Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 195


__ADS_3

Ziyan menatap bergantian kedua pria yang saling mengunci tatapan permusuhan tersebut. Ia merasa seolah tertangkap basah sedang berselingkuh. Ia tahu harus segera menjelaskan situasi yang sebenarnya pada Sima rui sebelum kesalahpahaman semakin jauh.


Mungkin karena insting. Arthur bisa merasakan ancaman dari pria yang baru datang tersebut. Meski tidak tahu identitasnya, namun aura dominan disekitarnya membuktikan bahwa pria itu bukanlah pria biasa. Dan hal yang terpenting adalah ia tak menyukainya. Entahlah apa sebabnya. Arthur sendiri tak tahu.


Sementara ketiga orang itu berada dalam situasi canggung. Bingjie dan wang yi sibuk mengunyah kuaci, menikmati tontonan seru yang tersiar secara langsung.


Ziyan mengambil napas lalu membuangnya. Menormalkan segala gejolak dan kegundahan hatinya. ' Lebih baik mengenalkan mereka terlebih dahulu. ' pikir ziyan. Berharap langkahnya tersebut mampu mencairkan suasana. Ia gelisah bukan karena merasa sedang berselingkuh. Melainkan takut jika suaminya yang selalu posesif dan cemburuan itu akan menyerang arthur begitu saja.


" Kau sudah datang? kemarilah. Akan ku kenalkan dengan seseorang. " Ziyan yang tersenyum manis menghampiri sima rui lalu menarik tangannya mendekat pada arthur.


" Arthur, Let me introduce you. He is my husband, sima rui. " ( Arthur, perkenalkan. Dia adalah suamiku, sima rui. )


Deg.


Apa yang baru saja di katakan ziyan membuat arthur terkejut. Kabar itu membuatnya seolah semua pijakan kakinya seketika runtuh begitu mengetahui status pria didepannya. Refleks ia menoleh menatap ziyan dengan pandangan yang tak bisa di jelaskan.


Ziyan tahu ia harus menjelaskan semuanya. Tapi tidak di tempatnya sekarang. Oleh karena itu, ziyan memutuskan untuk berbicara di kediaman sima rui.


Dan akhirnya mereka tiba di kediaman sima rui. Selama perjalanan, ziyan merasakan siksaan batin. Tak ada pembicaraan sama sekali. Bahkan sima rui yang selalu hangat padanya mendadak diam. Ziyan pikir suaminya diam karena marah, namun yang tidak ia tahu bahwa sima rui sekuat hati sedang menahan cemburunya. Begitu besar rasa cemburunya hingga ada keinginan untuk melenyapkan pria itu. Hingga beberapa metode kejam pun sudah ada di kepalanya. Sayangnya semuanya hanya sekedar pemikirannya saja tanpa bisa merealisasikan. Ia tak mungkin melakukan tindakan bodoh yang justru membuatnya di benci oleh ziyan. Ia akan bersabar, menunggu kesempatan untuk mengusir pria itu dari kehidupan istrinya. Selamanya.


Setelah kereta ziyan sampai, tak lama kereta yang membawa Arthur dan wang yi pun tiba.

__ADS_1


Sima rui tak ingin satu kereta dengan Arthur. Itulah sebabnya ia menyiapkan kereta lain untuknya.


Arthur dan wang yi turun dari kereta. Mereka terpukau dengan gerbang kediaman yang tampak megah. Ralat, hanya wang yi yang menatap demikian. Terpampang jelas papan nama bertuliskan 'Pangeran rui' .


" Kau pangeran rui? pangeran pertama kerajaan jin. Jenderal besar sekaligus dewa perang yang selalu berhasil memukul mundur pasukan musuh. Apakah itu benar kau? " Sosor wang yi penuh tanya.


Sima rui yang selalu bersikap dingin dan acuh meskipun lawan bicaranya memuji dirinya setinggi langit. Kini justru bereaksi lain. Ia tersenyum tipis lalu mengangguk membenarkan pertanyaan wang yi.


" Kau benar. Itu aku. " Ucap Sima rui percaya diri dengan tetap mempertahankan wajah datarnya.


Ziyan bahkan menganga tak percaya dengan reaksi suaminya. ' Kemana suaminya yang selalu kebal terhadap pujian itu. ' Batin ziyan.


Sebenarnya Sima rui sama sekali tidak peduli dengan pujian wang yi. Ia hanya merasa puas karena reaksi Arthur setelah mengetahui identitasnya. Terserah jika ia disebut kekanakan. Ia tidak peduli.


" Wah.. Aku tak menyangka akan bertemu dengan orang hebat seperti mu. Aku ingin sekali men-" Ucapan wang yi terpotong saat ziyan menyela.


" We have arrived. " ( Kita sudah sampai ) Ucap ziyan pada arthur.


Saat ziyan ingin kembali berbicara. Arthur lebih dulu menyela. " Aku paham bahasa kalian. "


Ziyan melotot terkejut. " Kau bisa? sejak kapan? "

__ADS_1


" Tentu saja semenjak tinggal di dunia ini. Sedari tadi aku ingin berbicara, tapi kau sama sekali tidak memberikan ku kesempatan. " Keluh Arthur.


Wanita itu tersenyum kikuk. " Maaf.. "


" Ayo kita masuk. Kita berbicara di dalam. " Imbuhnya lagi.


Ketiganya berjalan menuju ruang baca ziyan. Ia sengaja tidak membawanya ke ruang baca sima rui. Terlalu banyak dokumen negara di ruang itu. Sedangkan wang yi di temani oleh xiaoqi di ruang lain.


" Jadi ar, bisa kau ceritakan bagaimana kau bisa berakhir di dunia ini. Bukankah saat itu kau tertembak? " Tanya ziyan sembari mengingat kenangan terakhir mereka.


Arthur mencoba mengingat kembali kejadian saat itu. Ia pun mulai bercerita.


" Jadi saat itu, bukan aku yang tertembak. Melainkan prajurit itu. Aku hanya mengalami beberapa luka. Setelah itu aku pingsan dan di selamatkan oleh prajurit kita yang kebetulan sedang bertugas. Mereka membawa ku ke pangkalan sisi barat. Sedang saat itu aku tahu kau berada di pangkalan sisi timur. "


" Saat itu aku memutuskan untuk menemui mu setelah semua luka ku sembuh. Namun sayangnya, serangan udara dari pihak musuh mampu meluluhlantakkan pertahanan pangkalan. Sehingga pasukan lawan bisa dengan mudah datang menerobos masuk. "


" Kemudian aku pergi ke pangkalan timur, namun terlambat. Kau telah pergi. Lalu ku minta bibi rosy untuk membuka portal lagi. Tepat sebelum ledakan besar terjadi, aku berhasil masuk ke dalam portal. Karena efek ledakan itu, keseimbangan portal terganggu. Aku tiba di dunia ini tidak sesuai dengan koordinat yang bibi rosy atur. "


" Sudah hampir setahun aku mencari mu dan akhirnya aku menemukan mu disini. Tapi... " Ucapan arthur terhenti lalu menatap sima rui dingin.


" .... kau justru telah menikah dengan pria lain. " Sambung arthur. Kini ia tahu kenapa tak menyukainya. Ternyata ia dan pria angkuh tersebut memang rival.

__ADS_1


Ziyan bisa melihat tatapan penuh kebencian antara arthur pada sima rui. Sedang sima rui membalas dengan sebuah senyum ejek.


__ADS_2