Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 116


__ADS_3

Ketiganya masih diam tak ada satupun yang berniat memecah kesunyian. Semua orang sibuk dengan pikiran masing-masing.


Tak tahan dengan suasana tegang tersebut. Akhirnya lucy, orang pertama yang memutuskan membuka suaranya. " Bagaimana menurutmu Gaia? Sima rui ingin menikahi mu. " lucy memanggil ziyan dengan Gaia bukan tanpa alasan. Ia hanya ingin mengingatkan gadis itu identitas dirinya yang sesungguhnya.


Sejujurnya ziyan senang dengan berita tersebut. Tapi identitasnya merupakan tembok tebal yang seakan memisahkan dirinya dengan pria itu.


" Ayah... aku akan bicara terlebih dulu dengan pangeran. Situasi ini tidak bisa kita selesaikan sendiri. Merupakan kejahatan besar membohongi raja dan wasiat mendiang raja. Jika memungkinkan lebih baik kita justru memutuskan pertunangan ini. Bagaimana menurutmu ayah? "


Tuan mo tentu tahu apa yang menjadi pertimbangan ziyan. Jika suatu hari identitasnya terbongkar, maka tidak hanya dirinya yang terkena hukuman. Namun seluruh kediaman Mo.


" Ayah ikuti apapun keputusanmu. Tapi boleh ayah tanya sesuatu? " Ziyan mengangguk.


" Bagaimana perasaan mu sendiri terhadap pangeran? Selama ini ayah hanya tahu, kau menjalani pertunangan ini karena menggantikan yaner. Namun baik ayah dan ibumu sama sekali tidak pernah bertanya bagaimana perasaan mu. Maaf atas keegoisan kami Yaner. "


Ziyan menatap lekat tuan mo yang sudah di anggap nya ayah itu. Ia melihat rasa penyesalan yang dalam pada netra pria paruh baya itu. " Sejujurnya cukup nyaman berada di sisi pangeran. Dia pria yang bertanggung jawab dan juga setia. Aku rasa ia akan menjadi kandidat terbaik sebagai suami di Kerajaan jin. Dan menyukai pria sepertinya bukankah suatu kewajaran. "


" Lalu apa kau mencintainya. " Tanya tuan mo lagi.


" Aku menyukainya ayah. " Jawab ziyan cepat.


" Baiklah kalau begitu. Itu saja yang ingin ayah katakan. Kalian lanjutkan saja apa yang kalian bicarakan sebelumnya. Ayah akan kembali. " Tuan mo berdiri dari kursinya dan segera melangkah pergi.


Ziyan menatap kepergian ayahnya, kemudian membuang napasnya kasar. Punggungnya ia sandarkan pada kursi merilekskan tubuhnya yang terasa berat. Lucy melihat kegundahan hati ziyan.


" Jangan seperti ibumu yang selalu membebani dirinya. Ia selalu memikirkan semua hal sendiri. Jika bukan karena bertemu dengan ayahmu. Mungkin ibu mu sudah berubah menjadi nenek-nenek sebelum melahirkan dirimu. " Lucy kembali mengingat sang kakak yang terbiasa melakukan semua hal sendiri. Dan sekarang, Sifat buruknya tersebut sepertinya menurun pada putrinya.


Ziyan mengangkat satu alisnya tidak percaya. Ia tidak tahu jika sifat ibunya seperti itu. Dari yang dia ingat, ibunya selalu berdiskusi terlebih dulu dengan sang ayah sebelum melakukan apapun.


" Ada apa dengan reaksi mu itu. Apa kau tidak percaya padaku? Aku tidak akan menjelekkan rosy. Dia kakakku, dan aku bicara fakta. "


Ziyan terkekeh mendengar nada bicara bibinya yang seolah tidak terima karena di ragukan olehnya.

__ADS_1


" Aku bukan tidak percaya, hanya saja semua kenangan tentang ibu yang aku ingat, tidak seperti yang bibi katakan. " jelas ziyan.


" Itu karena kenangan yang kau ingat, setelah rosy bertemu ayahmu. "


" Berarti ayah hebat bisa merubah sifat ibu. "


Lucy mengangguk setuju. " Dia pria yang hebat. Sifatnya hangat dan begitu sabar dalam menghadapi sifat keras kepala ibumu. Itulah kenapa, kau juga harus seperti ibumu. Menemukan pria yang mencintaimu dan menerima mu apa adanya. " Lucy menjeda ucapannya sebelum kembali berbicara.


" Maksudku adalah, kau bisa berbicara dengan sima rui mengenai Identitas mu. Dari sifat pria itu yang aku lihat selama ini. Sepertinya dia bukan pria yang jahat. Setidaknya hubungan kalian begitu dekat, ia pasti memahami situasi mu. " lanjut lucy kemudian.


" Bagaimana jika kemungkinan yang terjadi adalah kemungkinan terburuknya. " tanya ziyan.


" Jika dia tidak menerima, maka buat saja dia melupakannya. Bukankah banyak metode untuk membuat seseorang hilang ingatan. Tinggal kau pilih dengan metode apa kau ingin membuat ingatannya hilang, racun atau hipnotis. Yang jelas jika dengan hipnotis, aku tidak bisa membantumu. Karena itu bukan keahlian ku.Tapi dengan hipnotis kau bisa membuat ingatan palsu. " Lucy mengucapkan semua itu dengan begitu mudah seolah itu bukan hal besar. Meracuni atau mencelakai pangeran, hukumannya sama berat dengan masalah soal identitasnya.


" Bibi, kau tahu. Sebelum aku bisa memberi Sima rui racun, aku yang akan lebih dulu di habisi olehnya. Apa menurutmu dengan kemampuanku, aku bisa mengalahkannya. " Ziyan mendengus kesal.


Lucy yang mendengar tanggapan ziyan justru tertawa, " Kau benar. Aku lupa ia seorang jenderal besar yang menyapu bersih semua musuhnya di medan perang. "


" Baiklah. "Lucy bangkit dari kursinya. " Aku akan menyiapkannya sekarang juga. Besok suruh saja xiaoqi untuk mengambilnya. "


"Secepat itu? " Ekspresi ziyan tak percaya.


" Aku sudah pernah membuatnya. " Ucap lucy kemudian keluar.


Ziyan mengambil selembar kertas dan mulai menulis surat yang akan ia berikan untuk sima rui. Ia akan mengajaknya bertemu. Lebih baik bertemu di luar dan tempat itu harus ramai, daripada di istana rixi. Setidaknya sima rui tidak akan langsung membunuhnya jika berada di luar, pikirnya.


*******


" Pangeran, pengawal pribadi nona Mo datang mengantar surat untuk anda. " Kepala pelayan melapor pada sima rui.


Setelah xiaoqi memberikan surat tersebut, sima rui segera membacanya. Ia mengerutkan keningnya heran karena ziyan mengajaknya di tempat tidak biasa.

__ADS_1


" Untuk apa yaner mengajak bertemu di gedung opera. Apakah ia ingin aku menemaninya menonton opera? sudahlah, jika dia memang menyukai opera. Akan ku sewa satu gedung agar ia puas menonton opera. " Gumam sima rui.


Dan tanpa ragu, Sima rui langsung memerintahkan pelayannya untuk menyewa seluruh gedung opera keesokan harinya.


*******


Pagi hari, hari berikutnya.


Xiaoqi datang ke rumah yang sekaligus menjadi laboratorium lucy. Sudah sejak kemarin malam, ia mengunci diri di dalam lab membuat racun pesanan ziyan. Beruntung ia pernah membuat racun itu sebelumnya. Jadi ia tidak perlu melakukan eksperimen lagi.


" Berikan ini pada Yaner. Katakan cukup 2 tetes saja. "


Xiaoqi menerima botol kecil tersebut. Meski ia penasaran dengan benda itu, namun ia tidak ingin bertanya, karena itu bukan urusannya. Ia hanya harus menjalankan tugas yang di berikan nona nya.


Xiaoqi mengangguk mengerti, kemudian pergi. Lucy melupakan fakta bahwa ia baru pindah ke rumahnya itu besok. Karena itu, hari ini belum ada pelayan yang menyiapkan makanan. Ia mengejar xiaoqi berharap pria itu belum terlalu jauh. Namun langkah cepat xiaoqi membuatnya sudah tak terlihat lagi.


Xiaoqi segera memberikan obat tersebut pada ziyan. Ia menggenggam erat botol tersebut dengan perasaan yang rumit.


' Tenanglah Yaner, Berdoa semoga pangeran mengerti dan mau menerimanya jadi kau tidak perlu menggunakan racun ini. ' Ziyan meyakinkan dirinya dalam hati.


" Xiaoqi siapkan kereta kuda. Kita akan ke gedung opera. " Xiaoqi mengangguk dan segera menjalankan perintah ziyan.


" Apa nona suka menonton opera? " Tanya yaoyao.


" Aku ingin melihatnya saja. Kenapa? "


" Jika nona ingin menonton, saran saya lebih baik tidak pada jam makan. Karena biasanya akan penuh dan sulit untuk mendapatkan tempat terbaik. Sebentar lagi jam makan siang. Pasti gedung opera akan penuh. " Jelas yaoyao.


Ziyan menggeleng. ' justru itu yang aku cari, semakin ramai semakin bagus. ' Batin ziyan.


" Tak apa. Aku hanya ingin suasana berbeda. " Ucap ziyan yang berbeda dengan isi hatinya.

__ADS_1


Namun tanpa ziyan sadari, apa yang ia pikirkan tidak akan pernah terjadi.


__ADS_2