Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 94


__ADS_3

Pagi di kediaman mo selalu tampak tenang. Ziyan sudah lama tak berkunjung ke halaman utara. Tempat kedua orang tuanya dan juga neneknya. Jadi hari ini, ia berkunjung untuk memberi salam pada mereka.


"Selamat pagi nenek, ayah, ibu... "


Ketiganya terkejut melihat kedatangan yaner, tapi juga bahagia atas kedatangannya.


"Yaner... cucuku. Sudah lama kau tidak kemari. Nenek pikir kau lupa dengan wanita tua ini. "


" Itu tidak mungkin nek. Aku hanya sedang sibuk akhir-akhir ini. Jadi tidak sempat menemui nenek. "


"Anak muda... Selalu memiliki banyak energi untuk melakukan banyak hal. "


" Kau juga masih muda nek. Lihatlah kau masih tampak cantik. "


" Dasar kau bermulut manis. "


Nyonya tua tertawa lalu menepuk pelan tangan ziyan, tahu cucu perempuannya itu sedang menggodanya. Suasana ruang makan itu seketika menjadi hangat yang dipenuhi dengan tawa.


Mo yincheng mengajak ziyan untuk berbicara di ruang bacanya begitu menyelesaikan sarapan pagi mereka. Ada hal yang harus mereka bicarakan.


" Kau sudah mendengar mengenai kepulangan pangeran pertama? " (Mo yincheng)


Jangankan mendengar, mereka bahkan sudah bertemu.


"Sudah. Apa ada masalah ayah? "


"Hm." Wajah mo yincheng tampak serius. " Hari ini pengadilan istana akan membuka kembali masalah rumor kau dan putra mahkota. Meski diluar masalah itu sudah selesai, tapi para pejabat yang mengincar kekuasaan pangeran pertama tak mau melepaskannya begitu saja. "


Ziyan mendengarkan penjelasan ayahnya dengan serius. "Apakah mereka yang menentang adalah pejabat dari kubu bangsawan? "


"Benar. Mereka bersikeras ingin pertunangan kalian di batalkan. Mereka menganggap kau telah merusak moral keluarga kerajaan. "


Mendengar alasan yang mereka gunakan, membuat ziyan ingin tertawa. Merusak moral? Bukankah mereka hanya ingin membatalkan pertunangannya dengan Sima rui lalu mengirim salah satu putri mereka untuk menggantikannya. Menggunakan alasan tak mendasar untuk menyingkirkannya. Para kubu bangsawan benar-benar sudah putus asa.


" Apakah dalam pengadilan istana, pangeran pertama akan hadir ayah? "


" Sepertinya. Itulah kenapa pengadilan ini ditunda sampai pangeran pertama kembali. Yang mulia pasti akan membuat pangeran hadir. Kenapa? "


Ziyan tersenyum, ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan para pejabat itu.


"Kalau begitu ayah bisa tenang. Semuanya akan segera selesai. "


Mo yincheng lihat sepertinya putrinya sangat percaya dengan Sima rui. Bukan mo yincheng meragukan kemampuan calon menantunya itu. Tapi mengingat para pejabat serakah itu yang bagaikan anjing kelaparan. Ia takut mereka akan mempersulitnya.


Sudah lewat dari dua hari sejak insiden yuefeng dan sujin. Namun ziyan tak mendengar pertanyaan apapun mengenai yuefeng atau han jian dari ayahnya. Mungkinkah keluarga mo sudah benar-benar menutup mata.

__ADS_1


"Ayah.. apakah ada hal lain yang ingin ayah bicarakan? " Ziyan mencoba memastikan.


" Hah? Tidak ada. Kau bisa kembali. Ayah akan memberitahumu hasil dari pengadilan nanti. "


Ternyata benar. Baguslah kalau mereka sudah tidak peduli.


*******************


Suasana sangat kacau di sebuah rumah. Terlihat seorang wanita gila dan seorang gadis yang sedang marah-marah.


Semenjak hubungannya dengan Hong dawei di ketahui sujin. Pria tua itu seakan telah melupakannya. Ibarat barang yang sudah digunakan, lalu di buang seperti sampah. Ia bahkan sama sekali tidak memberinya uang sebagai kompensasi.


"Hong dawei! Jangan harap kau bisa menyingkirkan aku. Aku belum selesai memanfaatkan mu. " Yuefeng memandang perutnya dan merabanya. " Aku ingin lihat betapa terkejutnya kau setelah mengetahui ini. "


Dendamnya dengan ziyan belum terbalaskan, namun hidupnya sudah kembali jatuh dan semakin dalam tenggelam dalam kubah kotoran. Sebelum tujuannya tercapai, yuefeng seakan tidak ada niat untuk melepaskan Hong dawei. Ia tidak peduli dengan kekejaman nyonya hong dan sujin. Baginya yang terpenting dendamnya pada ziyan.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah yuefeng. Ia ragu-ragu apakah harus membukanya atau mengabaikannya. Meski sebelumnya dalam hati ia tidak peduli dengan kekejaman nyonya Hong dan sujin. Tapi ia sama sekali belum melakukan persiapan untuk menghadapi mereka. Yuefeng mulai merasa ketakutan. Jadi ia hanya diam berdiri menatap pintu rumahnya.


Namun orang itu masih terus mengetuk. Yuefeng yang ketakutan itu mengambil sebuah tongkat. Ia berharap tongkat tersebut bisa melindunginya.


Dengan hati-hati ia membuka pintu sedikit, mengintipnya sebelum membuka pintu itu lebar.


Bukan nyonya Hong atau sujin yang ia lihat. Tapi justru seorang pria dan wanita berpakaian seksi.


" Siapa? " Yuefeng tidak mengenal mereka, bahkan bertemu pun sepertinya belum pernah.


Apa yang dia bicarakan?! apakah ini jebakan?


"Jadi... Bisakah kami masuk? "


Yuefeng ragu, tapi hidupnya sekarang tak ada bedanya dengan kematian. Saat ini tak ada apapun yang ia miliki selain nyawanya. Jadi meskipun harus menukar dengan nyawanya demi tawaran mereka, yuefeng bersedia.


" Silakan masuk. " Yuefeng membuka pintunya lebar dan mempersilahkan keduanya masuk.


A Mei dan ketua Gui masuk dan melihat situasi rumah yuefeng. Ketua Gui mengerutkan keningnya, ia tak menyangka seseorang yang dulunya merupakan bangsawan itu kini harus terjebak di tempat seperti ini.


" Jadi apa yang kalian katakan tadi? Bagaimana kalian bisa membantuku membalaskan dendam ku pada ziyan. "


A Mei tersenyum puas, ia senang dengan sikap yuefeng yang tak ingin membuang waktu tersebut.


Ia berjalan mendekati yuefeng. Membungkukkan sedikit badannya untuk melihat wajah yuefeng lebih dekat. A mei menyentuh dagu yuefeng dan kemudian membelai pipinya.


"Kau wanita yang cantik, sayang sekali harus bernasib seperti ini. "


Yuefeng menarik dagunya, " Hentikan simpatimu itu. Yang aku ingin tahu adalah bagaimana kau akan membantuku menyingkirkan ziyan. "

__ADS_1


" Itu mudah, kau cukup..... "


A mei mulai menjelaskan rencananya. Begitulah bagaimana ketiganya akhirnya bekerja sama.


**************************


Sesuai perkiraan mo yincheng, perdebatan pengadilan istana berlangsung sengit.


" Meski itu hanya rumor, tapi hal itu sudah merusak moral keluarga kerajaan. Bagaimana bisa seseorang yang bahkan belum menikah, sudah membuat skandal seperti itu. Saya rasa nona besar mo tidak cocok dengan pangeran pertama. Mohon Yang mulia pikirkan kembali. "


" Mohon Yang mulia pikirkan kembali. " Semua pejabat kubu bangsawan bersama-sama menuntut Sima shao.


" Jadi menurutmu siapa yang pantas untukku pejabat wen? "


Suara Sima rui membuat perhatian semua orang beralih ke arah pintu. Aura yang di bawa Sima rui sangat kuat, membuat nyali para pejabat yang sebelumnya begitu bersemangat tiba-tiba berubah menciut.


Pejabat wen adalah pejabat yang bekerja dan berada di bawah perintah Hong dawei.


" Apakah itu putrimu? " (Sima rui)


Jelas sekali Sima rui sedang menyindirnya. Tanpa melihat ke arah pejabat wen. Sima rui berjalan melewatinya.


"Maaf ayahanda, putramu terlambat. " Sima rui memberikan hormatnya.


" Tak apa..." Kemudian perhatian Sima shao beralih pada para pejabatnya. " Karena pangeran pertama sudah datang, maka pengadilan ini ku serahkan padanya. "


Sima shao bersorak. Akhirnya ia bisa duduk tenang dan menonton. 'Ayo putraku kalahkan orang-orang itu. '


" Kenapa kalian diam? Aku disini untuk mendengar keluhan kalian. Sekarang bicaralah. " Sima rui tanpa membuang waktu langsung memulai pengadilan tersebut.


Melihat para bawahannya yang terdiam, Hong dawei berdecak, 'dasar tidak berguna. '


" Pangeran... tolong jangan salah paham. Kami bukan mengeluh tentang anda. Tapi karena nona kediaman mo yang bersikap tidak pantas, tidak sesuai dengan aturan. Sebagai tunangan anda, ia justru terjerat skandal dengan putra mahkota. Itu merupakan hal yang memalukan untuk negara jin. "


Bukan Hong dawei jika tidak bisa membuat situasi semakin buruk. Hong dawei percaya bahwa Sima rui yang terkenal dingin ini tidak mungkin jatuh cinta dengan nona kediaman mo. Jadi tidak masalah jika ia membuatnya sebagai kambing hitam.


" Jadi, apakah menurutmu putrimu sesuai kriteria itu menteri Hong? " Sima rui tak ingin terlalu lama berdebat. Lebih baik langsung saja mengungkap niat busuk mereka.


Hong dawei terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Sima rui. Awalnya ia bermaksud membuat pertunangan batal terlebih dulu, baru kemudian ia akan mengusulkan putrinya. Tapi siapa yang menyangka bahwa Sima rui akan menanyakan hal tersebut. Seakan ia mampu mengetahui niatnya.


" Karena menteri Hong diam. Maka akan ku katakan secara langsung. Aku tak ingin bertunangan selain dengan nona mo. Jadi... jangan lagi kalian berpikir untuk mendorong putri kalian padaku. Mengenai rumor tersebut. Itu hanya rumor yang di ciptakan oleh mereka yang ingin pertunangan ku dibatalkan. Tanpa aku jelaskan seharusnya kalian tahu pasti siapa itu. Jika di masa depan aku mendengar masalah ini lagi. Aku tidak akan segan-segan. "


" Lebih baik kalian gunakan waktu kalian mengurus masalah negara. Bukankah masalah kekurangan distribusi pangan masih belum selesai? menteri Hong, anda sebagai menteri pendapatan apakah sudah memiliki solusi mengenai masalah ini? "


Hong dawei mengepalkan tangannya. Sima rui sengaja mengangkat masalah tersebut untuk menekannya dan membuatnya tidak bisa bicara.

__ADS_1


********************


Hong dawei vs Sima rui masih berlanjut... ditunggu ya...


__ADS_2