
Sima rui mulai menjelaskan maksud dari ucapannya.
" Meski Sima yan dan putri shuwang sudah lama mendapatkan perjodohan itu. Tapi keduanya sama sekali belum pernah bertemu. Ini kali pertama putri shuwang datang ke kerajaan jin. Dan perjodohan itu juga merupakan kesepakatan antara permaisuri dan raja wei, mengingat hubungan kerabat keduanya. Lalu yang terpenting, ibu suri tidaklah sederhana yang terlihat. Ia menjadi selir yang bisa naik hingga mampu menggeser kedudukan permaisuri kala itu. Apa menurutmu seseorang dengan ambisi kuat seperti ibu suri akan mendekati seseorang jika orang tersebut tidak memiliki manfaat untuknya? " Jelas Sima rui.
" Apakah ibu suri sehebat itu? " ziyan justru balik bertanya.
Sima rui lupa, bahwa ziyannya datang dari dunia lain. Ia tentunya belum pernah melihat ibu suri.
" Lain kali aku akan mengajakmu bertemu dengannya, jadi kau bisa menilainya sendiri. " Ziyan mengangguk setuju, ia cukup penasaran dengan sepak terjang ibu suri hingga mampu menjadi wanita dengan status tertinggi di harem istana.
" Kalau begitu mari kita mulai mencari tahu tujuan ibu suri dari gadis yang di temukan oleh bibi lucy. Apakah benar ibu suri memiliki hubungan dengan shuwang yang ada di istana atau tidak. Kita akan mengetahuinya besok. " Ucap ziyan.
**********
Keesokan harinya, Ziyan datang bersama Sima rui ke rumah lucy. Sang bibi ternyata sudah menunggunya sedari tadi.
" Akhirnya kau datang juga. " Ziyan melihat suatu kelegaan di wajah lucy.
" Ada apa bi? " Tanya ziyan melihat ekspresi ganjil bibinya.
" Wanita itu benar-benar membuat masalah. Semalam ia mencoba kabur. Beruntung para pengawal yang diam-diam kau suruh berjaga menangkapnya sebelum ia berhasil. " Jelas lucy.
Mendengar penjelasan lucy. Ziyan segera menuju kamar gadis itu. Ziyan membuka kasar pintu kamar dan melihat seorang gadis yang terikat di tempat tidur.
__ADS_1
" Sepertinya kau tidak menganggap serius ucapan ku kemarin. " Ziyan memandang gadis di depannya seolah mencibir. " Karena kau tak takut mati aku akan menyeret mu ke istana sekarang juga. Aku ingin lihat bagaimana reaksi putri shuwang dan perdana menteri guan saat melihatmu. "
Tubuh gadis itu menegang saat mendengar dua nama yang ziyan sebutkan tadi. Dan reaksi tersebut tentu saja tak luput dari pengamatan ziyan.
" Bibi, tolong panggil xiaoqi kemari. Aku akan membawanya. " Ucap ziyan sembari menatap gadis di depannya itu.
Gadis itu tampak berpikir keras. Tanpa sengaja ia melihat giok yang menggantung di pinggang Sima rui. Giok naga dengan garis yin dan yang. Giok yang hanya di gunakan oleh pangeran kerajaan jin.
" Kau seorang pangeran? Apakah kau pangeran yan? " tanya gadis itu.
" Bukan. " Jawab Sima rui singkat.
Tiba-tiba wajah gadis itu berubah pucat, jika ia bukan pangeran yan maka ia adalah pahlawan perang, jenderal besar negara jin, Sima rui.
" Kau... Pangeran pertama... pangeran rui. " Sima rui hanya diam saat gadis itu menyebut namanya.
Gadis itu memejamkan matanya. Jika ia menceritakan apa yang terjadi, maka secara tak langsung ia juga menceritakan aibnya sendiri. Tapi ia tak memiliki pilihan lain. Mungkin pangeran pertama, Satu-satunya orang yang bisa membantunya, pikir gadis itu.
" Baiklah aku akan menceritakannya, tapi tolong setelah aku menceritakan ini, bisakah kalian menyelamatkan raja wei. "
Ziyan dan Sima rui saling berpandangan. Berpikir bahwa sepertinya hal ini ada hubungannya dengan keselamatan raja wei juga. Keduanya pun mengangguk setuju.
" Yang ada di istana adalah saudari ku shuyan. Awalnya aku tidak tahu bahwa aku memiliki saudara kembar. Saat peperangan dulu. Ibu yang ikut dengan ayah ke medan perang tanpa di duga mengalami kontraksi dan melahirkan di tenda peperangan. Negara wei yang terpojok mendapatkan serangan musuh yang berhasil menyusup ke tenda kami. Saudari ku hilang saat itu. Peperangan itu juga membuatku kehilangan ayah dan ibuku sekaligus. karena itu, untuk mengenang jasa ayah, kaisar wei saat ini mengangkat ku sebagai putri kerajaan wei. "
__ADS_1
" Aku tumbuh dengan kenyamanan sebagai putri. Berbeda jauh dengan shuyan yang harus merasakan kerasnya hidup. Lalu suatu hari, tanpa sengaja aku bertemu dengannya, awalnya aku pikir ia datang padaku secara tidak sengaja. Tapi ternyata itu sudah di rencanakan. Perdana menteri Guan mengatur shuyan untuk menggantikan posisiku di kerajaan wei. Tugas utama shuyan adalah untuk membunuh pangeran Yan dan melimpahkan kesalahan itu pada ku. Sehingga kerajaan jin dan kerajaan wei akan bermusuhan. "
" Membunuh pangeran yan? " Ziyan menyela. " Kenapa perdana menteri ingin negara wei bermusuhan dengan kami. Bukankah jika terjadi peperangan negara wei juga akan di rugikan. Dari mana kau tahu bahwa tujuan mereka membunuh Sima yan? "
Gadis yang ternyata putri shuwang itu melihat ziyan. Ia tahu ziyan meragukan ucapannya.
" Itu karena jika negara jin dan negara wei berperang. Negara yang paling di untungkan adalah bangsa bar-bar. " Ucap tiba-tiba Sima rui.
Shuwang mengangguk. " Kau benar pangeran. Menteri Guan ingin menguasai Kerajaan wei dengan bantuan bangsa bar-bar. Sementara shuyan, dia membenci negara wei karena menurutnya negara wei adalah penyebab dari hidupnya yang berat. "
" Lalu bagaimana kau tahu semua rencana mereka. " Tanya ziyan ragu.
" Karena rencana mereka tak akan berjalan jika aku membatalkan pertunangan ku dengan putra mahkota. " Jawaban shuwang mengejutkan ziyan dan juga Sima rui.
Ziyan melihat ke arah Sima rui, " Apa memang ada rencana pembatalan pertunangan itu? " tanya ziyan pada Sima rui dan pria itu hanya menggeleng. Kalau begitu rencana pembatalan tersebut baru wacana sepihak kerajaan wei.
" Tentu saja kalian belum mendengarnya karena itu hanya diketahui oleh ku dan juga raja wei. "
" Apa yang membuatmu ingin memutuskan pertunangan itu? Bukankah itu kesepakatan antara raja wei dan permaisuri. " Ziyan masih terus bertanya, karena menurutnya apa yang shuwang katakan masih penuh dengan keganjilan.
Shuwang tersenyum getir, berpikir bahwa apa yang akan ia katakan adalah kejujuran sekaligus aib yang akan di terima oleh negaranya.
" Aku dan raja wei.... kami... " Shuwang tampak ragu. Ia mengambil napas dalam, lalu kembali berbicara. " Kami saling mencintai. "
__ADS_1
Ziyan menganga karena terkejut. Sangking lebarnya bisa membuat sebuah bola tenis masuk ke mulutnya.
" Mungkin menurut kalian itu tidak bermoral, karena ayah angkat menjalin hubungan dengan Putrinya sendiri. Tapi menurutku hubungan kami tidaklah salah. Kami tidak terikat darah, raja wei juga tidak memiliki istri. Karena itu... " Lidah shuwang kelu seakan sulit untuk melanjutkan ucapannya.