
Perjalanan ke kota lingguang memakan waktu setengah hari. Ziyan menaiki kereta kuda bersama snowy. Sedangkan Sima Rui menunggangi kudanya sendiri. Ziyan sengaja tak mengajak yaoyao, karena ia tahu perjalanan ini cukup berbahaya. Jadi ia memutuskan hanya mengajak xiaoqi bersamanya. Awalnya tuan mo tak menyetujui jika hanya mengajak xiaoqi, tapi setelah mendengar ia berangkat bersama dengan pangeran pertama. Mo yincheng tak ada pilihan lain selain menyetujuinya.
Xun ai yang sudah terkurung dalam kegelapan selama dua hari mulai memperlihatkan tanda-tanda depresinya. Ia memohon agar dikeluarkan dari tempat sesak tersebut. Tanpa cahaya dan suara, ternyata bisa membuatnya menyerah. Ia mengungkapkan bahwa tuannya adalah pemilik pasar gelap. Ia tak pernah melihat wajahnya karena ia selalu menggunakan topeng. Xun ai juga menambahkan, tuannya memiliki sebuah kamp militer rahasia. Dan semua itu berhubungan dengan pasar gelap.
Jika benar apa yang ziyan pikirkan, maka orang yang xun ai sebut tuan ini memang berniat mengambil kekuatan militer sima rui. Tapi jika benar ia memiliki sebuah kamp militer. Bukankah harus ada dana yang menyokong agar kamp tersebut tetap berjalan. Dan itu pastinya bukan jumlah yang kecil.
Selama perjalanan ziyan terus memikirkan masalah tersebut. Sumber dana? ia harus menemukan sumber dana dari kamp tersebut. Jadi ia bisa menebak siapa pemilik sekaligus dalang dibalik kematian yaner.
Mereka tiba di kediaman seorang pejabat penyelidik kota lingguang. Pejabat He beserta keluarga menyambut rombongan Sima Rui. He changyi, pejabat yang dikenal cukup baik oleh Sima Rui. Ia seorang pejabat yang jujur dan dermawan.
Sima Rui turun dari kudanya, ia kemudian membantu ziyan turun dari gerbongnya. Pemandangan itu sontak membuat keluarga He yang menyambut terperangah. Pangeran pertama yang dikenal sangat dingin pada wanita, membantu seorang wanita turun dari kereta. Siapa sebenarnya wanita ini?
"Selamat datang pangeran pertama. Kami sudah menunggu kedatangan anda. Kami juga sudah menyiapkan kamar untuk anda. " Tuan He melirik ziyan." Maaf sebelumnya, nona ini? " Pejabat He tidak ingin sembarang menebak. Jadi ia memutuskan untuk bertanya.
"Dia tunanganku, Mo ziyan. Calon istriku. "
Terjawab sudah rasa penasaran keluarga He. Nyonya dan tuan He dengan hormat memberikan salam mereka pada ziyan.
Ziyan pun menjawab kembali salam mereka dengan sopan.
"Kenapa kita tidak tinggal di penginapan pangeran?" Ziyan berbisik pada Sima Rui saat berjalan masuk ke dalam kediaman He.
"Itu tidak aman. Karena kita kesini untuk penyelidikan. Pasti akan banyak gangguan yang datang nantinya."
Hm... Masuk akal juga. Lagipula jika di bandingkan dengan tinggal di penginapan, pasti lebih nyaman tinggal disini. Ada kamar, makanan, dan pelayan. Tidak buruk.
Tuan dan nyonya He menjamu keduanya di ruang tamu. Pelayan bergantian masuk dan keluar membawakan teh dan makanan ringan untuk mereka.
Sima Rui tidak mengatakan alasan kedatangan mereka untuk penyelidikan. Ia hanya mengatakan pada pasangan He bahwa dirinya sedang melakukan rekreasi singkat setelah acara pertunangan mereka. Sebenarnya menggunakan alasan ini sangat tidak sesuai dengan sifat Sima Rui. Tapi itu terdengar cukup lucu bagi ziyan.
__ADS_1
"Ayah ibu. Kalian memanggilku? " Seorang gadis cantik datang ke ruang tamu. Sepertinya putri tuan dan nyonya He.
" Li er. Ini adalah pangeran pertama dan tunangannya, nona mo. Untuk sementara mereka akan tinggal disini. Jadi kau harus menjaga sopan santunmu. "
"Baik ayah. Lier mengerti. "
"Pangeran, nona mo. Dia adalah putriku, He jia li. " Tuan He memperkenalkan putrinya.
Ziyan memperhatikan jia li. Ia memiliki wajah cantik, dengan tubuh langsing seperti gadis pada umumnya. Tapi ada hal yang menarik perhatian ziyan. Pandangan gadis itu saat menatap sima rui. Matanya tampak berbinar memperlihatkan ketertarikannya pada sima rui. Seakan tak memperdulikan ziyan yang duduk disebelahnya.
Ziyan lalu memperhatikan sima rui. Tunangannya ini memang tampan. Pantas saja kemanapun ia pergi, selalu menarik perhatian. Alih-alih cemburu, ziyan justru bangga tunangannya ini bisa menarik banyak perhatian karena wajah tampannya.
Sima rui tidak peduli dengan tatapan berbinar dari jiali. Ia hanya menganggapnya sebagai orang lewat tanpa kesan sama sekali. Begitulah Sima rui. Sikap dinginnya yang justru membuat beberapa wanita lebih penasaran dengannya.
Setelah perbincangan singkat dengan keluarga He. Sima rui dan ziyan kembali ke kamar mereka masing-masing.
βBesok malam kita akan mulai penyelidikannya. Jadi kita tidak memiliki rencana pada siang hari. Apakah kau ingin pergi ke pusat kota? "
Ziyan merasa ide Sima rui cukup bagus. Ia bisa melihat-lihat situasi kota terlebih dulu.
" Baik. Aku rasa sedikit bersenang-senang sebelum bekerja bukan hal buruk. "
Karena telah mencapai kesepakatan. Sima rui memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
πΊπππππππ ππππππ’π,
Ziyan menikmati suasana kota lingguang. Kota yang ramai seperti ibu kota shangjing. Karena sudah seharian berjalan dan membeli beberapa souvenir. Ziyan memutuskan untuk beristirahat di sebuah kedai teh.
Junyi dan xiaoqi yang bertugas mengawal mereka, beralih fungsi sebagai pembawa barang ziyan. Xiaoqi mungkin sudah terbiasa, tapi berbeda dengan junyi. Ini kali pertamanya ia menjadi pembawa barang dan itu membuat harga dirinya sebagai pengawal, runtuh sudah. Tapi mengingat yang memberikan perintah calon nyonya masa depan, ia tak bisa menolak.
__ADS_1
Junyi juga sebenarnya ingin menghentikan tuannya. Ia membeli apapun yang dipegang gadis itu . Tapi apa daya, ia terlalu takut akan hukuman yang akan ia terima jika dirinya mengganggu kencan mereka. Junyi hanya bisa berdoa semoga calon nyonyanya itu behenti menyentuh barang-barang lagi.
Karena mereka berada di kedai teh biasa, tidak ada tempat pribadi disini. Jadi ziyan memesan dua meja biasa dan berbaur dengan meja pengunjung yang lain. Menurut ziyan itu hal yang bagus. Setidaknya ia bisa mendengarkan beberapa gosip yang sedang dibicarakan. Telinga ziyan tertarik dengan sebuah pembicaraan dari arah kanan mejanya.
" Kau tahu kabarnya ada anak yang hilang lagi. "
"Apa! lagi? "
"Iya. Dan kabarnya masih anak-anak yatim yang hilang. "
" Kasihan sekali nasib anak-anak itu. Entah mereka masih hidup atau sudah mati sekarang. "
Anak hilang? Apakah ada penculikan? Ziyan tak menyangka kota lingguang yang terlihat damai ternyata ada kasus seperti itu. Ia kemudian melirik Sima rui yang masih menikmati tehnya dengan tenang. Apakah ia tidak mendengar gosip barusan?
" Pangeran. Apakah kau tidak mendengar gosip barusan? "
" Dengar. "
"Lalu... "
Sima rui sama sekali tak mengerti dengan maksud tunangannya tersebut. Jadi ia hanya menatapnya tanpa mengatakan apa-apa.
" Maksudku. Apakah kau sama sekali tidak penasaran dengan kejadian itu. Bagaimanapun yang hilang adalah rakyatmu. "
Sima rui sepertinya sudah menangkap maksud gadis tersebut. Ia bertanya tentang perhatiannya terhadap rakyatnya. Bukan karena Sima rui tidak perhatian dengan rakyatnya. Tapi jika ia juga mengurus masalah kecil seperti itu juga. Apa gunanya pejabat daerah disini?
"Mereka akan mengurusnya. "
"Mereka? " Ziyan tampak berpikir, apakah yang dimaksud petugas penyelidik daerah. Tapi bukankah mereka bilang 'lagi'. Itu berarti kejadiannya sudah sering terjadi kan. Lalu kenapa belum ada tanggapan dari pejabat terkait. Apakah mereka ikut terlibat?
__ADS_1
Melihat ziyan begitu keras berpikir. Sebuah senyum tipis mengembang di bibir Sima rui.
"Mungkin kita akan menemukan sesuatu nanti malam. "