Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 219


__ADS_3

Kembali pertarungan Sima rui dan xumu berlangsung. Sudah hampir satu jam lamanya keduanya saling menyerang dan bertahan. Jujur ini kali pertama bagi Sima rui bertarung dengan seseorang yang sanggup mengimbangi cara bertarungnya.


Xumu yang bertarung dengan penuh aura membunuh itu membuat Sima rui cukup tersudut. Ketika situasi tidak menguntungkan Sima rui, Junyi akhirnya datang membantu. Xumu yang melihat seseorang datang membantu Sima rui memilih mundur.


" Bantuan datang. Pertarungan ini sudah tidak menarik lagi. Seorang Sima rui ternyata tidak sehebat yang dibicarakan orang-orang, Ck. Sungguh mengecewakan. " Setelah mengatakan itu xumu pergi. Karena pengganggu datang, ia telah kehilangan minatnya untuk bertarung dengan Sima rui.


" Tidak perlu di kejar. Percuma kau mengejarnya. " Cegah sima rui begitu melihat junyi hendak mengejar xumu. Ia tahu dengan kemampuan junyi tak mungkin ia bisa mengejar xumu. Bahkan dirinya saja cukup kesulitan saat bertarung dengannya.


' Hutang ini akan ku bayar. ' Batin Sima rui. Untuk pertama kalinya seseorang menginjak harga dirinya. Namun, sekilas entah kenapa Sima rui terlihat tidak asing dengan sosok xumu. Ada perasaan aneh saat pertama kali melihatnya.


" Maaf Yang mulia karena saya datang terlambat. " Ujar junyi.


Setiap ada acara berburu Sima rui sengaja meminta junyi agar berpencar. Alasannya agar ia bisa bebas berburu tanpa ada orang yang mengekor padanya.


" Lupakan tentang kejadian tadi. Jangan sampai istri ku tahu. Aku tidak ingin menambah kekhawatirannya. " dan dijawab anggukan oleh junyi.


Suara genderang kembali terdengar. Tanda waktu berburu telah habis. Saatnya para pria keluar dari hutan. Berbagai macam hasil buruan dibawa oleh para peserta.


Arthur keluar dan memanggul seekor serigala, disusul Sima Dan yang membawa rusa, lalu Yelu mendapat tangkapan paling mengerikan dari semuanya yaitu seekor burung dara. Dan dengan percaya diri langsung memberikannya pada chufeng tanpa memperdulikan tatapan orang lain. Karena chufeng tahu bagaimana mengerikannya kemampuan beladiri Yelu. Jadi ia tidak mengharapkan Yelu akan mendapatkan buruan besar.


" Terima kasih karena sudah bekerja keras. " Kata chufeng saat menerima burung dara tersebut.


" Maaf, aku hanya bisa memberimu buruan kecil. Aku benar-benar tidak pandai berburu. Tapi untuk selanjutnya akan ku usahakan mendapat buruan lebih besar minimal seekor kelinci. " Janji yelu.


Melihat wajah penuh semangat Yelu, chufeng tak tega untuk menolaknya. Alhasil ia hanya bisa mengiyakan dan berdoa semoga kemampuan Yelu bisa berkembang pesat. Meskipun hal tersebut sangat mustahil.


Pria terakhir keluar dan itu adalah Sima rui. Ia merebahkan harimaunya di atas kuda. Harimau besar yang sangat mengerikan itu nyatanya sanggup membuat semua orang takjub.


Sima rui menyerahkan harimau hasil buruannya pada ziyan. Membuat para wanita kembali merasa iri dan para pria merasa rendah diri.


" Kak yaner sungguh sangat beruntung. Bulu harimau itu begitu lembut pasti jika dijadikan sebuah selimut. " Celetuk chufeng.


" Apa bagusnya selimut dari kulit harimau. Kau bisa membuat bantal lembut dari bulu merpati. Itu jauh lebih nyaman untuk tidur. " Ucap Yelu dengan nada tak suka membalas kekaguman chufeng. Selain karena cemburu dimana wanitanya secara tidak langsung mengagumi pria lain. Tapi juga karena rasa tidak sukanya terhadap ziyan. Setiap melihat ziyan, kembali ia teringat penyebab patah hati sahabatnya, Sima yan.


Chufeng menoleh. " Tapi bantal bulu tidak semahal selimut dari kulit harimau. Apalagi bulu merpati, itu tidak selembut bulu angsa. "


Yelu merasa hatinya tercubit ketika mendengar perkataan chufeng. Wajahnya semakin tertekuk.


Melihat wajah Yelu semakin masam. Chufeng menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan.

__ADS_1


" Tapi setidaknya daging burung dara bisa di makan dan rasanya sangat lezat. Tidak seperti harimau. Bahkan kau tidak bisa memakannya. " Chufeng berusaha memperbaiki suasana hati yelu.


" Daging harimau memang tidak bisa dimakan namun satu buah kulit harimau sanggup membeli puluhan daging burung dara. " Setelah mengatakan itu, yelu memberikan burung dara hasil tangkapannya pada chufeng lalu melenggang pergi begitu saja.


Chufeng mematung melihat punggung yelu yang menjauh. " Apakah dia baru saja merajuk? " Gumamnya pada diri sendiri.


Sementara di sisi Arthur.


" Ini untuk mu. " Arthur menyerahkan serigala hasil buruannya pada wang yi.


Bukannya senang, wajah wang yi justru terlihat pucat. " Kau memberikannya padaku bukan karena kau menyukai ku bukan? "


" Apa maksud mu? " Arthur mengerutkan keningnya.


" Ini. " Tunjuk wang yi pada serigala di depannya. " Bukankah seharusnya kau memberikannya pada wanita yang kau sukai dan bukannya aku. "


Akhirnya Arthur mengerti kemana arah pikiran wang yi. " Aku masih normal. Meski aku baru saja patah hati bukan berarti langsung mengubah preferensi s3ksual ku. "


Wang yi nyengir, membuat seluruh giginya terlihat. " Maaf. Aku tak bisa mengendalikan imajinasi ku. "


" Ini ku berikan sebagai ungkapan terima kasih padamu. Karena usahamu, aku bisa bertarung dengan Sima rui dan membuktikan bahwa ia layak bersama dengan Gaia. "


" Jadi kau benar-benar sudah mundur? " Tanya wang yi memastikan.


" Sesak. " Arthur memukul dadanya. " Di sini begitu sesak yi. Begitu sesak sampai membuatku sulit untuk bernapas. " Air mata arthur akhirnya luruh juga. Setelah mati-matian ia tahan. Akhirnya bendungan pada matanya jebol juga.


Melihat ratapan Arthur membuat wang yi sedih. " Kau pasti bisa melewati semua ini ar. " Hibur wang yi.


" Adakah obat yang bisa menghilangkan rasa sesak ini yi? " Tanya Arthur masih menunjuk dadanya. Mata biru yang indah itu kini basah karena air mata yang terus mengalir.


" Waktu. Biarkan waktu yang mengobati semua luka mu ar. Aku yakin setelah ini kau bisa menyimpan rapat-rapat cinta mu. Kau mungkin tidak bisa melupakannya, tapi setidaknya cinta mu padanya akan terkunci rapat di sudut hati mu. Dan akan ada cinta lain yang menempati hati mu secara penuh. "


Kemudian wang yi kembali melanjutkan. "Ada aku yang akan menemani mu. Setelah semua urusan di negara ini selesai. Mari ikut aku berkelana sebelum kau menemukan portal itu. "


Kini Arthur sadar, meski cintanya pergi, tapi Tuhan menggantinya dengan kawan sekaligus saudara yang begitu baik. Ia tidak sendiri. Arthur yakin, ia bisa melewati fase patah hatinya.


Arthur tersenyum. " Terima kasih sudah menjadi saudara ku yi. " Wang yi yang begitu terharu meninju pelan pundak Arthur.


********

__ADS_1


Sementara kediaman Lijin.


" Lihatlah xumu. Karena kau tidak membunuh mereka sekaligus, biro penyidik sedang mencari satu orang yang tersisa. Jika sampai keterlibatan ku diketahui mereka, sudah di pastikan berapa banyak kerugian ku nanti. " Pekik Lijin.


" Bukankah sejak awal kau sudah menyerahkan tugas ini untuk ku. Dan kau hanya mengatakan untuk ku tidak bertindak berlebihan, dan aku sudah mengikuti ucapan mu, lalu kenapa kau sekarang justru menyalahkan ku ketika biro penyidik mencari orang itu. " Xumu membalas ucapan Lijin dengan santai tanpa hormat sama sekali.


" Jaga ucapan mu xumu. " Geram salah satu bawahan Lijin yang memang tak menyukai cara xumu bertindak.


Meski Lijin lah yang memintanya bergabung menjadi bawahannya, namun xumu tipe orang yang tidak akan pernah tunduk pada orang yang lebih lemah darinya. Dan Lijin tentu bukan orang yang bisa membuat xumu tunduk.


Senyum xumu mengembang menatap bawahan Lijin tersebut. Kini ia menemukan target untuk melampiaskan kekesalannya karena gagal mengalahkan Sima rui saat pertarungan tadi. "Berhati-hatilah saat malam hari. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan masuk ke kamar mu saat tengah malam. "


Ucapan xumu terdengar seperti nasehat saat di katakan oleh orang lain, namun berbeda jika yang mengucapkan pria psikopat tersebut. Bagi yang mengenal pria itu, siapapun tahu bahwa Itu adalah ancaman yang mampu membuat mental lawan jatuh sejatuh-jatuhnya.


Mendengar ucapan xumu, bawahan Lijin tersebut segera menutup rapat mulutnya. Keberanian yang masih berupa tunas itu harus dipaksa layu. Ia tahu betapa kejamnya xumu. Tinggallah penyesalan karena sudah menyinggung xumu. Dan hanya dengan ucapan xumu tersebut, pria tersebut tak lama lagi akan berubah gila karena depresi akut.


Lijin berdeham menengahi situasi yang sudah berubah mencekam tersebut. Ia bisa melihat wajah pucat pasi bawahannya. Padahal bawahannya itu termasuk salah satu bawahan terlamanya namun hanya beberapa kata xumu sudah membuat nyalinya menciut. ' Sungguh memalukan. ' Batin Lijin.


" Xumu, maksud ku adalah kenapa kau tak membunuh mereka sekaligus. Bukankah sangat melelahkan jika membunuh satu persatu. " Lijin berbicara setenang mungkin. Tahu jika suasana hati pria kejam itu sedang buruk.


" Itu sangat membosankan jika langsung membunuh mereka sekaligus. Aku hanya ingin bermain kucing berburu tikus, apa itu salah? "


' Salah. itu sangat salah, bodoh! ' Maki Lijin namun hanya bisa ia ucapkan dalam hati.


" Tidak. lakukan sesuka hati mu. Tapi kau harus menyelesaikan semuanya. Masih ada satu tikus yang belum kau tangkap. " Lijin mengingatkan. Pada akhirnya Lijin hanya bisa mengikuti alur yang xumu mainkan.


" Tenang saja. Besok akan ku bunuh dia. " Setelah berkata xumu bangkit dari duduknya.


" Aku akan mulai berburu. Sampai jumpa. " Ucap xumu sembari melenggang pergi.


Terdengar helaan napas setiap orang. Seolah baru saja terhindar dari malapetaka.


" Ketua, dia sudah keterlaluan. Bertindak sesuka hati, bahkan ia sama sekali tidak menghormati mu. " Ucap salah satu bawahan Lijin yang lain.


" Itu benar ketua. Jika terus di biarkan. Organisasi kita akan semakin kacau. Mereka yang tidak tahu akan menganggap bahwa xumu adalah ketua mereka. "


" kita harus mengambil tindakan secepatnya ketua. "


" Setuju! " Seru secara bersamaan bawahan Lijin yang lain namun tidak dengan bawahan yang sudah menerima ancaman xumu sebelumnya. Ia tidak peduli sama sekali dengan apa yang akan mereka lakukan. Karena kepalanya sibuk memikirkan cara memperpanjang umurnya.

__ADS_1


" Tenanglah. Kita tidak bisa bertindak sekarang. Setelah tugas ini selesai, akan ku pastikan xumu hilang dari dunia ini. " Seringai licik Lijin.


Akhirnya ia memutuskan untuk menyingkirkan Xumu. Lijin sudah lelah ditekan terus menerus olehnya. Sebagai ketua bukankah sudah seharusnya xumu mematuhi perintahnya. Tapi sayangnya justru sebaliknya. Menurut Lijin, membawa xumu bergabung dalam organisasinya merupakan kesalahan besar yang pernah ia lakukan. Dan ia bertekad akan menyingkirkan kesalahan itu.


__ADS_2