Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 139


__ADS_3

" Jadi nona mo, kali ini apa yang sudah kau lakukan di belakangku. " Sima rui sama sekali tidak melepaskan pandangannya.


Melihat situasinya kini yang tak mungkin lepas dari pria bermata elang tersebut, maka ziyan memutuskan untuk berbicara. Menghela napas, ziyan mulai bercerita. Dimulai dari insiden bibinya hingga kejadian ia memberikan pil penghilang ingatan.


"... Jadi seperti itu. " Ucap Ziyan setelah menceritakan semua kejadian. Ia melirik dan diam, menunggu tanggapan Sima rui.


Pria itu hanya berwajah datar, tanpa sedikitpun melepas pandangannya. Yang ada dipikiran sima rui kini bukanlah masalah utama dari apa yang ziyan ceritakan, melainkan perlakuan ziyan pada kaisar wei. Bagaimana ziyan menyeret kaisar wei ke tempat tidur, membaringkan lalu menyelimutinya. Dalam bayangan sima rui semua itu tampak seperti seorang ibu hendak menidurkan anaknya. Hanya yang berbeda tidak ada ciuman pengantar tidur, tapi racun sebagai pengantar tidur.


Hatinya panas dan juga kesal. Tiba-tiba ia merasa bahwa apa yang di lakukan lucy adalah hal benar. Sayang sekali ia hanya menendangnya. Jika ia tahu, mungkin saja ia akan membuat selamanya tak akan bisa berdiri lagi.


" Apa kau marah? " Tanya ziyan lagi karena tak kunjung mendapat tanggapan.


Sima rui tersadar setelah mendengar pertanyaan ziyan. " Lain kali jika kau ingin melakukan sesuatu, cukup katakan padaku. Biar aku saja yang melakukan hal kotor tersebut. Kau tak perlu menyentuh pria lain, sampai menyeretnya ke tempat tidur. " Ucap sima rui memegang tangan ziyan lalu mengecupnya menunjukan bagaimana posesifnya dirinya.


Ziyan tersipu malu atas tindakan manis Sima rui. Namun detik berikutnya rona merah di wajahnya menguap setelah mencerna apa yang di ucapkan Sima rui. Sikap posesif pria ini tampaknya sudah mencapai level tak tertolong.


Ziyan menggeleng memikirkan sikap pria di depannya tersebut. " Kau ini. Dari semua bagian cerita yang ku ceritakan. Kenapa kau justru fokus pada bagian itu? "


" Jangan salah paham. Aku juga mendengarkan bagian lain. Namun bagian dimana kau menyentuh pria lain. Jujur itu membuat hatiku panas. Karena itu, jika lain kali kau ingin melakukan sesuatu katakan padaku. Aku akan melakukannya untukmu. "


" Termasuk membuat masalah? " Tanya ziyan menyipitkan matanya.


" Apapun. Aku akan mendukung apapun yang ingin kau lakukan. Asal hal itu membuatmu bahagia. "


Ziyan menganga tak percaya dengan ucapan Sima rui barusan. Bagaimana bisa jenderal besar sekaligus pahlawan perang kerajaan jin kini berubah menjadi budak cinta.


" Baiklah. Lain kali jika aku akan melakukan sesuatu, aku akan memberitahumu. Kita akan melakukannya bersama. " Ziyan menekankan kata bersama. Sebagai wanita modern, ziyan tak ingin terlalu bergantung dengan pria. Dia bukan wanita lemah.

__ADS_1


**********


Ziyan membuka matanya ketika tak merasakan lagi guncangan pada kereta kudanya. Ia terlalu lelah setelah seharian berada di kereta kuda. Bahkan ia bisa merasakan bagaimana pantatnya terasa panas.


" Apa kita sudah sampai? " Tanyanya pada Sima rui. Ia yakin seharusnya perjalanan memakan waktu dua hari. Namun ini belum juga satu hari.


Kemudian ziyan mendengar suara pedang beradu. Ia membuka tirai keretanya sedikit dan melihat perkelahian.


" Siapa mereka? " Tanya ziyan heran.


" Hanya sekelompok bandit amatir yang mencoba menjadi perampok. " Jawab Sima rui santai. Bahkan wajahnya masih datar seolah itu bukan masalah besar.


" Apa kau tak ingin membantu mereka? "


" Jika aku membantu, itu akan melukai harga diri junyi, begitu pun dengan xiaoqi. Biarkan saja mereka berdua. Lagi pula mereka perlu peregangan otot setelah selama ini hidup dalam kedamaian. "


" Pangeran. " Panggil junyi, dan Sima rui lekas membuka tirai.


" Saya menemukan ini pada mereka. " Junyi menunjukan gelang dengan gigi taring sebagai hiasannya. Sima rui mengambil gelang tersebut lalu meremasnya.


" Tampaknya mereka sudah berani masuk ke wilayah orang lain. "


Junyi hanya mengangguk sebagai tanggapan.


" Kalau begitu kita ke utara sebentar. Aku harus menyelesaikan hal ini secepatnya. "


Junyi segera pergi dan mengarahkan rombongan dengan rute terbaru. Mereka akan ke perbatasan utara di mana kerajaan jin dan bangsa bar-bar berada.

__ADS_1


" Benda apa tadi? Kenapa kita ke utara? " Tanya ziyan.


" Ini gelang yang biasa di pakai oleh pria bar-bar. Mereka menggunakan ini sebagai jimat. Karena mereka berani menjarah di wilayah negara wei. Kemungkinan besar mereka juga melakukannya di wilayah kita. Aku ingin ke utara sebentar memeriksa situasi. " Jelas Sima rui.


Ziyan masih mendengarkan dengan seksama. Ia memaklumi sikap waspada Sima rui. Karena itu ia tidak mengeluh justru merasa bersemangat karena ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke markas militer dimana Sima rui pernah berperang.


" Maaf, karena ini akan menjadi perjalanan berat untuk mu. " Lanjut Sima rui dengan wajah menunjukan rasa bersalah.


Ziyan menggenggam tangan besar Sima rui. Terdapat beberapa kapalan di telapak tangan jejak penggunaan pedang. Tersenyum lalu mengelus pelan semua jejak pedang tersebut. Jejak yang membuktikan seberapa keras Sima rui melindungi tanah airnya, negaranya, dan juga rakyatnya.


" Tidak, justru sebaliknya. Terima kasih karena mengajakku ke tempat dimana kau pernah berjuang melindungi tanah jin. Tempat dimana menjadi saksi seorang Sima rui mengalahkan semua lawan dan membawa kemenangan untuk kerajaan. Jadi jangan membuat ekspresi bersalah. oke. "


Ucapan ziyan membuat suatu kehangatan mengalir di hati Sima rui. Pria itu menatap wanita yang sejak tadi menggenggam tangannya dengan pandangan teduh. Ia menggenggam balik tangan ziyan lalu mengecupnya.


" Aku bersyukur kau lah yang akan menjadi permaisuri ku. Setelah menikah jika aku harus bertugas lama ke perbatasan, maka aku tidak ragu untuk mengajakmu. Sebuah kerugian besar jika harus meninggalkan seorang istri cantik sendirian. Apakah aku benar? "


Entah sejak kapan, Sima rui berpikir bahwa hidupnya kini tak bisa jauh dari wanita yang akan segera menjadi permaisurinya tersebut. Itulah sebabnya, yang membuat keinginan untuk segera menikahinya begitu besar. Ziyan, calon istrinya terlalu berharga untuk di lewatkan.


*******


Ziyan menatap kagum sebuah benteng yang ada di depannya. Benteng batu nampak berdiri kokoh menunjukkan pertahanannya yang tak mudah di tembus. Di sebelah kanan kiri benteng, memanjang tembok besar yang tak kalah kokoh dengan benteng utama seperti tembok besar Cina.


" Ayo kita masuk. " Ziyan mengangguk dan mengikuti langkah Sima rui.


Para prajurit yang melihat kedatangan jenderal besar mereka langsung memberikan hormatnya. Ziyan melihat kagum Sima rui. Sikapnya sangat berbeda ketika bersama dengannya. Jangan mengharapkan senyum dan tatapan lembut Sima rui. Tatapan tajam, dan wajah seriuslah yang menyambut hormat para prajurit.


" Selamat datang jenderal. Kami cukup terkejut mendengar bahwa anda akan berkunjung ke sini. Apakah ada masalah? " Seorang pria dengan pakaian berbeda dari prajurit biasa. Kemungkinan besar ia adalah salah satu Komandan, pikir ziyan.

__ADS_1


" Aku memang memiliki hal yang ingin ku diskusikan dengan kalian. Panggil semua komandan, kita akan mengadakan rapat. " Perintah Sima rui dan segera pria yang benar dugaan ziyan sebagai komandan itu bergegas pergi.


__ADS_2