Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 326 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Hari perjamuan di kediaman pangeran. Begitu banyak tamu yang datang hari ini. Kebanyakan dari mereka tidak di undang saat pernikahan di istana. Karena itu untuk perjamuan kali ini, khususnya mereka yang sebelumnya tak memiliki kesempatan saat hari pernikahan, untuk tidak melewatkannya.


Keluarga Liu bahkan ikut hadir. Sima Feng sengaja mengirim orang suruhannya untuk mengirim undangan pada mereka.


Senang? tentu saja. Keluarga Liu bahkan membawa serta semua anggota keluarga mereka kecuali Liu shishi yang masih menderita karena wajahnya yang berubah jelek.


Kedatangan keluarga Liu menarik perhatian beberapa tamu. Yang mengenal keluarga ini, mereka langsung datang dan menyalaminya. Bagi yang tidak, hanya bisa melihat dengan pandangan penuh tanya.


" Lihatlah bu. Mereka semua memperhatikan kita. Mereka pasti mencoba bergaul dengan kita setelah tahu bahwa kita adalah keluarga ****** Liu ru. Ah andai saja aku yang menikah dengan pangeran. " Bisik Liu Mei pada ibunya. Ia amat suka menjadi sorotan. Jadi secara alami ia menyukai tatapan orang-orang yang kini melihat padanya.


" Pelan kan suara mu. Ingat tetap bersikap lemah lembut. Kau harus membuat semua orang berpikir bahwa kau adalah wanita bangsawan berbudi luhur. Jadi orang lain akan menganggap mu lebih baik dari ****** itu. "


" Aku tahu bu. Kau tenang saja. Aku akan melakukannya. "


Dua orang ibu dan anak itu memasang senyum ramah pada semua orang, membalas satu persatu orang yang menyalami mereka.


" Tuan Liu, apakah anda datang kesini karena undangan pangeran Feng? " Salah satu pejabat istana datang dan mulai mengajak Liu mingchen berbicara.


" Benar. Bahkan Yang mulia mengirim orang khusus untuk mengantarnya. Sungguh pangeran adalah menantu yang berbakti. " Balas tuan Liu.


Secara tidak langsung ia mengatakan bahwa putrinya itu buruk sementara pangeran Feng masih yang terbaik. Dan itu membuat orang lain berpikir bahwa rumor itu adalah benar.


" Anda sangat beruntung tuan Liu, karena memiliki menantu seperti pangeran Feng. "


Mendengar itu, suasana hati Liu mingchen semakin dibuat terbang.


" Anda benar sekali tuan. Kita semua tahu bagaimana cakapnya pangeran kedua. Sungguh ini keberuntungan bagi keluarga kami. Entah karma baik apa yang sudah kami lakukan di kehidupan lalu hingga mampu memiliki menantu sebaik pangeran. "


Tak hanya di sisi Liu mingchen. Bahkan nyonya tua Liu juga mendapatkan sambutan hangat dari para nyonya tua dari keluarga lain.

__ADS_1


Sima Feng benar-benar mengangkat keluarga Liu dalam perjamuan ini.


" Lihat, pangeran dan putri permaisuri sudah datang. " Seru gadis muda yang berbicara dengan Liu Mei.


Membuat perhatian semua orang kini beralih pada keduanya.


Liu Mei yang melihat Liu ru berada di samping Sima Feng tentu saja cemburu. Apalagi interaksi keduanya yang terlihat saling membisikkan sesuatu. Dan itu semakin membuat rasa iri di hatinya tak tertolong lagi.


Dalam hati ingin sekali ia menjambak rambut Liu ru lalu menyeretnya keluar kediaman.


' Apa yang bagus dari ****** itu. Bukankah aku lebih segalanya. Lihat saja, aku pasti akan menggantikan tempat mu. ' Pikir Liu Mei. Sorot matanya terlihat penuh kebencian.


" Kendalikan dirimu. Apa kau ingin semua orang tahu bahwa kau membenci Liu ru? ingat kita harus mendapatkan hati ****** itu terlebih dulu. Setelah itu barulah kau bisa menyingkirkannya. " Bisik ibu Liu Mei.


" Wanita itu sangat bodoh. Jadi tak akan lama sampai kita berhasil menyingkirkannya. " Lanjut ibu Lou Mei.


Liu Mei mendengarkan ucapan sang ibu. Ia mengatur napasnya, mengendalikan emosi yang membakar hatinya tersebut. Tak lupa ia memasang topeng saudari baik di depan semua orang. Ia harus memberikan kesan bahwa hubungannya dan Liu ru baik-baik saja.


Kita? bukankah ini hanya pertunjukan mu. Bahkan aku tak tahu kau sedang merencanakan apa?


Pria ini benar-benar ingin melempar lumpur padanya juga.


" Terima kasih. Tapi sepertinya aku tidak menginginkan kejutan. " Balas Liu ru masih dengan berbisik.


" Jangan bicara seperti itu. Kau pasti akan menyukainya. "


Pria yang biasa berwajah lempeng itu kini terlihat tersenyum. Dan itu membuat semua orang yang sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya pun terkejut. Bahkan beberapa ada yang sampai pucat pasi.


Astaga! pangeran kedua tersenyum. Mungkinkah akan ada perang setelah ini?

__ADS_1


Hampir semua orang berpikir demikian? Putra kedua Sima rui ini terkenal suka bertarung dan tak segan-segan membantai musuh-musuhnya saat di medan perang.


Tiba-tiba Liu ru merasakan punggungnya merinding. Ia mengarahkan pandangannya ke depan dan menemukan tatapan aneh semua orang.


' Ada apa dengan mereka semua? kenapa mereka terlihat aneh? Apakah ada hal menakutkan terjadi? ' Batinnya.


Tak tahu bahwa sumber keanehan tersebut berdiri di sampingnya.


Sedangkan pria yang dimaksud, sudah kembali datar sesuai setelan pabrik. Kembali dirinya akan bersikap seperti ini hanya ketika bersama orang lain.


" Pangeran, putri permaisuri selamat atas pernikahan kalian. " Ujar salah satu pejabat yang berada di dekat mereka.


" Terima kasih. " Balas Sima Feng.


Pria itu seolah tak ingin menambahkan kata-katanya lagi. Jadi Liu ru mengambil tempat itu dan membuka suaranya.


" Semoga kalian suka dengan jamuan sederhana kami. Maaf jika kalian merasa sedikit kurang nyaman. " Ucap Liu ru merendah. Meski Ia sekarang memiliki status tinggi. Terbiasa hidup sederhana membuatnya rendah hati.


Secara otomatis beberapa pejabat yang sebelumnya memiliki kesan buruk dengan Liu ru karena rumor yang menyebar tersebut mendadak mulai merasakan keraguannya.


Apakah benar yang dikatakan oleh rumor itu? bahwa permaisuri pangeran kedua memiliki sikap sombong dan tidak berbakti.


Beberapa orang mulai berpikir demikian namun tak ada yang berani menanyakannya.


Jadi saat seseorang bertanya mengenai pertanyaan itu, diam-diam mereka memberikan dukungannya.


" Yang mulia maaf sebelumnya. Apakah keluarga Liu benar-benar keluarga Putri permaisuri? " Tanyanya, sementara telinga pejabat lain menyimak.


" Itu benar. Namun itu sebelum mereka memutuskan untuk membuang istri ku ke desa terpencil di perbatasan. Hanya karena percaya akan omong kosong seorang pendeta tao palsu. " Jawab Sima Feng terus terang tanpa peduli dengan atmosfer pesta jamuan yang sudah berubah drastis.

__ADS_1


Suasana hangat tempat itu kini sudah berubah dingin hingga ke titik beku. Dimana orang-orang kini diam, menyimak kalimat selanjutnya yang akan Sima Feng katakan.


__ADS_2