Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 384 Side story ( A Fei the princess of Jin)


__ADS_3

" Kau.. " Perdana menteri Fu tercekak, lidahnya kelu sulit untuknya berbicara.


Lagi, Sima Fei kembali menyerang Perdana Menteri Fu dengan mulutnya yang tajam.


" Aku tahu Xiquan adalah putri mu perdana menteri Fu dan dimata seorang ayah, putrinya adalah yang terbaik. Meski begitu kau tetap harus bisa melihat fakta dan tidak membohongi diri sendiri. Kau juga pasti tahu dengan jelas, antara putri mu dan aku siapa yang terbaik. Tapi kau masih saja mengelak dan membohongi diri sendiri. " Dengan percaya diri, A Fei kembali memuji dirinya sendiri.


Ia pun kembali melanjutkan, " jika pemikiran mu terus menerus seperti itu, aku takut lama-lama kau akan mengidap delusi, Perdana Menteri Fu. Jadi kembali lah sadar dan terima kenyataan. "


Mendengar hal itu, Perdana menteri Fu meradang, hampir saja ia muntah darah karena marah. Kemarahannya benar-benar sudah sampai di kepala. Wajahnya sudah berubah merah padam sampai A Fei bisa melihat asap mengepul di atas kepala pria paruh baya itu.


" Berhenti berdebat. " Raja wei menengahi. " Perdana menteri Fu, apa yang di katakan putri Mahkota tidak salah. Kita harus melakukan penyelidikan terlebih dulu sebelum memutuskan bersalah. "


Masih dengan emosinya yang hampir meledak, perdana menteri membungkuk dengan kedua tangan menyatu. " Terima kasih atas kebijaksanaannya Yang mulia. Saya berharap bisa memberikan keadilan untuk putri ku. " Ucapnya sembari melirik benci A Fei.


" Aku tahu. Sekarang kembalilah. Aku akan segera memberi tahu mu hasilnya. "


Selepas kepergian Perdana Menteri. Akhirnya Raja Wei bisa sedikit bernapas lega. Kini hanya tersisa tiga orang di sana.


Raja wei melihat putranya dengan sorot mata kecewa. " Aku tahu kau pasti bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi, bukan begitu putra mahkota. Inilah yang aku khawatirkan jika kau memasukkan wanita itu ke dalam istana. Terlepas dari pengaruh keluarga Fu, ambisi mereka jauh lebih berbahaya. Jangan sampai karena ketidakberdayaan mu kerajaan ini akan berubah marga menjadi Fu. "


Malu, marah, kecewa bercampur jadi satu. Saat ini itulah yang di rasakan oleh Li Chenlan. Ia merasa dirinya seolah sedang ditelanjangi hingga untuk mengangkat wajahnya pun tak sanggup. Ia benci ketika A Fei melihat situasi dirinya saat ini.


" Yang mulia, maafkan saya jika menyela. Saya rasa ini tidak sepenuhnya salah pangeran. Saya juga turut andil dalam hal ini. Seandainya saya tidak memberinya kesempatan untuk bertindak. Hal ini juga tidak akan terjadi. Jadi tolong salahkan saya juga. "


Baik Raja wei dan Li Chenlan kini memandang A Fei dengan sorot mata berbeda. Terutama Li Chenlan yang melihat sang istri dengan perasaan tidak percaya. Ada gelenyar aneh di dadanya. Sesuatu yang menggelitik yang mengakibatkan dadanya terus berdebar.


' Jantung ku pasti bermasalah setelah menerima amukan ayah Raja. ' Dalam hati ia terus merutuki organ dalamnya tersebut.


Raja Wei kemudian meminta mereka berdua untuk kembali dan untuk A Fei sementara ini ia harus menunggu di istana putri mahkota selama penyelidikan berlangsung.


" Aku tidak akan mengucapkan terima kasih atas apa yang kau lakukan tadi. Aku tidak menyuruh mu berbicara untuk ku di depan ayah Raja. Jadi jangan harap aku akan berterima kasih padamu. " Ucap Li Chenlan tiba-tiba saat keduanya sudah berada di luar.


" Aku tidak membutuhkan rasa terima kasih mu. Apa yang ku lakukan tidak ada hubungannya dengan mu. Itu hanya sebatas bentuk tanggung jawab ku, karena membiarkan wanita itu mendapatkan kesempatan untuk menjatuhkan ku. Jadi jangan terlalu besar kepala. Itu akan berat untuk kau menengadah jika kepala mu terlalu besar. " A Fei berlalu melewati Li Chenlan begitu saja, mengabaikan pria itu yang terus memanggilnya dan misuh-misuh tidak jelas.


" Putri, pangeran terus memanggil anda. " Xiao Er menoleh sekilas pada Li Chenlan yang tampak kesal karena di abaikan A Fei.


" Biarkan saja. Pria itu terlalu tidak tahu malu dan pecundang sejati. "


Begitu tiba di istananya, A Fei di kejutkan dengan pemandangan dimana Xiao San sedang di bawa paksa oleh pengawal istana.


" Apa yang kalian lakukan. " Pekik A Fei berlari ke arah Xiao San.


" Maaf putri, kami harus membawa pelayan ini. Kami sudah menggeledah dan menemukan jenis racun di kamarnya. Racun yang sama yang digunakan untuk mengugurkan kandungan Selir Fu. " Jelas salah satu pengawal.

__ADS_1


" Putri, ini semua fitnah. Sungguh aku tidak melakukannya. " Xiao San menangis menyangkal apa yang mereka tuduhkan.


" Aku tahu. Aku percaya padamu. "


" Putri Mahkota, tolong jangan halangi kami. Kami hanya melakukan tugas berdasarkan perintah Kaisar. "


" Omong kosong. Bahkan Kaisar baru saja memberikan perintah penyelidikan bagaimana mungkin kalian sudah berada di sini dan menangkap pelayan ku. Siapa sebenarnya yang menyuruh kalian. " Hardik A Fei.


" Seperti yang kami katakan putri, kami hanya menjalankan tugas dari Yang mulia Raja. " Setelah berbicara, ia memberikan perintah kepada pengawal yang lain. " Cepat kalian bawa dia ke ruang interogasi. "


" Tidak, tidak aku tidak bersalah. Lepaskan aku. " Xiao San terus meronta. Namun para pengawal itu dengan mudah menyeret paksa Xiao San.


A Fei berlari menghadang mereka. Ia tahu saat ini tak ada yang bisa dilakukannya. Berdebat juga hanya akan berakhir sia-sia.


Di saat seperti ini, statusnya sebagai putri mahkota benar-benar tidak berguna.


" Xiao San kau tenang saja. Aku pasti akan mengeluarkan mu. Aku akan mencari bukti dan membebaskan mu. "


" Terima kasih putri. " Haru Xiao San.


Kemudian A Fei beralih melihat para pengawal. " Jangan sentuh atau menyakitinya. Jika sampai ia terluka, aku akan membuat kalian menyesal. Ingat, aku tak hanya Putri Mahkota kalian, aku juga masih putri Kekaisaran Jin. Bahkan jika perdana menteri berada di belakang kalian, bukan hal sulit bagiku untuk menyingkirkannya. "


Para pengawal yang sebelum tampak percaya diri terkejut dengan ancaman A Fei. Namun mereka kembali berpikir bahwa tak mungkin Kekaisaran Jin akan menyingkirkan perdana menteri mereka hanya untuk seorang pelayan.


A Fei memandang punggung Xiao San yang menjauh dengan perasaan bersalah. Tampak jelas jika gadis itu sudah pasrah tak meronta seperti sebelumnya.


" Putri bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan sekarang. " Xiao Er yang biasanya tenang juga tampak panik.


Sungguh, saat ini A Fei bahkan tak bisa berpikir jernih. Kalut, karena sebenarnya sangat sulit untuk membuktikan bahwa Xiao San tidak bersalah. Apalagi, dengan keterlibatan Perdana Menteri, hal itu tentu semakin sulit dan hampir mustahil.


" Aku akan bertemu dengan Yang mulia raja sekali lagi. "


Hanya ada satu yang bisa ia lakukan demi menyelamatkan Xiao San.


*********


Dua hari berlalu dengan cepat. A Fei masih tak menemukan petunjuk bagaimana bisa racun itu berada di kamar Xiao San. Semua pelayan juga sudah diperiksa hingga tersisa satu kemungkinan yang A Fei pikirkan, salah satu petugas lah yang memasukkan racun tersebut sewaktu menggeledah istananya.


Ia kemudian meminta daftar petugas yang melakukan penggeledahan hari itu, lalu mencari tahu petugas mana yang saat itu meriksa kamar Xiao San dan juga menemukan racun itu.


Dengan cepat A Fei tahu identitas dan latar belakang petugas itu bahkan siapa saja yang berhubungan dengannya dan benar saja, petugas itu diketahui memiliki transaksi dengan asisten perdana menteri.


A Fei segera pergi menemui Raja, ia harus menyerahkan bukti-bukti tersebut. Namun di tengah jalan, dirinya bertemu dengan Li Chenlan. Pria yang berstatus suaminya itu tiba-tiba menghadang lalu mencengkram lengan A Fei.

__ADS_1


" Lepas! " A Fei berusaha menyentak lengannya namun cengkeraman Li Chenlan lebih kuat.


" Tidak. Dengarkan aku. Ada hal yang harus kita bicarakan. " Kekeh Li Chenlan tak berniat melepaskan wanita itu.


" Apa? kau ingin bicara apa? apa kau tak ingat apa yang kau katakan saat itu. Saat aku meminta bantuan mu untuk membebaskan Xiao San. Kau sama sekali tidak peduli dan menolak begitu saja meskipun saat itu aku sudah memohon padamu. Tapi kau justru meminta ku untuk membiarkannya menerima hukuman yang sebenarnya bukan kesalahannya. "


" Kau benar-benar seorang pengecut. Mungkin bagi mu dia hanya seorang pelayan, tapi bagi ku Xiao San salah satu orang terdekat ku. Dia keluarga ku. "


" Sekarang, lepaskan aku. Aku harus bertemu Yang mulia Raja. " A Fei menyentak lengannya lebih keras hingga cengkeraman Li Chenlan akhirnya terlepas.


Sebelum A Fei melangkah jauh, Li Chenlan kembali bersuara.


" Jangan melawan perdana menteri Fu. Kau tidak tahu sebesar apa pengaruhnya. Bahkan ayah ku tidak bisa berbuat banyak. Aku tak ingin sesuatu terjadi dengan mu. "


" Benarkah? " A Fei menoleh kemudian berjalan mendekat, tersenyum remeh. " Tapi aku tidak peduli. Cepat atau lambat ia pasti akan kembali menyerang ku karena yang sebenarnya ia harapkan menghilang adalah diriku. Jadi menyinggungnya atau tidak sama sekali tidak ada bedanya. "


A Fei pergi meninggalkan Li Chenlan yang mematung menatap punggung istrinya. Ada perasaan sesak ketika tatapan wanita itu kini berubah dingin. Semenjak penangkapan itu, Hubungan A Fei dan Li Chenlan seolah membeku.


Tak ada lagi pertengkaran di antara keduanya. Bila sebelumnya A Fei masih menganggap keberadaan Li Chenlan, namun kali ini wanita itu benar-benar sudah tak peduli. Beberapa kali Pria itu mencoba memancing pertengkaran namun sikap acuh tak acuh yang Li Chenlan dapatkan.


" Sial! " satu tangannya meraup wajah frustasi.


' Bagaimana aku bisa memberitahunya bahwa pelayannya sudah meninggal bahkan sebelum aku mengatakannya A Fei sudah menatap ku dengannya penuh kebencian. '


Tak bisa Li Chenlan bayangkan seperti apa reaksi istrinya jika tahu kabar tersebut.


Marah, karena semuanya tidak ada yang sesuai dengan rencananya. Ia sendiri tak menyangka bahwa Perdana Menteri akan meminta mereka untuk menyiksa pelayan itu hingga akhirnya kehilangan nyawanya.


Jika sudah demikian, siapa yang bisa ia salahkan?


Li Chenlan akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Xiquan. Kedatangannya segera mendapat sambutan hangat wanita itu yang tersenyum lebar padanya.


" Yang mulia, aku sangat merindukan mu. Dua hari ini kau sama sekali tidak datang dan itu membuat hati ku sakit. Apa kau tahu Yang mulia, aku sangat kesepian, aku membutuhkan mu terlebih setelah aku kehilangan putra kita. " Manis sekali kata-kata wanita itu membuat Li Chenlan hampir saja luluh.


' Jika kau kesepian, lantas kenapa kau tega membunuh anak mu sendiri. ' Batin Li Chenlan geram.


Bagi pria yang sangat menyayangi dan menghormati ibunya, tentu tindakan Xiquan sudah sangat melewati garis bawahnya. Itulah kenapa ia enggan bertemu dengannya.


Pria itu melepaskan rangkulan tangan Xiquan dan berbalik untuk menatapnya.


Entah apa yang ia pikirkan, tiba-tiba timbul keinginan yang begitu besar dari dalam untuk mencekik leher Xiquan. Seolah iblis baru saja membisikkan niat jahat di telinganya.


" A-apa.. ya-ng.. k-kau lakukan. " Xiquan meronta memukul-mukul tangan Li Chenlan, tangan besar pria itu mencekiknya sangat kuat. Wajah wanita itu bahkan sudah berubah ungu hampir kehabisan oksigen. Perlahan tangan yang meronta tersebut lemas dan akhirnya terkulai jatuh.

__ADS_1


__ADS_2