Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 187 curahan hati Sima yan


__ADS_3

Sima yan masih menikmati perbincangan dengan kedua sahabatnya meski sesekali dirinya harus merespon tamu lain yang memberinya ucapan selamat. Sebagai salah satu pangeran di Kerajaan Jin dan juga putra mahkota, ia tentunya memiliki banyak tamu politik kerajaan. Salah satunya adalah yang saat ini sedang berbicara dengannya. Perdana menteri yang juga ayah Jiang wu datang menghampiri Sima yan.


" Selamat Yang mulia atas pernikahannya. " Ucap perdana menteri Jiang tulus. Berbeda dengan Jiang wu yang sembrono dan berbicara tanpa filter. Ayahnya memiliki sifat tegas dan bijaksana. Itulah kenapa ia di percaya oleh Sima shoa untuk menjadi perdana menterinya.


" Terima kasih perdana menteri Jiang. " Balas Sima yan. " Apakah anda akan kembali. Kenapa begitu cepat. Bahkan Jiang wu masih enggan meninggalkan pesta ini. " Tanya Sima yan sembari melirik pada Jiang wu.


Menteri Jiang tersenyum tipis. " Lupakan bocah bodoh itu Yang mulia. Saya minta maaf karena tak bisa berada di sini lebih lama. Itu karena tubuh tua ku ini mudah lelah hingga tak bisa menikmati pesta terlalu lama. Berbeda dengan kalian para anak muda yang masih memiliki fisik yang segar dan bugar. "


" Anda terlalu merendah tuan Jiang. Ayah bahkan masih mengandalkan anda dalam setiap urusan kerajaan. " sanggah Sima yan dengan senyum formalitasnya.


" Kakak kedua selamat atas pernikahan kalian. " Sela seseorang yang ternyata adalah Sima Dan.


Sima yan dan perdana menteri Jiang menoleh ke arah sumber suara dan melihat Sima Dan yang datang bersama dengan Sima rui. Seperti biasa, aura dominan Sima rui mampu mencuri semua perhatian di tempat itu.


Tuan Jiang langsung memberikan salamnya pada kedua pangeran yang baru saja tiba tersebut.


" Pangeran pertama, pangeran ketiga " Sapa perdana menteri Jiang.


" Anda juga disini perdana menteri Jiang. " Tegur Sima dan, sementara Sima rui hanya mengangguk membalas salam tuan Jiang.


" Saya sedang berpamitan dengan Yang mulia pangeran. "


Setelah berbincang sebentar dan berpamitan, Tuan Jiang segera meninggalkan ketiga pangeran untuk kembali ke kediamannya.


Sima yan menyapa kedua saudaranya. " Kalian datang terlambat. "


" Maafkan kami kakak kedua. Aku tidak tahu alasan kakak pertama terlambat, tapi aku baru saja tiba dari negara wei. Meski sudah ku usahakan secepat mungkin, namun tetap saja terlambat juga. " Ungkap Sima dan.


" Kalau begitu kau harus siap-siap menerima hukuman dari ku. "

__ADS_1


" Baiklah. Tak ada alasan untuk menolaknya bukan. "


Lalu Sima yan beralih pada Sima rui, namun saat ia akan membuka mulutnya. Sima rui sudah terlebih dulu berbicara.


" Aku tahu. Aku akan ikuti hukumannya. " potong Sima rui.


Kelima pria dewasa itu akhirnya duduk dalam satu meja. Sima rui dan juga sima dan bergabung dengan meja Jiang wu dan yelu. Meski Sima rui dan Sima dan tidak dekat dengan kedua sahabat Sima yan itu. Tapi mereka saling mengenal satu sama lain.


Sima yan menyiapkan beberapa kendi arak.


" Saudaraku, ini adalah arak terbaik yang aku siapkan khusus untuk kalian. Sebagai hukuman, kalian harus menghabiskan arak ini. " Sima yan memberikan masing-masing satu kendi pada Sima rui dan juga Sima dan.


Sima dan menelan salivanya begitu melihat kendi yang cukup besar berada di depannya. Bukan karena ia tergiur, melainkan karena ia merasa putus asa. Sejujurnya Sima dan memiliki toleransi alkohol yang sangat rendah mungkin bisa dibilang menyedihkan jika di bandingkan dengan Sima rui dan Sima yan.


" Pangeran ketiga, kenapa wajahmu terlihat begitu nelangsa. Apakah kau takut? " Celetuk Jiang wu dengan wajah tengilnya.


" Apa kau khawatir denganku?" Tanya balik Sima dan.


Sima yan tersedak air liurnya, menahan agar tawanya tak meledak. Jiang wu akhirnya mendapatkan lawan dalam membuat orang lain kesal.


" Tidak, tidak. Aku hanya.. " Jiang wu belum selesai bicara, Sima dan memotong ucapannya.


" Terima kasih tuan muda Jiang atas perhatiannya. Aku sungguh tersentuh. Karena itu aku tidak keberatan atas niat baik mu menemaniku. " Sima dan mengambil satu kendi lagi dan memberikannya pada Jiang wu.


Sima yan terbahak melihat wajah aneh Jiang wu. Ia begitu puas melihat sahabatnya itu dipermainkan oleh Sima dan.


Setelah banyak tegukan arak, meja Sima yan sekarang dipenuhi oleh pria mabuk. Terkecuali Sima rui, ke empat pria lain akhirnya tumbang. Sima rui yang memiliki toleransi alkohol tergolong sangat tinggi bahkan luar biasa itu masih tetap terjaga.


Sima Dan sudah tumbang sejak awal bahkan sebelum gelas ke tiga. Di susul yelu kemudian jiang wu. Sima yan orang terakhir yang mabuk dan kini tengah bergumam meluapkan isi hatinya.

__ADS_1


Sima yan terkekeh dengan wajah mabuk membuat ekspresi konyol. " Kakak apa kau tahu. Aku benar-benar iri padamu. Ayah selalu mengandalkan mu, para menteri juga lebih memilih mu, dan yang terpenting, yaner mencintai mu. Kenapa semuanya selalu tentang mu. Apakah aku tidak lebih baik dari mu? seberapa keras aku berlatih dan belajar. tak pernah satu kali pun bisa melampaui mu. Aku benar-benar tidak berguna. " Racau Sima yan.


Raut wajah penuh kekecewaan nampak jelas pada Sima yan.


Mata Sima yan yang sayu menatap Sima rui. " Jika bisa, aku tak ingin pergi ke negeri wei. Aku ingin tetap disini. Setidaknya aku bisa melihat yaner, melihat senyumnya, melihat tatapan lembutnya. Tapi kenapa aku harus pergi. hiks... kenapa kak? " Kali ini Sima yan sudah terisak. Ia menangis tertahan dan tak lama menyusul tumbang tak sadarkan diri.


Sima rui yang sejak tadi diam, berusaha sangat keras menekan rasa cemburunya. Jika bukan karena mabuk, mungkin Sima rui sudah menghajar Sima yan di tempat.


Akhirnya ia membuka suaranya. Sima rui tersenyum penuh makna pada Sima yan.


" Maafkan aku. " Permintaan maaf Sima rui merujuk pada kejadian dimana ia menjebaknya bersama feiyue.


" Aku berjanji akan menjaganya. Karena aku mencintainya. " Sambungnya lagi. Tak peduli Sima yan mendengarnya atau tidak. Sima rui menyatakan semuanya dengan tulus.


***********


Sementara di tempat lain.


Terlihat beberapa kurungan besi dengan manusia di dalamnya. Namun ada satu manusia di salah satu kurungan yang terlihat agak berbeda.


Mata biru dengan rambut pirangnya membuat terlihat kontras dengan ciri-ciri orang di negara jin. Di sampingnya dua kelompok sedang melakukan negosiasi.


" Jadi bagaimana? bukankah manusia ini terlihat unik. Kau bisa mendapatkan banyak uang di pelelangan nanti. "


" Kau benar. Dia memang menarik. Apa lagi jika 'mereka' melihatnya. Aku jamin akan membuat mereka semakin berhasrat. "


" Hahaha kau benar. Mereka selalu memiliki fantasi mengerikan. Meski mereka menjijikan tapi tidak dengan uang mereka. "


Setelah kesepakatan terjalin. Pria itu di bawa pergi. Mereka memberikannya racun yang membuat semua ototnya lemas. Tak hanya pria itu, bahkan semua tawanan di beri racun agar tak melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2