Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 360 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Sima Feng menerima surat yang dikirim oleh Sima Fei dan segera setelah membacanya, ia langsung membuat rencana untuk mempercepat kepulangannya. Ia sama sekali tak menduga bahwa adiknya akan membawa kabur istri dan juga putranya.


Adiknya memang terlalu berani.


Meski hubungan Sima Feng dengan Liu Ru masih dingin. Tanpa seorang pun tahu, yang sebenarnya adalah Sima Feng sering sekali diam-diam memperhatikan Liu Ru. Sikap diamnya kemarin hanyalah bentuk rasa kecewa atas tindakan Liu Ru yang mencoba meracuni Gu Feifei.


Bukankah sudah berulang kali ia katakan bahwa dirinya tidak akan mengambil selir. Jadi untuk apa Liu Ru harus bertindak sejauh itu hanya karena cemburu.


Sima Feng benar-benar tak mengerti.


Ia tak tahu, bahwa penyesalannya akan segera datang padanya. Ketika semua fakta sudah terpampang di depan wajahnya, dan itu akan terjadi tidak lama lagi.


" Ling He kau bereskan sisanya. Aku harus kembali ke kediaman sekarang juga. "


" Apakah ada masalah Yang Mulai? " Tanya tangan kanan Sima Feng tersebut. Ia tahu tuannya tidak akan begitu tergesa-gesa jika bukan karena terjadi sesuatu yang mendesak.


Sima Feng kembali teringat akan kepergian istrinya. Ada perasaan tidak rela saat tahu sang istri kembali ke ibu kota tanpa dirinya.


" Hem. Masalah besar. " Jawabnya singkat lalu melangkah keluar.


Tanpa membuang waktu, Sima Feng langsung memacu kudanya dengan kecepatan tinggi. Angin yang menabrak wajahnya tak dihiraukannya. Ia hanya berpikir agar secepatnya sampai dan bertemu dengan istrinya.


Sima Feng bergegas turun dari kuda dan berjalan cepat memasuki manor.


" Pangeran, anda kembali? " Kepala pelayan Hu buru-buru menyambut kedatangan Sima Feng begitu mendengar kedatangannya.


" Dimana wangfei? " Ia bertanya tanpa menghentikan langkah kakinya.


Melihat kacaunya penampilan tuannya tersebut. Kepala pelayan Hu menduga bahwa Sima Feng tampaknya melakukan perjalanan cepat begitu mendengar istrinya pergi.


Kepala pelayan Hu berjalan di belakang berusaha keras menyamai langkah cepat Sima Feng.


" Wangfei kembali ke ibukota bersama Putri dan Pangeran Yi, Yang Mulia. "


" Apa kau tidak mencoba membujuk dan memintanya menunggu sampai kepulangan ku? " Sima Feng menghentikan langkahnya lalu menoleh dan bertanya dengan tatapan menusuk seolah dia adalah polisi yang sedang menginterogasi pelaku kejahatan.


" Pelayan ini sudah berusaha mencegahnya Yang mulia. Namun Wangfei bersikeras dan berkata bahwa ia sudah memberitahu anda. " Jawabnya jujur.


Sima Feng menarik napas kasar. " Sudahlah. Kau boleh pergi. "


Kepala pelayan Hu tahu bahwa saat ini suasana hati Sima Feng sedang buruk. Jadi ia tidak menundanya dan segera melangkah pergi.


Sima Feng segera menuju kamar Liu Ru. Di tengah jalan, Gu Feifei memanggilnya.


" Pangeran! " Wajah Gu Feifei penuh dengan senyum.

__ADS_1


" Anda sudah kembali? Bagaimana perjalanan anda? " Sambungnya.


Sima Feng memandang Gu Feifei acuh tak acuh, hal itu membuat perasaannya tidak nyaman.


" Anda apa Yang mulia? apakah ada hal buruk yang terjadi? " Gu Feifei mencoba bersikap tenang dengan menunjukkan perhatiannya.


" Apa kau tahu bahwa istri ku pergi? " Tanya Sima Feng tiba-tiba.


Pertanyaan tak terduga itu membuat Gu Feifei sedikit terkejut. Ia segera mengulas senyum getir membuat dirinya terlihat seolah terpaksa menerima kepergian Liu Ru.


" Wangfei berkata dirinya merindukan ibukota dan ingin tinggal di sana bersama pangeran Yi. Selain itu... " Ada keraguan di wajah Gu Feifei saat ia ingin mengatakan kalimat selanjutnya.


" Katakan. " Tuntut Sima Feng.


" ... Selain itu, wangfei juga berkata bahwa ia lelah tinggal di sini. Jadi ia meminta pada anda untuk tidak memaksanya kembali tinggal di kediaman ini nantinya. " Lancar sekali Gu Feifei berbohong.


" Benarkah dia berkata seperti itu? " Tanya Sima Feng tidak percaya.


Gu Feifei mengangguk. " Saya tidak berani berbohong, pangeran. "


Sima Feng melangkahkan kakinya dengan kasar. Ia bahkan sedikit menabrak bahu Gu Feifei ketika melewati gadis itu. Ada perasaan tak terima saat mendengar ucapan Gu Feifei.


Perasaan apa ini? Ia sendiri tidak tahu. Hanya saja dadanya merasa tidak nyaman. Ia benar-benar merasa ada sebuah lubang besar yang menembus jantungnya.


Baik Sima Feng dan juga Liu Ru sama-sama belum Ada yang mengaku perasaan. Terlebih pengalaman Sima Feng dengan wanita, nol. Jadi wajar jika ia masih belum menyadari perasaannya.


Saat tengah fokus melihat kamar sang istri, kepala pelayan Hu datang. " Yang mulia, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan. "


" Ada apa? "


" Saya baru mendapatkan laporan dari pihak dapur bahwa selama seminggu ini, Xiao Su selalu merebus obat untuk wangfei. Karena khawatir dengan kesehatan wangfei, saya mencoba memeriksa sisa ampas obat tersebut dan menemukan ini. " Kepala pelayan mengeluarkan kain dengan sisa rebusan tanaman obat lalu mengambil salah satu bahan obat tersebut.


" Apa ini? " Tanya sima Feng bingung melihat benda di tangan kepala pelayan Hu.


" Ini bahan obat yang berguna untuk menguatkan janin Yang mulai. "


Sima Feng termangu, pikirannya tiba-tiba kosong. Seolah apa yang baru saja di katakan oleh kepala pelayannya adalah sebuah pukulan keras yang menghantam kepalanya membuat isi kepalanya seketika kosong.


Kata penguat janin tentu saja membuat otaknya langsung membuat kesimpulan bahwa istrinya kemungkinan sedang hamil.


" Istriku hamil.. " Gumamnya lirih dengan ekspresi terpukul.


" Kepala pelayan Hu, kau panggil tabib untuk memastikan obat yang diminum istriku apakah benar penguat janin atau bukan. Lalu jika masih ada, temukan sisa obat yang belum di rebus dan berikan padaku. " Ujarnya tak bersemangat.


" Baik Yang mulia. " Kepala pelayan Hu segera menjalankan perintah.

__ADS_1


Sima Feng yang masih diselimuti keterkejutan akhirnya jatuh terduduk. Pikirannya tiba-tiba kembali pada beberapa hari yang lalu saat istrinya mencoba menemuinya.


" Apakah saat itu kau ingin mengatakan ini? "


Tak lama terdengar sebuah ketukan dan masuklah kepala pelayan Hu bersama tabib kediaman.


Setelah memberikan hormat, sang tabib langsung menjelaskan sisa rebusan obat yang ada pada kepala pelayan Hu.


" Ini adalah obat untuk menguatkan janin Yang mulia. Sepertinya Wangfei sedang hamil dan kondisi kandungannya sepertinya sedikit kurang stabil. Oleh karena itu ia membutuhkan obat ini. "


Kedua alis Sima Feng mengernyit. " Kurang stabil? Bagaimana kau bisa tahu hal itu? "


" Obat ini memiliki bahan ini yang mulia. Ini bahan yang digunakan saat kondisi janin lemah. Bahkan dalam beberapa kasus, ketika seorang wanita hamil hampir keguguran, kami akan meresepkan obat dengan bahan ini di dalamnya Yang mulia. "


Kembali Sima Feng di buat terkejut. Jadi istrinya sedang hamil dan kondisinya sedang tidak baik-baik saja.


Saat ini, Sima Feng benar-benar ingin sekali mengutuk dirinya sendiri.


Seorang pelayan kemudian berhasil menemukan sisa obat Liu Ru yang masih terbungkus rapi. Sima Feng mengamati bungkus obat tersebut dan menyadari bahwa stempel pada bungkus obat itu milik toko obat dimana racun Gu Feifei berasal.


" Kenapa obat ini juga berasal dari sana? "


Pada akhirnya, Sima Feng menyuruh anak buahnya untuk memeriksa kembali toko obat itu.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Sima Feng mendapatkan informasi.


" Yang mulia, pemilik toko mengingat sesuatu. Ternyata, Wanita misterius itu datang sebanyak dua kali. Kedatangan yang pertama untuk membeli penguat janin dan kedatangan yang kedua untuk membeli racun. "


" Pemilik toko juga ingat, meski keduanya sama-sama mengenakan gelang giok yang sama persis bahkan suaranya pun sama. Tapi ada yang berbeda. Tinggi badan mereka tidak sama. Wanita kedua tampak sedikit lebih pendek dari yang pertama. Selain itu pada wanita pertama samar tercium aroma vanili. " Papar bawahan Sima Feng.


" Ternyata ada yang berani menyamar menjadi istriku dan berniat untuk menjebaknya. " Tangan Sima Feng mengepal kuat.


Seketika wajah sima Feng berubah gelap. Akhirnya ia mengerti kenapa selama ini perasaannya selalu merasa ragu. Karena ternyata bukan istrinya yang melakukannya.


Dan apa yang ia lakukan? Ia malah menuduhnya tanpa mendengar penjelasannya sama sekali. Parahnya lagi, ia menghindari Liu Ru di saat wanita itu ingin menemuinya.


AAAKKHHH!


Ingin sekali Sima Feng berteriak memaki dirinya sendiri lalu merutuki kebodohan dan Keegoisannya


Kini hanya ada satu tekad Sima Feng yaitu menemukan istrinya dan meminta maaf. Ia akan membawa kembali istrinya pulang. Suka tidak suka istrinya harus tinggal di sini bersamanya.


Ketika Sima Feng menemukan kembali tujuannya. salah satu bawahan Sima Feng datang dengan wajah pucat. Tampak sekali kecemasan di wajahnya.


" Ada apa? "

__ADS_1


" Lapor Yang mulia. Baru saja saya mendapat laporan darurat bahwa terjadi serangan pada rombongan wangfei. "


" APA! " Sima Feng Yang terkejut sontak berdiri. " Bagaimana bisa? "


__ADS_2