Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 99


__ADS_3

Hari acara perburuan.


Setiap satu tahun sekali, kerajaan Jin selalu mengadakan acara perburuan. Acara tersebut menjadi ajang untuk menunjukan kebolehan para peserta dalam berburu. Peserta perburuan ini terdiri dari para prajurit terpilih dan peserta undangan yaitu para pejabat istana dan keluarga mereka. Karena acara kali ini sekaligus perayaan atas kemenangan Sima rui. Maka kaisar membuat acara lebih meriah dari tahun sebelumnya.


Seluruh anggota keluarga Mo akan hadir dalam acara tersebut. Mereka sedang berkumpul di aula utama saat seorang pelayan datang dengan setengah berlari untuk melapor.


"Lapor tuan besar. Itu... di depan..ada kereta pangeran pertama datang menjemput nona besar. "


" Cepat! suruh pangeran masuk. " Nyonya tua memerintahkan pelayan tersebut untuk segera menyambut sima rui, namun segera dihentikan oleh Mo yincheng.


" Tidak perlu. Kita akan segera berangkat. Pangeran pertama pasti datang hanya untuk menjemput Yaner. Segera kau siapkan kereta, kami akan segera berangkat. Dan Yaner, kau berangkat dengan pangeran rui. "


Setelah mengatakan perintahnya, Mo yincheng mengajak seluruh keluarganya untuk keluar menyambut dan memberikan salam.


Mata semua orang dibuat terkejut saat melihat kereta kuda yang di bawa Sima rui. Itu bukan kereta kuda biasa. Gerbong kereta yang terbuat dari kayu khusus itu terlihat sangat mewah dengan hiasan pada pinggiran jendelanya yang berlapis emas. Ditambah dua kuda hitam terbaik menarik gerbong tersebut. Membuat tampilan kereta kuda tersebut semakin terlihat mengagumkan.


Sima rui melihat semua keluarga Mo keluar. Ia turun untuk memberi salam pada keluarga calon istrinya tersebut.


" Salam para Penatua, maaf karena kedatangan ku yang sangat awal. " Sima rui menyatukan kedua tangannya ke depan dan membungkuk sedikit memberikan salam. Meski ia tidak seharusnya memberikan salam pada mereka karena statusnya. Tapi bagi Sima rui, saat ini ia tidak menganggap dirinya sebagai seorang pangeran melainkan tunangan dari putri mereka. Dan sebagai junior sudah seharusnya ia memberikan hormatnya pada para senior.


" Tidak Yang mulia. Kebetulan kami juga akan berangkat. Kalian berangkat duluan saja. Maaf merepotkan Yang mulia. " Yincheng merasa tak enak menerima salam Sima rui. Jadi ia segera membungkuk sedikit untuk membalas salamnya. Semua orang bahkan ikut melakukan hal yang sama dengan Mo yincheng.


" Menteri Mo anda terlalu sungkan. Bagaimanapun dimasa depan kita akan menjadi satu keluarga. "


" Tidak.. Maksudnya tentu saja. "


Ziyan merasa percakapan tak bermutu ini sudah seharusnya di akhiri.

__ADS_1


" Ehem... Ayah, aku dan Yang mulia pangeran akan berangkat dulu. "


" Benar. Cepat kalian naik. Ayah dan yang lainnya akan menyusul. "


Ziyan mengangguk dan kembali ia melihat Sima rui memberikan salam lagi pada keluarganya. 'Huft...Sudahlah. ' Ia anggap itu pertanda baik bagi keluarganya dan Sima rui dalam memulai hubungan mereka.


Kereta Sima rui segera berangkat menuju istana. Junyi dan Xiaoqi menunggang kereta masing-masing. Sedangkan Yaoyao duduk bersama dengan kusir di depan. Dan untuk Snowy, ia duduk manis di dalam gerbong bersama Ziyan dan Sima rui.


Sudah satu minggu sejak Sima rui mengetahui identitasnya sebagai bos zi. Bahkan dua hari setelah itu, Sima rui datang untuk pertama kalinya ke kediaman Mo setelah pertunangan mereka. Mungkin itu termasuk sangat terlambat untuk seseorang yang sudah bertunangan datang berkunjung ke keluarga pasangannya. Penilaian itu mungkin benar jika pasangannya adalah orang biasa. Namun ini adalah Sima rui. Pangeran sekaligus jenderal besar kerajaan Jin. Kesibukannya bahkan melebihi Sima yan yang seorang putra mahkota. Pekerjaannya hampir setara dengan ayahnya yang seorang kaisar.


Saat itu, Sima rui datang ke rumahnya menggunakan dua kereta kuda. Ziyan pikir Sima rui datang bersama seseorang, siapa yang menyangka gerbong lain itu berisi hadiah untuk keluarganya. Entah Pria itu yang berlebihan atau memang sudah tradisi keluarga kerajaan bahwa akan membawa begitu banyak hadiah saat datang berkunjung. Apapun itu, bagi ziyan ia hanya tahu satu hal, tindakan Sima rui tersebut berhasil mengejutkan seluruh orang di kediamannya.


Karena kejadian besar itu, Sima rui akhirnya berhasil duduk di aula tengah bersama seluruh anggota keluarga Mo, lengkap tanpa terkecuali. Mo yifeng yang kebetulan saat itu sedang pulang pun ikut diseret oleh pamannya untuk hadir.


Ziyan terkekeh ketika mengingat kejadian tersebut.


" Aku hanya sedang mengingat saat kau datang ke kediaman Mo beberapa hari yang lalu. " Ziyan masih tertawa kecil meski wajah pria itu tepat di depannya.


Sima rui merasa gadis ini sedang menertawakannya. Jadi ia berniat memberinya sebuah hukuman. Sebuah senyum licik terbentuk di bibir Sima rui. Tanpa memberi ziyan waktu untuk bereaksi, Sima rui segera menempelkan bibirnya pada gadis itu dan menekannya agar ia tidak bisa melepaskan ciumannya.


Ziyan terkejut, kepalanya kosong. Saat ia menyadari pria itu sedang membulinya, Ziyan mencoba untuk mendorong dada Sima rui. Namun tenaganya kalah besar, hanya membuat tangannya di cengkram kuat oleh Sima rui.


Sima rui melepaskan tautan mereka ketika gadis itu sudah hampir kehabisan napasnya. Ia tersenyum puas.


" Inilah hukuman karena menertawakan ku. "


" Kau... " Wajah Ziyan memerah. Bukan karena ciuman tersebut. Melainkan karena rasa malunya, sadar bahwa di dalam gerbong itu masih ada penghuni lain.

__ADS_1


Snowy yang berada di kursi seberang, dengan terpaksa harus melihat adegan tersebut. Kucing itu memandang ziyan seakan mengatakan, ' Tak bisakah kau menahannya dan melakukannya di tempat lain. '


"Kenapa wajahmu memerah? Ini bukan pertama kalinya kita berciuman? "


" Apa kau tak lihat, masih ada snowy disini. Kau tak malu melakukan itu di depannya. "


Sima rui memperhatikan ziyan, meski wajahnya merah karena malu namun ia masih mencoba untuk bersikap tenang. Benar-benar imut.


Mata Sima rui berpindah pada snowy, ia memperhatikannya dengan begitu intens. Sama sekali tidak mengerti, kenapa ia harus merasa malu dengan seekor kucing?


Snowy sama sekali tidak peduli dengan pandangan Sima rui. Ia sekilas memandang Sima rui kemudian membuang muka.


" Apakah baru saja kucing ini mengacuhkan ku? " Sima rui tersentak dengan tindakan Snowy. Seperti majikannya, kucingnya ternyata tidak mudah di tangani.


Ziyan hanya tersenyum melihat reaksi yang di berikan kucingnya tersebut. Kelihatan jelas kucingnya itu belum sepenuhnya memberikan restunya.


Tanpa sadar akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Acara perburuan di adakan di sebuah hutan yang tak jauh dari istana. Banyak kereta bangsawan lain yang sudah lebih dulu tiba. Meski begitu, kereta kuda Sima rui lah yang paling menarik perhatian. Kemegahan kereta kudanya mampu membuat semua orang takjub dan terpukau.


Semua orang penasaran akan pemilik kereta tersebut. Namun ketika melihat Junyi yang menunggang kuda di samping gerbong, itu sudah cukup memberitahu siapa yang berada di dalamnya. Beberapa wanita berteriak histeris setelah mengetahui bahwa kereta itu adalah milik Sima rui, hal itu bahkan terdengar hingga ke dalam gerbong kereta.


" Dengarlah. Para lebah telah berdengung untuk menyambut mu. " Ziyan tertawa menggoda Sima rui. Hati para gadis yang antusias itu mungkin akan langsung terbelah saat melihat kehadirannya. Mereka tak akan menyangka bahwa Sima rui akan secara pribadi menjemputnya. Dan adegan itu, tentu saja sangat membuat ziyan senang.


Sima rui turun dari kereta. Ia kembali berbalik dan mengangkat tangannya untuk membantu seseorang turun. Napas semua orang seakan berhenti, Penasaran siapa gerangan yang mampu membuat seorang Sima rui tergerak untuk melakukan hal itu.


Ziyan menerima uluran tangan sima rui. Benar saja, ketika ia turun, semua gadis yang sebelumnya begitu antusias, seketika berubah suram saat melihat ziyan. Dalam hati, Ziyan tertawa bahagia.


Semua pasang mata tertuju pada mereka. Ziyan merasa waktu seakan terhenti, hingga ia bisa mendengar helaan napas kecewa. Sima rui yang selalu tampak dingin, kali ini terlihat begitu lembut di samping Ziyan. Membuat semua orang yang melihatnya hampir tak percaya bahwa itu adalah ekspresi yang berasal dari pangeran es negara Jin. Beberapa ada yang merasa kagum dengan pasangan itu, namun beberapa juga ada yang merasa iri, dan menganggap Ziyan tak pantas dan hanya beruntung karena bisa dijodohkan dengan pangeran rui.

__ADS_1


Mereka berdua langsung menuju ke tenda perjamuan. Karena kedatangan mereka yang begitu awal, Kaisar dan para istri tentu saja belum hadir.


__ADS_2