Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 96


__ADS_3

Suasana ramai dengan sorak sorai para pengunjung menyambut sima rui ketika ia menginjakan kakinya masuk ke dalam kasino itu. Sima rui datang bersama dengan Junyi. Berbeda dengan Sima rui yang tampak heran dengan situasi kasino tersebut, Junyi justru terlihat menyukainya. Senyum di bibirnya tak mampu menyembunyikan rasa antusiasnya untuk segera mencoba permainan yang ada.


" Jadi tuan, apakah sesuai rencana? " (Junyi)


Sima rui memandang pengawalnya tersebut. "Kelihatannya kau sudah tidak sabar ingin mencoba permainan disini. "


Junyi terkekeh, " Anda mengetahuinya tuan . Kalau begitu... "


"Hem... " Sima rui mengangguk memberikan persetujuannya dan dengan cepat Junyi langsung menukar uangnya di meja kasir dengan uang Kasino dan menuju permainan poker. Permainan ini adalah yang paling terkenal setelah roullate.


Sima rui berjalan mengikuti Junyi. Ia memperhatikan kartu-kartu yang berada di atas meja yang sama sekali belum pernah di lihat sebelumnya. Junyi dan Sima rui mendengarkan penjelasan mengenai tata cara permainan dari sang bandar. Setelah mendengarkan dengan singkat dan memahami tata cara bermain. Junyi segera memasang taruhannya. Tiga orang yang lain ikut bergabung dengan Junyi. Sima rui mengenali salah satu dari tiga pemain yang lain.


'Dia... tuang muda Jiang, Jiang wu?! ' Bukankah dia putra perdana menteri Jiang.


Ingatan Sima rui akan perdana menteri itu kembali pada pengadilan istana dua hari yang lalu. Dia lah yang menghentikan perselisihannya dengan Hong dawei.


Sima rui berdiri sedikit di belakang. Jadi Jiang wu yang duduk tidak bisa melihatnya. Namun Sima rui bisa melihatnya dengan jelas.


Permainan segera dimulai. Bandar mulai mengocok kartu dan membaginya pada para pemain. Sima rui dengan penonton yang lain melihat dengan tenang. Berbeda dengan penonton di meja roullate yang selalu ramai, di meja poker para penonton di tuntut untuk diam.


Setelah beberapa saat putaran kartu. Salah seorang pemain mulai membuka kartunya.


"Straight. " Ia tampak begitu percaya diri akan memenangkan permainan.


" Yang lain bagaimana? " Bandar bertanya pada pemain yang lain.


Sima rui melihat ekspresi Junyi yang tampak ragu-ragu. Satu persatu pemain mulai membuka kartunya. Karena ini kali pertama Junyi bermain, ia mendapatkan hasil yang kurang bagus dan harus kalah dalam permainan. Permainan yang ia pikir mudah ternyata sulit.


Jiang wu tertawa atas kemenangannya. Kartu royal flush nya membuat dirinya memenangkan permainan.


Sima rui memperhatikan Jiang wu, ia berjalan sedikit maju dan lebih dekat dengan sahabat adiknya itu. Dan Jiang wu yang sedang tertawa itu terkejut ketika pandangannya bertemu Sima rui. Hingga membuatnya tersedak karena tawanya.


" Tuan muda Jiang, Kau sering kesini? " (Sima rui)


Mereka bertiga sudah berada di sebuah sudut. Setelah Sima rui berhasil menyeret Jiang wu. Tanpa membuang waktu, ia segera memberinya beberapa pertanyaan.


" Begitulah. Apa pangeran pertama kali ke sini? Aku bisa mengajari mu beberapa trik agar bisa memenangkan permainan tadi. Begini-begini aku cukup hebat lho. " Jiang wu membanggakan dirinya. Hidungnya mungkin akan memanjang karena kesombongannya.


" Kelihatannya kau belajar banyak dari kekalahan hingga membuatmu cukup hebat sekarang. "


Jiang wu menggelengkan kepalanya. " Bukan karena itu pangeran, tapi karena temanku si bangsawan cantik. Ia yang mengajariku. "


"Bangsawan cantik? Seorang wanita mengajarimu? " Junyi terkejut.


" Ck.. Bukan. Dia seorang pria. Hanya saja ia sangat cantik. " (Jiang wu)

__ADS_1


" Ow. Lalu dimana temanmu itu? " (Sima rui)


" Hari ini ia tidak datang. Mungkin besok atau lusa. Aku juga tidak tahu pastinya. " (Jiang wu)


"Lalu bagaimana kau bertemu dengannya, kalau kau sendiri tidak tahu kapan pastinya ia akan datang? " (Sima rui)


" Aku hampir setiap hari kesini. Meski tidak selalu datang untuk bermain, tapi sangat menyenangkan berada disini meski sekedar cuci mata saja. "


Hampir setiap hari kesini?! Sima rui tiba-tiba merasa kasihan dengan menteri Jiang.


"Karena kau setiap hari kesini, kau pasti pernah melihat bos mereka, bos zi. " (Sima rui)


"Tentu saja... "


Sima rui dan Junyi menunggu jawaban Jiang wu.


" Tidak. "


Tidak berguna. Sima rui membawa dirinya pada kekecewaan karena terlalu berharap pada Jiang wu. 'Sudahlah, lebih baik mencari tahu sendiri. '


"Tapi meski tidak pernah melihat, kabarnya bos zi adalah seorang wanita. Ia menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya. Mungkin saja seorang wanita cantik, atau bisa jadi wanita yang sangat jelek." Jiang wu bergidik membayangkan wanita jelek dengan tompel besar di pipinya.


Ucapan asal Jiang wu merupakan informasi penting bagi Sima rui. Sebelumnya ia berpikir bahwa bos zi adalah seorang pria, ternyata diluar dugaan ia adalah seorang wanita.


" Hah! bukankah itu bangsawan cantik. " Jiang wu tidak menyangka ia akan melihat temannya itu malam ini. " Pangeran, kebetulan temanku datang. Kemarilah aku akan memperkenalkan mu padanya. Aku bisa memintanya mengajarkan Junyi. "


" Tentu saja. " Junyi menjawab dengan penuh semangat.


Jiang wu segera menarik Junyi berjalan ke arah temannya tersebut. Sima rui meski tidak tertarik tapi tetap mengikuti keduanya. Ia melihat punggung pria yang disebut oleh Jiang wu tersebut. Sebuah punggung kecil dan pinggang ramping, seperti wanita.


" Xiongdi. Kau akhirnya datang juga. " Jiang wu langsung merangkul pundaknya.


Tindakan Jiang wu yang tiba-tiba itu sontak membuat ziyan yang sedang berpakaian pria itu merasa risih dan secara refleks langsung memutar tangan Jiang wu.


Sima rui sebelumnya hanya melihat punggungnya. Dan ketika melihat wajahnya saat memutar tangan Jiang wu, betapa terkejut Sima rui. Siapa yang menduga bahwa itu adalah tunangannya yang sedang berpakaian pria.


Sama halnya dengan Sima rui, Ziyan juga sangat terkejut melihat Sima rui ada di kasinonya. ' Siapa dia? kenapa ada di sini? apa yang dia lakukan? '


Dan sementara Junyi, serangan kejutan tersebut membuat mulutnya menganga lebar.


"Aduh duh duh...Xiongdi apa yang kau lakukan. Ini aku Jiang wu. "


Tersadar ia masih memutar tangan Jiang wu. Ziyan bergegas melepaskannya dan membuat jarak dari pria itu.


"Kau ini. Aku hanya ingin memberimu salam tapi justru ini yang aku dapat sebagai balasannya. " Jiang wu terlihat cemberut.

__ADS_1


" Itu salahmu. Kenapa kau melakukan hal itu. " Ziyan dengan panik mencoba menjelaskan situasi. Ia tidak berani melirik Sima rui. Karena ia sudah bisa merasakan tatapan tajam pria itu.


Sima rui masih menatap ziyan dengan tajam. "Jadi ini temanmu yang mengajari trik permainan itu, tuan Jiang? Bangsawan cantik yang kau ceritakan tadi. "


Jiang wu tertawa dengan bangga. "Betul sekali. Dialah yang mengajari aku beberapa trik permainan poker. Dia sangat hebat. Aku bahkan tidak bisa mengalahkannya. "


Ziyan mengumpat dalam hati. 'Jiang wu sialan. Aku tidak perlu pujian mu. Itu hanya membawaku ke lubang neraka. '


Pandangan Sima rui seakan mengatakan pada ziyan, 'Jelaskan padaku. Apa ini. '


Tentu saja ziyan tak mungkin menjelaskannya di depan Jiang wu. Melihat keraguan ziyan Sima rui langsung menariknya untuk menjauh dari Junyi dan Jiang wu.


"Junyi, minta tuan muda Jiang mengajarimu. Aku akan belajar darinya. "


Tak sempat Jiang wu menghentikan sima rui. Pria itu sudah menarik temannya menjauh pergi.


"Bukankah pangeran pertama sedikit aneh. Tidak biasanya ia suka berteman dengan orang baru. Memang hebat xiongdi-ku ini. Ia mampu menaklukan pangeran es. "


Dalam hati Junyi ingin sekali berteriak. ' Tentu saja tuanku takluk. Itu tunangannya sendiri. Bodoh. ' Tapi pada akhirnya ia hanya menatap Jiang wu dengan sedih.


" Kenapa kau menatapku? " Jiang wu merasa merinding melihat Junyi yang menatapnya dengan pandangan berkaca-kaca.


" Tidak apa-apa. Tiba-tiba aku merasa sedih dengan menteri Jiang. "


*****************


Beberapa jam sebelumnya.


Sejak siang, Ziyan masih sibuk dengan pekerjaannya. Tumpukan gunung laporannya sedikit demi sedikit sudah di selesaikan nya. Tapi ada satu laporan yang menurutnya sedikit janggal. Itu adalah laporan keuangan chuntian.


"Bagaimana bisa orang ini terus menerus menang? "


" Ada apa? " Snowy mendengar gumaman ziyan menghampirinya dan naik ke atas meja untuk melihat transaksi tersebut.


" Mungkin ada kecurangan disini? " (Snowy)


" Aku juga berpikir begitu, Permainan roullate mudah sekali untuk di manipulasi. Bola besi bisa di kendalikan dengan magnet. Tapi hal ini bisa terjadi jika sang bandar juga ikut bekerja sama. "


" Kalau begitu kenapa kau tak memeriksanya saja. "


Beruntung ziyan sudah mengantisipasi hal ini dengan memberikan limit jumlah yang bisa di menangkan oleh pemain dalam sehari. Pemain bisa memenangkan hadiah maksimal lima kali dari jumlah yang sudah ia habiskan pada hari itu. Jadi misalnya ia sudah menghabiskan 100 tael, maka batas yang bisa dimenangkan adalah 500 tael. Jika ziyan tidak menerapkan kebijakan itu, maka bisa dipastikan kasinonya akan mengalami kebangkrutan karena kecurangan ini.


Jadi tanpa membuang waktunya, ziyan segera berganti dengan pakaian pria dan menyelinap keluar seorang diri. Karena lebih mudah baginya untuk bergerak dan mengawasi bila sendirian.


Ziyan melangkah masuk ke dalam kasinonya. Kipas ditangannya ia buka, dan berjalan seperti layaknya tuan muda bangsawan ibu kota.

__ADS_1


Kasino miliknya sangat ramai. Ia berniat langsung menuju meja permainan roullate. Namun ketika ia berhenti sejenak pada meja poker. Seseorang dengan tiba-tiba merangkul pundaknya. Jiwa perempuan ziyan meronta ketika menerima tindakan itu. Ia lupa bahwa saat ini ia sedang menyamar sebagai pria. Dengan cepat, ia memutar tangan tersebut dan terkejut mengetahui bahwa itu ternyata Jiang wu.


Namun ternyata keterkejutan ziyan tak berhenti sampai di situ. Ia merasa rohnya ikut terkejut ketika melihat Sima rui ada di depannya sedang menatapnya dengan pandangan terkejut.


__ADS_2