Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 375 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Sima Shao kembali mengingat kejadian lebih dari empat puluh tahun yang lalu.


" Saat itu adalah puncak perseteruan bangsa bar-bar dengan Kekaisaran Jin. Berbeda dengan saat ini, bangsa bar-bar saat itu sangatlah kuat dan itu cukup menyulitkan pasukan kita. Memanfaatkan peperangan yang tak kunjung usai diperbatasan, paman pertama mu mencoba melakukan pemberontakan. "


" Hampir seluruh prajurit di ibu kota saat itu berada dibawah kendalinya. Beruntung pada saat itu ada tentara bayaran Heilong yang menahan pemberontakan, setidaknya hingga prajurit bantuan datang. "


" Diserang baik dari alam dan luar, membuat Kekaisaran Jin jatuh. Pengalihan setengah pasukan perbatasan untuk kembali ke ibukota tentu memiliki resiko besar. Terlebih dalam situasi dimana perang tengah berlangsung. "


" Saat itu, kerajaan Wei mengusulkan sebuah kesepakatan. Mereka akan memberi bantuan prajurit melawan bangsa bar-bar sementara Kekaisaran Jin memberikan setengah tambang besi untuk mereka. "


Sima Rui tentu tahu untuk apa kerajaan wei meminta tambang besi. Besi adalah bahan utama untuk membuat persenjataan. Pedang, tombak, baju zirah, semuanya terbuat dari besi. Mengorbankan ratusan prajurit demi tambang besi, itu bukanlah sebuah kerugian.


" Oleh karena itu, untuk menyegel kesepakatan itu, raja wei mengajukan pernikahan pada Kekaisaran Jin untuk putrinya pada siapa pun pangeran yang akan menjadi kaisar selanjutnya. "


" Singkat cerita, Kekaisaran Jin berhasil mengendalikan pemberontakan dan juga mengalahkan bangsa bar-bar. Namun pemberontakan itu tetap meninggalkan kerugian yang begitu besar. Ayah kaisar jatuh sakit karena serangan jantung setelah mengetahui paman kedua mu, putra mahkota saat itu terluka parah dan pada akhirnya tak tertolong. "


Sima Feng dan Sima Rui masih menyimak cerita Sima Shao tanpa sedikit pun menginterupsi seolah itu adalah dongeng anak yang dibacakan sebelum tidur.


" Setelah itu, aku naik tahta dan putri Wei secara otomatis menjadi permaisuri. "


Sima Rui memiliki sesuatu yang janggal, jadi ia kembali bertanya.


" Ayah, apa mantan permaisuri memberi mu 'topi hijau' ? mengingat aku lahir lebih dulu dari Yan. " Sima Rui berpikir bahwa mungkinkah mantan permaisuri yang tak lain ibu Sima Yan berhubungan dengan kaisar Nan saat menjadi istri ayahnya.


" Tidak. Mantan permaisuri mengandung Yan sebelum pernikahan kami. Bahkan saat itu dirinya tak tahu bahwa ia sedang mengandung. Aku tahu dia hamil tak lama setelah kami menikah, padahal saat itu aku sama sekali belum menyentuhnya. Hingga sejak saat itu sampai akhir, aku sama sekali tak pernah menyentuhnya. Namun karena terikat janji dengan kaisar Wei, membuatku tak bisa menurunkannya atau pun menceraikannya. "


" Barulah dari situ aku tahu bahwa ia memiliki hubungan dengan kaisar Nan yang saat itu adalah seorang pangeran buangan. Itulah kenapa raja wei tak menyetujui hubungan mereka. "


Kemudian Sima Shao melanjutkan, " Lalu alasan kenapa kau lahir lebih dulu itu karena.. " Ehem, Sima Rui terbatuk mengusir rasa canggung karena dengan terpaksa ia harus mengatakan sisi buruk dirinya.

__ADS_1


" ... Karena aku terlalu mencintai ibu mu. Jadi sebelum pergi berperang saat itu. Aku melakukan hal 'itu' yang ternyata membuat mu berada di kandungan ibumu. "


" Karena kami sudah bertunangan dan ibumu sudah memasuki istana, membuat kehadiran mu tidak menjadi hal yang aneh. Itu justru menjadi sebuah kabar baik bagi keluarga kerajaan kala itu. "


Sima Rui tak habis pikir. Ayahnya ternyata seorang bajingan dimasa lalu. Bagaimana bisa ia menyentuh ibunya disaat status mereka masih bertunangan.


" Ayah jangan gunakan cinta sebagai alasan. Jika kau mencintai ibuku. Kenapa ada Guifei bahkan sampai melahirkan Daner. "


Sima Shao menarik napas berat sebelum bicara. " Itu karena permaisuri. Dia ingin memaksa ku dengan obat perangsang. Aku yang saat itu berada di dalam pengaruh obat, langsung pergi menuju istana ibumu. Karena penglihatan yang mulai kabur, aku justru salah mengenali seorang wanita bangsawan yang sedang berkunjung sebagai ibumu. "


" Karena semua sudah terjadi, ibu mu memaksa ku untuk bertanggung jawab dan menikahinya. Dan benar saja, sama seperti mu, hanya butuh satu kali tindakan, Guifei ternyata hamil Daner. "


Berpikir lagi, Sima Rui benar-benar menganggap ayahnya seorang bajingan sejati. Andai ia tidak mengabaikan mantan permaisuri, maka insiden Guifei juga tidak akan terjadi. Semuanya ternyata berawal dari ayahnya.


" Jadi karena Paman Yan keturunan Kekaisaran Nan, maka Li Chenlan secara tidak langsung cucu kaisar Nan. Karena itulah mereka membantu kerajaan Wei? " Sima Feng menyimpulkan.


" Bisa jadi apa yang dikatakan A Feng benar. Tapi mungkin saja ada alasan lain yang mendorong Kekaisaran Nan. " Kali ini Sima Rui berpendapat lain.


Sima Feng tidak langsung kembali ke istananya. Setelah berpisah dengan Sima Rui, ia menuju istana putra mahkota. Kakinya melangkah menuju taman belakang dimana ia dan A Guang sering bermain sewaktu kecil.


Malam telah larut, ada sebuah pohon besar di sana. Terkadang akan ada banyak kunang-kunang yang terbang di sekeliling pohon tersebut. Dan itu sangat indah.


" Bibi A Hua? " gumam Sima Feng saat melihat sosok wanita yang ia yakini adalah Sima Hua.


A Hua menoleh saat menyadari seseorang datang. Setelah mengetahui bahwa itu A Feng. Ia kembali menengadah memandang puncak pohon besar di depannya.


Sima Feng berjalan dan berdiri di sisi A Hua, melakukan hal yang sama memandang puncak pohon. Tak ada dari mereka yang bersuara. Keduanya seolah larut dalam kenangan bersama A Guang dimasa lampau. Bersama suara jangkrik dan lampu kunang-kunang yang berterbangan.


Hingga terdengar suara isak tangis memilukan A Hua. Sima Feng tak menoleh, masih fokus melihat ke depan.

__ADS_1


" Hiks... hiks... " A Hua menangis tertahan.


" Kenapa ia kejam sekali. Kenapa dia harus pergi begitu cepat dan meninggalkan orang-orang yang menyayanginya. " Rancau A Hua mengutarakan rasa kehilangannya.


Sima Feng masih setia bungkam, membiarkan wanita itu untuk sepuas hati mengutarakan semua kegundahan hatinya.


" A Guang bodoh... Hiks... Lihat saja... saat bertemu di neraka, aku.. hiks.. akan memukulinya. "


" Aku mendukung mu. "


A Hua tertawa sambil menangis saat mendengar dukungan keponakannya tersebut. Hingga tak lama kemudian A Hua pergi meninggalkan Sima Feng Sendiri.


********


" Berhenti kau! " seru salah seorang pengawal. Terlihat puluhan pengawal mengejar seorang pria.


A Fei melihat itu merasa heran lalu bertanya pada salah satu pengawal.


" Siapa yang kalian kejar? "


" Jawab putri, dia penjahat yang meracuni mendiang putra mahkota. "


Pupil mata A Fei melebar, ada kilatan kebencian begitu mengetahui orang yang membunuh kakaknya masih hidup dan parahnya lagi justru kini berhasil melarikan diri.


" Tangkap dia. Jangan biarkan dia lolos. " Ucapnya penuh kebencian.


Pengawal itu segera pergi. Jingu yang sejak tadi berada di samping A Fei kemudian membuka suaranya.


" Putri, apa kau mengijinkan ku untuk mengejarnya. Aku lihat kau ingin sekali menangkapnya. Aku mungkin bisa sedikit membantu mu. " Jingu menawarkan diri.

__ADS_1


" Pergilah. " Jawab A Fei acuh tak acuh.


Setelah berkata demikian, ia bergegas kembali ke kamarnya. Jingu menatap punggung A Fei dengan tatapan yang entah apa artinya.


__ADS_2