Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 124


__ADS_3

Sima shao segera menuju taman dimana Huang guifei berada. Ia sengaja meminta pelayan untuk tidak memberitahu kedatangannya. Sima shao ingin memberi kejutan pada istri kesayangannya tersebut.


Huang guifei yang memiliki kegemaran baru merawat tanaman bonsai itu, tampak sibuk menata kembali letak tanaman-tanaman itu. Langkah Sima shao yang pelan tanpa suara terus mendekat. Ia memeluk dari belakang perut Huang guifei yang tentu saja hal itu mengejutkan wanita itu hingga pot tanaman yang sedang dipegangnya terjatuh. Huang guifei menatap tajam Sima shao kemudian beralih menatap nanar nasib pot yang hancur berkeping-keping serta tanaman yang sudah rusak. Sedangkan Sima shao merasakan punggungnya yang mulai terasa dingin membayangkan amukan Huang guifei yang akan segera ia terima.


Sementara kasim liu dan pelayan yang lain hanya menggeleng melihat tingkah kaisar mereka.


" Kita ke kamar sekarang. " Huang guifei langsung melangkah pergi meninggalkan Sima shao begitu selesai berbicara.


Dengan kepala tertunduk, Sima shao mengikuti langkah sang istri menuju kamar mereka.


Semua barang yang di perlukan Huang guifei telah siap. Para pelayan keluar ketika kedua pasangan itu masuk ke kamar. Mereka menutup pintu dan berjalan menjauh.


" Buka bajumu Yang mulia. " Ucap Huang guifei dengan sorot mata menatap tajam pria di depannya.


" Istriku. Maaf aku tidak sengaja. Aku tidak bermaksud merusak tanamanmu. " Sima shao membuat ekspresi memelas. Tapi nyatanya itu sama sekali tidak berpengaruh pada Huang guifei.


" Suamiku, ingin membuka sendiri apa aku minta kasim liu membantu mu. "


" Tidak. tidak. Aku buka sendiri. " Bagaimana bisa ia membiarkan kasim liu melihat dirinya di hukum. Sima shao lalu mulai membuka semua bajunya menyisakan sepotong celana tipis.


Melihat suaminya masih berdiri, Huang guifei menunjuk dengan matanya benda yang sudah ia siapkan.


Sima shao menghela napas dan berjalan gontai menuju benda yang tak asing di matanya itu, sebuah papan cuci kayu. Kemudian sima shao berlutut dan mulai melafalkan kalimat keramat.


" Aku minta maaf istriku sudah merusak tanamanmu. " Ucap Sima shao sembari berlutut dengan wajah menahan nyeri. Permukaan papan yang tidak rata tentu bukan hal mudah.

__ADS_1


Setelah puluhan kata terucap. Sima shao memandang sendu sang istri. " Istriku, kakiku mulai terasa keram. Bisakah kita selesaikan hukuman ini. Aku sudah tidak muda lagi seperti dulu. "


Melihat ekspresi menyedihkan suaminya, Huang guifei pun mengangguk. Karena terlalu bersemangat Sima shao langsung berdiri begitu saja, lupa melanjutkan aktingnya. Huang guifei menatap bak belati pada sang suami. Sima shao langsung tersadar dan spontan mengeluh sakit sembari memegang lututnya yang tidak sakit.


" Aduh istriku. Lutut ku sakit sekali. " Keluh Sima shao bohong.


" Sudahlah. Kemari, aku akan memijat kakimu. " Ucap Huang guifei sembari menepuk pelan kasur di sebelahnya. Dan Sima shao langsung duduk dan membiarkan sang istri memijat kakinya.


Inilah kenapa Sima shao sangat mencintai istrinya. Dibalik sifat dinginnya, ada kelembutan dan perhatian yang besar padanya. Karena itu, ia tidak keberatan mendapat hukuman dari sang istri meskipun dirinya adalah seorang kaisar. Setidaknya sang istri tidak menghukumnya di depan orang lain demi menjaga martabat dirinya sebagai seorang kaisar.


" Kenapa Yang mulia tersenyum. Apa hukuman itu masih kurang. " Huang guifei berkata tanpa melihat suaminya.


" Aku senang karena kau masih sama seperti dulu. penuh perhatian dan juga semakin cantik. " Goda Sima shao. Pipi Huang guifei sedikit merona mendengar godaan suaminya tersebut. Ia pun memutuskan mengalihkan pembicaraan agar pria itu berhenti menggodanya.


" Kenapa Yang mulia kemari. Bukankah malam ini jadwal Yang mulia dengan Permaisuri. " Tanya Huang guifei dengan tangannya masih tetap memijat kaki Sima shao.


" Biarpun kalian menikah karena kesepakatan, kalian tetap suami istri. Kau jangan lupakan itu Yang mulia. "


" Tapi hubungan itu akan berakhir jika semuanya telah selesai. Ia akan kembali ke kerajaan wei, dan begitu pula dengan Sima yan. Ia akan kembali ke tempat dimana ia berasal. Dan melepas nama Sima darinya. "


" Hentikan. Jangan membahasnya lagi. Aku tidak ingin dinding juga ikut mendengarnya. " Huang guifei harus tetap waspada meskipun berada di istananya sendiri. Ia tidak ingin rahasia besar yang susah payah mereka jaga harus terbongkar begitu saja.


" Baiklah. Sekarang aku ingin bertanya, apakah belum lama ini Rui er kemari? " Tanya Sima shao dan Huang guifei mengangguk.


" Apa ia mengatakan sesuatu. " Lanjut Sima shao lagi.

__ADS_1


" Dia hanya mengatakan ingin memberiku menantu secepatnya tapi sayangnya Yang mulia menyulitkan nya dan tak membiarkan dia menikah sebelum ibu suri kembali. " Ucap Huang guifei terus terang.


" Aku mengatakan hal itu karena kita membutuhkan waktu untuk persiapan. Sedangkan putramu ingin menikahi putri yincheng tepat setelah utusan kerajaan wei kembali. Apa menurut mu dia tidak terlalu terburu-buru? seolah-olah ia sedang berada dalam musim kawin. Begitu tidak sabar. " Cerca Sima shao.


Huang guifei menambah kekuatannya saat memijat dan itu membuat Sima shao kesakitan. " Ao.. istriku kenapa kau marah. " Sima shao tak tahu bahwa Huang guifei marah karena ucapannya yang menjelekan Sima rui.


" Jangan lupa, dia juga putramu. Apa kau masih tidak sadar, sikapnya itu menurun dari mu. Kau juga melakukan hal sama saat ingin menikahi ku. Apa saat itu kau juga sedang dalam musim kawin? "


Tahu dirinya bersalah, Sima shao langsung meminta maaf. " Maaf, sifatnya memang menurun dariku. Karena itu aku memaklumi nya. Aku juga tahu... " Sima shao berbisik. "... Dialah yang membakar kuil Heping dan memaksa agar ibu suri kembali. "


" Lalu apa kau akan menghukumnya? " Huang guifei memicingkan matanya.


" Tentu saja tidak. Aku justru menyuruh petugas penyidik untuk menyelidiki kebakaran itu agar tidak ada yang curiga dengannya. Aku tahu dia akan melakukannya dengan rapi. Jadi aku tidak perlu khawatir. Para petugas itu tidak akan menemukan apapun. " Ucap Sima shao bangga dengan kepintaran putranya.


Sementara di istana lain, Istana rixi.


Sima rui yang sedang menulis laporan, merasakan telinganya yang berdenging.


' Siapa orang kurang ajar yang sedang membicarakan ku. ' Umpat Sima rui sambil memukul pelan telinganya. Tanpa mengetahui bahwa orang kurang ajar yang di maksud adalah kedua orang tuanya sendiri.


" Apa anda baik-baik saja pangeran? " Tanya junyi saat melihat Sima rui menepuk-nepuk telinganya.


Sima rui tidak menjawab. Ia justru bertanya pada junyi. " Bagaimana ibu suri? "


" Beliau setuju untuk kembali ke istana dan sedang dalam perjalanan. Lalu petugas penyidik yang Yang mulia perintahkan juga gagal menemukan penyebab kebakaran. " jelas junyi.

__ADS_1


Sima rui tersenyum seringai mendengar laporan junyi.


__ADS_2