
Tepat setelah itu ibu suri membuka matanya. " Keluarlah. Mereka sudah pergi. " Ucap Ibu suri.
Ibu suri cukup terkejut dengan kedatangan tamu tak di undangnya itu. Dalam benaknya sama sekali tak terlintas bahwa wanita yang menjadi tunangan sima rui itu akan mengunjunginya. Ya itu benar. Ziyan lah yang diam-diam datang menemui ibu suri.
" Mengejutkan. Apakah Sima rui menyuruhmu datang menggantikannya? " Sinis ibu suri. Bahkan salah satu sudut bibirnya terangkat mengejek.
Ziyan masih diam. Ia hanya menatap lekat wanita itu seolah mencari sesuatu.
" Pergilah. Aku sedang tak ingin membuat drama baru dengan kedatangan para prajurit yang akan menganggu waktu tidurku. " Ucap Ibu suri acuh. Ia berbalik dan kembali merebahkan badannya di lantai yang hanya beralaskan tikar tipis.
" Kenapa kau datang ke dunia ini? tidak. Lebih tepatnya kapan dan bagaimana kau datang ke dunia ini? " Tanya ziyan dengan wajah serius.
__ADS_1
Ibu suri yang baru saja memejamkan matanya seketika membukanya kembali karena terkejut dengan pernyataan ziyan. Netranya bergetar, Ia tahu pasti maksud ucapan gadis itu. Tapi bagaimana mungkin ia tahu bahwa dirinya datang dari dunia lain.
" Aku tidak tahu apa maksudmu. " Jawab ibu suri bohong. Ia hendak menutup matanya kembali. Namun ucapan ziyan selanjutnya ibarat sebuah pukulan berat yang memaksanya untuk bangun.
" Laura Wellington. " Panggil ziyan.
Tubuh ibu suri yang sudah bangun seketika membeku ketika mendengar nama yang sudah lama ia lupakan itu. Sorot matanya menatap ziyan dengan pandangan rumit seolah memaksa gadis itu untuk terus berbicara.
Setelah kunjungannya ke markas heilong mencari informasi mengenai latar belakang ibu suri. Namun ternyata tak banyak yang bisa ia dapatkan. Akhirnya ziyan pergi ke kuil heping. Ia menyelinap dan akhirnya tiba di kamar dimana ibu suri pernah tinggal sebelumnya.
Ziyan menggeledah hingga ke sudut ruangan. Namun tak menemukan apapun. Hingga saat dirinya hendak pergi, tanpa sadar ia menyenggol sebuah vas kecil. Hampir saja vas itu jatuh. Dengan sigap Ziyan menangkap vas dengan satu tangannya dan tangan yang lain berpegangan pada dinding. Tanpa sadar arah pandangan Ziyan mengarah pada lukisan yang ada di depannya.
__ADS_1
Ketika melihat lukisan yang tergantung di dinding tersebut. Ziyan merasa sedikit aneh dengan lukisan tersebut. Kemudian ziyan menggerakkan lukisan tersebut dan sebuah ruang rahasia terbuka.
Ziyan memasuki kamar rahasia tersebut. ia yakin di sini ia bisa menemukan sesuatu. Dan benar, sebuah catatan diary ia temukan di dalam laci.
Begitu membuka buku tersebut, Pupil mata Ziyan membesar karena terkejut. Ziyan menemukan tulisan yang sangat familiar dengannya. Bahasa yang digunakannya pun, bahasa keseharian ziyan dulu.
' Diary siapa ini? kenapa tertulis dengan bahasa Britania? ' monolog ziyan dalam hati.
Karena begitu penasaran, Ziyan langsung membuka diary tersebut. Tertulis Laura Wellington.
Ziyan mengerutkan alisnya. Ia seperti tidak asing dengan nama itu. Apa lagi nama Wellington. Keluarga terbaik setelah keluarga kerajaan. Sekaligus keluarga yang membuat britania mengalami kekalahan dan kehancuran. Dan secara tidak langsung penyebab dirinya berada di dunia ini.
__ADS_1
Mengingat fakta tersebut membuat Ziyan emosi hingga mencengkram kuat pinggiran buku diary tersebut.