Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 301 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Setelah masa pemulihan hampir satu minggu lamanya. Xu xiang akhirnya bisa kembali ke ibu kota.


Ia masih tidak menyangka bahwa orang yang menyelamatkannya adalah calon adik iparnya yang sempat ia ingin hindari karena memiliki kemiripan dengan calon ayah mertuanya yang dingin, Sima rui.


"Jadi kau menyerahkan sepenuhnya urusan siwang di shu pada Gu shang? " Tanya A Guang. Saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi sebelum kembali ke ibu kota.


" Dan itu berarti kau tidak perlu ke sana lagi bukan? "


Xu xiang berdehem mengiyakan, setelah menelan makanannya ia berkata. " Masalah kemarin karena campur tangan Zhuocheng agar aku pergi ke shu. Karena itu aku tak ingin masuk ke dalam jebakannya. "


" Sementara untuk masalah para pembeli aku sudah memiliki cara penyelesaian. Lagi pula itu bukan sepenuhnya salah pihak siwang. Jadi kenapa harus kami yang bertanggung jawab. " Lanjut Xu xiang acuh tak acuh.


A Guang tersenyum, memberikan tepukan pelan pada kepala gadis itu. Tak tahan untuk tidak memberikan pujian pada sang calon istri. " Pilihan bijak. Calon istri ku memang yang terbaik. "


Hal itu kembali membuat pipi Xu xiang merona. Ia menunduk malu dengan senyum tipis yang tidak bisa ia sembunyikan.


A Feng melihat keduanya dengan wajah putus asa. Dalam pandangannya, ia bisa melihat warna merah muda di sekitar dua orang yang sedang menebar adegan manis itu.


' Apakah mereka tak melihat ada orang lain di meja makan. Bagaimana bisa bersikap seolah dunia hanya milik mereka berdua.' A Feng berpikir demikian.


Memilih abai, ia terus memasukkan makanannya ke dalam mulut yang pada akhirnya terasa hambar jika di bandingkan dengan adegan manis kakak dan calon kakak iparnya itu.


" Karena semua sudah di atur. Maka aku bisa melakukan apa yang sudah ku rencanakan. "


Xu xiang mengernyit bingung. " Memangnya apa yang kau rencanakan? "


Melihat A Guang yang tersenyum licik. Ia tahu bahwa rencananya bukan sesuatu hal yang baik.

__ADS_1


" Tentu saja memberikan hukuman untuk penjahat. Karma harus tetap berjalan. Dan ini sudah saatnya pria itu menerima karmanya. "


Xu xiang tahu siapa yang di maksud 'pria itu' oleh A Guang. Pria yang dulunya sangat tidak peka dan bodoh dalam memahami perasaannya sendiri ini ternyata seorang pria pendendam yang tidak akan pernah melupakan untuk tidak membayar kembali hutangnya.


" Karma apa yang akan kau berikan padanya. Jangan bilang kau akan membunuhnya? " tanya Xu xiang menunjukkan rasa penasarannya. Ia sungguh tak rela jika pria itu mati begitu saja.


" Nona Guli, calon suami mu ini bukan seorang pembunuh. Aku tidak mungkin begitu baik hati membiarkan ia mati dengan mudah tanpa membuatnya menderita. Hanya membuat dirinya kehilangan apa yang selama ini dibanggakannya. Barulah dia akan merasakan arti putus asa yang sebenarnya. "


Meski tak mengerti maksud sesungguhnya dari apa yang di ucapkan A Guang. Xu xiang tidak lantas menuntut penjelasan. Menurutnya lebih menarik menunggu dan melihatnya sebagai kejutan.


' Tentu saja itu tidak akan berakhir baik bagi zhuocheng. ' Batin Xu xiang.


Siang hari,


" Kami pergi. A Feng, kembalilah sesering mungkin. Ibu sangat merindukan mu, jangan membuatnya terlalu mengkhawatirkan mu. " Pamit A Guang saat keberangkatan.


A Guang terkekeh, " Kau benar. Bahkan karena sikap posesif nya itu, tanpa segan-segan ayah mengirim ku ke shu. Tapi aku bersyukur akan hukuman itu, jika bukan karena hal itu. Aku mungkin masih seorang diri saat ini. " Ucapnya sembari melirik Xu xiang.


Setelah beberapa saat menggunjing ayah mereka. Akhirnya tiba saatnya A Guang dan Xu xiang berangkat.


"Jaga diri mu. Kembalilah saat kami menikah nanti. Aku akan memberikan surat pemberitahuan satu minggu sebelum pernikahan ku. "


Setelah berkata dan menerima anggukan sima Feng. Kereta A Guang akhirnya pergi.


Sementara jauh di perbatasan barat shu, kehancuran sebuah klan kecil sedang terjadi. Klan tersebut adalah kelompok pembunuh dan bandit yang cukup meresahkan.


Ya, mereka adalah klan dari kelompok pembunuh yang hendak membunuh Xu xiang kemarin.

__ADS_1


Karena itu A Guang tak merasa bersalah saat menghancurkannya. Bagaimana pun kehancuran ini di anggap sebagai retribusi mereka terhadap apa yang sudah mereka lakukan selama ini.


************


" Berhenti! " Suara berat sima rui menghentikan langkah A Guang.


Ia menoleh dan melihat ayahnya sedang berjalan menuju ke arahnya. Dalam benaknya A Guang sudah tahu bahwa kali ini ia tidak akan bisa lolos dari ayahnya. Sudah pasti rencananya untuk bertemu dengan sang ibu harus terhalang restu ayahnya, sima rui.


A Guang memberikan hormat dan salamnya pada sang ayah. Kemudian ayah dan anak itu berjalan beriringan.


" Apa kau ingin menemui istri ku? "


" Benar ayah. Ada sesuatu yang ingin ku lakukan dan membutuhkan bantuan ibu. "


" Kalau begitu temani aku bermain weiqi sebelum kau bertemu dengan istri ku. " Ujar Sima rui santai.


Lihatlah, bahkan saat ini ayahnya masih berpikir untuk menggertak nya. Bermain weiqi dengannya bukankah sama saja dengan menyaring air putih dengan saringan teh. Sebuah tindakan yang sia-sia. Karena sudah pasti A Guang yang akan berakhir dengan kekalahan.


Ia menghela napas, " Ayah, bermainlah dengan istri mu. Anak mu ini hanya akan membuat kemampuan mu terlihat menyedihkan. Sudah sangat jelas bahwa aku bukanlah lawan sepadan untuk mu. "


" Sungguh menyedihkan. Apakah ini sikap seorang putra mahkota? menyerah bahkan sebelum pertandingan di mulai. " Cibir Sima rui dengan sikap A Guang.


" Aku bukan bersikap menyedihkan, aku hanya melihat kenyataan. Bukankah menyadari kemampuan diri sendiri itu lebih baik dari pada memandang diri tinggi. "


" Itu benar. Setidaknya kau harus menjaga profil mu agar tetap rendah. Begitu pun dengan bertindak. Jangan terlalu menarik perhatian, usahakan apa yang kau lakukan sebisa mungkin tidak di sadari oleh orang lain. "


Secara tidak langsung, Sima rui mendukung apa pun yang akan di lakukan Sima Guang. Termasuk rencananya yang sudah ia ketahui. Rencana untuk menghancurkan serikat dagang Haidao milik zhuocheng.

__ADS_1


Lalu Sima rui menambahkan. " Jika kau ingin menggunakan serikat zi. Lakukan saja. Kau tak perlu meminta ijin dari ibu mu. "


__ADS_2