Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 158


__ADS_3

Yifeng menatap pasangan pengantin yang berjalan menuju tandu. Ia hanya menggeleng melihat sikap Sima rui. Pasalnya, dirinyalah yang seharusnya menggendong ziyan. Namun saat dirinya hendak maju, Sima rui dengan cepat mencegahnya dan dengan tidak tahu malu menawarkan diri menggendong ziyan. Entah ia harus senang atau prihatin melihat adik sepupunya yang akan segera mendapatkan suami yang begitu posesif padanya.


Chufeng yang sejak tadi berdiri di samping yifeng menoleh saat mendengar kakaknya menghela napas kasar.


" Kenapa kau menghela napas seperti itu kak? Tersenyumlah, jangan sampai wajah jelek mu itu merusak hari bahagia kak yaner. " Ucap chufeng menggoda yifeng.


Yifeng mengusap kepala chufeng. " Kau ini. Sembarang saja kalau bicara. Aku hanya tak menyangka bahwa pangeran pertama yang selalu tampak dingin bisa memperlakukan saudara kita dengan penuh cinta. Lihatlah. Ia sampai tak membiarkan aku menggendong yaner. " Jelas yifeng menunjuk sepasang pengantin tersebut dengan dagunya.


Chufeng terkekeh mendengar sindiran yifeng pada Sima rui. " Kau benar kak. Pangeran pertama pastilah sangat mencintai kak yaner. Bahkan wajahnya yang selalu tampak dingin itu terlihat berbeda hari ini. Ah, tiba-tiba aku jadi ingin suami seperti pangeran pertama."


" Aku yakin yelu akan sedih jika mendengar ucapan mu. " Goda yifeng.


Kebahagiaan yang Sima rui rasakan hari ini memang tak bisa ia sembunyikan. Bibirnya terus tersenyum meski hanya sebuah senyum tipis. Namun bagi mereka yang mengenalnya, Itu adalah hal yang luar biasa.


Tirai tandu segera diturunkan begitu ziyan duduk di dalamnya. Dan dengan segera rombongan membawa sang mempelai ke kediaman Sima rui. Sepanjang jalan, Uang kebahagiaan tak lupa di sebar. Masyarakat yang melihat ikut merasakan acara bahagia tersebut.


" Lihat itu pangeran pertama. Sungguh tampan sekali. "

__ADS_1


" Benar. Selain tampan beliau juga sangat kuat. "


" Ah aku sungguh iri dengan calon istri pangeran. "


" Semoga pangeran dan putri hidup bahagia. "


Rakyat memberikan berbagai macam tanggapan. Ada yang iri, namun ada pula yang tulus memberikan restu dan doa nya.


Setelah melewati berbagai prosesi yang melelahkan. Akhirnya ziyan tiba di prosesi terakhir, yaitu membuka penutup kepala. Di kamar pengantin, Ziyan duduk di pinggir ranjang menunggu Sima rui untuk melakukan tugasnya.


" Pangeran, silakan buka penutup kepala putri. " Ucap wanita paruh baya yang menjadi pengarah upacara pernikahan Sima rui.


Sima rui mengambil tongkat yang di berikan wanita paruh baya itu. Dan dengan tongkat itu, Sima rui membuka penutup kepala ziyan. Mata keduanya bertemu sesaat setelah penutup kepala ziyan terbuka.


" Cantik. " Gumam Sima rui. Ziyan yang mendengarnya tersipu malu.


"Pangeran dan putri. Silakan diminum arak pernikahannya. " Ucap pengarah upacara sembari membawa dua cawan arak. Dan dengan sekali teguk, ziyan berhasil mengosongkan cawannya.

__ADS_1


" Selamat. Semoga kalian panjang umur dan selalu bahagia. "


" Semoga tuan putri cepat mendapatkan momongan. "


Ucap para pelayan yang sejak tadi melewati prosesi dari awal hingga sesi terakhir.


" Kalian keluarlah. " Suara berat Sima rui mengusir orang-orang yang ada di kamarnya.


Bukannya sakit hati atau tersinggung. Mereka justru tertawa kecil karena melihat Sima rui yang sudah tak sabar ingin segera berduaan dengan ziyan.


Kedua pengantin baru itu duduk di tepi ranjang. Mereka terlihat canggung. Bahkan ziyan tak tahu harus bersikap bagaimana.


" Akhirnya kau menjadi milikku, yaner. " Ucap Sima rui pelan.


Ziyan tersenyum. Tangannya menyentuh pipi Sima rui. Lalu secara perlahan mengarah pada tengkuk Sima rui dan dengan dengan sekuat tenaga menarik tengkuk pria itu.


Sima rui cukup terkejut dengan apa yang terjadi. Ia tak menyangka akan mendapatkan ciuman tiba-tiba ziyan.

__ADS_1


__ADS_2