
Peperangan itu berakhir dengan kekalahan Baiji. Hasil yang sudah pasti sejak awal. Semua prajurit baiji juga memutuskan menyerah dan tunduk pada Sima rui.
" Lepaskan aku Jiang. Bunuh saja aku. " Pekik Baiji dengan tangannya yang terantai.
" Sayangnya kau meminta pada orang yang salah. Pangeran memerintahkan ku untuk tak membunuhmu. " Jawab Jiang masih dengan wajah datar.
" Kau memang anjing setia Sima rui. " Cibir Baiji.
Jiang menatap Baiji, lalu mengangguk. " Kau benar. Dan aku merasa beruntung dengan hal itu. Tidak buruk menjadi anjing setia seorang dewa perang. Setidaknya ia bukan seorang wanita tua yang hanya bisa duduk dan memerintah. "
Telak. Sindiran Jiang mampu membuat amarah Baiji kembali tersulut. Secara tidak langsung ia mengatakan dirinya orang bodoh yang mau menjadi anjing seorang wanita lemah.
Tak ingin terus berdebat. Komandan Jiang memilih pergi, meninggalkan Baiji yang terus mengumpat dan memakinya.
Di tenda utama.
Shuwang dan Sima rui membuat surat perjanjian. Keduanya sepakat akan menggabungkan dua kerajaan tersebut namun tetap dengan pemerintahan yang terpisah. Keputusan ini diambil setelah sisa prajurit wei memutuskan untuk bergabung dengan kerajaan jin.
Kerajaan jin dan kerajaan wei akan tetap menjadi dua kerajaan berbeda. Hanya saja, kerajaan wei akan menjadi bagian dari kerajaan jin. Dengan kata lain siapapun yang menjadi raja di kerajaan wei nanti, ia harus tunduk pada kekuasaan kekaisaran jin.
Kesepakatan itupun di setujui oleh shuwang. Menurutnya bergabung dengan kerajaan jin adalah pilihan terbaik. Ia tidak mungkin mendapatkan kembali kerajaan wei jika tidak ada bantuan dari Sima rui.
" Aku harap kerajaan wei akan semakin makmur dengan dukungan kekaisaran jin. " Ucap shuwang penuh harap.
" Pasti. " Jawab Sima rui.
Hal yang mengejutkan diketahui setelah itu. Kebenaran akan para prajurit baiji yang ternyata rakyat jin yang diam-diam dilatih oleh ibu suri.
" Aku tidak menyangka bahwa mereka semua adalah rakyat jin. Pantas saja heilong kesulitan menemukan keberadaan mereka. Ternyata mereka telah bergabung dengan suku bar-bar. " Ziyan teringat dengan tugas pencarian camp pelatihan yang ia berikan pada heilong.
" Sekarang semuanya jelas. Orang yang berada di belakang Hong dawei dan ketua Gui adalah ibu suri. "
__ADS_1
" Kau benar. " Ziyan mengangguk menyetujui ucapan Sima rui. Namun meski memberikan tanggapan, Pria itu tahu bahwa ziyan sedang memikirkan hal lain.
" Ada apa? Apa kau masih khawatir dengan semua orang di ibu kota? " Tanya Sima rui.
Ziyan menghela napas, " Sudah satu bulan kita merencanakan semuanya dan akhirnya berhasil merebut kembali kerajaan wei. Kita juga akan kembali ke ibu kota besok. Semoga kedatangan kita belum terlambat. Karena dari informasi terakhir yang aku terima. Hampir semua menteri kini sudah mendukung ibu suri. Kita juga tidak tahu bagaimana kondisi Yang mulia kaisar karena ibu suri menutupinya. Keberadaan putra mahkota juga masih tidak di ketahui. Memikirkan semuanya, membuat kepalaku pusing. "
Sima rui menarik ziyan dan memeluknya. " Kalau begitu jangan memikirkannya, biarkan aku saja yang memikirkannya. "
Ziyan mendongakkan wajahnya menatap Sima rui. " Lalu apa yang ku lakukan jika berpikir pun tak boleh. "
" Cukup dengan bahagia. Jika kau bahagia, aku akan senang. Tak masalah jika kau bahagia dengan membuat kekacauan. Karena aku yang akan menyelesaikan semuanya. "
Ziyan melepaskan pelukannya lalu memicingkan matanya. Kedua tangannya terlipat di dada. " Kau tahu, beruntung kau bertunangan denganku. Jika itu gadis lain aku jamin ia akan memanfaatkan Cinta buta mu ini. "
Salah satu sudut bibir Sima rui terangkat. " Maka kau harus kecewa, karena tidak mungkin bisa melihat bagaimana cinta buta seorang Sima rui. Sikap ku tak akan sama jika itu gadis lain. " Jawab yakin Sima rui.
" Sekarang tidurlah. Besok kita akan berangkat ke ibu kota. "
" Dia baru saja mendapatkan kembali kerajaan wei. Sudah pasti akan banyak hal dan masalah baru yang harus di selesaikan. Apalagi perihal kematian kaisar wei yang diketahui hampir semua orang. Sudah di pastikan akan banyak pihak yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut. " Jelas ziyan.
Sima rui diam tampak berpikir. Jika kerajaan wei jatuh ke tangan orang lain lagi, tentunya hubungan dengan kerajaan jin juga akan berpengaruh.
" Baiklah. Aku akan meminta Dan er membantu putri. "
Ziyan mengerutkan keningnya. " Kenapa Dan er? Dia salah satu pangeran jin. Bukankah lebih bijaksana jika membantu kita menyelesaikan masalah di istana jin. " Ujar ziyan tak mengerti dengan jalan pikiran Sima rui.
" Ia secara tidak langsung juga membantu menyelesaikan masalah negara jin. Seperti yang kau katakan, jika kerajaan wei kembali jatuh ke tangan orang lain, hal itu akan menjadi masalah baru untuk kita. Kita juga perlu membersihkan jejak ibu suri di sana."
Ziyan akhirnya mengerti maksud Sima rui. " Kau benar. "
**********
__ADS_1
Ziyan dan Sima rui akhirnya mulai perjalanan mereka kembali ke ibu kota. Jika sebelumnya perjalanan mereka hanya terdiri dari beberapa orang. Kini mereka bersama dengan ratusan prajurit.
" Hati-hati di jalan kak. " Ucap Sima Dan mengantar kepergian Sima rui.
" Kau juga. Maaf karena memintamu untuk tinggal sementara di sana. Secepatnya selesaikan urusan di kerajaan wei. "
" Tak apa kak. Aku akan secepatnya kembali dan membatu kakak. "
Kedua saudara itu berpelukan sebagai salam. perpisahan.
**********
Kabar kekalahan Baiji akhirnya sampai di telinga ibu suri. Tidak hanya itu, bahkan mengenai kabar kerajaan wei yang bergabung dengan Kerajaan jin di bawah perintah sima rui juga.
" Dan saat ini, pangeran pertama bersama ratusan prajurit jin sedang mengarah ke ibu kota Yang mulia. " Lapor salah satu bawahan ibu suri.
Wanita cantik yang tampak masih cukup muda untuk di panggil ibu suri itu masih diam menatap lukisan yang sedang dibuatnya. Dilihat dari ekspresinya tampak dirinya seakan tak terpengaruh dengan laporan dari bawahannya tersebut.
" Aku mengerti. Pergilah. " Titah ibu suri pada bawahannya.
Ibu suri mencengkram kuat kuas ditangannya hingga patah. Rahangnya mengetat dengan pandangan mata gelap. Tak sanggup lagi menyembunyikan amarahnya. Semua rencana yang sudah ia susun dengan matang, satu persatu harus gagal di tangan Sima rui.
" Bagaimana dengan putra mahkota? apakah masih belum di temukan? " Tanya ibu suri pada pria yang ada di belakangnya. Ya pria yang sama yang menemui Baiji.
" Maaf Yang mulia. Sepertinya ada seseorang yang membantunya bersembunyi. "
Pandangan ibu suri semakin gelap saat mendengar penuturan bawahannya tersebut. Jika sudah begini ia mau tidak mau harus mengubah sedikit rencananya.
" Aku memiliki tugas untukmu. Sebarkan rumor, bahwa pangeran pertama datang dengan ratusan prajurit untuk melakukan pemberontakan. Ia bekerja sama dengan Kerajaan wei untuk menggulingkan Kekaisaran jin. "
" Baik Yang mulia. " Pria itu pergi begitu menerima perintah. Sementara ibu suri tersenyum licik. Meski tidak bisa menghalau kedatangan Sima rui dan prajuritnya. Ia yakin setidaknya hadiah kecilnya tersebut mampu menghambatnya.
__ADS_1