Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 256 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Ziyan mengedarkan pandangannya pada semua orang. Terlihat jelas wajah terkejut semua orang terkecuali wajah tampan putranya yang menunjukkan senyum penuh kemenangan seolah bala bantuan yang ditunggu telah tiba.


" Ke-ketua, anda datang? " Ucap kepala sekolah panik.


Kepala sekolah yang belum sepenuhnya tersadar dari keterkejutannya segera beranjak dari kursi dan berjalan tergesa mendekat pada ziyan. Kedua tangannya saling menyatu seperti pedagang yang menemukan pembeli kaya.


" Apa aku tak boleh datang ke akademi milik ku sendiri? " Sarkas ziyan.


Siapapun bisa merasakan nada dingin dari ucapan ziyan.


Ziyan berjalan melewati kepala sekolah lalu mendudukkan tubuhnya di kursi.


" Tidak. Anda tentu saja bisa datang kapan saja kemari. Hanya saja jika anda memberitahu kedatangan anda, pihak sekolah bisa melakukan penyambutan yang pantas untuk anda. "


" Dan melewatkan pertunjukan seru tadi. " Timpal Ziyan sembari melirik A Guang dan sukses membuat wajah kepala sekolah pias seketika.


" Aku tidak membutuhkan penyambutan. Aku hanya ingin memantau bagaimana perkembangan akademi saat ini. " Sambungnya.


Ditengah kepanikan kepala sekolah, ia masih berusaha tetap tenang.


Menyerang lebih dulu akan lebih baik daripada menunggu di serang. Dengan pemikiran itu, kepala sekolah langsung memutar otak mencari alasan yang bisa menyeret A Guang menjadi pihak yang akan di salahkan.


" Sepertinya ada kesalahpahaman di sini, ketua. Tidak ada keributan apapun. Aku hanya memberikan sedikit pemahaman pada anak ini. Mengingat baru-baru ini terjadi kecelakaan karena kelalaiannya sendiri. " Lalu ia beralih menoleh pada A Guang.


" Murid Mo, kau bisa kembali. Guru Yan tolong kau antar murid mo kembali ke asramanya. " Ujarnya berusaha mengusir A Guang.


Kepala sekolah jelas tersenyum namun yang di lihat oleh A Guang justru sorot mata penuh ancaman, menuntut agar dirinya tidak berbicara macam-macam.


A Guang menepis tangan guru Yan yang memegang lengannya.


" Lepaskan! Kesalahpahaman menurut anda Kepala sekolah tapi tidak dengan ku. Aku menuntut keadilan. " Pungkas A Guang.


' Aku tahu, kau mencoba mengusirku pak tua. Jadi jangan harap bahwa aku akan menurut begitu saja. ' Gumam A Guang dalam hati.


Kepala sekolah yang hendak membuka mulutnya untuk membalas, sayangnya kalah cepat dengan ziyan yang sudah lebih dulu berbicara.


" Keadilan apa yang kau inginkan? Apa kau yakin berada di pihak yang dirugikan? " Ziyan bertanya, tanpa melepaskan tatapannya pada A Guang dan sesekali melirik pada kepala sekolah.


Ingin sekali saat ini juga kepala sekolah membungkam mulut salah satu muridnya itu. Ia mengutuk dalam hati bagaimana bisa kedatangannya bertepatan dengan kedatangan bos zi.


Tanpa ia sendiri tahu bahwa di hadapannya sedang terjadi hubungan simbiosis mutualisme antara anak dan ibu.


" Tentu saja. " Lalu mengalir lah cerita dari mulut A Guang.


Tubuh kepala sekolah seketika lemas seolah kehilangan rohnya begitu A Guang menceritakan kejadian yang menimpanya. Kepalanya seakan berputar begitu memikirkan akibat yang sebentar lagi diterimanya.


Beberapa kali kepala sekolah mencoba beralasan agar A Guang menghentikan ceritanya. Namun Ziyan seolah tak terpengaruh dan tetap meminta A Guang untuk melanjutkan.

__ADS_1


Euforia kesenangan ternyata tak hanya di rasakan oleh A Guang.


Diam-diam guru Yan yang memang sejak awal jengah dengan sikap kepala sekolah tersenyum puas.


" Jadi apa pembelaan mu kepala sekolah? " Tanya ziyan dingin dengan tatapan tajam hingga membuat kepala sekolah diam tak berkutik. Bahkan lidahnya mendadak kelu tak tahu harus memberikan pembelaan seperti apa.


" Aku hanya bertindak sesuai dengan situasi, ketua. Takut jika mendukungnya dan melawan tuan muda Jiang maka hal itu bisa merugikan akademi. Bagaimana pun juga ayah tuan muda Jiang adalah seorang perdana menteri. Aku tidak berani menyinggungnya. " Ucap kepala sekolah beralasan.


" Merugikan akademi atau merugikan mu? " Ucap telak ziyan semakin membuat kepala sekolah kian terpojok.


Kembali ziyan membuka suaranya yang semakin menyudutkan kepala sekolah.


" Bukankah kau menerima gratifikasi dari para bangsawan. " Cibir ziyan.


" Apa menurut mu aku memerlukan ajaran dari mu untuk mengembangkan akademi milikku. Ingat! Tuan Zu, kau hanya perlu menjadi kepala sekolah sesuai dengan prinsip akademi ini. Bukan merubahnya seperti akademi Kekaisaran. Jika memang kau sudah tak mampu lagi menegakkan prinsip yang sudah ku bangun. Silakan! kau bisa mengundurkan diri. Aku siap mengangkat orang lain menggantikan mu. " Kembali ziyan berbicara dengan tegas.


Meski ziyan berkata tanpa urat dan nada tinggi. Semua orang bisa merasakan kata-kata penuh peringatan. Bahkan terselip juga sebuah ancaman.


Tuan Zu sadar betul bahwa posisinya sebagai kepala sekolah sedang di pertaruhkan.


Awal mula menjabat, tuan Zu adalah sosok yang menjunjung tinggi prinsip Akademi. Namun seiring waktu berjalan, banyak bangsawan yang diam-diam memberinya gratifikasi. Berharap agar anaknya mendapatkan kemudahan selama menempuh pendidikan. Dan perlahan hal itu membuatnya terbuai dan merubah sifat tuan Zu.


" Maafkan aku ketua. Aku berjanji hal ini tidak akan terjadi lagi. Aku jamin ini kesalahan terakhir yang ku lakukan. Tolong beri satu kesempatan lagi untuk ku. " Mohon tuan Zu.


Sebenarnya ziyan bukan tipe orang yang mudah memberikan kesempatan kedua. Tapi melihat A Guang mengangguk seolah memberitahu sang ibu untuk menyetujuinya maka ia pun setuju.


" Aku akan segera melakukannya, ketua. " Tuan Zu mengangguk cepat menyetujui tugas yang diberikan olehnya.


Kali ini ia tidak akan berbuat salah lagi. Itulah tekadnya saat ini. Ia pun meminta guru Yan untuk memanggil xi jun dan juga Jinfu.


Tak lama guru Yan datang bersama dua muridnya.


Melihat ada A Guang di sana. Jinfu bisa menebak bahwa tujuan mereka di panggil perihal insiden kemarin.


Dalam hati Jinfu mencibir. ' Percuma saja kau mengadukan hal itu pada kepala sekolah. Apa menurutmu dia akan memberi pembelaan untuk mu. '


" Apa kepala sekolah memanggil kami? " Jinfu mulai membuka suaranya. Ia bertindak seolah tak memiliki masalah apapun.


Kepala sekolah berdehem, memikirkan kata-kata yang akan ia katakan pada dua bocah yang sudah menciptakan masalah untuknya.


" A Guang sudah menjelaskan masalah yang terjadi tempo hari. Berdasarkan bukti yang ditunjukan oleh A Guang. Maka aku harus memberikan sanksi pada kalian berdua karena tindakan kalian yang mencelakainya. Sesuai dengan peraturan. Maka dengan ini, kalian akan di keluarkan dari akademi. Dan nama kalian akan masuk pada daftar hitam. "


Bagai petir di siang hari. Kata-kata yang baru saja di ucapkan oleh kepala sekolah mampu membuat Xi jun dan Jinfu terkejut.


Bahkan Xi jun ingin sekali pingsan saat itu juga berharap setelah sadar, semuanya hanyalah mimpi.


Sedangkan Jinfu, mencoba mencari jejak kebohongan dimata Kepala sekolah berharap ini semua hanya sandiwaranya saja. Namun sayang, kepala sekolah terlihat serius akan kata-katanya.

__ADS_1


Jinfu mencoba tersenyum, meski sebuah senyum kaku. " Kepala sekolah, apakah ini sebuah candaan. Anda tidak bisa menghukum kami hanya dengan keterangan dari salah satu pihak. Bahkan kami tidak diberi kesempatan untuk membela diri. "


" Pembelaan diri tidak di perlukan. Karena saat itu Xi jun sendiri sudah mengakuinya, dan bahkan menyebut namamu sebagai pihak yang memberinya perintah. Guru Yan sudah menceritakan semuanya. " Ungkap kepala sekolah.


" Tapi.. " Jinfu hendak mengeluarkan penolakannya kembali. Namun kepala sekolah sudah terlebih dulu berbicara dan menggugurkan harapannya.


" Tidak ada tapi-tapian. Ini semua sudah keputusan akhir. Jadi setelah ini, kemasi barang kalian dan segeralah meninggalkan akademi. "


Tubuh Xi jun luruh ke lantai. Masa depannya kini hancur sudah. Bayangan dirinya yang akan kembali di rendahkan oleh keluarganya muncul kembali dalam ingatannya.


Ia pun berjalan dengan kedua lututnya memohon pada kepala sekolah.


" Kepala sekolah tolong ampuni aku. Aku janji tidak akan lagi mengulang kesalahan yang sama. Aku hanya menjalankan perintah tuan muda Jiang karena dia selalu mengancam ku. Tapi setelah ini, tidak peduli seberapa keras ancamannya, aku janji tidak akan pernah melakukan kejahatan lagi. Tolong kepala sekolah. Tolong jangan keluarkan aku dari akademi. Apapun, apapun hukuman akan ku terima asalkan jangan keluarkan dari akademi. " Xi jun memohon hingga membenturkan kepalanya ke lantai.


Jinfu mengepalkan tangannya melihat pemandangan dimana Xi jun memohon.


' Sungguh menggelikan. Aku tidak akan pernah merendahkan harga diri ku seperti itu. ' Batin Jinfu.


" Kepala sekolah. Apa kau yakin akan mengeluarkan aku dari akademi ini? Apa kau tak memikirkan reaksi ayahku jika ia tahu putranya di keluarkan begitu saja. Aku yakin kemarahan ayah ku cukup untuk membuat akademi ini tutup. " Ancam Jinfu. Bahkan sampai akhir pun ia masih menunjukkan sikap sombongnya.


Kepala sekolah melirik pada atasannya, yang tak lain ziyan. Meminta bantuan menutup mulut bajingan kecil di depannya.


Ziyan yang sejak tadi duduk menonton pun akhirnya membuka mulutnya.


" Kalau begitu katakan saja pada orang tua mu. Akan ku lihat tindakan apa yang bisa ia lakukan pada akademi ini. " Ucap ziyan enteng. Ia bahkan tak merubah sama sekali posisi duduknya yang tetap menyender pada kursi dengan kedua tangan terlipat di dada.


" Siapa kau? Kau tidak ada hak berbicara di sini. Aku sedang berbicara dengan kepala sekolah. Jadi tutup mulut mu. " Ketus Jinfu.


" Kau yang tutup mulut! " Sela kepala sekolah setengah teriak. Ia bahkan tak segan-segan menunjuk muka Jinfu.


Jinfu terbelalak dengan perubahan sikap kepala sekolah. Rasa hormat yang biasanya di tunjukkan oleh pria tua itu seolah telah hilang tak tersisa.


" Beraninya kau berteriak padaku? " Geram Jinfu.


" Kau bocah bodoh. Apa kau tidak tahu siapa dia. Beraninya kau berbicara kasar padanya. Ia adalah pemilik akademi ini sekaligus ketua serikat dagang Zi. Dan kau baru saja menyuruhnya untuk menutup mulutnya. " Sembur kepala sekolah. Urat-urat di lehernya sampai menonjol karena geram dengan reaksi bocah itu.


Kemudian ia kembali melanjutkan, tanpa memperdulikan ekspresi Jinfu yang sudah berubah pucat.


" Tampaknya keputusan ku mengeluarkan kalian sudah tepat. Akademi ini tidak membutuhkan murid arogan seperti kalian. "


" Tidak kepala sekolah. Tolong jangan keluarkan aku. Jangan samakan aku dengan Jinfu kepala sekolah. Tolong ampuni aku. " Xi jun masih terus memohon.


Sedangkan Jinfu yang masih terkejut memasang tampang tak percaya akan identitas wanita yang sejak tadi hanya duduk dan melihat, tak menyangka jika ia adalah orang penting yang bahkan tak mungkin ayahnya singgung.


Benar, Jiang wu pernah mengatakan pada putranya bahwa pemilik akademi adalah serikat dagang zi yang mana memiliki pengaruh kuat dalam perekonomian Kekaisaran. Bahkan kaisar sendiri akan memikirkan segala saran yang diberikan oleh bos zi. Karena itu Jiang wu sudah memperingatkan putranya agar tidak menciptakan masalah saat di akademi.


Dan kepala sekolah yang sebelumnya selalu menutup semua masalah yang di perbuat Jinfu. Membuat jiang wu tak pernah menyadari apa saja yang sudah putranya itu lakukan.

__ADS_1


__ADS_2