Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 87


__ADS_3

Tak ada seorangpun yang berani membahas rumor itu lagi. Mengetahui bahwa menyebarkan rumor tersebut merupakan kejahatan karena memfitnah keluarga kerajaan. Membuat para pendongeng yang lain kini enggan membuka mulut mereka untuk bercerita mengenai hal itu. Dalam dua hari rumor tersebut hilang dari masyarakat ibu kota. Meski begitu, rumor tersebut tidak serta merta hilang dari pengadilan istana. Para menteri menilai tindakan putra mahkota yang membela nona besar mo justru merupakan pembenaran atas rumor tersebut.


"Jadi apa yang kalian inginkan. Apakah kalian ingin aku percaya rumor tersebut dan menghukum ketiganya? "


Kaisar yang sudah terlalu geram dengan para menterinya yang justru lebih fokus dengan masalah ini dan bukan masalah negara mulai menunjukan sikapnya.


Para menteri sadar bahwa Kaisar sudah mulai kesal, mereka menghentikan tuntutan dan memilih diam.


" Bukannya fokus dengan masalah negara, kalian justru mengurusi masalah pribadi para pangeran. Apakah aku menggaji kalian untuk mencampuri urusan mereka. " Hening masih menyelimuti aula pengadilan. "Kita akan membahas hal ini setelah pangeran rui kembali. "


Kaisar bangkit dari kursinya dan meninggalkan aula begitu saja. Semua menteri masih membungkuk dalam diam ketika pemimpin negara mereka pergi.


*********************


Kediaman Mo, Halaman barat.


"Gaia seperti yang kau duga. Rumor itu berhenti sendiri. Bagaimana kau bisa tahu? " (Snowy)


Ziyan memandang kucingnya itu. Sudah seminggu ini ia memanggil dirinya dengan nama sebenarnya.


"Ada apa? Kenapa kau diam. " ( Snowy)


"Kau yang ada apa? Kenapa kau kembali memanggilku dengan nama itu? "


Ekspresi snowy berubah. Ia memandang ziyan sejenak kemudian mengarahkan matanya ke arah lain.


"Aku hanya tak ingin kau melupakan dirimu yang sesungguhnya. Setelah melihat hubunganmu dengan Sima rui. Aku takut kau melupakan dirimu dan sepenuhnya menjadi orang lain. "


Kucing gemuknya ini ternyata khawatir dengan hal yang sia-sia. Meski ia menikmati kehidupannya di dunia ini. Tapi jauh di dalam hatinya ada keinginan untuk kembali ke dunianya. Dan keberadaan Sima rui tentu saja tidak merubah keinginannya tersebut.


"Kau tahu ini. " Ziyan mengeluarkan liontin yang selalu di pakainya.


"Itu bukannya liontin yang diberikan Duke Arthur bukan? kau masih memakainya."


Snowy mengenali liontin itu. Itu adalah hadiah dari bangsawan sekaligus teman masa kecil Gaia.


Ziyan tersenyum kecut. " Tentu saja. Aku selalu ingat dengan asal usulku dan jika bisa, aku juga ingin kembali. Tapi kenyataannya tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang kecuali menjalani kehidupan saat ini. "

__ADS_1


Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Baik Snowy dan ziyan tahu bahwa tidak ada cara bagi mereka untuk kembali.


"Maafkan aku karena meragukanmu. Aku lihat kau begitu menikmati kebersamaanmu dengan Sima rui. Jadi ku pikir kau.... "


"Bodoh. Aku dan Sima rui bisa berhubungan baik karena kami mengerti satu sama lain. Tidak ada darinya yang membuatku harus melupakan identitasku yang sebenarnya. "


Snowy ragu. Dari apa yang ia lihat selama ini. Hubungan baik mereka berdua tidak tampak hanya karena saling mengerti satu sama lain. Apakah mereka berdua tidak menyadari perasaan mereka sendiri.


"Baiklah. Mari kita lupakan sejenak pembicaraan ini. Sekarang apa yang akan kau lakukan setelah rumor ini hilang. " (snowy)


" Tentu saja mencari pelakunya. Apakah menurutmu rumor muncul dari tanah. Seseorang pasti sengaja menyebarkannya."


" Bagaimana kau mencarinya? "


Ziyan tertawa sinis. Rumor itu menceritakan awal pertemuannya dengan sima yan begitu detail. Namun setelah itu cerita menjadi berubah. Itu berarti 'dia' yang menyebarkan rumor pasti berada di tempat ia bertemu dengan sima yan.


Sima yan dan feng xiao keluar dari daftarnya, dan yelu memiliki kemungkinan kecil. Karena jika rumor ini berdampak pada keluarganya, maka akan berdampak pula pada chufeng. Yang tersisa hanya Jiangwu. Jadi ia sudah meminta luyi untuk memeriksa informasi mengenai jiang wu dari heilong. Dan hasilnya, ternyata ia sering ke kasinonya. Bukankah itu suatu kebetulan yang bagus.


Ziyan pergi ke chuntian tanpa xiaoqi maupun yaoyao. Penampilannya dengan pakaian pria dan kipas di tangannya membuatnya tampak seperti pria bangsawan cantik.


"Tuan muda. Sepertinya anda sangat hebat dalam permainan ini. Maukah anda memberikan beberapa tips padaku. "


Ziyan membuka kipasnya, " Itu mudah. Bagaimana jika kita mengobrol sambil minum dilantai dua. "


Mereka segera menuju lantai dua yang merupakan bar dan klub malam. Klub malam ziyan sudah berkembang cukup pesat. Meski kebanyakan tamu yang datang bukan wanita bangsawan, melainkan wanita kaya biasa. Namun itu sudah cukup menghasilkan.


" Mari kita bersulang terlebih dulu untuk perkenalan kita. " Ziyan mengangkat gelasnya sebagai tanda ajakan bersulang.


Jiangwu menerima ajakan ziyan dan mengosongkan arak dalam gelasnya dengan sekali teguk.


" Wah.. benar-benar arak yang bagus. " (Jiangwu)


" Kalau begitu silakan kau minum lagi. Mempelajari sesuatu lebih mudah jika dilakukan sambil minum. " (Ziyan)


Ziyan menuangkan lagi dan lagi gelas jiangwu. Toleransi alkohol pria ini tertanya tidak begitu kuat. Belum sampai sepuluh gelas, Jiang wu sudah mabuk.


"Dia sudah mabuk? " (Binjie)

__ADS_1


Bingjie menghampiri meja ziyan, ia melihat wajah jiangwu yang sudah merah karena mabuk.


" Sepertinya. Baguslah dia cepat mabuk. Aku tak ingin perutku kembung karena terlalu banyak minum air putih. " ( Ziyan)


Beberapa saat yang lalu saat ziyan memesan arak.


"Bawakan arak yang paling kuat. "


Bingjie memperhatikan pria cantik di hadapannya. Wajahnya tampak familiar, namun ia yakin ia tidak mengenal orang ini.


Melihat binjie yang masih mengamatinya. Ziyan kembali membuka mulutnya.


" Ini aku. " Ziyan menggunakan suara wanitanya, dan tentu saja bingjie langsung mengenalinya. Matanya langsung terbuka lebar karena terkejut.


"Nona.. kenapa kau.. " Binjie berbicara berbisik.


"Diamlah. Dan bersikaplah seperti biasa. " Ziyan berusaha berbicara sewajar mungkin, karena ia tahu jiangwu memperhatikannya dari meja. " Bawakan aku satu botol arak yang paling kuat. Dan sebuah botol arak namun berisi air biasa. "


" Baik tuan. " Bingjie tersenyum ramah. Ia tahu apa yang harus di lakukannya.


Dan sekarang, Jiangwu sudah mabuk. Namun karena ia sudah mengatur tingkat mabuk jiangwu. Jadi ia masih bangun meski kesadarannya telah melayang akibat alkohol.


"Jiangwu. Apa kau tahu siapa aku. " Ziyan menepuk pelan pipi jiangwu.


" hik... Ah.. teman kartu. "


Setelah memastikan Jiangwu masih bisa di ajak bicara. Ziyan mulai melakukan interogasinya.


" Jiang wu. Apakah kau tau rumor mengenai putra mahkota dan tunangan pangeran pertama? "


Dengan kesadaran yang masih melayang. Jiangwu menjawab pertanyaan ziyan. " Ah rumor itu... Aku.. hik... tahu... "


"Apa kau menceritakan kejadian di hutan donglu pada orang lain? "


Jiang wu menganggukan kepalanya lalu tertawa kecil. " Aku... hehehe tidak sengaja menceritakan hal itu pada sepupu hik...Sier.. saat itu..ia bercerita bahwa ia melihat... Pangeran mahkota bertemu dengan... nona besar... mo. "


Ziyan mulai berpikir. Jika Jiang sier mengetahui hal ini. Mungkinkah Hong sujin juga mengetahuinya? mengingat gadis itu sangat membencinya. Jadi ada kemungkinan ia lah yang menyebarkannya.

__ADS_1


__ADS_2