
Ziyan dan Sima rui berada di sebuah jalan menunggu seseorang. Karena sudah hampir tengah malam, suasana pun sepi, tidak terlihat seorangpun yang hilir mudik seperti saat siang tadi.
Terlihat bayangan orang yang sedikit berlari pelan ke arah mereka. Ia menggunakan topeng. Lalu memberikan token pada Sima rui. Ia berbicara sebentar sebelum akhirnya pergi.
"Pakai cadarmu. Kita tak akan bisa masuk tanpa itu."
Beruntung ziyan selalu membawa cadarnya. Karena penyelidikan selalu ada tindakan menyelinap. Jadi ia mempersiapkannya untuk digunakan nanti. Siapa yang menyangka, benda ini akan benar-benar dibutuhkan.
Ziyan memperhatikan Sima rui yang sedang menggunakan topengnya. Dan sialnya, topeng itu justru membuatnya semakin tampan. Bagi ziyan yang menyukai pria tampan, sosok tunangannya ini benar-benar tipenya. Dalam hati, ia mulai bersyukur dan mengucapkan terima kasih pada keluarga mo, meski bukan karena cinta pertunangan mereka terjadi. Tapi setidaknya ia mendapatkan pria terbaik negara jin.
" Ada apa? Kenapa kau menatapku terus? "
Sima rui melihat ziyan yang terus menatapnya tanpa berkedip.
"Ah.. Tidak apa-apa, tidak apa-apa. " Ziyan menjawab dengan gugup. Lalu ia mulai mengubah topik pembicaraan guna menyembunyikan kegugupannya. "Siapa orang tadi? "
"Dia orang pasar gelap. Karena pasar ini menjual barang-barang ilegal. Jadi tidak bisa sembarang orang masuk. Kita harus menggunakan token ini untuk masuk. "
"Apakah kucingku harus menggunakan topeng juga? "
"....... tidak. "
Sima rui memandang snowy. Ia tidak tahu apa yang membuat kucing ini begitu spesial hingga ziyan mengajaknya kemanapun mereka pergi.
Sepertinya pasar gelap ini sebuah pasar tertutup. Bahkan untuk masuknya saja susah. Beruntung ia datang dengan Sima rui. Karena ia berpikir pasar gelap ini seperti pasar malam biasa. Jadi ia tidak menanyakan hal lebih lengkap mengenai tempat ini pada heilong.
Setelah semuanya siap. Mereka pergi berjalan lurus ke arah hutan. Ada mulut gua yang dijaga dua orang pria bertubuh kekar dengan pedang di tangannya.
Tanpa mengeluarkan kata-kata, Sima rui menunjukan tokennya. Setelah kedua penjaga tersebut mengangguk sebagai tanda izin. Mereka berempat masuk ke dalam.
Ziyan cukup terkejut, ternyata gua itu tidak dalam. Itu seperti pintu gerbang untuk masuk ke dalam rumah. Dan sekarang ziyan sudah masuk ke dalam rumah tersebut. Lebih tepatnya ia sudah masuk ke sebuah pasar malam. Pasar ini tampak seperti pasar pada umumnya. Hanya saja semua penjual dan pembelinya menggunakan topeng.
__ADS_1
Ziyan memperhatikan stan-stan yang ia lewati. Barang-barang yang di jual memang kebanyakan adalah barang ilegal. Barang hasil curian seperti perhiasan atau barang jarahan makam semuanya ada di sini. Bahkan stan yang menjual berbagai racun juga ada di sini. Ziyan menghampiri salah satu stan penjual racun. Ia melihat-lihat botol didepannya. Namun tak menemukan jenis botol yang sama dengan botol racun yuefeng.
"Nona racun apa yang sedang kau cari? "
Si penjual melihat ziyan yang terlihat sedang mencari sesuatu di antara botol-botol miliknya. Lalu raut wajahnya berubah suram ketika mendapati bahwa barang yang ia cari tidak ada.
"Aku sedang mencari racun yang tidak biasa. Aku ingin orang yang aku racuni tidak tahu. Dan tabib yang memeriksa darahnya juga tak bisa menemukannya. Apakah ada jenis racun seperti itu."
Setelah mendengarkan penjelasan ziyan. Penjual itu tampak berpikir, lalu berseru saat ia berhasil mengingat sesuatu.
"Ada. Tapi aku tidak memiliki barang itu. Itu adalah barang sangat langka. "
"Apa itu. "
"Racun pelahap jiwa. Sesuai namanya, racun ini melahap jiwa orang yang terkena racunnya. Dengan kata lain membunuhnya. Racun ini sangat langka. Dan hanya dimiliki oleh ketua Gui. "
"Ketua Gui? "
Ziyan memberikan satu tael perak pada penjual itu sebagai imbalan atas informasi yang diberikannya.
Sepertinya rencana ziyan untuk memancing informasi dari penjual itu berhasil. Akan sangat mencurigakan kalau ia langsung bertanya mengenai racun tersebut. Kini ia tahu informasi mengenai ketua Gui. Dan tugas pertamanya untuk bertemu dengan ketua Gui adalah mencari laohu.
Sima rui dan ziyan pergi ke pusat pasar gelap. Xiaoqi dan junyi mengawasi dari jauh. Sima rui meminta kedua pengawalnya untuk menjaga jarak agar tak terlihat mencurigakan. Sebisa mungkin Sima rui ingin kehadiran mereka tidak terlalu menarik perhatian.
Saat ziyan berjalan, seseorang sengaja menabraknya. Lalu menjatuhkan pot teh yang tadi di pegangnya.
" Ah pot ku." Pria itu menatap nanar pot tehnya yang sudah berubah menjadi kepingan itu. Lalu segera bangun dan langsung menyerang ziyan dengan tuduhannya. " Kau sudah menabrakku dan menjatuhkan pot kuno ku. Kau harus tanggung jawab. "
Pria itu langsung menunjuk ziyan dan menyalahkannya. Ia menuntut ziyan untuk mengganti pot tersebut. Ziyan sadar dirinya sudah terkena trik murahan yang biasa digunakan oleh para penipu. Berpura-pura menjadi korban untuk memerasnya.
Sima rui bersiap untuk membelanya. Namun segera di hentikan oleh ziyan. Ia tak ingin masalah kecil seperti ini melibatkan Sima rui. Ia yakin dirinya bisa menyelesaikannya. Ziyan menatap pria tersebut. Lalu mulai membuka suaranya.
__ADS_1
"Kenapa aku harus tanggungjawab? "
"Tentu saja. Itu karena kau menabrakku dan menjatuhkan pot mahalku. "
"Kau salah. Kau yang menabrakku. Dan kau sendiri yang memegang potmu. Jadi kau sendiri yang menjatuhkannya, bukan aku. "
Beberapa orang yang menonton tampak mengangguk berpikir itu masuk akal. Pria itu memegang potnya sendiri. Lalu saat ia menjatuhkannya, justru menyalahkan orang lain. Bukankah itu lucu.
"Apa kau bilang! "
Pria itu sangat marah. Seakan semua urat marahnya tergambar jelas di kepalanya. Bagaimana bisa ia yang awalnya ingin menipu gadis ini justru di permainkan oleh kata-katanya.
"Jadi kau tidak ingin menggantinya. Kalau begitu gantilah dengan tubuhmu. "
Pria itu memberikan tanda pada anak buahnya untuk maju. Lima pria kekar segera maju ke depan. Bersiap menerima perintah dari sang tuan.
Jika ziyan sedang tak bersama Sima rui mungkin ia akan menghajar semua pria ini. Tapi karena ada pria itu di belakangnya. Untuk apa repot-repot dirinya maju. Ziyan mundur dua langkah dan berhenti tepat di belakang Sima rui.
"Silakan pangeran. Kau bisa melawan mereka sekarang. "
Ziyan meminta Sima rui untuk melawan mereka seperti ia mempersilakan tamu masuk.
Sima Rui menatap ziyan, ia tak bisa berkata-kata. Tingkah tunangannya ini benar-benar membuatnya kehabisan kata-kata.
Sedangkan Snowy sudah menebak akan seperti ini kejadiannya. Majikannya itu jelas tak ingin membuang-buang tenaganya saat ada orang lain yang bisa melawannya.
Sima rui maju ke depan. Ia memberikan tatapan intimidasi pada kelima pria itu. Saat pria itu hendak menarik pedang dari sarungnya. Sima rui langsung bergerak dan dengan cepat membuat ke empat pria itu tumbang. Satu orang yang berhasil lolos, langsung menyerang ziyan. Saat ziyan hendak melawan pria itu, seseorang menarik pinggangnya kebelakang. Sebuah kilatan cahaya pedang menyayat dada pria itu. Seketika tubuh itu jatuh ke tanah.
Ziyan kira yang menyelamatkannya adalah xiaoqi. Tapi ketika melihat kedepan, Sima rui sedang berdiri manatapnya dengan ekspresi terkejut.
Kenapa ia terkejut? lalu .... Ziyan menoleh kebelakang. Ekspresinya sama dengan Sima rui. Ia terkejut mengetahui orang yang tadi menarik pinggangnya itu. Sima Yan!
__ADS_1