Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 129


__ADS_3

Ketika hendak kembali ke istana rixi, Sima rui dan ziyan secara tidak sengaja bertemu dengan Sima yan dan shuwang.


Berbeda dengan wajah sima yan yang tampak cerah saat mereka bertemu. Wajah sima rui jelas tampak datar, malah jauh di lubuk yang paling dalam ia membenci kebetulan tersebut. Entahlah, sejak sima rui mengetahui identitas ziyan yang sebenarnya, rasa cemburunya benar-benar sulit terbendung.


" Apa kakak baru saja bertemu ibu suri? " Tanya Sima yan dengan seulas senyum di bibirnya.


Sima rui mengangguk sebagai jawaban. " Apa kau mau ke sana? "


" Iya. Ayahanda memintaku menemani putri shuwang ke sana. "


" Kalau begitu, kalian lanjutkan. Aku dan yaner harus kembali. " Sima rui segera menyudahi obrolan singkat mereka lalu pergi.


Ziyan melihat ke belakang. Dimana Sima yan masih melihat ke arah mereka.


" Kenapa kau begitu dingin dengan putra mahkota. Bukankah kalian bersaudara? " Tanya ziyan. Meski orang lain tidak menyadarinya namun mudah bagi ziyan menyadari perubahan sikap pria itu.


Sima rui menghentikan langkahnya, lalu menatap lekat mata ziyan. " Katakan aku egois atau pencemburu. Aku tidak peduli. Aku hanya tidak suka saat putra mahkota melihat mu dengan pandangan memuja. Aku tahu perasaannya padamu, hanya karena ia tidak melakukan hal di luar batas. Makanya aku hanya diam saja. Namun akan berbeda, jika ia berani bertindak di luar batas. Aku bisa berubah kejam, melupakan bahwa ia adalah saudaraku. "


" Tapi dia kan saudaramu. Apa kau tidak berlebihan jika sampai berbuat kejam. " Tanya ziyan lagi.


" Saudara tidak akan merebut milik saudaranya yang lain. " Jawab sima rui penuh penekanan. " Sekarang mari kita kembali. Banyak hal yang ingin aku lakukan. "


" Apa yang ingin kau lakukan? "


Salah satu sudut bibir Sima rui terangkat. Ia mendekatkan wajahnya dan berbisik. " Melakukan hal yang kemarin sempat tertunda. "


Ziyan berpikir, ' Hal kemarin yang tertunda. Hal apa memangnya? ' Setelah berpikir, akhirnya ziyan tersadar dengan hal yang di maksud Sima rui. Seketika wajah ziyan memerah.


" Ayo cepat lanjutkan " Rancau ziyan terus mengulang kata tersebut sejak mereka ada di dalam kereta kuda.

__ADS_1


Satu sudut bibir Sima rui terangkat.


" Kenapa kau menyeringai? " Ucap ziyan was-was. Menurutnya seringai Sima rui lebih menakutkan dari pada sekumpulan serigala lapar.


" Aku hanya berpikir, kau terus mengulang kalimat yang sama layaknya lebah yang berdengung di telingaku. Akan lebih baik jika kalimat yang kau ucapkan adalah ungkapan cinta. Maka dengan senang hati aku akan menerimanya. " Kedua alis Sima rui bergerak naik turun menggoda wanita di depannya tersebut.


' Oh Tuhan, pria ini benar-benar pandai membual sekarang. ' Monolog ziyan dalam hati.


" Ternyata seorang Sima rui, tak hanya ahli berperang, tampaknya ia memiliki bakat lain yang baru saja ku ketahui. "


Sima rui terlihat penasaran, ia diam dan menunggu bakat baru apa yang ziyan temukan dari dirinya.


Ziyan terkekeh melihat ekspresi menunggu Sima rui. Ia pun berbisik di telinga Sima rui. " Bakat lain itu tak lain adalah bakat membual. " Ziyan tertawa terbahak sementara Sima rui melihat dengan ekspresi tidak terima.


Gadis itu terus tertawa hingga tak sadar, Sima rui sudah mendekatkan tubuhnya dan dengan cepat membungkam tawa ziyan dengan sebuah ciuman.


Ziyan yang terkejut hampir tersedak air liurnya sendiri karena tindakan Sima rui. Ciuman yang awalnya lembut berubah menuntut. Hingga ziyan harus memukul dada Sima rui karena kehabisan napas.


" Itu hukuman karena secara tidak langsung menyebutku sebagai seorang pembual. " Senyum Sima rui penuh kemenangan.


" Baiklah tuan tampan. Bisakah kita lanjutkan cerita tadi. Yang membuatku penasaran adalah kenapa ibu suri tidak memiliki anak, padahal setiap hari mendiang kakek kaisar selalu ke tempatnya. " Tanya ziyan penasaran.


' Apakah kakek kaisar kurang mampu memuaskan sang selir, atau senjata kakek kaisar yang sudah tak mampu lagi memproduksi kecebong berkualitas. ' Ziyan tidak bisa menghentikan pikiran absurbnya sebelum mendengar penjelasan Sima rui.


" Ibu suri pernah hamil. Namun tak lama kemudian ia mengalami keguguran. Semua bukti mengarah pada selir pertama, ia dituduh membuat ibu suri yang kala itu menjadi selir ketiga keguguran dengan alasan cemburu. Dan karena keguguran itu, membuat ibu suri kesulitan untuk hamil kembali. " Jelas Sima rui.


" Jadi apakah selir ketiga benar-benar membuat ibu suri keguguran? "


" Menurutmu? " Sima rui justru balik bertanya.

__ADS_1


Ziyan menggeleng. " Kemungkinan itu kecil. Jika dengan alasan kecemburuan sepertinya itu tidak masuk akal. Bukankah lebih masuk akal jika yang cemburu adalah permaisuri. "


Sika rui tersenyum mendengar analisis. " Tapi selir ketiga juga mungkin saja bisa melakukannya. Karena sebelum kehadiran ibu suri, ia adalah selir kesayangan kakek kaisar. "


Kali ini ziyan benar-benar dibuat menganga. Mendiang kakek kaisar ternyata seorang casanova yang muda berpindah hati.


" Tapi jika tidak ada tragedi selanjutnya. " lanjut Sima rui.


" Ada tragedi lagi? " ziyan merapatkan kedua alisnya.


" Belum setahun sejak kejadian itu, selir kedua harus kehilangan putranya yang meninggal karena sakit. Tabib yang memeriksa pangeran saat itu tidak bisa menemukan penyebab sakitnya pangeran. Kejadian itu membuat selir kedua depresi dan akhirnya gila. " Sima rui diam sejenak, ia tampak berat untuk melanjutkan cerita selanjutnya.


" Dan setelah itu, permaisuri juga jatuh sakit dengan gejala yang sama seperti putra selir kedua. "


Ziyan bisa melihat sedikit kesedihan di mata Sima rui. Bagaimana pun permaisuri adalah ibu kandung kaisar saat ini. Jika benar dugaannya. Maka semua kejadian tersebut bukanlah kebetulan belaka. Pasti ada kaitannya dengan ibu suri. Jika ibu suri bisa melakukan semuanya dengan sangat rapi. Maka bisa di pastikan ia wanita yang sangat berbahaya.


******


Kembali ke tempat lain, shuwang yang melihat Sima yan menatap tak berkedip kepergian kakak dan tunangannya itu merasa kesal. Kini ia tahu alasan pria itu mengajaknya ke istana ibu suri adalah untuk bertemu dengan ziyan.


' Jika aku tidak bisa mengambil hatimu, jangan salahkan aku karena membunuhmu.' Batin shuwang.


Awalnya ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Sima yan karena terpesona dengannya. Tapi melihat pria itu hanya memiliki matanya pada sosok ziyan. Maka ia memutuskan untuk kembali ke rencana awal. Ia tak ingin repot-repot menarik hati pria yang sudah memberikan hatinya untuk wanita lain.


Shuwang juga tidak ingin mencoba merayu Sima rui lagi. Pria itu bahkan lebih sulit dari Sima yan. Ia akan memikirkan cara lain untuk membuat ziyan menderita. Entah kenapa, setiap kali melihat ziyan ia semakin membencinya.


" Pangeran, ayo kita jalan. " Sima yan tersentak saat shuwang berbicara. Ia mendapatkan kesadarannya kembali setelah tanpa sadar menatap kepergian ziyan.


Sima yan mengangguk lalu berdua berjalan ke arah istana ibu suri.

__ADS_1


*********


Yuk like dan comment nya supaya semangat updatenya... love you all...


__ADS_2