Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 284 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Rombongan menteri pei akhirnya tiba di shu. Mereka di sambut baik oleh pihak istana.


A Guang keluar bersama menteri pei. Ia sudah menyelinap masuk saat rombongan berada gerbang kota.


Diantar oleh seorang kasim, mereka berdua menuju aula tengah istana dimana kaisar shu sudah menunggu bersama jajaran para pejabat istana.


A Guang dan menteri pei memberikan salam dan hormat mereka sesuai tatacara kerajaan Jin.


" Bagaimana perjalanan kalian? pasti sangat melelahkan berhari-hari di jalan. Aku harap itu tidak mengurangi kenyamanan kalian saat berada di sini. "


Menteri pei berkata, " Itu tidak melelahkan Yang mulia. Ini sudah menjadi tugas kami. "


Kaisar shu tersenyum lalu beralih menatap A Guang. " Apakah ini putra mahkota Jin, Sima Guang? "


" Benar Yang mulai. Saya Sima Guang. "


Xuan yi terbahak, " Sungguh kau sangat mirip dengan ayah mu, Kaisar Jin. Sekilas aku pikir kau adalah dirinya. "


Lalu ia kembali berkata. " Bagaimana kabar Kaisar dan ratu Jin? sudah sangat lama aku tidak bertemu mereka. " Xuan yi menambahkan sekaligus mengingat kenangan saat berada di Jin


" Jawab Yang mulia, Ayah dan ibu baik. Mereka masih sama seperti dulu. "


Mengangguk setuju, Kaisar shu berkata lagi. " Aku percaya, ayah dan ibu mu adalah sosok yang luar biasa. Melihat mu berdiri di sini benar-benar mengingatkan sosok Kaisar Jin saat muda. Hanya saja mata teduh mu terlihat seperti ratu Jin. Aku pikir itu lebih baik. Kau terlihat tidak sedingin Kaisar Jin. " Xuan yi tertawa.


Sedangkan A Guang hanya mampu tersenyum kaku.


" Karena kalian baru tiba. Aku yakin kalian pasti lelah. Jadi aku sudah menyiapkan kamar untuk tempat istirahat. Pelayan akan mengantar kalian. "


Beberapa pelayan datang dan segera mengantar A Guang dan menteri pei menuju kamar mereka.


**********


Di tempat lain.


Serikat dagang Siwang.


Xu xiang memijat pangkal hidungnya. Ia begitu lelah dengan masalah yang baru-baru ini belum bisa ia selesaikan.


" Entah dengan cara apa lagi aku menolak mereka? apakah mereka tak paham bahwa aku benar-benar tak ingin menikah dengannya. " Ketus Xu xiang kesal.


Ini adalah lamaran ke tiga belas yang diterimanya dan semua berasal dari orang yang sama, Zhuocheng pemilik sekaligus ketua serikat dagang Haidao.


" Zhuocheng adalah pria dengan ambisi tentu saja ia tidak akan menyerah begitu mudah. Apa lagi kau lajang dan belum menikah. Sudah pasti ia akan terus memberikan lamaran pada mu. " Tangan Gu shang menyentuh dagunya menganalisis situasi Xu xiang.


Bibirnya tersenyum ejek saat melirik isi surat lamaran Xu xiang.


" Pria ini benar-benar tak tahu malu. Bahkan jika ia begitu ingin menguasai serikat dagang kita apakah harus memaksa seorang gadis menikahinya. " Tambahnya.

__ADS_1


Sudah jelas motif lamaran Zhuocheng bukanlah karena perasaan cinta. Melainkan metode licik untuk menguasai serikat dagang mereka.


Alasan kenapa ia tidak bisa menyentuh Siwang dan menghancurkannya karena dukungan yang ada di belakang Xu xiang.


Xu xiang menghela napas lalu menyandarkan punggungnya pada kursi.


" Lalu apa yang harus ku lakukan untuk menghentikan kegilaannya ini. " Keluh Xu xuang putus asa.


" Bukankah itu mudah. Kau hanya perlu menikah dan semua ini selesai. " Jawab Gu shang acuh tak acuh.


Menikah? apakah ia bisa menikah sementara hatinya masih terikat dengan pria dari masa lalunya. Pria yang selama tujuh tahun ini berusaha ia lupakan. Pria yang selama ini begitu ia rindukan.


Gu shang memandang Xu xiang yang masih diam. " Apa kau masih belum bisa melupakannya? aku yakin sekarang ia sudah bahagia. Menikah, memiliki beberapa anak lucu juga selir sebagai pelengkap. Jadi berhentilah memikirkannya. "


Xu xiang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia menggeleng kemudian berkata. " Aku sedang tidak memikirkannya. Jangan berkata seolah kau tahu apa yang sedang ku pikirkan. " Sanggah Xu xiang bohong.


" Ck, kau menyanggah sesuatu yang bahkan orang buta pun bisa melihatnya. "


Kembali Xu xiang diam. Ia memilih untuk merubah topik obrolan.


" Apa rombongan kerajaan Jin sudah tiba? " Wajah frustasi Xu xiang berubah serius. Ekspresinya berubah cepat seperti membalik halaman buku.


Gadis itu tak pernah main-main saat membahas pekerjaannya.


" Sudah. Mungkin kita bisa bertemu dengan mereka esok hari saat kita memasuki istana. "


Entah kenapa jantungnya sejak tadi berdebar. Ia merasa bahwa ini sebuah pertanda.


' Semoga besok tidak terjadi sesuatu. ' Harapnya dalam hati.


********


Tiga serikat dagang terbesar di ibukota di undang secara resmi untuk datang ke istana.


" Ini kali pertama aku datang ke istana. Beritahu aku jika aku melakukan kesalahan. " Ucap Gu shang panik. Wajahnya terlihat begitu tegang.


Ia tidak ingin melakukan tindakan yang bisa membuatnya malu.


" Tenanglah. Ini hanya undangan jamuan untuk menyambut utusan dari Kerajaan Jin. Ini tidak begitu menakutkan. Jadi, alih-alih panik lebih baik nikmati saja sajian yang akan segera masuk ke dalam perut mu. "


Kemudian Xu xiang berbisik. " Kau tahu, aku sengaja mengosongkan perut ku agar bisa menghabiskan seluruh hidangan istana. "


Rasa panik Gu shang mendadak hilang berganti dengan rasa rileks.


"Jangan tertawa, apa yang ku katakan serius. " Xu xiang tak terima Gu shang menertawakannya. Namun diam-diam ia tersenyum melihat bahwa temannya sudah tak panik lagi.


Keduanya tiba di aula tempat perjamuan di selenggarakan. Tamu undangan banyak yang sudah datang. Kebanyakan dari mereka adalah para pejabat pemerintahan. Untuk pengusaha besar seperti Xu xiang hanya beberapa saja.

__ADS_1


Xu xiang melihat seseorang yang di kenalnya. Ia mengajak Gu shang untuk menemuinya.


" Selamat siang tuan Ya se. Senang bertemu dengan anda di sini. "


Arthur menoleh dan tersenyum hangat. " Xu xiang, kau juga datang? " Lalu melirik pada Gu shang. " Apakah ini wakil Gu? "


Gu shang tidak menyangka bahwa Xu xiang akan mengajaknya bertemu Ya se. Pemilik kasino sekaligus Ketua Serikat dagang Kekaisaran.


Ia juga adalah orang yang menjadi pendukung Xu xiang. Karena itulah Zhuocheng tidak berani menyentuh serikat dagang Siwang.


Tuan Ya se adalah salah satu pria berpengaruh di shu setelah Kaisar shu. Meski ia tidak berada di pemerintahan. Tapi segala keputusan yang di ambilnya selalu berpengaruh besar dalam perekonomian shu.


Gu shang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Arthur.


" Be-benar tuan. Saya Gu shang. Sungguh merupakan keberuntungan bisa bertemu dengan anda. " Ia kembali kikuk. Rasa yang tadi hilang kembali muncul.


"Tidak perlu tegang. Aku senang dengan pemuda hebat seperti mu. Xu xiang sudah banyak bercerita. Termasuk kau yang sebenarnya mabuk air tapi tetap melaksanakan tanggung jawab mu sebaik mungkin. Menurut ku itu luar biasa. "


Mendengar dirinya di puji, Gu shang merasa lemas seolah rohnya mendesak ingin keluar dan terbang tinggi.


Ketiganya mulai mengobrol hangat seputar perdagangan akhir-akhir ini. Hingga akhirnya Kaisar shu tiba dengan seorang pemuda di sampingnya.


Xu xiang yang sedang minum langsung menyemburkan air di mulutnya. Ia terkejut saat melihat sosok pria yang begitu di rindukannya ada bersama Kaisar Shu.


Ia tercengang dengan mulut yang menganga lebar.


A Guang? apa yang dilakukannya di sini? kenapa ia bersama dengan Kaisar shu? ada hubungan apa mereka berdua?


Semua pertanyaan itu terlintas di pikiran Xu xiang secara tiba-tiba.


Ia dengan cepat menoleh ke samping saat mendengar ucapan Gu shang.


" Lho bukan kah itu A Guang, tuan muda yang bersama dengan Xiao wen. Kenapa ia bersama dengan Kaisar? " Terlihat jelas keterkejutan dan tanda tanya di wajah Gu shang.


" Kau mengenal A Guang? " Mata Xu xiang menyipit menuntut penjelasan.


Pria itu mengangguk. " Ia menumpang kapal kita saat menuju kemari. "


Hah?! menumpang?


Belum sembuh keterkejutan keduanya. Arthur menambahkan lagi.


" Kalian berdua mengenalnya? itu benar, dia A Guang. Dia adalah putra ku. "


Keduanya menoleh secara bersamaan ke arah Arthur. Sekali lagi mereka menganga lebar saat kembali di buat terkejut dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Arthur.


Mereka tidak menduga bahwa pria yang mereka kenal adalah putra orang berpengaruh di shu.

__ADS_1


Dan tampaknya kesalahpahaman ini masih akan terus berlanjut.


__ADS_2