Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Ada dua Yaner?


__ADS_3

"Tuan ini laporan yang berhasil di kumpulkan. Meski tak banyak tapi dapat dipastikan kebenarannya. "


Sima rui memegang sebuah kertas berisi laporan yang baru saja ia terima. Junyi mengerahkan semua tenaganya dan kemampuan terbaiknya untuk penyelidikan ini. Penyelidikan kali ini berfokus pada ziyan sebelum ke Jianjing.


Sima rui mulai membaca satu persatu karakter pada laporan itu. Ada satu kalimat yang membuatnya merasa aneh.


'Nona mo sangat menyukai makanan gurih. Ia tidak menyukai makanan yang terlalu manis. Seleranya ini kemungkinan menurun dari ibunya, nyonya Hou minglan. '


Kenapa berbeda?


"Apakah kau yakin dengan isi laporan ini? "


Junyi menjawab penuh keyakinan. Ia sudah memeriksa isi laporannya beberapa kali. Ia juga sudah meminta bawahannya untuk memeriksanya sekali lagi sebelum melaporkan padanya.


Melihat keyakinan junyi. Sima rui semakin tak mengerti apa yang sedang terjadi. Kenapa baik selera maupun sikapnya sangat berbeda. Sima rui kembali membaca isi laporannya. Jika ia bandingkan dengan isi laporan sebelumnya. Perubahan yaner terjadi setelah ia kembali dari jianjing. Lalu sebuah ingatan muncul seperti potongan film.


" Dialah yang berhasil bertahan dari racun itu. Sebenarnya agak aneh. Karena ia sembuh dengan tiba-tiba."


Tiba-tiba sembuh? Yaner juga tiba-tiba sembuh saat berada di jianjing. Perubahan sikap dan sifatnya juga saat di jianjing. Ia hanya berada di sana sebulan. Tapi sikap maupun seleranya berubah drastis. Jika orang yang tak mengenal kediaman mo. Mereka pasti akan berasumsi bahwa mereka memiliki anak kembar.


Seperti mendapatkan pukulan di kepalanya. Sima rui menyadari sesuatu.


Anak kembar? Apa mungkin ada dua Yaner? Jika memang seperti itu. Dimana yaner yang asli? Apakah menteri mo juga mengetahui hal ini. Sima rui segera menutup laporannya.


"Jangan sampai siapapun tahu mengenai laporan ini. "


" Baik Yang mulia. "


Tok tok tok! !


"Pangeran maaf mengganggu. Aku membawakan anda cemilan makan malam. "


Suara Jiali yang terdengar di luar pintu menjadi sebuah gangguan bagi Sima rui. Ia melipat keningnya. Dan meminta junyi untuk mengurusnya.


Junyi segera membuka pintu lalu menutupnya kembali.


Tubuh kekar junyi berdiri tepat di hadapan Jiali. Kedua tangannya melipat di dadanya sambil membawa sebuah pedang di salah satu tangannya.


" Pangeran sedang sibuk. Dia tidak ingin diganggu. Harap nona He kembali. "


Malam ini adalah malam terakhir kesempatannya. Ia sudah mempersiapkan semuanya. Jika malam ini gagal. Ia tak akan memiliki kesempatan lagi.


"Aku sudah membuat ini. Apakah pangeran sama sekali tidak ingin mencobanya. Bukankah tidak sopan menolak kebaikan orang lain. "

__ADS_1


Melihat kegigihan gadis He itu. Sima rui akhirnya menyuruhnya masuk. Ia meminta gadis itu untuk segera pergi setelah meletakan kudapan malamnya.


Bunga-bunga bermekaran di hati Jiali. Ia hanya perlu menunggu Sima rui memakannya. Dan setelah itu, Sima rui akan sepenuhnya menjadi miliknya.


Malam ini terasa cukup panas, mungkin karena menjelang musim panas. Ziyan keluar sejenak untuk mencari udara. Meski belum terlalu malam tapi kediaman ini terlihat sepi. Tidak ada satu pun pelayan yang terlihat. Saat ziyan sedang berjalan-jalan. Ziyan melihat Jiali diam-diam masuk ke kamar Sima rui. Lampu di kamar itu masih menyala. Jadi ziyan yakin Sima rui masih belum tidur. Lalu apa yang Jiali lakukan di kamarnya jam segini.


Ziyan merasa detak jantungnya berdetak cepat. Ia tak ingin membayangkan apa yang sedang mereka lakukan. Ziyan mencoba membuang pikirannya itu dan memutuskan untuk berjalan ke sana. Semakin dekat dengan kamar tersebut. Ziyan bisa mendengar suara vulgar dari dalam.


" Ah.. ahh ....pangeran jangan... terburu-buru."


Ziyan terkejut dengan ******* Jiali. Ia tak menyangka sima rui bisa berbuat seperti ini. Tangan ziyan gemetar. Berbagai emosi bercampur jadi satu.


"Ahh...aH..."


Tak tahan mendengar ******* erotis itu.


Brakkk! !


Ziyan segera mendobrak masuk. Darahnya yang mendidih siap menghujani pria itu dengan tinjunya. Ia tak masalah pertunangannya batal. Bukankah mereka sepakat untuk membicarakan segala sesuatunya. Bukan bermain belakang seperti ini.


"Sima Rui! "


Ziyan memanggil langsung nama Sima rui. Sebagai keluarga kerajaan, sebenarnya hal yang tabu memanggil nama seorang pangeran atau anggota kerajaan yang lain langsung dengan namanya. Hanya orang dengan status lebih tinggi yang diperbolehkan memanggil nama mereka secara langsung.


"Kau siapa? "


Dengan polosnya ziyan bertanya pada pria itu. Wajah pria itu merah, bukan merah karena malu namun merah karena mabuk. Ia terlihat begitu menahan hasrat seksualnya.


Jiali yang mendengar pintu terbuka dan pertanyaan ziyan sontak terkejut. Bagaimana bisa ia tidak mengenali tunangannya. Jiali merasa ada yang tidak beres. Lalu ia membuka penutup matanya.


" AAHHHHHH!!! "


Jiali langsung menutup tubuh atasnya dan mendorong pria tersebut. Ia bergerak menjauhi pria itu hingga membuat terjatuh.


"SIAPA KAU!? " teriak Jiali sambil menunjuk pria itu. Tangannya gemetar menahan emosi. Air matanya mengalir deras karena harga dirinya yang sudah hancur.


Pria itu tidak menjawab. Ia hanya terengah-engah dengan wajahnya yang masih merah.


Ziyan merasa ada yang tidak beres dengan pria ini. Mungkinkah...


"Ada apa ini? " kemunculan tiba-tiba junyi sontak membuat Jiali dan Ziyan menatapnya.


Mata junyi melebar saat melihat kondisi pakaian Jiali yang berantakan. Lalu ada seorang pria asing yang tak jauh darinya.

__ADS_1


Sebelum junyi membuka suaranya. Para pelayan yang mendengar teriakan Jiali tiba. Mereka segera menghampiri ruangan yang menjadi kamar pangeran tersebut. Mereka begitu terkejut melihat apa yang sedang terjadi. Berbeda dengan para pelayan yang terlihat terkejut. Jiali hanya bisa menangis putus asa. Meratapi harga dirinya yang hancur. Ia sudah kehilangan kehormatannya.


"Ada apa ini? "


Tuan He yang bergegas datang ketika mendengar laporan dari salah satu pelayan bahwa sesuatu telah terjadi di kamar pangeran. Tuan He yang ketakutan tidak mendengarkan penjelasan pelayan tersebut mengenai apa yang terjadi. Tuan He hanya menangkap 'kamar pangeran terjadi sesuatu'. Ia sangat khawatir jika hal buruk terjadi pada putra sulung kaisar itu maka nyawa semua keluarganya menjadi taruhannya. Ia segera berlari menuju kamar Sima rui. Melihat begitu banyak pelayan yang berkerumun. Ketakutan tuan He semakin tak terkendali. Namun betapa terkejutnya tuan He, saat yang dilihatnya justru putrinya dengan pakaiannya yang berantakan bersama seorang pelayan pria.


Tak sanggup menahan amarahnya, tuan He segera menerjang pria itu dan menghujaninya dengan pukulan.


Ziyan yang melihat situasi semakin tak terkendali, meminta junyi untuk menahan tuan He.


Junyi cukup kesulitan menahan tubuh pria paruh baya itu. Emosi membuat tenaganya kuat. Dan itu sangat merepotkan Junyi.


"Tuan He tenanglah. Masalah ini sepertinya tidak sesederhana kelihatannya. Kau harus tenang agar bisa berpikir jernih. " Ziyan mencoba menenangkan tuan He.


Mendengar ucapan ziyan membuat tuan He mendapatkan kesadarannya kembali. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka suaranya.


"Kau benar nona mo. Maaf atas ketidak sopananku."


Karena tuan He sudah tenang. Ziyan mulai bertanya pada junyi.


"Dimana pangeran? Sesuatu terjadi di kamarnya. Kenapa ia tak ada disini. " (ziyan)


"Aku keluar mencari udara segar. " Sima rui muncul di antara kerumunan para pelayan.


Ia sebenernya sudah sejak tadi berada di sana. Tapi karena ia melihat ziyan yang menangani masalah dengan kepala dingin. Membuatnya ingin lebih lama menonton pertunjukan itu.


Semua pelayan secara refleks memberikan jalan padanya. Sima rui melihat sekeliling. Lalu melipat keningnya.


"Apa yang nona Jiali lakukan di kamarku? "


Ziyan tak habis pikir. Bukannya ia bertanya apa yang terjadi Ia justru bertanya apa yang Jiali lakukan di kamarnya.


"Ini kamarku. Tidak sembarang orang diperbolehkan masuk kesini. Apakah tuan He yang mengijinkan siapapun masuk ke kamarku? "


"Tentu saja tidak pangeran. Aku akan segera menghukum pelayan bajingan itu. "


Tuan He sudah menggulung lengan bajunya. Bersiap menghukum pelayan pria tersebut. Namun segera dihentikan oleh ucapan Sima rui.


"Kenapa menghukumnya? Jika kau ingin menghukum seseorang. Maka hukum putrimu. Aku yang mengijinkan pelayan itu masuk membantuku menggiling tinta. Tapi apa yang putrimu lakukan disini? "


Apa?!


Ziyan mengerti apa yang sesungguhnya terjadi disini. Kelihatannya ini semua bagian dari pertunjukan Sima rui.

__ADS_1


__ADS_2