
'Dimana? Kenapa gelap sekali. ' Ziyan melihat sekelilingnya yang gelap gulita. Apa yang terjadi? Bukankah tadi ia sedang menyelamatkan Yaoyao. Kenapa sekarang ada di tempat yang dirinya tidak tahu entah dimana.
' Gaia kau harus bangun. '
Suara siapa itu? siapa kau? bagaimana kau tahu namaku.
' Bangun Gaia. Kau harus bangun. '
Suara wanita yang memintanya untuk bangun, terus terngiang di telinga ziyan. Bangun? ' Benar. Aku harus bangun. Ada hal yang harus aku lakukan. '
Tiba-tiba Ziyan melihat sebuah cahaya yang menyilaukan datang, mendekat dan semakin dekat hingga menembus dirinya.
Perlahan kesadaran ziyan mulai kembali. Ia merasakan kepalanya yang seakan berputar. Ia memegang kepalanya dan sedikit demi sedikit pandangannya mulai terlihat jelas. Efek obat bius yang mereka gunakan benar-benar luar biasa. Ini seperti dosis yang digunakan untuk melumpuhkan gajah.
" Nona kau sudah sadar? " Sebuah suara menarik perhatian Ziyan.
" Yaoyao. Apa kau baik-baik saja? "
Bukan jawaban melainkan tangis yang Yaoyao berikan. Gadis itu menangis bukan karena meratapi nasibnya karena diculik. Tapi sedih karena melihat ziyan mempertaruhkan nyawanya demi menolong dirinya.
" Kenapa kau menangis? " (ziyan)
Yaoyao mencoba menghapus air matanya. Dengan sedikit sesegukan, ia berusaha berbicara.
"Kenapa nona kesini? Yang sebenarnya mereka incar adalah nona. Tapi nona justru datang menolongku. " Tangis Yaoyao justru semakin pecah setelah menyelesaikan ucapannya.
" Bodoh. Kau adalah teman sekaligus saudaraku. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu begitu saja. Sudahlah jangan menangis lagi. Kita teruskan acara sedihnya setelah kita kembali ke kediaman. Oke? "
Yaoyao mengangguk. Hatinya begitu hangat mengetahui bahwa Ziyan menganggapnya lebih dari sekedar pelayan. Meski Ziyan bukan Yaner. Tapi sikap mereka pada dirinya tidak berbeda. Ia masih saja di perlakukan dengan sangat baik.
Ziyan melihat sekeliling dan menyadari tempat yang mirip sel tersebut nampak tak asing baginya. Lalu sekelebat ingatan muncul di kepala ziyan. Benar juga, ini seperti sel di markas ketua Gui.
" Nona sekarang apa yang akan kita lakukan? " Yaoyao tampak cemas.
" Kita tunggu. Seseorang pasti datang. "
__ADS_1
Melihat ketenangan Ziyan membuat Yaoyao merasa lebih tenang. Ia yakin nona nya tersebut pasti sudah memiliki rencana.
Sebenarnya mudah bagi ziyan membuka kunci sel tersebut. Hanya saja ia ingin melihat siapa sebenarnya yang menculik mereka. Lagi pula Xiaoqi dan snowy bukankah ada di luar. Mereka pasti sudah melakukan apa yang diperintahkannya.
Tiba-tiba ziyan mendengar suara langkah kaki. Sepertinya ia tidak perlu menunggu lama. Apa yang ia tunggu sudah datang.
" Lihatlah. Mereka sudah sadar. Kakak bagaimana kabarmu? Aku membawakan mu beberapa orang untuk menghibur mu. "
Yuefeng muncul di hadapannya bersama dengan lima pria. Dari penampilan mereka, ziyan bisa melihat bagaimana buruknya para pria itu. Terlihat seperti hewan buas penuh ***** yang tidak memiliki isi kepala. Ziyan melirik yaoyao kemudian berbisik. " Tenang saja. "
" Apa kau yang menyuruh mereka menculik ku? " (Ziyan)
Yuefeng tertawa dengan keras. "Itu benar. Kenapa? Apakah kau terkejut? "
Ziyan merasa otak yuefeng pasti sudah gila. Sosok gadis itu sekarang terlihat sangat berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu ia masih sedikit terlihat seperti wanita bangsawan. Sekarang tak nampak sedikitpun penampilan tersebut. Berakhirnya hubungannya dengan Hong dawei mungkin berdampak besar pada kehidupannya.
" Tidak. Karena Orang bodoh dan orang licik itu berbeda. "
" Apa maksud ucapan mu itu? kau masih bisa bersikap arogan meski sebentar lagi adalah kehancuran hidupmu. " Teriakan yuefeng semakin membuatnya terlihat seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya. Yuefeng melihat ziyan yang hanya memandangnya dengan ekspresi datar, dan itu justru membuat yuefeng merasa ia sedang di rendahkan oleh ziyan. Kemarahannya semakin meningkat. Ia menggertakkan giginya.
"Kalian, nikmatilah kedua gadis itu. Kalian bebas melakukan apapun pada mereka. Tapi jangan sampai membunuhnya. Karena 'dia' masih membutuhkan mereka. "
Salah satu pria lalu membuka kunci pintu sel. Dengan wajah yang menjijikan, mereka berlima mulai memasuki sek satu persatu. Yaoyao mundur karena ketakutan. Kakinya yang gemetar terasa lemas. Dimata yuefeng mereka berdua seperti domba yang terkurung bersama para serigala yang kelaparan.
"Kakak nikmatilah hadiahku ini. " Yuefeng pergi dengan tawa puas di wajahnya.
Sayangnya tanpa ia sadari, baru juga ia melangkahkan kakinya beberapa langkah. Sesuatu menghantam lehernya dan membuatnya pingsan. Badan yuefeng yang tergeletak di seret kembali menuju sel Ziyan. Di dalam sel, terlihat kelima pria sudah tergeletak di lantai.
" Nona, apa yang akan kau lakukan dengannya. "
Yaoyao tak mengerti kenapa nona nya tersebut menyeret yuefeng dan memasukannya ke dalam sel.
Situasi dengan cepat berbalik. Setelah kelima pria itu masuk dan yuefeng pergi. Ziyan mulai menyebarkan obat bius yang ia sembunyikan di bawah sol sepatu luarnya. Ziyan membuat sepatunya sedikit berbeda dengan sepatu di negara ini. Dibawah hak sepatunya tersebut. Ziyan memang sengaja menyembunyikan beberapa obat bius untuk keadaan darurat seperti ini. Obat yang ia buat sendiri itu memiliki efek yang sangat cepat. Begitu menghirup obat bius tersebut, kelima pria itu langsung jatuh tak sadarkan diri. Ziyan keluar dan dengan cepat memukul leher yuefeng dan membuatnya tak sadarkan diri.
Ziyan menyeringai. "Karena aku ingin ia merasakan obatnya sendiri. "
__ADS_1
Ziyan menyeret yuefeng yang tak sadarkan diri itu masuk ke dalam selnya. Ia meninggalkan yuefeng bersama ke lima pria itu lalu menguncinya. Dan membuang kuncinya di depan sel.
" Ayo kita pergi. " (Ziyan)
" Nona apakah itu tidak masalah? jika... " Yaoyao sebenarnya ragu, karena menurutnya ini cukup kejam.
" Jika kita tidak kejam. Maka yang ada di posisi yuefeng saat ini adalah kita. Dengar yaoyao, aku tahu kau berpikir aku kejam. Tapi beginilah hidup. Yang bertahan adalah yang terkuat, dan yang tersingkir adalah yang lemah. Aku sudah memberinya kesempatan, tapi ia memilih untuk tetap berjalan di jalan yang sama dan mengabaikan kesempatan yang aku berikan. "
Mendengar ucapan ziyan, yaoyao akhirnya mengerti. Hidup tidak selalu mengenai kebaikan. kadang bersikap kejam juga diperlukan untuk bertahan hidup.
" Ayo kita pergi. Kita harus mencari pelaku sebenarnya. " (Ziyan)
" Bukankah pelakunya yuefeng, nona? "
" Tidak. Ia hanya dimanfaatkan saja. Pelaku yang sebenarnya ingin kita berpikir bahwa yuefeng lah otak di balik kejadian ini. Jadi jika rencana penculikan ini gagal, Ia bisa menjadikan yuefeng sebagai kambing hitam. "
Ada satu hal yang tidak Ziyan katakan pada Yaoyao, yaitu ada obat lain di balik obat bius itu. 'Yuefeng karena kau kejam. Maka aku akan seratus kali lebih kejam darimu. ' Ziyan tersenyum layaknya iblis.
**************
" Bagaimana persiapannya? " (Sima rui)
" Sudah selesai pangeran. Kita bisa langsung bertindak. " ( Junyi)
" Tidak. Kita tunggu kabar dari Xiaoqi. "
Sima rui dan Junyi sudah menyiapkan pasukannya. Hanya menunggu sinyal dari Xiaoqi dan mereka akan langsung bergerak.
Junyi masih ingat, saat dirinya sedang mencari yaoyao. Junyi bertemu dengan Xiaoqi. Ia membawa surat dari Ziyan yang harus ia serahkan pada Sima Rui.
Melihat Xiaoqi di sini, tentu saja membuat Junyi merasa aneh. Bukankah ia seharusnya sedang membantu nonanya mencari Yaoyao.
" Lebih baik kau bergabung bersama dengan pangeran. Itu bisa menyelamatkan yaoyao lebih cepat. " (Xiaoqi)
Xiaoqi kelihatannya mengerti betul apa yang di khawatirkan Junyi. Setelah beberapa kali mereka berinteraksi. Tentu saja, Xiaoqi menyadari perhatian lebih Junyi terhadap yaoyao.
__ADS_1
" Apa kau sudah menemukan dimana Yaoyao? "
Xiaoqi mengangguk. " Kita akan kesana untuk menyelamatkan mereka. "