
" Wow.. Malam ini kita benar-benar kaya. " Seru wang yi ketika melihat tumpukan uang di mejanya. Diraupnya uang koin lalu di jatuhkan kembali kedalam kantong. Ia sangat puas dengan pemandangan indah di depannya yang sangat memanjakan mata.
" Aku tak tahu kau sangat pandai berjudi ar. " Ucap wang yi yang entah itu sebuah pujian atau sindiran.
Sedangkan pria yang sejak tadi di ajak bicara justru sibuk dengan pikirannya sendiri. Matanya lurus menatap uang yang tergeletak di depannya, sementara pikirannya melanglang buana entah kemana.
Wang yi memperhatikan temannya yang masih melamun. Ia pun menepuk pundaknya menarik kesadaran pria itu.
" Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau tak terlihat bahagia? Harusnya kau senang, karena kita untung besar malam ini. Apa kau masih memikirkan gadis yang bernama Gaia itu? " serang wang yi dengan runtutan pertanyaan.
Arthur menggeleng. " Aku berpikir hal lain. Aku hanya penasaran dengan pemilik paviliun chuntian? "
" Hah? "
" Apa? " Arthur balik bertanya.
" Kenapa kau penasaran? tidak biasanya kau peduli dengan hal lain selain gadis mu itu. " Tanya wang yi yang sekaligus sindiran.
Arthur tak ingin menjelaskan alasannya. Karena meski di jelaskan pun wang yi tak akan mengerti.
Sebenarnya sampai saat ini Arthur belum memberitahu wang yi perihal identitas dirinya yang sebenarnya. Wang yi hanya berpikir bahwa ia berasal dari negara luar. Bagi wang yi yang tinggal di negara shu yang terletak di pesisir pantai. Ia sudah sering melihat orang luar yang terlihat seperti Arthur. Biasanya mereka adalah pedagang yang berkeliling dengan kapal. Jadi ia tidak terkejut ketika bertemu dengan Arthur. Bahkan ia juga yang mengajari Arthur bahasa mereka.
" Apa kau berminat datang lagi ke sana besok malam? " Tanya Arthur mengalihkan pembicaraan tanpa menjawab pertanyaan kawannya tersebut.
" Penawaran menarik. Tentu saja kita harus kembali ke sana. Aku tak sabar untuk mengeruk lebih banyak uang dari sana. " Wang yi tersenyum dengan ekspresi bodoh membayangkan dirinya yang tidur di tumpukan koin.
Berbeda dengan Arthur yang sedang sibuk memikirkan cara mengetahui identitas pemilik paviliun chuntian. Ia yakin sekali, pemiliknya pasti berasal dari dunianya atau setidaknya berhubungan dengan orang dari dunianya.
Seminggu berlalu dengan cepat.
Wang yi dan Arthur menjadi Sultan dalam waktu seminggu. Ia mendapat banyak keuntungan dari kasino ziyan. Bahkan dalam waktu seminggu pula, keduanya di kenal oleh banyak orang-orang yang ada di chuntian.
Jika wang yi dan Arthur sedang berbahagia karena mendapatkan banyak uang. Berbanding terbalik dengan ziyan yang stres karena mengeluarkan banyak uang. Malah dalam seminggu ini ia harus rela mengalami kerugian. Dan untuk pertama kalinya ziyan mengalami hal tersebut. Membuat otak wanita itu berputar untuk menemukan solusi masalahnya.
__ADS_1
" Apa kau sudah memeriksanya? " Tanya ziyan pada bingjie yang berdiri di hadapannya.
Bingjie datang melaporkan tentang masalah chuntian.
" Kami sudah memeriksanya bos. Dan tak di temukan kecurangan dari keduanya. Kelihatannya dewi keberuntungan memang sedang berpihak pada mereka. " Jelas bingjie.
" Dewi keberuntungan? " Cibir ziyan.
" Apa kau pikir dewi keberuntungan akan menemani seseorang selama seminggu penuh. Aku pikir pasti dewi itu akan sangat bosan. Jika bukan karena mereka memiliki kemampuan, maka mereka melakukan kecurangan. Tapi karena kau sudah memeriksanya dan tak ditemukan hal ganjil apapun. Maka sudah jelas mereka pasti memiliki kemampuan. " Imbuhnya.
" Kau sudah memeriksa identitas kedua orang itu? " Tanya ziyan.
" Sudah bos. Keduanya bukan berasal dari Kerajaan ini. Tampaknya mereka adalah pendatang yang kebetulan singgah di sini. "Papar bingjie.
Ziyan berdecak kesal. " Mereka pendatang, tapi membuatku mengalami kerugian. Lebih baik tak usah datang sekalian. Benar-benar membuatku kesal. " Dengus ziyan.
Bingjie menahan tawanya saat mendengar gumaman kesal wanita yang menjadi bosnya itu. Jarang-jarang bisa melihat bosnya marah.
" Besok aku akan datang ke sana. Aku ingin lihat seperti apa rupa kedua orang itu. " Setelah bicara, ziyan menyuruh bingjie kembali.
Sebuah ketukan membuyarkan pikiran ziyan. Ia melihat suaminya yang menyender di pintu dengan kedua tangannya bersedekap di dada.
Ziyan tersenyum melihat suaminya. Melihat wajah tampannya membuat pikiran ziyan kembali segar.
' Pria tampan memang ampuh meredakan stres. ' Batin ziyan.
" Kau sudah kembali? " Tanya ziyan.
Sima rui mengangguk. Lalu berjalan mendekati istrinya.
" Ada masalah? " Sima rui menyentuh wajah sang istri yang saat ini terlihat lelah.
Merasakan sentuhan Sima rui, ia memejamkan matanya. Ziyan bisa merasakan perhatian dari setiap sentuhan lembutnya.
__ADS_1
" Bukan masalah besar. Hanya persoalan untung rugi. Itu biasa untuk pengusaha seperti ku. " Ungkap ziyan seadanya tak ingin membuat suaminya khawatir.
" Perlu bantuan ku? "
ziyan terkekeh. Ia tahu Sima rui juga memiliki beberapa usaha di ibu kota dan itu cukup membuktikan bahwa ia juga memiliki kemampuan. Hanya saja ziyan tak ingin terlalu membebani pria itu. Sudah cukup banyak persoalan yang dipikirkannya.
" Aku bisa menyelesaikannya. Kau cukup menghiburku dan.... " Ziyan menggoda suaminya. Ia menyentuh dada pria itu dan mengusapnya penuh gairah.
Sima rui tersenyum puas melihat ziyan yang sedang menggodanya. Dengan cepat ia menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukannya.
" Apa kau sudah selesai? " Tanya Sima rui. Suaranya terdengar sedikit serak karena menahan hasrat yang tiba-tiba muncul.
Ziyan tersenyum menggoda. Ia berbisik yang mana membuat pria itu makin terangsang. " Apa kau ingin mencobanya di sini? "
Dan tanpa membuang waktu. Sima rui bergegas melakukan apa yang sejak tadi menjadi keinginannya. Tak hanya di meja kerja ziyan. Sima rui bahkan menggagahinya di kursi bahkan hingga lantai.
Dan pada akhirnya, seperti biasa ziyan lah yang akan berakhir lemas.
*********
Malam pun tiba. Seperti biasa, wang yi dan Arthur pergi ke chuntian. Begitu tiba, kedatangan keduanya menarik perhatian. Arthur menjadi buah bibir karena kemampuannya yang selalu memenangkan setiap permainan.
" Lihatlah. Itu dia. Pria itu yang selalu menang dan membuat kantong setiap pemain berlubang. "
" Kelihatan masih sangat muda. Aku ragu kemampuannya hebat seperti yang orang-orang katakan. "
" Kalau begitu kenapa kau tak menantangnya saja. Dan setelah itu kau akan tahu bagaimana kemampuannya. "
Dan setelah percakapan selesai. Salah satu pria yang terkait itu menantang Arthur. Ia akan membuktikan bahwa kemampuannya tak ayal hanya sesuatu yang dilebih-lebihkan saja.
Arthur menerima tantangan pria tersebut dan ia membebaskan pria tersebut untuk memilih jenis permainan yang ia mau. Hingga akhirnya mereka tiba di permainan black Jack.
Ziyan yang berada di lantai dua mendapat laporan bahwa dua orang yang sudah melubangi kantongnya itu sedang bermain. Ia mendapatkan tantangan dari salah satu pelanggan.
__ADS_1
Dengan cepat ia bangkit dari kursinya untuk segera keluar.