
" Apa yang ingin kau laporkan. " Tanya Sima rui pada junyi yang berdiri di depannya.
Junyi yang diberikan tugas oleh Sima rui segera memberikan laporannya. " Pangeran yan masih bersikeras mencari pelayan itu Yang mulia. Bahkan, pencarian tersebut dipimpin langsung oleh feng xiao. Selain itu pangeran terlihat cukup frustasi dan tetap menolak titah Yang mulia kaisar. Ia mengajukan permohonan pada Kaisar untuk membuktikan bahwa kejadian itu bukan perbuatannya, melainkan hasil jebakan seseorang. Kaisar akan menarik kembali titahnya jika pangeran Yan berhasil membuktikan hal itu dalam tiga hari. " Jelas junyi melaporkan pekerjaan nya
Ia memang ditugaskan oleh sima rui untuk mengawasi sima yan. Meski bukan junyi sendiri yang turun langsung mengawasi sima yan melainkan bawahannya. Namun informasi yang diberikan tak perlu di ragukan lagi.
" Suruh seseorang untuk mengawasi feng xiao. Juga, suruh aying mengirim pelayan itu ke perbatasan barat. Lalu diam-diam suruh beberapa bandit untuk merampoknya, dan setelahnya pastikan ia meminum racun itu. " Titah sima rui.
Sima rui telah menyiapkan racun yang akan membuat kulit pelayan itu melepuh. Dan selanjutnya tak akan ada lagi yang akan mengenalinya.
Mulut besar junyi kembali melontarkan pertanyaan yang membuat sima rui kesal. " Yang mulia, bukankah anda berjanji pada pelayan itu untuk melepaskannya. Tapi kenapa anda masih menghukumnya. "
Sima rui menjawab dengan acuh. " Aku memang berjanji melepasnya. Tapi tidak berjanji untuk tidak menyiksanya. "
Mulut junyi menganga lebar mendengar jawaban sima rui. Ia merasa tindakan tuannya tersebut hanyalah permainan kata. Meski dua kata 'melepaskan' dan 'menyiksa' memiliki arti beda. Tapi bukankah secara harfiah jika seseorang berniat melepaskan, itu berarti ia memaafkannya.
Tampaknya junyi sekali lagi hanya bisa menelan kembali pemikirannya tersebut. Ia tak ingin membangkitkan amarah iblis yang akhirnya membuat seluruh badannya sakit karena dipukuli.
Setelah insiden itu, sima rui langsung menyembunyikan pelayan tersebut. Karena ia tahu, pihak sima yan atau rong feiyue pasti akan mencarinya.
Sima rui selalu melakukan segala hal dengan bersih. Ia tak akan meninggalkan bukti yang kelak akan menyulitkannya.
Katakan sima rui kejam karena menjebak adiknya. Salahkan Sima yan yang tak bisa menjaga matanya selama perjamuan. Matanya yang terus menatap ziyan adalah gangguan untuk sima rui dan secara langsung mematik api cemburu di hatinya. Ia tahu sang adik mencintai istrinya. Bahkan jauh sebelum pertunangan keduanya di resmikan. Jika saja itu terjadi sebelum pernikahan mereka. Maka Sima rui masih dengan lapang dada memaafkan dan memakluminya. Namun ketika ziyan sudah berstatus sebagai istrinya, maka tak ada ruang untuk berkompromi.
Sebagai calon raja, seharusnya Sima yan tahu bahwa mempertahankan perasaannya terhadap kakak ipar adalah salah. Jika pun kita tak bisa mengendalikan hati, setidaknya ia bisa mengendalikan tindakannya. Karena itulah ia menjebaknya dengan feiyue. Ibarat memukul dua burung dengan satu batu.
__ADS_1
Pada akhirnya junyi hanya bisa mengangguk menyetujui pendapat sima rui. Bagaimanapun juga semua yang di ucapkan tuannya adalah kebenaran. Dan meskipun suatu saat ia mengatakan sesuatu yang salah. Kembali lagi, apa yang di ucapkan sima rui adalah benar. Jadi dari kesimpulan ini, junyi bisa melihat bahwa tak ada ruang baginya untuk berdebat.
" Saya akan menyampaikan pada aying. " Ucap junyi. Lalu tak lama ia kembali lagi berbicara. "Tapi Yang mulia, aying baru saja kembali dari misinya, apakah tak sebaiknya menunggu besok Yang mulia. Agar ia bisa beristirahat. "
Sima rui menatap datar junyi dan berkata, " Apakah seorang iblis perlu memikirkan hal itu. "
Junyi kehilangan kata-kata. Seolah ada gumpalan yang menyumbat tenggorokannya. Teringat percakapannya dengan aying yang menyebut Sima rui iblis.
Tanpa sadar ia memukul mulutnya sendiri. Ia mengutuk mulut besarnya yang menggiring temannya pada jurang kerja rodi.
Sementara di tempat lain,
Aying yang baru kembali dari misi ingin mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidur. Mata panda nya menjadi saksi dirinya tidak tidur selama beberapa hari. Ia berencana akan tidur hingga seharian penuh. Namun rencana hanyalah rencana. Ia tak akan pernah tahu bahwa berkat percakapan random nya dengan junyi, akan membuat dirinya kembali membuka mata untuk beberapa hari ke depan.
Jika kediaman Sima rui tampak tenang, maka berbanding terbalik dengan dua kediaman lain. Kediaman Sima yan dan rong feiyue penuh dengan kekacauan. Selama beberapa hari, dua kediaman itu seolah di selimuti oleh awan hitam.
Namun ia masih berusaha untuk menolak dengan mencoba peruntungan bertaruh dengan sang ayah. Hanya tiga hari, waktu yang di berikan untuk sima yan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Sayangnya setelah dua hari melakukan pencarian. Sedikitpun tak ada petunjuk perihal keberadaannya, hasilnya nihil.
Padahal bagi Sima yan, rong feiyue adalah wanita yang paling dihindarinya. Sifat feiyue yang egois dan manja sangat merepotkan. Ia yakin kehidupannya setelah menikah pasti akan jauh dari kata sakinah, mawadah dan warohmah.
" AH sial! bagaimana bisa terjadi. Siapa yang menjebak ku? " Sima yan berkata gusar. Sangat terlihat bagaimana putus asanya dia.
" Tuan, saya ingin melaporkan sesuatu. " Terdengar suara feng xiao dari arah luar.
" Masuklah. " Pintu terbuka dan Feng xiao masuk.
__ADS_1
" Katakan! "
" Yang mulia. Berdasarkan hasil investigasi. Sebelum kejadian, pelayan itu pernah berhubungan dengan pelayan nona rong. Tampaknya pelayan rong memberikan sejumlah besar perak dan memintanya untuk melakukan sesuatu. "
Sima rui mengetuk-ketuk jarinya di meja, memikirkan apa yang baru saja di laporkan Feng xiao.
" Apakah menurut mu kejadian itu ada sangkut pautnya dengan rong feiyue. " Tanya Sima yan.
" Saya rasa juga begitu. Namun apa motifnya menjebak anda, saya sendiri kurang tahu. " Jawab Feng xiao dengan serius.
" Ck.. kenapa kau bodoh sekali. Bukankah sudah jelas alasan dia menjebak ku. "
Tiba-tiba Feng xiao merasakan badannya merinding. Ia seolah tahu bahwa apa yang akan tuannya itu ucapkan selanjutnya adalah sesuatu yang mengerikan. Namun sebisa mungkin ia masih bersikap biasa.
Kemudian Sima yan kembali berkata. " Bukankah dia menyukai ku. Apalagi setelah tahu aku akan menjadi raja. Pasti dia ingin menjadi permaisuri karena itu lah dia melakukan hal kotor itu. Begitu besar pesona ku hingga tak ada satupun wanita yang bisa menolak ku. "
Sungguh Feng xiao ingin sekali menangis saat ini.
" Apakah menurutmu perkataan ku tadi salah? " Tanya sima yan.
" Tidak Yang mulia. "
" Benarkan apa yang aku pikirkan. Itu semua ka- " Ucapan Sima yan terpotong saat Feng xiao kembali bicara.
" Maksud saya, ucapan anda tidak benar Yang mulia. " Melihat wajah Sima yan yang menuntut penjelasan, Feng xiao langsung melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
" Begini Yang mulia. Pertama, dari pengamatan saya, nona rong menyukai pangeran pertama. Mereka tumbuh bersama mengingat mantan jenderal rong adalah guru pangeran pertama. Jadi tidak mungkin nona rong menyukai anda. Lalu mengenai pesona anda. Saya rasa tidak semua wanita terpikat dengan pesona anda. Buktinya nona Mo justru menikah dengan pangeran pertama dan bukannya anda Yang mulia. " Jawaban Feng xiao membuat sima yan tertohok.
' Ah sial. Aku terlalu jujur. ' Feng xiao langsung mengutuk dirinya begitu melihat wajah masam Sima yan.