Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 90


__ADS_3

"Jadi bagaimana nona bisa tahu, bahwa ang liwei dan teman-temannya ingin menjebak mu? " (Yaoyao)


Didalam kereta, ziyan dan yaoyao kembali membahas kejadian di kediaman wang tersebut. Dari sini, yaoyao tahu bahwa nona mudanya itu ternyata sudah menyadari niat jahat mereka sejak awal.


" Bukankah dari awal kedatangannya, ia terus berusaha membuatku marah. Selain itu, saat memasuki aula pesta. Aku sudah merasakan pandangan dingin darinya. Kemungkinan ia juga sengaja datang ke taman itu dan ketika melihat bahwa aku hanya bersamamu. Jadilah ia menggunakan kesempatan itu untuk menjebak ku. "


"Lalu kenapa nona bisa yakin, ada orang lain yang berada di belakang ang liwei? bisa jadi ia memang melakukannya karena kemauannya sendiri. "


"Itu karena... " Ziyan mengingat kembali kejadian tadi. Saat ia mencoba bertanya pada ang liwei mengenai motifnya menjebak ziyan. Ekspresi ang liwei berubah dan ia yang awalnya hendak berbicara, segera menutup mulutnya rapat-rapat. Perubahan tersebut di sadari ziyan, ia yakin bahwa orang yang memerintahkannya berada di pesta itu juga. Tapi siapa?


Tiba-tiba.... Bbrakk! ! !


Sebuah hentakan membuat ziyan kembali tersadar. Hentakan yang cukup kuat hingga hampir membuat ziyan terjatuh. 'Apa yang terjadi? ' Kereta ziyan berhenti.


"Maaf nona, roda keretanya jatuh ke lubang. Apakah anda baik-baik saja? " (kusir)


Ziyan segera turun dari kereta untuk melihat situasi. Memang benar satu roda depannya masuk ke sebuah lubang. Jika melihat dari diameter serta kedalamannya seharusnya kusir bisa melihatnya.


"Apakah kau tadi tidak melihat lubang ini? " (ziyan)


"Tidak nona. Mungkin karena tertutup ranting dan daun, jadi aku tidak menyadarinya. "


Jawaban sang kusir membuat ziyan sadar, bahwa sepertinya lubang ini adalah jebakan yang sengaja di persiapkan.


"Kelihatannya hari ini adalah hari sialmu. " Snowy berbisik pada ziyan.


"Aku tahu. "


Karena hanya ada empat orang disana jadi hanya kusir dan xiaoqi yang mendorong kereta itu semetara ziyan dan yaoyao menunggu di samping. Ziyan meminta orang tuanya untuk berjalan terlebih dulu, karena itulah hanya tersisa mereka saja.


Tak lama terdengar langkah kuda mendekat. Ziyan mengalihkan pandangannya. Ia tahu cepat atau lambat para bandit akan datang. Dan ketika ia melihat ke arah sumber suara, ia sangat terkejut.


" Sima yan.... " Tanpa sadar ziyan bergumam menyebut nama orang yang menunggangi kuda paling depan.


Total ada empat kuda. Sima yan, fengxiao, yelu dan jiangwu.


" Apa apa? " Sima yan bergegas turun dari kereta dan menghampiri ziyan.


"Salam putra mahkota. " Ziyan membungkuk sedikit memberikan hormat.


"Kau tak perlu selalu memberikan hormat saat kita bertemu. Aku membebaskan mu dari hal itu. " (Sima yan)


" Maaf Yang mulia. Tapi saya rasa itu tidak pantas. Bagaimanapun juga, kau adalah putra mahkota negara ini. "


Sima yan tak bisa berdebat jika sudah menyangkut statusnya sebagai putra mahkota. Ia tahu, ziyan hanya menggunakan statusnya sebagai alasan untuk menjaga jarak darinya. Meski ia berusaha mendekati gadis itu, hanya untuk sekedar berbicara sepatah dua patah kata. Namun gadis itu selalu dengan tegas membuat garis di antara mereka. Seakan memperjelas akan batasan keduanya. Hati Sima yan bergetar mengetahui fakta tersebut. Ia tahu bahwa ia tidak memiliki takdir dengan gadis ini.Tapi sayangnya, saat Sima yan tersadar akan hal itu, ia sudah dalam keadaan dimana ia tidak bisa menjauh.


" Baiklah aku menyerah. " Sima yan tak ingin terus memaksakan kehendaknya. Ia tahu hal itu justru akan membuat hubungan mereka semakin jauh. Jadi ia lebih memilih untuk mundur kali ini.


"Apa yang terjadi? Kenapa dengan keretamu? " (Sima yan)


"Sepertinya ada yang sengaja membuat jebakan. " (ziyan)


Sima yan melihat roda kereta ziyan. Karena cukup dalam, jadi ia memutuskan yelu dan jiang wu untuk ikut membantu juga. Dibantu dengan feng xiao, lima orang mendorong kereta itu hingga akhirnya berhasil terangkat juga.


"Kenapa kau tak membantu mereka? " (ziyan)


"Jika aku membantu juga. Siapa yang akan menjagamu? " (Sima yan)


Ziyan memutar matanya mendengar ucapan Sima yan. Ucapan pria playboy ini memang tak pernah jauh dari kata-kata manis penuh rayuan.


Kereta ziyan akhirnya kembali terangkat, Ziyan memutuskan untuk segera naik agar bisa cepat sampai di kediamannya. Karena terlalu lama berhenti, ia takut akan membuat kedua orang tuanya khawatir.


"Terima kasih atas bantuan kalian. Lain kali aku akan membalasnya. "


" Aku akan mengantarmu. " Sima yan buru-buru menawarkan bantuan pada ziyan. Namun gadis itu justru terkejut dan saat hendak menolaknya, Sima yan segera menambahkan kalimatnya. " Sebelum kakak pergi, ia berpesan untuk menjagamu. Jadi tolong jangan menolaknya. "


'Permintaan Sima rui? ' Ziyan berpikir sejenak. Ia melirik yelu dan jiangwu. Mungkin tak masalah, lagipula mereka tidak hanya berdua.


"Baiklah. Maaf merepotkan Yang mulia. " (Ziyan)


Sima yan mengangguk, dan dengan menunggang kudanya ia mengawal kereta kuda ziyan.


Ditengah perjalanan, karena tidak ada obrolan sama sekali, membuat suasana menjadi cukup canggung. Jadi ziyan membuka tirai jendelanya dan memutuskan untuk memulai percakapan dengan Sima yan.


" Pangeran, bagaimana kau bisa berada di sini? " Ziyan merasa kehadiran Sima yan begitu kebetulan.


"Ah itu... aku hendak ke kediaman wang. Karena sebagai menteri baru, aku harus memberinya selamat atas nama keluarga kerajaan. "

__ADS_1


"Lalu kenapa kau tak kesana? "


"Itu karena... " Ketika hendak menjawab pertanyaan ziyan, sekelompok bandit menghadang jalan mereka.


"Hahahahaha.... serahkan harta kalian jika ingin melewati tempat ini. "


Bandit dengan tubuh besar berdiri di tengah jalan. Di tangannya memegang golok. Satu persatu rekan-rekannya keluar dari tempat persembunyiannya.


Melihat ada bahaya di depan, feng xiao segera siaga untuk melindungi Sima yan.


"Feng xiao kau lindungi nona mo. " (Sima yan)


Fengxiao terdiam sejenak , kemudian merespon perintah sima yan. "Baik."


Prioritas feng xiao adalah melindungi Sima yan. Namun ia juga tak pernah membantah perintahnya. Jadi meski itu berlawanan dengan kewajiban feng xiao, ia tetap mematuhinya.


Dalam hitungan detik, pertarungan mereka dimulai. Feng xiao dan xiaoqi melawan bandit yang berusaha mendekati kereta. Sepertinya para bandit ini sengaja mengincar gerbong kereta ziyan. Yelu dan jiangwu ikut membantu pertempuran. Meski ilmu bela diri mereka tak sehebat Sima yan, feng xiao ataupun xiaoqi. Tapi setidaknya kemampuan mereka bisa disebut lumayan untuk taraf pemula mengayunkan pedang.


"Mereka berdua bahkan tak sehebat dirimu. " Snowy bergumam pelan ketika melihat kedua orang itu bertarung.


"Hm... " Ziyan tak terlalu merespon ucapan snowy. Ia merasa ada yang aneh dengan yelu dan jiangwu. Entah kenapa mereka justru terlihat seperti sedang bermain-main.


Sebuah anak panah tiba-tiba tertancap di dinding gerbong ziyan. Beruntung hanya sedikit ujung besi pada mata panahnya yang masuk ke dinding bagian dalam. Ziyan menggunakan kereta khusus yang disiapkan Sima rui sebelum kepergiannya. Jika ia menggunakan kereta biasa. Mungkin saja panah itu sudah menembus dadanya. Itulah kenapa saat kereta ini jatuh di lubang tadi, cukup sulit bagi xiaoqi untuk mengangkatnya. Karena berat kereta ini sendiri 3 kali lipat dari gerbong biasa.


"Aahhh! " Yaoyao yang terkejut menjerit ketakutan.


Mendengar teriakan yaoyao membuat xiaoqi memusatkan kembali perhatiannya pada gerbong ziyan. Ia melihat anak panah tertancap disana. Menyadari bahwa banyak anak panah yang akan datang menghujani mereka. Ia segera berlari menerjang feng xiao dan menariknya, menghindari serangan itu lalu bersembunyi di belakang kereta.


Yelu dan jiangwu ikut bersembunyi disana. Dengan kemampuan mereka, tak mungkin mereka sanggup menghalau serangan panah.


"Kenapa mereka begitu serius? " Jiangwu bisa merasakan keinginan besar para bandit yang ingin membunuh mereka.


"Diamlah. " Yelu menutup mulut jiangwu. Ia tak ingin pria bermulut bocor ini mengungkap hal lebih banyak lagi.


Gubrak!


Tubuh kusir yang terkena panah jatuh ke tanah tepat di depan xiaoqi, mengejutkan ketiga orang yang lain.


"Nona apa kau baik-baik saja. " Xiaoqi memastikan bahwa nonanya tidak terluka.


"Hm.. Aku baik-baik saja. Kau tenang saja. Panah biasa tak akan bisa menembus gerbong ini. Apakah semua baik-baik saja? "


Namun setelah feng xiao keluar, tidak ada bandit yang menyerang mereka lagi. Bahkan ia tak melihat anak panah datang.


Sima yan keluar dari semak-semak. Ternyata ia baru saja mengalahkan semua bandit yang bersembunyi.


"Tuan apakah anda baik-baik saja? " Feng xiao segera menghampiri Sima yan. " Itu..." Melihat darah di dadanya membuat ke khawatiran Feng xiao semakin bertambah.


" Oh... Ini darah mereka. Kau tenang saja. " (Sima yan)


Situasi diluar sudah tenang, tidak terdengar lagi suara pertarungan. Jadi Ziyan memutuskan untuk membuka jendela keretanya.


"Nona. "


"Waahhh ...! "


Wajah xiaoqi muncul tiba-tiba di depannya tepat ketika ziyan membuka jendela. Membuat ia benar-benar terkejut. Ziyan memegang dadanya, merasakan jantungnya yang berdetak kencang.


Snowy terkekeh melihat reaksi ziyan. Sangat jarang melihat gadis itu begitu terkejut.


"Maaf nona mengejutkanmu. Aku hanya ingin bilang bahwa situasi sudah aman. "


Ziyan melihat keluar. Matanya menemukan beberapa mayat bandit yang jatuh ke tanah karena terkena panah. Ziyan mengerutkan keningnya. Sepertinya ada sesuatu yang janggal. Tapi ia tak ingin memikirkannya sekarang. lebih baik cepat pergi dari sini. Karena para bandit banyak yang kabur, ziyan memutuskan untuk segera meninggalkan tempat itu. Akan menjadi sebuah masalah besar jika terus berada di sini.


Setelah perjalanan berdarah itu, akhirnya ziyan tiba di kediaman mo.


"Terima kasih semuanya sudah mengantar. " (ziyan)


" Sama-sama. "


Sima yan terus memandang punggung ziyan hingga menghilang dibalik pintu.


"Hei xiongdi* (brother) hari ini kau hebat juga. Kejadian bandit tadi terlihat nyata. Dimana kau menyewa bandit-bandit itu? "


Sebenarnya, sejak awal Sima yan sudah mengetahui jalur perjalanan ziyan. Jadi ia sengaja membuat lubang jebakan di jalan itu untuk mengentikan kereta ziyan.


Rencananya, setelah kereta itu terjebak. Ia akan muncul tiba-tiba untuk membantunya. Lalu mengantarnya pulang sehingga hubungan mereka akan menjadi lebih dekat. Seperti itulah yang dipikirkan Sima yan pada awalnya. Namun siapa yang menyangka bahwa di tengah jalan, mereka akan bertemu dengan bandit. Jadi dengan kata lain bukan sima yan lah yang mengatur bandit-bandit itu. Mereka tidak ada dalam rencananya. Ia tak mungkin menjadikan nyawa gadis yang di cintai nya sebagai taruhan.

__ADS_1


"Aku tidak mengatur bandit-bandit itu. mereka tidak dalam rencanaku. " Sima yan menjelaskan dengan singkat.


"Jadi maksudmu. Itu benar-benar bandit sungguhan? " (Jiangwu)


"Tentu saja. " (Sima yan)


Yelu dan jiangwu saling berpandangan.


******************


Malam hari, Halaman barat.


Snowy segera melompat ke tempat tidur. Ia merebahkan badannya dan bersiap untuk tidur. Namun ia melihat ziyan masih duduk sambil memutar cangkir tehnya.


"Kau tidak tidur? " (Snowy)


"Hm.. " Ziyan bangkit dari kursinya lalu duduk di tempat tidurnya, memasukan kakinya ke dalam selimut.


"Apa yang kau pikirkan. Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu. "


Ziyan melirik kucingnya tersebut dan mengelus kepalanya. "Aku hanya sedang memikirkan kejadian tadi siang. "


" Kejadian yang mana? hari ini banyak sekali hal yang terjadi. " Seakan tersadar akan sesuatu. Snowy kembali berkata dengan penasaran. " Apa mungkin benar.. hari ini adalah hari sial mu. "


Ziyan mengoyangkan telunjuknya. "Tidak... Kau salah. Justru hari ini adalah hari keberuntunganku. "


Hah?! Snowy tidak mengerti. Beruntung dari mana? ia hampir di bunuh oleh bandit dan masih mengatakan beruntung.


" Kau tidak mengerti? " Ziyan tersenyum tipis. "Karena lubang itu, kita mendapatkan pengawalan gratis. Aku tebak, kemungkinan besar orang yang membuat lubang itu adalah Sima yan. "


"Sima yan? Bagaimana kau tahu? Apakah bandit itu juga... "


"Tidak... " Ziyan menggeleng. " Mereka bukan orang-orang Sima yan. Aku tahu karena saat serangan itu, aku secara tidak sengaja mendengar ucapan salah satu bandit yang mengungkapkan keterkejutannya karena kehadiran tiba-tiba Sima yan dan lainnya. Dari situlah aku tahu bahwa mereka bukan salah satu rencana Sima yan. Kelihatannya para bandit itu di kirim oleh seseorang untuk membunuhku. Karena itu, mereka begitu terkejut mengetahui keberadaan sima yan. "


" Lalu mengenai lubang itu, dari awal aku sudah tahu bahwa lubang itu sengaja dibuat seseorang. Hanya saja aku tidak menyangka bahwa orang itu akan menjadi sima yan? sempat aku mengira itu di buat oleh perampok atau bandit. Momen disaat Sima yan muncul itulah yang membuatku curiga. Begitu kebetulan dan disaat yang sangat tepat. "


"Hanya dari itu kau menyimpulkan semuanya? "


Snowy masih tidak percaya, pasti masih ada faktor lain.


" Iya. Lagi pula itu juga baru opiniku saja. "


Lalu ziyan kembali terdiam, pikirannya memikirkan hal lain.


" Dan opiniku yang lain adalah kemungkinan saat itu ada pihak lain yang membantu kita menyerang para bandit itu. "


Snowy masih terdiam.


" Aku lihat beberapa bandit itu mati karena terkena anak panah. Apakah diantara kita saat itu ada yang membawa panah? bukankah itu aneh. "


Ziyan menguap menahan matanya yang terasa begitu berat. "Sudahlah kita pikirkan lagi besok. Ayo kita tidur. "


********************


Seekor burung pengantar pesan hinggap di sebuah batang kecil. Ia diam dan dengan patuh menunggu seseorang mengambil surat pendek yang ada di kakinya.


Pria dengan pakaian zirah besi berjalan mendekat ke arah burung itu. Ia mengambil surat kecil tersebut lalu membacanya. Kedua sudut bibirnya terangkat membuat sebuah simpul senyum.


" Pangeran... semuanya sudah siap, menunggu perintah untuk bergerak. " (junyi)


Sima rui membalikan badannya dan menatap lurus junyi. " Sampaikan perintah ku. Kita akan bergerak dalam sepuluh menit. "


" Baik."


Sima rui memperhatikan ekspresi junyi. Pengawalnya itu nampak begitu senang mengetahui mereka akan segera meninggalkan perbatasan.


" Kelihatannya hidup di perbatasan sudah membuatmu menderita? " (sima rui)


" Bukan karena hidup disini yang membuatku menderita tuan. Tapi karena akhirnya aku bisa pulang dan bertemu dengannya. " Junyi tersenyum bodoh. "Bukankah anda juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nona mo, tuan. "


" Ehem... Sudah. Kau pergi dan bersiap-siaplah. "


Sima rui membuang mukanya, berusaha menyembunyikan perasaanya. Keberanian pengawalnya ini semakin hari kelihatannya semakin besar. Ia bahkan sudah berani menggoda dirinya.


Perpisahan antara Sima rui dan ziyan yang hanya dua minggu entah kenapa bagi Sima rui terasa bagai dua tahun. Ia begitu merindukan gadis itu. Tiada hari yang ia habiskan tanpa memikirkan gadis itu. Karena itu, untuk mengobati rasa rindunya. Ia mengirim pengawal bayangan miliknya untuk diam-diam melindunginya dan mengirim kabar apapun mengenai gadis itu.


Kereta kuda yang ia berikan akhirnya berguna juga

__ADS_1


dan para pengawal bayangannya juga diam-diam sudah melindungi gadis itu. Namun ada satu hal yang masih mengganggu pikirannya. Kenyataan bahwa adiknya juga menyukai ziyan. Ia bahkan sampai bertindak konyol membuat lubang jebakan hanya untuk mendekatinya.


Sima rui meremas kertas kecil itu. Kelihatannya ia harus mengajarkan adiknya untuk tidak menyentuh sesuatu yang bukan miliknya. ' Yan... Kau tunggu saja. '


__ADS_2