Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 244 side story setelah penobatan


__ADS_3

Setelah penobatan, tidak ada cuti untuk Sima rui dan juga ziyan sebagai pemimpin kerajaan Jin untuk bersantai. Keduanya segera bertemu dengan setumpuk tugas yang menjadi tanggung jawab keduanya. Hingga setengah tahun setelah penobatan berlalu, Sima rui masih sibuk menyelesaikan beberapa tugas yang belum di selesaikan oleh ayahnya.


Dirinya sempat protes karena ternyata ayahnya meninggalkan begitu banyak urusan kerajaan. Namun kembali lagi, dengan alasan ia sudah lelah dan ingin pensiun dini, ia terbebas dari amukan sang anak.


" Bukankah ayah bilang lelah dan ingin pensiun dini. Kenapa ayah masih memiliki tenaga untuk bermain dengan A Hua? Dari pada membuang tenaga untuk bermain pesta teh dengan A Hua, kenapa Ayah tidak gunakan untuk menyelesaikan urusan kerajaan ayah yang belum selesai. Bukan malah menyuruhku menyelesaikannya. " Protes Sima rui.


Ia kesal bukan main ketika melihat sang ayah justru bermain pesta minum teh dengan A Hua sementara dirinya sibuk mendengarkan keluhan para pejabat pemerintah. Niat hati ingin mengajak diskusi ayahnya ia malah melihat pemandangan dimana ayahnya memegang cangkir teh dengan beberapa boneka kayu.


Sima shao berdehem mengusir kecanggungan karena putranya memergoki dirinya tengah bermain.


" A Hua tidak memiliki teman bermain, sedangkan A Guang sibuk belajar. Karena itu ayah menemaninya. Bukankah begitu putriku? " Sima shao mengedipkan matanya meminta bantuan.


A Hua kecil menangkap sinyal dari Sima shao. Ia pun ikut berbicara membantu ayahnya.


" Benar kak. Andai aku memiliki adik atau keponakan perempuan. Aku tidak akan merasa kesepian dan mengajak ayah bermain. Aku justru akan meminta ayah membantu kakak mengurus kerajaan. Maafkan aku kak. " Ucap A Hua lirih.


A Hua menunjukkan wajah sedih dan kesepian pada Sima rui, membuat pria yang sebelumnya tersulut emosi seketika luluh.


Sima rui menghela napas, " Jangan menyalah diri, kakak tidak marah dengan mu. Kalau begitu kalian bermain lah. Kakak berikan waktu satu jam. Setelah ini aku harap bisa melihat ayah di ruang baca. " Setelah mengucapkan itu, Sima rui memberikan tatapan tajam pada sang ayah sebelum pergi meninggal mereka berdua.


Ayah dan anak itu menghela napas lega.


Sima shao pikir, putranya akan menyerah dan membiarkannya bermain dengan putri kesayangannya. Tapi ternyata Sima rui tetaplah Sima rui. Bahkan sampai akhir ia tidak melepaskannya. Sima rui tetap membuat adiknya bisa bermain namun di akhir ia tetap menuntut Sima shao untuk membantunya .


" Ayah, setelah ini bantulah kakak. Aku tidak mungkin terus menerus membantu ayah berbicara dengan kakak. Aku juga ingin keponakan perempuan. Jika kakak terlalu sibuk bagaimana bisa kakak ipar memberiku keponakan perempuan. " Ungkap A Hua memberitahu keinginannya.


Sima shao mengerutkan keningnya, " A Hua sayang. Siapa yang memberitahu mu bahwa kakakmu tidak bisa memberimu keponakan perempuan jika dia sibuk? Apa kau tahu bagaimana keponakan perempuan muncul? " Tanya Sima shao hati-hati.


A Hua menjawab tanpa melihat wajah Sima shao yang sudah berubah tegang. " Tentu saja. Kakak bilang, kakak dan kakak ipar harus melakukan gulat malam hari. Barulah nanti akan muncul keponakan perempuan. "


" Tapi yang aku bingung, kenapa harus malam hari. Jika ingin bermain gulat kenapa tidak siang hari saja. Aku juga ingin melihat mereka bermain gulat. " A Hua berkata dengan polosnya.


Dan seketika mulut Sima shao mendadak kaku karena tak tahu harus menjawab apa.


**********


" Kenapa wajahmu terlihat kesal Yang mulia? " Tanya ziyan saat waktu makan siang.


" Hanya memikirkan pekerjaan yang belum selesai. " Jawab Sima rui. Ia meletakkan beberapa lauk di atas nasi istrinya.


" Sudah cukup. Aku sedang tidak terlalu nafsu makan. " Ziyan menghentikan Sima rui yang terus menambahkan lauk untuknya.


Sima rui memperhatikan wajah istrinya. " Apa kau sakit? wajah mu tampak pucat istri ku. "


Ia mengelus pipi ziyan lalu mengecek suhu di keningnya. Membandingkan dengan suhu di pipinya.


" Aku tak apa. Mungkin karena lelah dengan pekerjaan yang begitu banyak. "


" Istirahat lah. Jangan terlalu lelah. Urusan serikat dagang serahkan pada chufeng. "


Ziyan menggeleng. " Apa kau lupa seminggu lagi pernikahan chufeng dan yelu. Aku sengaja memberikan libur untuk chufeng agar dirinya bisa mempersiapkan pernikahannya. "


" Ini adalah pernikahan impian chufeng. Jadi aku ingin dia memberikan yang terbaik. " Imbuhnya.


Sima rui tiba-tiba meletakkan sumpitnya lalu bangkit dari kursi. Ziyan terheran dengan sikap tiba-tiba Sima rui.


" Ada apa? " Ziyan memandang suaminya penuh tanya.

__ADS_1


" Aku baru ingat masih ada urusan yang belum aku selesaikan. Aku pergi dulu istriku. " Tanpa memberikan ciuman di pipi ziyan, sima rui pergi begitu saja. Meninggalkan ziyan dengan segudang tanda tanya.


Sima rui berjalan dengan langkah cepat. Kasim liu yang turun ranjang, kini melayani Sima rui.


Tidak hanya ziyan yang bingung dengan sikap sima rui, kasim liu juga sama. Biasanya kaisar mudanya itu akan betah berjam-jam berada di istana ratu. Bahkan sampai dirinya berbusa mengingatkan agar segera kembali dan menyelesaikan pekerjaan, putra mantan tuannya itu tetap saja bergeming. Tidak beranjak sedikit pun meninggalkan istri tercinta.


Tapi hari ini. Tanpa perlu ia membuka mulutnya Sima rui sudah melangkah pergi. Apa mungkin?


Kasim liu menggeleng, ' Tidak mungkin, kaisar saat ini begitu setia dengan ratu. Tidak mungkin dirinya merasa bosan dengan ratu. ' Pikir kasim liu.


Namun sepertinya pikiran itu tak hanya ada di pikiran kasim liu, tapi juga para pelayan yang melihat kejadian tadi. Menciptakan rumor yang dengan cepat menyebar.


*********


Tiga hati berlalu,


" Yaoyao apa Yang mulai masih di ruang bacanya? " Tanya ziyan, ia sebelumnya meminta yaoyao memastikan keberadaan sima rui.


" Kasim liu berkata Yang mulia sedang menyelesaikan masalah kerajaan yang mendesak. Jadi mungkin malam ini akan kembali larut malam lagi nyonya. " Jawab yaoyao sesuai dengan apa yang di katakan kasim liu.


"Lagi? " Kening ziyan mengerut. Pasalnya ini sudah malam ketiga suaminya itu kembali tengah malam. Bahkan saat makan siang pun suaminya akan buru-buru kembali ke ruang bacanya.


Yaoyao membantu ziyan mengganti baju tidurnya. Ia bisa melihat sedikit kecemasan di wajah ratunya.


" Anda jangan khawatir nyonya. Yang mulia hanya sibuk. Maklum saja, beliau menggantikan kaisar agung mengurus masalah negara yang belum tuntas. " Hibur yaoyao.


" Apa anda memikirkan tentang desas desus yang mengatakan bahwa Yang mulia sudah bosan dengan anda dan berniat mengangkat selir. " Tanya yaoyao hati-hati takut menyinggung perasaan majikannya itu.


" Bukan aku memikirkannya. Aku hanya sedikit terpengaruh dengan rumor tersebut. Meski aku tidak mempercayai tentang rumor Yang mulia yang akan mengangkat selir. Tapi aku sedikit terpengaruh dengan rumor yang mengatakan bahwa Yang mulia bosan dengan ku. " Ziyan tersenyum getir.


" Apakah anda tidak percaya dengan Yang mulia nyonya? "


Yaoyao ingin menghibur lagi namun ia kehilangan kata-kata yang ingin dikatakannya. Karena apa yang dikatakan majikannya itu memang fakta. Jadi ia memutuskan untuk mengubah topik.


" Oh iya nyonya, saya baru mendapat kabar bahwa sese tengah mengandung. Itu berarti ini menjadi anak ketiga mereka, selama tiga tahun pernikahan mereka sudah memiliki dua anak dan sekarang akan bertambah satu lagi. Sungguh pencapaian yang luar biasa. "


Ziyan tertawa kecil mendengar berita yang baru saja di utarakan yaoyao. Setelah mengejar xiaoqi jatuh bangun selama dua tahun, sese akhirnya bisa menikah dengan mantan pengawal ziyan tersebut. Sekarang xiaoqi tinggal di tian guan dan menjadi pemimpin desa.


Pencapaian xiaoqi dan sese memang luar biasa. Ziyan cukup iri karena begitu mudahnya sese hamil. Sedangkan dirinya, setelah melahirkan A Guang. Ziyan belum dinyatakan hamil lagi. Ia takut nantinya masalah ini akan menjadi pencetus masalah baru. Mengingat anggota kerajaan dituntut untuk memiliki lebih banyak anak.


" Kau benar, xiaoqi tampaknya sudah bekerja keras. Sepertinya aku harus menghargai usaha keras xiaoqi itu. Kirim hadiah untuk mereka. Aku berharap anak mereka bisa lahir dengan sehat dan lancar. "


" Baik nyonya. "


Setelah kepergian yaoyao, ziyan merenung sembari mengusap perutnya yang rata.


" Apa karena aku belum hamil lagi, karena itu Yang mulia bosan dengan ku. " Gumam ziyan.


Tapi dengan cepat ia menggeleng. " Tidak. Aku tahu betul bagaimana Yang mulia. Lebih baik aku tanyakan langsung. "


Tengah malam sima rui masuk ke kamar dengan mengendap-endap. Melihat istrinya masih tidur dengan pulas, sima rui bernapas lega. Meski gelap, tapi mata Sima rui masih bisa melihat dengan jelas wajah cantik istrinya itu.


' Syukurlah aku tidak membangunkannya. '


Kemudian sima rui naik ke atas ranjang dan ikut masuk ke dalam selimut.


" Yang mulia. "

__ADS_1


" Waaaaa! ! ! " Teriak Sima rui terkejut. Ia memegang dadanya yang berdetak cepat karena kejutan yang diberikan ziyan.


" Kau mengagetkan ku sayang. " Imbuhnya.


Kemudian setelah menormalkan jantungnya yang sempat syok. Sima rui kembali bertanya.


" Kau belum tidur istri ku? "


Ziyan menggeleng. " Ada yang ingin aku bicarakan. " Jawab ziyan langsung sekaligus mengutarakan tujuannya. Wajahnya serius menatap lurus sang suami.


Sima rui mengangkat satu alisnya. " Ada masalah apa? "


" Apa masalah rumor itu? " Tebak Sima rui.


Berbeda dengan semua orang yang berpikir bahwa seorang kaisar harus abai terhadap gosip atau rumor. Maka Sima rui justru sebaliknya. Baginya rumor itu seperti bara api. Akan semakin besar dan membakar jika di biarkan saja. syukur jika bara itu mati, tapi jika ada angin yang membuatnya semakin besar bukankah itu akan menghancurkan dirinya.


Sima rui tak ingin rumor kecil itu di manfaatkan oleh orang lain yang nantinya akan membuat hubungannya dan ziyan semakin jauh.


Ziyan mengangguk sebagai tanggapan. " Ada sedikit hubungannya dengan rumor itu. "


Benar bukan dugaan Sima rui. Belum apa-apa istrinya sudah terpengaruh.


" Katakan. " Ucap sima rui.


Kini keduanya duduk di atas ranjang saling berhadapan.


Ziyan menghela napas, menatap lekat kedua netra suaminya.


" Apakah Yang mulia merasa bosan dengan ku? karena itulah sikap Yang mulia berubah. Sejak awal kita sudah berjanji, jika ada masalah atau sesuatu yang mengganjal kita harus membicarakannya. Terlepas dari apakah itu menyinggung pasangan kita atau tidak. Kita tetap harus membicarakannya, agar tidak ada kesalahpahaman. " Ungkap ziyan. Ia merasa beban berat seolah terlepas begitu ia mengatakan semuanya.


Hati Sima rui teriris mendengar pengakuan istrinya. Sumpah demi apapun, ia tidak pernah merasa bosan dengan istrinya. Rasa cintanya pada sang istri justru semakin besar dari hari ke hari. Hari ini cintanya lebih besar dari kemarin, dan ia yakin besok rasa cintanya akan lebih besar dari hari ini. Jadi bagaimana mungkin ia merasa bosan.


Sebenarnya orang bodoh mana yang berpikir seperti itu. Andai saja ia tahu siapa yang menyebarkan rumor bodoh itu, ingin sekali ia memotong lidahnya dan menyuruhnya memakan lidahnya sendiri.


" Istriku, jangan memikirkan rumor konyol itu. Aku hanya terlalu sibuk dengan semua tugas negara. Sesungguhnya aku juga amat merindukan mu. Menghabiskan waktu bersama mu jauh lebih menyenangkan dari pada bergelut dengan sekumpulan laporan negara yang hanya membuat kepala ku pusing. Belum lagi kasim liu yang begitu cerewet, Kini aku jadi tahu kenapa ayah sampai takut pada kasim liu. "


" Aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ini agar nantinya bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan mu. "


" A Hua tadi mengatakan padaku bahwa ia kesepian, dan tidak memiliki teman bermain. Karena itulah ia mengajak ayah untuk bermain dengannya. Jadi aku berpikir, kenapa kita tidak membuat teman untuk A Hua. Jadi ia akan memiliki teman dan tidak mengganggu ayah yang harus membantuku menyelesaikan tugas kerajaan. "


" Bagaimana? " Sima rui mengangkat kedua alisnya bergantian.


Ziyan dibuat kehabisan kata-kata dengan penjelasan Sima rui yang ujung-ujungnya berakhir dengan ajakan gulat malam.


" Baiklah. Ayo kita lakukan sampai pagi. Aku harus mengejar ketertinggalan ku dengan sese. "


Dengan cepat ziyan mendorong Sima rui lalu membungkus bibir tipis suaminya dengan bibirnya. ******* dan menyed*t nya hingga bibir Sima rui bengkak.


Kemudian melucuti semua kain yang melekat di tubuh suaminya hingga tak tersisa sehelai benang pun.


" Sabar sayang, jangan buru-buru. " rancau Sima rui di tengah gempuran sang istri.


" Apa kau tak suka? " Tanya ziyan.


Takut istrinya salah paham, Sima rui segera membalik posisi mereka. Kini Sima rui yang berada di atas tubuh ziyan.


" Aku sangat suka. Tapi malam ini biarkan aku yang memimpin nyonya. "

__ADS_1


Dan gulat panas berlangsung hingga menjelang fajar.


__ADS_2