Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 218 Sima rui vs Arthur


__ADS_3

Suara genderang menjadi pertanda bahwa acara perburuan akan segera di mulai. Acara perburuan kali ini berskala lebih kecil dari perburuan yang di tonton ziyan sebelumnya.


Ziyan terkejut saat dua orang maju ke tengah lapangan. Ia mengedipkan matanya beberapa kali memastikan apa yang di lihatnya adalah benar.


' Untuk apa suami ku dan Arthur ke tengah lapangan. ' Batin ziyan.


Tanpa ziyan tahu, sebelum acara di mulai. Wang yi berbicara dengan Sima shao agar membuka acara perburuan dengan sebuah duel kecil. Sebagai alasan, ia mengungkapkan bahwa pengawalnya berharap bisa bertanding dengan Sima rui. Tanpa rasa curiga, Sima shao menyetujui begitu saja. Lagi pula dirinya yakin bahwa putranya tidak mungkin kalah.


Dan disinilah akhirnya, Sima rui berhadapan dengan Arthur. kedua pria itu memegang pedang masing-masing. Tidak ada rasa tegang yang kedua pria itu rasakan. Yang mereka rasakan justru dorongan semangat agar secepatnya menyelesaikan pertandingan dengan membawa kemenangan.


" Ingat! Jika kau kalah. Kau harus mau berpisah dengan Gaia. " Ucap Arthur.


" Lebih baik kau fokus untuk memenangkan pertandingan. Aku tak ingin kau menangis menyesali kekalahan mu. " Ejek Sima rui.


" Berhenti berbicara. Lebih baik kita mulai saja pertandingannya. " Putus Arthur.


" Tentu. Dan akan ku pastikan kau kalah kurang dari sepuluh gerakan. " Sima rui berkata kemudian berjalan mundur memberi jarak keduanya.


Keduanya memasang kuda-kuda. Arthur yang sudah mendapatkan pelatihan berpedang di kediaman duke sejak kecil yakin bahwa kemampuannya tidak akan kalah dari Sima rui.


Pertarungan di mulai. Arthur langsung maju menyerang Sima rui. Pedang ia ayunkan tepat di depan pria yang menjadi musuhnya itu. Namun dengan mudah serangan Arthur sanggup di tahan. Sima rui menghentakkan pedangnya membuat Arthur mundur beberapa langkah ke belakang. Arthur yang terkejut karena mendapatkan dorongan yang begitu kuat, hanya bisa menahan laju dorongan dengan menancapkan pedang ke tanah. Ia tak menyangka Sima rui memiliki kekuatan yang begitu besar.


Baru langkah pertama saja, sebenarnya Arthur bisa melihat perbedaan kekuatan mereka. Namun ia masih menyangkal dan memilih untuk melanjutkan pertandingan.


Kembali Arthur membuat gerakan menyerang, namun sekali lagi serangan tersebut bisa dengan mudah di tangkis oleh Sima rui. Gagal menyerang lewat depan, Arthur berputar dan menyerang dari arah belakang. Tebasan pedang Arthur hampir mengenai leher Sima rui. Namun dengan cepat Sima rui menunduk dan berhasil menghindar lalu ia layangkan tendangan pada perut Arthur. Membuat tubuh pria bermata biru itu terhempas. Sima rui tanpa menunggu musuhnya bangkit, segera melesat dan mengarahkan pedangnya tepat ke leher Arthur.


Arthur yang masih tersungkur, tercengang begitu merasakan besi dingin menggores sedikit lehernya. Barulah kemudian arthur rasakan sedikit rasa perih yang menandakan lehernya terluka. Kecepatan Sima rui dalam bergerak membuat Arthur yang menerima tendangan Sima rui tidak sempat bereaksi.


Perasaan dikalahkan dengan begitu mudahnya oleh Sima rui membuat Arthur merasa seperti pecundang. Padahal sejak awal ia begitu percaya diri bisa mengalahkannya. Namun kenyataannya, ia justru menjadikan dirinya sendiri terlihat seperti lelucon. Pertandingan tidak lebih dari lima menit dan ia harus mengakui perbedaan besar kemampuan mereka.


Kemenangan telak untuk Sima rui. Semua penonton bersorak gembira atas kemenangan pangeran mereka. Sima shao yang menonton dari tribun pun memberikan tepuk tangan atas keberhasilan putranya. Berbeda dengan wang yi yang menatap iba temannya. Ia tahu hasilnya akan berakhir seperti ini. Namun sesuai janjinya, ia akan membiarkan Arthur berusaha. Ia tahu setelah ini Arthur akan sadar bahwa tidak ada yang lebih baik dari Sima rui untuk Gaia.


Ziyan menatap penuh kekaguman suaminya. Ingin sekali ziyan berteriak ' Lihatlah itu suamiku. Pria yang tampan, kaya dan kuat itu adalah suami ku. ' Namun ia tidak mungkin melakukan tindakan bodoh itu atau orang-orang akan memandangnya aneh.


" Bangunlah. " Sima rui mengulurkan tangannya membantu arthur yang masih terduduk di tanah. Meski ia tak menyukai arthur, tapi sima rui selalu bertanding dengan sportif. Ia menghormati arthur sebagai lawannya. Tahu bahwa arthur seorang pejuang, jadi ia bertarung sekuat tenaga tanpa mengurangi kekuatannya.


Arthur meraih tangan sima rui. " Terima kasih karena sudah bertanding dengan serius. Aku mengakui kekalahan ku. Sebagai Ksatria aku akan menepati janji. Aku akan menjauhi Gaia. " Ucap arthur dengan suara bergetar.


Bukan hal mudah baginya mengatakan hal menyakitkan itu. Ia begitu mencintai Gaia. Lima belas tahun bukanlah waktu sebentar baginya untuk merelakan wanita yang dicintainya dan melangkah mundur. Sudah banyak hal yang ia lakukan dan korbankan demi wanita pujaan hatinya itu. Tentunya apa yang ia lakukan tanpa sepengetahuan Gaia.


Arthur manarik tangan Sima rui lalu memeluk pria itu. " Tolong jaga dia. " Lirih Arthur mengatakannya. Tangannya menepuk punggung Sima rui sebagai restu yang akhirnya bisa ia berikan, meski dengan berat hati.


Sima rui mengajak Arthur untuk berjabat tangan. Arthur yang mengerti arti uluran tangan Sima rui langsung menjabat tangan pria yang beberapa menit lalu menjadi musuhnya itu.

__ADS_1


" Aku akan menjaganya. Dia adalah dunia ku. " Ucap Sima rui bersungguh-sungguh.


Pertarungan itu pun berakhir dengan kesepakatan Sima rui dengan Arthur. Namun yang tidak keduanya ketahui, di atas pohon tak jauh dari sana. Ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka.


" Sesuai dengan rumor, kau cukup kuat pangeran rui. Aku harap bisa bertarung dengan mu. " Seringai xumu menatap Sima rui. Darahnya bergejolak kala melihat Sima rui bertarung. Membangkitkan sisi kejam xumu.


Ziyan segera menemui Sima rui begitu pria itu kembali ke tenda.


" Kau baik-baik saja? apa kau terluka? " ucap ziyan khawatir memindai seluruh tubuh suaminya


" Dia tak bisa melukai ku. Jangan khawatir. " Sima rui menenangkan istrinya yang tampak gusar.


" Tetap saja. Pertarungan tadi membuat ku khawatir. "


" Apa kau meragukan kemampuan ku? " Tanya Sima rui.


" Aku khawatir bukan karena meragukan kemampuan mu. Tapi karena lawan mu adalah Arthur. Meski ia terlihat biasa. Namun kemampuannya cukup hebat. Aku takut kau terluka. " Jujur ziyan.


" Tapi sayangnya kekhawatiran mu itu tidak terbukti. " Lalu Sima rui mengelus puncak kepala ziyan. " Kau sedang hamil, jangan terlalu banyak khawatir. Aku tak ingin perasaan negatif itu mempengaruhi anak kita. "


Ziyan mengangguk sebagai tanggapan.


Perburuan akhirnya di mulai.


Tidak banyak yang mengikuti acara tersebut. Dan untuk kali ini peserta di bebaskan untuk memburu hewan apapun. Begitu bunyi genderang bergema. Semua peserta langsung menunggang kuda masuk ke dalam hutan.


" Hei, kemarilah. Duduk bersama ku. " Ziyan menepuk bangku di sebelahnya yang kosong.


Chufeng menurut dan duduk di samping kakak sepupunya itu. Chufeng datang untuk Yelu. Sebagai tunangan Yelu, ia yang akan menerima hasil buruan pria yang pandai berdagang itu.


" Selamat atas kehamilannya kak. "


" Terima kasih. Bagaimana kabar semua orang di kediaman Mo? "


" Kami semua baik. Bahkan paman dan bibi begitu senang saat mendengar kabar kehamilan mu kak. " Terang Chufeng.


Ziyan memang belum sempat menemui kedua orang tuanya. Maklumlah, masalah Arthur kemarin membuatnya sibuk. Belum lagi pekerjaannya sebagai bos zi yang menyita waktu. Lalu sekarang kehamilannya yang mulai membuatnya mual setiap pagi.


" Maaf karena aku belum bisa berkunjung ke sana. Tolong sampaikan penyesalan ku pada mereka. "


" Tentu. Kami semua tahu bahwa kakak sedang sibuk. Paman juga akhir-akhir ini terlihat sangat sibuk. " Lapor chufeng.


" Apa yang terjadi? apakah sedang ada masalah. " kening ziyan mengerut mendengar pernyataan chufeng.

__ADS_1


" Kakak jangan khawatir. Paman hanya sibuk karena pembangunan desa di sebelah timur ibukota yang terkena longsor minggu kemarin. Sepertinya kerusakan akibat dari longsor cukup parah "


Mendengar pekerjaan sang ayah yang cukup banyak, membuat ziyan cukup sedih karena tidak bisa membantu.


" Kakak jangan sedih. Bantuan kakak kemarin sudah sangat membantu paman. " Ucap chufeng kala melihat wajah sendu ziyan.


Ziyan memang mengirim beberapa bantuan pangan dan juga obat-obatan, sementara Sima rui mengerahkan puluhan tentaranya sebagai tenaga bantuan tambahan. Kembali karena kesibukannya, ia tidak bisa terjun langsung membantu sang ayah.


Ziyan bersyukur sikap chufeng sama sekali tidak berubah sejak dirinya tahu mengenai identitas lain ziyan sebagai bos zi. Dan itu membuat hubungan keduanya tidak mengalami perubahan.


Di dalam hutan, Sima rui melihat seekor harimau besar. Ia ingin membuat sebuah selimut dari kulit harimau untuk anaknya. Anak panah Sima rui tengah membidik harimau tersebut. Begitu terkunci, ia segera melesatkan anak panahnya dan,


Jleb!


Menusuk tepat di jantung harimau.


Sima rui gegas turun dari kudanya hendak memungut tubuh harimau yang sudah terkapar itu. Tiba-tiba sebuah batu melesat menuju ke arahnya. Dengan sigap sima rui menghindar. Ia bisa melihat batang pohon yang berlubang karena batu itu. Jika sedikit saja dirinya terlambat menghindar bisa jadi Kepalanya lah yang akan berlubang.


Sima rui mendengar suara langkah kaki. Ia menoleh dan melihat seorang pria dengan wajah tersenyum berjalan ke arahnya.


" Siapa kau? " Tanya Sima rui memperhatikan pria itu.


" Aku Xumu. Ayo kita bertarung. " Xumu langsung mengatakan tujuannya, yaitu mengajak Sima rui duel.


" Aku tidak tertarik bertarung dengan mu. " Sima rui mengabaikan xumu dan kembali berjalan mendekati harimau buruannya.


" Istri mu ternyata sangat ringan. Berat badannya seperti bulu saat aku menggendongnya. Aku ragu, apakah kediaman pangeran kekurangan pangan sampai istrimu begitu kurus. " Pancing xumu. Ia teringat saat dirinya membopong tubuh mungil ziyan.


Langkah Sima rui langsung terhenti, tatapannya menusuk langsung pada xumu. Ia tidak peduli dengan hinaan untuk kediamannya. Yang menjadi poin utama dari amarahnya adalah beraninya pria itu menyentuh istrinya.


Setelah mendengar istrinya disebut, kembali ingatan Sima rui melayang ketika dirinya dan Sima Dan melakukan penyergapan. Ziyan mengatakan bahwa ada satu lagi rekan Sujin yang bernama xumu belum di temukan.


" Jadi kau xumu, pria yang menculik istri ku. " Wajah dingin Sima rui seolah mampu membuat suhu sekitar turun hingga ke titik beku.


Senyum xumu masih menghias wajahnya. Namun saat pertanyaan itu terlontar akhirnya senyum itu berubah menjadi wajah dingin.


" Istri mu hampir saja aku jual. Ternyata harganya tidak terlalu tinggi. " Hina xumu.


Sima rui membuat batasan yang sama sekali tak boleh seorang pun langgar. Dan itu adalah istrinya. Siapapun yang berani melanggar batas itu, maka Sima rui tak segan-segan untuk menghancurkannya. Karena itu, nasib xumu sudah ada di kepala Sima rui. Dan kematian akan menjadi hadiah yang ia berikan pada pria itu.


Setelah saling pandang dalam ketegangan yang mencekam seolah saling membaca pikiran satu sama lain. Keduanya tanpa aba-aba langsung bergerak maju secara bersamaan. Dua pedang saling beradu. Saling membalas tendangan dan pukulan. Gerakan keduanya sama-sama kuat. Bahkan baik tenaga dan kecepatan mereka seimbang.


Kali ini Sima rui melakukan tendangan bersamaan dengan pedangnya yang menahan sabetan xumu. Begitu kuat tendangan Sima rui membuat xumu mundur beberapa langkah. Jika itu orang lain, sudah dipastikan akan melayang jauh.

__ADS_1


Keduanya berjalan memutar, saling mengunci dengan tatapan masing-masing. Mengamati setiap gerakan lawan.


" Tidak buruk. Akhirnya aku bisa menemukan lawan yang seimbang. " Seringai xumu. Darahnya semakin bergejolak tak sabar ingin segera mengalahkan pria yang ada di depannya sekarang.


__ADS_2