Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 179


__ADS_3

Kedatangan Sima rui dan ziyan seperti biasa mampu mengalihkan perhatian semua orang. Bahkan orang yang sedang asyik berbincang pun akan menghentikan sejenak kegiatan mereka dan beralih pada paasangan suami istri itu.


Setelah duduk. Ada beberapa pejabat yang menghampiri meja sima rui untuk sebatas berbincang seputar masalah politik ataupun negara.


" Anda datang sendiri Guru? " Tanya Sima rui pada kakek rong yang baru saja datang. Tak lupa ia dan ziyan memberikan salam mereka.


" Feiyue di tengah jalan mengalami masalah. Jadi ia datang terlambat. " Jawab kakek rong.


Bersama pejabat lain, Kakek rong akhirnya ikut masuk dalam perbincangan membosankan tersebut.


Ziyan melihat meja keluarga Mo. Ia tak ingin mengganggu obrolan berat suami dan para pejabatnya, jadi setelah meminta ijin sima rui, ia bergegas menghampiri meja kedua orang tuanya.


"Ayah ibu, bagaimana kabar kalian? " Sapa ziyan memeluk kedua orang tuanya.


" Kami baik anakku. " Jawab nyonya Mo melerai pelukannya. Lalu mengamati tampilan putrinya. " Tampaknya Yang mulia pangeran merawat mu dengan baik. Kau terlihat lebih berisi sayang. "


" Ibu, kau menggodaku. Apa kau bermaksud mengatakan bahwa putrimu terlihat lebih gemuk. " Ziyan membuat wajah cemberut seolah keberatan dengan penilaian sang ibu.


Nyonya Mo tertawa ringan mendengar ucapan ziyan. " Tidak. Justru sebaliknya. Kau tampak lebih segar putriku. "


Dan selanjutnya mereka pun berbincang ringan, hingga akhirnya kedatangan sima yan kembali menyita perhatian seluruh penghuni aula. Sang tokoh utama pesta hari ini datang bersama yelu.


Berbeda dengan perhatian semua orang di aula yang mengarah padanya, perhatian sima yan justru terfokus pada ziyan. Meski wanita itu telah menikah dengan kakaknya, sima rui. Nyatanya hal itu tak menyurutkan perasaannya pada ziyan. Baginya ziyan masih memiliki tempat khusus di hatinya.


Sima rui yang berada di meja lain, tengah menatap sima yan intens. Ia tahu kemana arah pandangan sima yan. Meski begitu ia berusaha keras menahan diri agar tak membuat keributan, mengingat bahwa tak lama lagi adiknya itu akan pergi ke negara lain.


Sima yan tak peduli dengan tatapan tajam sima rui padanya. Untuk hari ini saja, Ia akan bertindak egois.


' Maafkan aku kak. Tolong biarkan aku menatapnya untuk yang terakhir kali. ' Batin sima yan.


Acara pun segera dimulai begitu kaisar dan para istri datang.

__ADS_1


Ziyan sudah kembali ke mejanya. Wanita itu sama sekali tak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Ia menatap Sima rui dengan penuh tanda tanya di wajahnya.


' Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ia terus menggenggam tangan ku seolah menunjukan kepemilikannya. Entah apa yang terjadi hingga menyulut sikap posesifnya. ' Tanya ziyan dalam hati pada dirinya sendiri.


" Apakah ada sesuatu di wajahku? " Tanya Sima rui sadar karena ziyan terus melihat wajahnya. Ia menoleh ke arah istrinya.


" Tidak. Aku hanya sedang mengagumi betapa tampannya suamiku ini. " Goda ziyan.


Sima rui mengangguk. " Aku tahu. " jawabnya dengan wajah polos.


Ziyan tersedak mendengar jawaban singkat Sima rui yang penuh rasa percaya diri. Tampaknya pria yang dulunya kaku dan dingin itu kini belajar menjadi pria narsis bermuka tebal. Beruntung karena sikap Sima rui tersebut hanya ditunjukan pada dirinya saja.


" Jadi tuan tampan. Bisakah kau lepaskan genggaman tanganmu ini. Aku merasa tangan lembut ku ini akan berubah licin penuh dengan keringat jika kau terus menggenggamnya. " Sindir ziyan dengan senyum yang memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Berbanding terbalik dengan sima rui yang justru berwajah datar. Ia melepas tautan jari mereka, mengelap telapak tangan ziyan lalu kembali menautkan jari mereka.


Mulut ziyan menganga melihat tindakan Sima rui tersebut. Ternyata ia benar-benar salah menangkap arti ucapan ziyan.


Seorang pelayan datang hendak mengganti teko arak yang ada di meja Sima rui. Namun malangnya, tiba-tiba seseorang tanpa sengaja menyenggolnya dan membuat teko ditangannya tumpah hingga mengenai baju ziyan. Melihat hasil kecerobohannya pelayan tersebut langsung bersujud meminta maaf.


Wajah Sima rui menggelap, ia menatap pelayan itu dengan sorot mata tajam yang sanggup membunuh hingga membuat seluruh tubuh pelayan itu gemetar. Pelayan itu tahu bagaimana kejamnya Sima rui jika marah.


" ma-maaf kan saya wangfei, saya tidak sengaja. " Tangis pelayan itu menyesali kebodohannya.


Saat Sima rui ingin menyemburkan amarahnya dan menghukum pelayan itu, ziyan segera menghentikannya.


" Tak apa bangunlah. Antar aku ke belakang. Aku ingin mengganti pakaianku. " Lalu menatap sima rui yang tampak tak terima dengan keputusan ziyan.


"Aku tak ingin mengundang keributan. Ini adalah perjamuan terakhir putra mahkota. Bagaimanapun jangan sampai merusak suasana. Tenanglah. Ini tidak sampai membuatku terluka. Aku hanya perlu mengganti pakaianku. " Bujuk ziyan menenangkan Sima rui yang masih di selimuti amarah.


Sima rui membuang napas kasar lalu mengangguk. Ziyan tersenyum dan beranjak pergi untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


" Wangfei silakan gunakan kamar ini untuk mengganti pakaian anda. " Ucap pelayan itu sembari membuka pintu kamar.


Ziyan hanya mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Anda bisa memanggilku jika membutuhkan sesuatu. " Sambung pelayan itu lagi sebelum pergi.


" Baiklah. Kau bisa pergi. "


Pelayan itu bisa mendengar nada dingin dari ucapan ziyan. Jadi tanpa membuang waktu, ia segera meninggalkan ziyan.


" Yaoyao kau jaga di pintu. " Titah ziyan pada yaoyao yang sejak tadi memilih diam. Ia tahu sebenarnya sejak tadi ziyan sedang menahan amarahnya. Jika bukan karena berada di depan Yang mulia kaisar, mungkin nonanya tersebut akan menghukum pelayan tersebut.


" Wangfei, kenapa kau tak membiarkan pangeran menghukumnya. Jika ia yang melakukannya, pasti Yang mulia kaisar juga tak akan marah. " celetuk yaoyao dari luar pintu.


Ziyan melepaskan pakaiannya. " Jika tadi aku tidak menghentikan Sima rui untuk menghukum pelayan itu. Maka aku lah yang akan di rugikan. Kau tahu bahwa Sima rui akan menggantikan posisi Sima yan. Tak sedikit para pejabat yang ingin putrinya mengisi harem Sima rui. Jika tadi ku biarkan Sima rui menghukum pelayan itu maka aku akan di cap sebagai wanita yang tidak memiliki welas asih. Hal itu pasti akan menjadi alasan mereka untuk menjatuhkan ku. Dengan sedikit bumbu, rumor buruk pun akan menyebar. Dan dalam sekejap aku akan di kenal sebagai istri pangeran yang kejam. Aku tak ingin membuat sedikitpun celah untuk mereka. Karena itu apa yang aku lakukan tadi tak hanya membuatku terhindar dari masalah tapi juga membuat ku mendapatkan penilaian positif. " Jelas ziyan begitu panjang.


Ditempat lain, terlihat dua orang yang sedang berbicara dengan mencurigakan.


" Sekarang kau sampaikan pesan pada pangeran pertama bahwa wangfei membutuhkan bantuan. Minta Yang mulia untuk kesini. " Ucap xiaolu pada seorang pelayan istana. Ia juga memberikan sebuah kantong kecil berisi perak.


Setelah menerima tugasnya, pelayan itu segera pergi.


Xiaolu berjalan menuju sebuah kamar. " Nona, saya sudah melakukan tugasku. "


" Baiklah. Sekarang kau pergi. Kau masih ingat bukan apa yang harus kau lakukan setelah ini. " Ucap Feiyue.


" Sudah nona. Dan aku yakin mereka juga sudah menyelesaikan tugasnya. Setelah ini nona mo bahkan tidak akan menolak dan anda akan menjadi salah satu selir pangeran. "


Membayangkan bahwa sebentar lagi impiannya akan tercapai. Feiyue tak tahan untuk tidak tersenyum.


' Akhirnya. Sedikit lagi kita akan bersatu kakak rui. ' seringai feiyue.

__ADS_1


__ADS_2