
Pagi ini ziyan pergi ke halaman utara untuk mengunjungi nenek Mo. Sudah lama ia tidak bertemu dengannya.
" Pagi nek. Bagaimana kabar nenek? "
Nenek mo melihat cucunya dengan mata teduh dan senyum lembut. " Lama sekali kau tidak kemari yaner. Nenek pikir kau melupakan wanita tua ini. "
" Bagaimana mungkin nek. Maaf, akhir-akhir ini aku sibuk jadi baru bisa berkunjung ke sini. " Ucap ziyan penuh sesal.
Ziyan melihat sekeliling, " Dimana ayah dan ibu nek? mereka belum datang kemari? " lanjut ziyan bertanya.
" Ayahmu harus ke istana, karena kedatangan ibu suri. " jelas nenek mo.
Ziyan mengangguk, mengingat bahwa ibu suri yang sebelumnya tinggal di kuil heping harus kembali lebih awal karena insiden kebakaran kemarin.
Sementara di istana,
Sima rui berjalan menuju istana ibu suri, secara tidak sengaja bertemu dengan sima yan.
" Apa kakak akan menemui ibu suri juga? " tanya sima yan begitu melihat sima rui.
" Benar. Apa ayah juga memaksamu untuk menemui ibu suri? "
Sima yan tersenyum kecut. " Ternyata kakak juga. "
Baik Sima yan maupun Sima rui sebenarnya agak sungkan jika harus menemui ibu suri. Wanita yang disebut sebagai ibu suri itu bukanlah ibu kandung ayah mereka. Hanya karena ia merupakan istri kesayangan kakeknya, ia bisa menduduki kedudukan itu.
" Ibu suri. Pangeran mahkota dan Pangeran pertama datang mengunjungi anda. " lapor pelayan memberitahu kedatangan kedua pangeran.
" Persilahkan mereka masuk. "
Setelah mendengar perintah ibu suri, pelayan itu segera mundur untuk mempersilahkan kedua pangeran masuk.
Sima yan dan sima rui yang baru masuk cukup terkejut ketika melihat shuwang duduk di samping ibu suri. Hubungan keduanya nampak begitu dekat.
" Hormat ibu suri. Semoga selalu sehat dan panjang umur. " Ucap Sima rui dan Sima yan bersamaan.
__ADS_1
" Terima kasih karena kalian berdua sudah mengunjungi wanita tua ini. " Ucap ibu suri sambil tersenyum.
" Ibu suri masih cantik dan tampak masih muda, jadi tolong jangan bicara seperti itu. "
Ibu suri terkekeh, " Mulutmu masih manis seperti dulu pangeran mahkota. Aku rasa putri shuwang pasti akan bahagia ketika menikah denganmu karena selalu mendengar kata-kata manis darimu. " Ucap ibu suri sembari menatap wanita muda yang ada di sampingnya.
Wanita yang di tatapnya tersipu malu. " Ibu suri, anda bisa saja. Aku dan pangeran mahkota belum memikirkan sejauh itu. Jadi tolong jangan mengolok-olok ku. " Bibir shuwang mengerucut.
" Kau tidak perlu malu shuwang. Pertunangan kalian sudah di atur lama. Kalian akan segera menikah begitu pangeran pertama menikah. "
Shuwang yang sangat bahagia mendengar ucapan ibu suri tak mampu lagi menyembunyikan perasaannya. Ia tersipu malu dengan hati yang di penuhi ribuan kembang api kebahagian. Namun berbeda dengan sima yan yang tampak biasa saja, bahkan cenderung tidak peduli.
" Pangeran pertama, dimana calon istri mu? kenapa kau tak mengajaknya kemari? " Tanya ibu suri.
" Maaf ibu suri, aku yang tidak peka. Lain kali aku akan berkunjung lagi dengannya. "
Ibu suri tersenyum. " Tak apa. Aku tahu sifatmu yang tidak sehangat putra mahkota. Lain kali ajaklah dia, aku ingin melihatnya. "
" Baik ibu suri. " Jawab singkat Sima rui.
Ibu suri dan shuwang kembali bercerita seolah melupakan kedua pangeran yang ada di situ. Tiba-tiba seorang pelayan datang dan menyampaikan bahwa Yang mulia raja ingin bertemu dengan pangeran pertama.
" Tak apa, aku tahu kau sibuk pangeran pertama. "
Sima rui segera berbalik dan pergi. Kini Sima yan harus menderita sendirian karena harus bersabar mendengarkan kedua wanita di depannya itu bercerita.
Fengxiao melihat Sima rui keluar tapi tak ada Sima yan bersamanya. " Pangeran, apa anda keluar sendiri? " tanya feng xiao.
" Iya. Tampaknya adik ku senang berbincang dengan ibu suri dan calon istrinya. Jadi aku memutuskan keluar sendiri. " Jawab Sima rui bohong.
" Benarkah? " feng xiao tampak ragu dengan jawaban Sima rui.
" Apa kau tidak percaya denganku? " Sima rui justru kembali bertanya membuat feng xiao tak berani lagi meragukan pangeran sekaligus jenderal besar itu.
Sima rui pergi begitu saja bersama junyi meninggalkan feng xiao yang masih setia menunggu tuannya. Diam-diam Sima rui menyeringai memikirkan nasib sang adik yang masih harus terjebak di istana ibu suri.
__ADS_1
" Kau melakukan dengan baik junyi. " Puji Sima rui. Sebenarnya, Sima rui sudah mengantisipasi hal ini. Sebelum datang, Ia sengaja meminta junyi memanggil salah satu kasim ayahnya dan menyuruhnya untuk membuat pesan seakan sang ayah memanggilnya.
*******
Lucy masuk ke ruang rawat dimana ia merawat gadis yang tidak sengaja ia temukan dulu. Saat akan memberikan obat. Ia dikejutkan dengan pasiennya yang sebelumnya koma, kini tengah duduk dengan pandangan kosong.
" Kau sudah sadar? " tanya lucy mendekat. Gadis itu hanya diam menatap lucy.
" Aku menemukan mu terluka, lalu membawa dan merawat mu. " lucy menjelaskan situasi gadis itu. " Apa ada yang ingin kau katakan? "
Gadis itu masih diam, lalu perlahan berbicara meski suara nya sangat kecil. " si.. ap.. pa aku. "
" siapa aku? " lucy mengulang apa yang gadis itu ucapkan. " Apa kau tak ingat sama sekali siapa dirimu. " Gadis itu mengangguk pelan.
Kemudian lucy memutuskan untuk memanggil ziyan. Dan tak butuh waktu lama, ziyan tiba di rumah lucy.
Ziyan menatap gadis itu, " Apa kau tak ingat apa-apa? " Tanya ziyan.
Gadis itu menggeleng, " Aku tak tahu siapa diriku. "
Ziyan tipe orang yang tidak mudah percaya. Karena itu ia berniat melakukan sedikit tes.
" Putri shuwang.. " panggil ziyan. Meski hanya sekilas, ia bisa melihat mata gadis itu bergetar sebelum akhirnya kembali seperti semula.
" Bibi bisakah kau siapkan sup untuknya. Aku pikir ia pasti lapar setelah sekian lama tertidur. "
" Kau benar. Mungkin setelah makan ia akan mengingat siapa dirinya. " Jawab lucy asal lalu pergi.
Melihat bibinya sudah pergi, ziyan kembali menatap gadis itu. " Aku tahu kau tidak amnesia. Bibiku sudah pergi. Apa kau masih ingin berpura-pura. " Ziyan berucap tanpa kelembutan sama sekali di wajahnya.
Gadis itu mengepalkan tangannya yang ada di balik selimut. Ia tidak boleh mengakuinya, ia pasti hanya menduga-duga, pikir gadis itu.
" Aku tidak tahu apa maksudmu. " jawab gadis itu pura-pura tidak mengerti maksud ziyan.
Ziyan mengangkat satu alisnya. ' ternyata cukup keras kepala juga. '
__ADS_1
" Jika kau masih ingin bersandiwara, maka aku akan mengantarmu bertemu dengan shuwang palsu yang ada di istana. Aku ingin lihat, bagaimana reaksi mereka. Mungkin mereka akan menganggap mu sebagai penipu lalu menghukum mu. " ancam ziyan dan itu berhasil membuat mata gadis itu terbelalak.
" Siapa kau? Kenapa kau berhubungan dengan istana? " tanya gadis itu penasaran dengan identitas ziyan.