
πππππ ππππ πΊπππππ,
"Yang mulia, saya sudah membawa menteri Mo. " Dari luar pintu, Kasim liu menyampaikan kedatangannya dan Mo yincheng.
"Masuklah."
Saat mendengar persetujuan dari sang kaisar, salah satu penjaga pintu langsung membantu kasim liu membuka pintu. Kasim Liu dan Mo yincheng masuk ke dalam. Mo yincheng tak mengerti kenapa dirinya dipanggil kemari. Apakah ini ada hubungannya dengan usulannya saat rapat pengadilan tadi.
Suasana pengadilan yang ricuh penuh perdebatan masih segar di ingatannya. Saat satu persatu para menteri dan pejabat menyampaikan usulannya. Namun tak ada satupun usulan yang diterima oleh Yang mulia. Ketika tiba saat Mo yincheng menyampaikan usulannya, tanpa bertele-tele langsung di setujui oleh Yang mulia. Meski hal itu memancing perdebatan dan penolakan dari para bangsawan. Karena itulah sesuai perkiraan ziyan, mo yincheng mengajukan usulan lain mengenai pajak penghasilan. Mendengar usulan ini, Yang mulia semakin tertarik dengan usulan mo yincheng. Dari pada mendapatkan dua kali kerugian, mereka yang awalnya menolak akhirnya dengan terpaksa memberikan persetujuannya.
Sebagai hasilnya, tak sedikit pejabat yang kontra dengan usulannya memberi pandangan dingin pada mo yincheng. Tentu saja jumlah tersebut tak sebanding dengan jumlah pejabat yang mendukungnya. Dan sekarang ia sedang berhadapan dengan Yang mulia di ruang baca Kaisar.
"Hormat Yang mulia " Mo yincheng memberi hormatnya pada pria paling berkuasa di negara Jin itu.
" Hentikan formalitasnya menteri mo." Kaisar shao mengarahkan tangannya pada sebuah kursi meminta mo yincheng duduk. "Apakah kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari? " Kaisar bertanya dengan ekspresi serius di wajahnya.
"Tidak Yang mulia. Tapi hamba bisa menebak, pasti ada hubungannya dengan usulan hamba pada rapat pengadilan hari ini. " ekspresi mo yincheng tenang.
Kaisar shao diam sejenak. Ekspresinya masih serius menatap tajam mo yincheng. Namun tiba-tiba... tawanya pecah memenuhi seisi ruangan, membuat kasim liu yang berada di sampingnya tersentak karena terkejut.
"Hahaha kau memang sahabatku. Ide cemerlang seperti itu bisa muncul di otakmu. Kau dapat dari mana? ayo coba katakan, katakan. Aku sangat penasaran. " rasa antusias yang begitu besar terlihat jelas di wajahnya.
"Ehem Yang mulia. " Kasim liu terbatuk ringan mengingatkan kaisar bahwa ia harus menjaga tingkah laku, harkat, dan martabatnya.
Tersadar dengan peringatan kasim liu. Kaisar shao segera memperbaiki sikapnya. Dan melanjutkan lagi ucapannya. " Aku sangat puas dengan usulanmu menteri mo. Dan sepertinya aku juga perlu mempertimbangkan tentang pajak penghasilan. Jika besaran pajak penghasilan di pungut berdasarkan jumlah gaji mereka, aku rasa itu adil. "
Mo yincheng dan Kaisar shao sudah berteman lama jauh sebelum Kaisar shao naik tahta. Karena persahabatan mendiang Kaisar dengan kakek Mo. Membuat mereka berdua yang saat itu berada di akademi yang sama menjadi teman dekat. Jika ia tidak salah mengingat, sudah lebih dari 20 tahun dirinya dan sima shao bersahabat. Karena itulah ia sudah paham bagaimana sifat pemimpin kerajaan Jin ini.
__ADS_1
"Memberikan solusi terbaik sudah menjadi tugas hamba yang mulia. " Mo yincheng mengingat janji pada putrinya untuk tidak melibatkan dirinya.
"Kau ini, bisakah saat kita hanya berdua buang semua formalitasmu. Bagiku kau sahabatku bukan hambaku. Apa kau mau melawan kata-kataku? " Sima shao mulai menggunakan kekuasaannya sebagai kaisar untuk meyakinkan sahabatnya itu.
"Hamba tidak berani Yang mulia."
Mo yincheng hanya bisa menuruti permintaan teman baiknya itu. Dan setelah itu pembicaraan ringan keduanya pun berlangsung.
Setelah kepergian mo yincheng.
" Dia tidak ingin mengatakannya. " gumam pelan sima shao.
Kasim liu yang mendengar gumaman Kaisarnya memberanikan diri bertanya. "Apakah maksud Yang mulia menteri Mo?"
"Benar. Sepertinya ia tak ingin mengatakan siapa dibalik usulannya itu. Aku tahu betul dia, cara berpikirnya tidak akan mungkin membuat usulan siang tadi. Aku akui yincheng memang menteri yang pintar. Ia berhasil menyadari adanya pencuri yang menggelapkan pasokan pangan. Tapi tetap saja ia tidak akan berpikir tentang usulannya itu. "
"Kau tahu. Yincheng selalu tidak peduli dengan kehidupan para bangsawan yang lain. Ia hanya peduli dengan kehidupan rakyat dan keluarganya. Apakah kau sadar, usulannya hari ini jelas berbeda dengan gayanya itu." Melihat kasimnya yang masih tak mengerti, Sima shao menjelaskan lagi. "Usulannya hari ini justru sangat mengikat para bangsawan. Seperti sengaja dibuat untuk para bangsawan. "
Kasim liu akhirnya mendapatkan pencerahannya. Ia akhirnya paham apa yang di maksud rajanya itu.
"Karena yincheng tak ingin mengatakannya, aku juga tak akan memaksanya."
****************************
Hari ini Ziyan dan yaoyao keluar untuk melihat kemajuan dari persiapan clab malam dan kasinonya. Ziyan menggunakan kereta kuda biasa yang tak terlihat seperti kereta kuda kediaman mo. Untuk mempermudah dirinya mengawasi, Ia menghentikan kereta kudanya sedikit jauh di luar paviliun Chuntian.
Saat dirinya memperhatikan bangunan tokonya. Ziyan menangkap sosok yang mencurigakan. Terlihat beberapa orang sedang mengawasi paviliunnya. 'Sepertinya orang-orang dari Tiantang sangat terobsesi dengan Paviliun Chuntian. Sampai tutup pun masih menarik perhatian mereka.' Sepertinya ziyan harus memberikan hadiah untuk mereka. Ziyan membuka tirai jendelanya dan memanggil xiaoqi.
__ADS_1
Xiaoqi yang berada di kursi depan, turun dan memenuhi panggilan nonanya tersebut.
" Iya nona. " Xiaoqi mendekatkan kepalanya ke jendela kereta.
"Kau lihat orang-orang itu. " Ziyan menunjuk beberapa orang yang mencurigakan itu pada xiaoqi.
Xiaoqi melihat arah yang ditunjuk ziyan, dan melihat orang-orang tersebut. "Mereka... "
"Mereka sepertinya orang-orang suruhan tiantang. aku ingin kau... " Ziyan membisikan sesuatu pada xiaoqi. "Apa kau mengerti? "
Xiaoqi tersenyum lebar, ia sangat senang seperti mendapatkan sebuah mainan baru. Kelihatannya ia akan melakukan peregangan kembali malam ini. "Iya. Saya mengerti nona. "
"Baiklah jika kau sudah mengerti, kau lakukanlah persiapannya dulu. Aku dan yaoyao bisa kembali sendiri. "
Terlihat keraguan di wajah xiaoqi. Ia berencana mengantar nonanya pulang terlebih dulu sebelum mulai menjalankan perintahnya. Ia tak ingin mengambil resiko apapun. Mengingat kejadian yang terjadi di kota Donglu. " Maaf nona. Tapi tuan memerintahkan saya untuk tak meninggalkan nona Bagaimanapun situasinya. "
Mendengar apa yang diucapkan xiaoqi, Ziyan tak punya pilihan lain. "Baiklah. Kita kembali sekarang. "
***********************
πππππππππ πππ ππππ ππππ ππππππ π£ππ’ππ.
Empat pasang mata yang sejak tadi dian-diam mengawasi ziyan.
"Sepertinya pengawal itu tak pernah jauh dari sisinya. Akan sangat merepotkan jika harus berurusan dengannya. Kelihatannya aku harus mengalihkan perhatiannya. "
"Tuan apakah anda yakin. Jika hal ini diketahui.. " Pria lain yang berada di sampingnya seperti ketakuan saat mengucapkan kata-katanya. Namun sebelum dirinya menyelesaikan ucapannya, ia mendapatkan sorotan tajam dari lawan bicaranya tersebut.
__ADS_1
"Aku hanya mengujinya, bukan membunuhnya. " Pria tersebut pergi meninggalkan rekannya setelah menyelesaikan kata-katanya.