Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 228


__ADS_3

Aroma sedap menusuk hidup ziyan, menyadarkannya dari pingsan. Ia tersadar, matanya perlahan terbuka dan melihat sekeliling. Jari lentik wanita itu mengelus sesuatu yang lembut. Sebuah karpet berbulu terbuat dari bulu domba yang lembut menjadi alas dimana dirinya berbaring.


" Kau sudah sadar? " Xumu berjalan ke arah ziyan dengan membawa sepiring makanan ditangannya.


Ziyan langsung duduk begitu melihat xumu. Ia memasang mode waspada ketika langkah pria itu semakin dekat.


" Makanlah. " Sepiring daging kini ada di hadapan ziyan. Xumu juga memberikan segelas air padanya.


Ziyan menatap makanan tersebut. Air liurnya bertambah saat bau sedap daging kembali menusuk hidungnya.


' Sial! dagingnya terlihat lezat. ' Pikir ziyan. Ia ingin mengabaikan daging tersebut namun ternyata perutnya sama sekali tidak bisa di ajak bekerja sama.


Kruyuuk!


Suara merdu perut ziyan bergema di ruang dengan ukuran 4x3 tersebut.


Wajah ziyan merah padam. Ingin sekali rasanya ia menggali lubang dan mengubur dirinya dalam-dalam.


Xumu tersenyum simpul meski hanya sebuah senyum tipis.


" Kau lapar. Makanlah. " Sekali lagi xumu menawari ziyan makan.


Ziyan menyipit melihat xumu. Seolah tahu apa yang dipikirkan ziyan. Xumu kembali berkata.


" Tidak ada racun dalam daging itu. Aku memberi mu makan karena ada makhluk kecil di perut mu. "


Ziyan tercengang. " Kau tahu aku hamil? "


" Tentu saja. Jika tidak, alih-alih menggunakan bius aku akan memilih memukul mu saat membawamu kemari. "


Ziyan masih diam, ia sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran xumu. Pria pembunuh berdarah dingin itu sedang bersikap baik padanya. Kenapa?


" Apa? " Xumu bertanya karena ziyan terus melihat ke arahnya.

__ADS_1


" Kau.. kau menculik ku bukan karena kau menyukai ku bukan? "


Xumu tersedak air liurnya. Pertanyaan tak terduga ziyan membuatnya terkejut.


" Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku menyukai mu? "


" Karena seorang pembunuh seperti mu berbuat baik padaku. Alih-alih menyiksa ku kau justru memberiku makan. Kau juga tahu jika aku sedang hamil, yang menandakan bahwa kau pasti memata-matai ku selama ini. " Jelas ziyan. Meski ia ragu tapi ziyan tetap mengungkapkan semua alasan yang ada di kepalanya.


" Dengar! meski aku seorang pembunuh tapi aku hanya membunuh mereka yang bersalah. Aku tidak membunuh anak-anak bahkan bayi yang tidak bersalah. Aku memberi mu makan karena ada bayi di perut mu. Lalu mengenai apakah aku memata-matai, maka jawabannya adalah benar. Tapi bukan kau yang ku perhatikan melainkan suami mu, Sima rui. " Papar xumu menjelaskan.


Ziyan menutup mulutnya yang menganga. Pernyataan Xumu sangat mengejutkan membuatnya kembali berpikir liar.


" Kau menyukai suamiku? " Ziyan bertanya dengan wajah tercengang. Bahkan sampai tak menyadari wajah jelek xumu.


Xumu menggebrak meja di sampingnya membuat ziyan terperanjat. " Omong kosong apa yang kau ucapkan itu. Apa kau pikir aku sakit seperti orang-orang menjijikan itu. "


Ziyan menelan ludahnya kasar. Ia tak lagi bertanya dan memilih untuk diam.


Xumu membuka bajunya membuat wajah ziyan pias.


Tak merespon, xumu terus membuka bajunya hingga bertelanjang dada. Terlihat luka tembak yang berasal dari pistol ziyan di dada kirinya. Meski xumu memiliki wajah teduh yang mampu menyembunyikan sifat pembunuhnya. Namun ziyan akui, bentuk tubuh xumu tidak kalah dengan sima rui. Dada bidang dengan pahatan roti sobek yang tertata rapi membuat kaum hawa berdecak kagum dan meneteskan air liurnya.


' Maafkan aku suamiku, karena membiarkan mataku melihat tubuh pria lain. ' Batin ziyan.


Sementara di tempat lain, sima rui yang tengah sibuk melakukan pencarian tiba-tiba merasakan cemburu di hatinya. Membuat wajahnya begitu gelap. Para prajurit yang hendak melapor terpaksa merubah haluan dan memilih melapor pada junyi.


Xumu memperlihatkan punggungnya. Namun sekilas ziyan bisa melihat tonjolan kecil di lengan kanannya. Itu sama dengan milik sima rui. Apakah ia juga seorang ...


Ziyan terus mengamati benjolan di lengan xumu hingga matanya tak sengaja melihat luka bakar di punggungnya. Luka bakar yang membentuk angka romawi ' XIIMII '.


" Alasan kenapa aku memata-matai sima rui karena ini. " Xumu memperlihatkan luka bakar angka romawi tersebut.


" Melihat mu menggunakan senjata tadi, kau pasti salah satu dari mereka. " Sambung xumu. Kembali xumu mengenakan pakaiannya kembali.

__ADS_1


Ziyan membeku. Kenyataan yang baru saja di ketahui membuat otak kecilnya kembali menarik beberapa benang merah yang sebelumnya kusut.


" Kau juga... Humanoid? " Ucap ziyan ragu-ragu.


Xumu tersenyum sinis. " Kalian menyebutnya seperti itu. Tapi bagi ku, kami hanya monster yang kalian ciptakan sebagai alat pembunuh.


Xumu melihat ziyan. " Melihat reaksi mu, sepertinya kau sudah mengetahui bahwa Sima rui adalah monster seperti ku. Bedanya, ia adalah produk gagal sedangkan aku keberhasilan yang mereka ciptakan. "


Telinga Ziyan mendengarkan ocehan xumu sedangkan tangannya mengambil daging yang sejak tadi menggodanya lalu menggigitnya dengan kasar.


" Bagaimana kau bisa menganggap dirimu adalah produk sukses sedangkan Sima rui adalah produk gagal? Sementara status dan kemampuannya jauh di atas mu. " Bantah ziyan sembari mengunyah daging di mulutnya.


" Andai aku dilahirkan sebagai seorang pangeran, statusku juga tidak akan kalah dengannya. Sedangkan untuk kemampuan, apa kau tahu saat perburuan kemarin aku mengajaknya duel. Andai saat itu pengawal pribadinya tidak datang menggangu, aku yakin suami mu itu sudah ku kalahkan. "


Ziyan menghentikan tangannya yang hampir memasukkan daging ke mulutnya ketika mendengar fakta yang baru saja di dengarnya.


" Kalian duel saat itu? " Tanya ziyan memastikan.


" Benar. Dan ternyata Sima rui tidak sekuat seperti yang di katakan orang-orang. Lemah! " Ejek xumu.


Sebenarnya sedari tadi ziyan sedang menerka bagaimana sifat xumu. Pria itu seperti mesin pembunuh, namun terkadang ia begitu mudah di ajak bicara, dan terkesan sebagai pria yang supel. Pikiran ziyan tiba-tiba mengarah pada kepribadian ganda. Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif adalah suatu kondisi kesehatan mental, ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan lainnya. Pengidap gangguan ini mengalami kepribadian yang berubah-ubah, tetapi hal ini tidak disadarinya. 


' Apa karena trauma masa kecil saat dirinya mengalami kekerasan fisik saat eksperimen itu. Membuat dirinya memiliki kepribadian ganda. ' Monolog ziyan dalam hati.


Ziyan menjauhkan piringnya yang sudah kosong. Daging lembut di piring sudah berpindah ke dalam perutnya.


"Kau cemburu dengannya. Karena itu kau menculik ku. " Tanya ziyan.


Xumu terbahak. " Cemburu? aku hanya menguji isi kepalanya apakah ia pintar sesuai dengan apa yang di rumorkan. "


" Kau meremehkannya? aku bertaruh padamu dalam tiga hari, ia pasti bisa menemukanku. " Ucap ziyan penuh percaya diri.


" Kita lihat saja. Aku yakin dia tak akan bisa menemukan mu. Meskipun ia harus menjungkirbalikkan seluruh desa. " Xumu berkata lalu bangkit dan pergi meninggalkan ziyan.

__ADS_1


Pandangan ziyan masih fokus pada pintu dimana xumu menghilang. Banyak fakta yang membuatnya terkejut. Ia tak menyangka bahwa xumu juga termasuk humanoid.


Bagaimana bisa eksperimen itu ada di dunia ini? siapa yang melakukannya?


__ADS_2