat yang akan dirasakan keluarga Liu juga akan semakin besar.
__ADS_1
' Maaf, karena membiarkan masalah ini dan membuat mu begitu buruk. Setelah hari ini, aku pastikan situasi isi akan berubah pada keluarga itu. ' Batin Sima Feng.
Dan besok adalah hari dimana rencana pembalasannya di mulai.