Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 171 tahta ratu untukmu


__ADS_3

Ziyan yang tersedak mengejutkan chufeng. Ia segera bangkit dari kursi dan membantu ziyan menepuk punggungnya.


" Kau tak apa kak? ini minumlah. " Ucap chufeng panik sembari memberikan minuman pada ziyan.


Ziyan tanpa ragu menerima gelas chufeng dan meneguknya hingga tuntas.


" Ah.. akhirnya nyawa ku kembali. " ziyan merasa lega karena akhirnya bisa kembali bernapas.


" Kau kenapa kak? tak biasanya kau makan hingga tersedak? " Tanya chufeng.


Ziyan merasa putus asa. Ingin sekali dia berkata tepat di telinga adik sepupunya itu bahwa omong kosong yang barusan keluar dari mulutnya itulah penyebabnya. Sayangnya ia lebih memilih untuk menelannya lalu membuang napas kasar.


" Sudah lupakan saja. Sekarang bisa kau jelaskan kenapa kau bisa berpikir yelu memiliki hubungan dengan bos zi. Apakah kau pernah melihat keduanya berinteraksi? karena setahuku bos zi bahkan tak pernah menunjukkan dirinya di depan umum. Jadi dari mana kau mendapatkan kesimpulan tak mendasar itu?" Ziyan bertanya seperti polisi yang sedang melakukan interogasi.


" Aku memang tak pernah melihat keduanya bersama. Tapi sikap yelu yang selalu memuji dan membicarakannya, jujur membuatku cemburu kak. Kau tahu sendiri bagaimana sifat yelu. Ia selalu bersikap serius namun hanya saat membicarakan bos zi, matanya berbinar dan ekspresi wajahnya terlihat berbeda. " Jelas chufeng panjang lebar.


Ziyan hanya menggeleng mendengar penjelasan chufeng.


Kini ziyan mengerti apa yang chufeng maksud. Jika ziyan lihat berdasarkan sifat yelu yang menyukai uang, maka ia bisa menjamin bukan perasaan cinta pada wanita yang yelu rasakan padanya. Melainkan perasaan kagum layaknya seseorang terhadap panutannya.


" Hanya berdasarkan asumsi mu itu kau menyimpulkan sesuatu yang konyol dan hampir mengorbankan hubungan kedua keluarga. " Ziyan berhenti sejenak, menghela napasnya. Ia menatap chufeng seolah tak mengerti jalan pikiran sepupunya itu. " Kemana chufeng yang bersikap optimis dan berpikiran positif. "


Chufeng tidak menjawab. Namun ziyan bisa melihat alasan perubahan sikap chufeng hanya dari tatapan gadis itu yang nampak kesakitan.


" Chufeng.. " Panggil ziyan lirih. Ia menggenggam tangan chufeng dan kembali berkata. " Apa kau masih mengingatnya? " Tanya ziyan.


Chufeng masih diam. Kemudian ia menatap ziyan dengan mata bergetar. " Sejujurnya... iya. " Chufeng tersenyum getir, mengingat penolakan yang dulu di lakukan oleh ibunya, hanya karena ia adalah hasil dari aib yang dilakukannya. Jika bukan karena kebaikan seluruh keluarga Mo. Ia tak tahu lagi bagaimana nasib dirinya sekarang. Tak mungkin ia akan hidup damai di kediaman Hong.


Luka dari masa lalu yang seakan telah berkerak dalam hatinya kini berubah menjadi trauma. Membuat wanita itu tak memiliki rasa percaya diri akan sebuah hubungan. Itulah kenapa terhadap pertunangannya sendiri pun ia memilih menyerah terlebih dahulu dari pada menerima penolakan yelu nantinya.


" Mungkin sulit untuk melupakan tapi bukan berarti tidak mungkin. Terkadang apa yang kita alami menjadikan kita lebih kuat. Kau hanya perlu berdamai dengan hatimu dan membuat kegelapan itu sebagai motivasi untuk bangkit. Aku tahu, chufeng yang dulu pasti akan kembali. Mungkin tidak sekarang, atau dalam waktu dekat tapi suatu saat pasti. " Ucap ziyan.


Ucapan ziyan membuat kedua mata chufeng terasa panas. Sejujurnya ia memang belum bisa berdamai dengan masalahnya. Bayang-bayang kenangan masa lalu masih saja menghantuinya.


" Aku akan berusaha kak. Tapi meski begitu tidak merubah kenyataan yelu menyukai bos zi. Jika harus bersaing dengan wanita sehebat itu. Aku tidak sanggup kak. " keluh chufeng.


Ah ziyan melupakan masalah yelu. Sepertinya sepupunya tersebut tidak akan tenang jika belum mengetahui yang sebenarnya.


" Kenapa ucapan mu seolah bos zi juga menyukai yelu? Apa yang harus bersaing? aku tak berpikir yelu menyukai bos zi sebagai wanita. Menurutku ia lebih menganggapnya sebagai panutan. Kau tahu sendiri, diantara putra mahkota dan Jiang wu, yelu lah yang berpikir normal. Yelu selalu bisa diandalkan jika dibandingkan dengan dua sahabatnya itu. "

__ADS_1


" Jika yelu tidak serius dengan mu maka ia tidak akan mengajak kedua orang tuanya datang ke kediaman Mo untuk mengikat hubungan kalian dalam ikatan pertunangan. Sampai sini apakah kau sudah mengerti? " Jelas ziyan panjang lebar dan dijawab anggukan oleh chufeng.


" Dan satu hal lagi, bos zi tidak akan pernah memiliki hubungan dengan yelu. Jadi kau tenang saja. " Kembali ziyan meyakinkan.


" Kenapa kakak yakin bahwa bos zi tidak akan pernah menyukai yelu? " Tanya chufeng penasaran.


" Tentu saja yakin. " Ziyan menarik napas panjang, kemudian kembali berbicara. " Karena akulah bos zi. " Jawab ziyan tampak tenang. Ia kembali menghela napas. Pada akhirnya ia terpaksa harus mengungkap identitasnya. Ia percaya bahwa sepupunya tersebut akan menyimpan rahasianya.


Ziyan pikir chufeng akan terkejut namun ia justru terkekeh. Wajah yang sebelumnya terlihat putus asa berganti dengan tawa ringan.


" Kakak, kau tak perlu membuat lelucon seperti itu untuk membuat kekhawatiran ku berkurang. Tapi terima kasih karena kau berusaha membuatku kembali terhibur. " Tawa chufeng seketika sirna saat melihat wajah serius ziyan.


Ragu-ragu chufeng kembali berbicara. " A-apakah kau serius dengan ucapan mu tadi kak? " Melihat diamnya ziyan, chufeng terkejut. Kedua matanya membesar dan mulutnya menganga lebar.


Ziyan memutar matanya, menanggapi chufeng yang terlambat terkejut.


Kemudian ia mulai menceritakan semuanya. Tentu saja kecuali asal usul dirinya. Dan itu benar-benar sebuah kejutan besar untuk chufeng. Siapa yang menyangka bahwa saudaranya akan menjadi bos besar kerajaan jin yang memiliki banyak usaha.


' Ternyata kakakku sangat kaya. Kau hebat kak. Aku akan menyembahmu mulai sekarang. ' Batin chufeng dalam hati.


Setelah obrolan panjang mereka, akhirnya chufeng pamit pulang.


" Hentikan perkataan sungkan mu itu. Kemari lah sering-sering, aku tunggu kedatangan mu selanjutnya. Sampaikan salam ku untuk seluruh keluarga Mo. " Kata ziyan.


" Tentu kak. "


Chufeng keluar ditemani seorang pelayan. Saat ditengah jalan, ia bertemu sima rui dan junyi. Chufeng segera menyingkir lalu tidak lupa memberikan hormat. Meski pria itu kakak iparnya, tapi mereka memiliki status sosial berbeda.


Sima rui hanya melirik sekilas lalu mengangguk. Ia tak perlu repot-repot menengok ataupun tersenyum. Wajahnya tetap dingin.


Keberadaan Sima rui memberikan tekanan di sekitarnya. Jadi wajar jika chufeng merasa terintimidasi hingga napasnya tercekak. Melihat punggung Sima rui yang menjauh. Chufeng dan pelayan itu akhirnya menghembuskan napas secara bersamaan.


' Sangat menakutkan. ' Monolog chufeng dalam hati. Sekarang ia menyadari ada hal lain yang kakak sepupunya mampu di bandingkan orang lain, yaitu menaklukkan pangeran pertama, Sima rui.


Sementara itu, ziyan menyambut kedatangan sang suami dengan senyum. Sima rui tanpa malu langsung memeluk tubuh ziyan. Ia bahkan tak peduli meski junyi dan yaoyao ada di dekat mereka.


Ziyan membalas pelukan Sima rui. Namun saat wanita itu akan melerai pelukannya. Sima rui dengan sengaja menekannya hingga ziyan tak bisa melepaskan pelukannya.


" Hentikan. Ada junyi dan yaoyao. Apakah kau sama sekali tidak merasa malu? " Kata ziyan sembari mencoba lepas dari pelukan suaminya.

__ADS_1


" Abaikan mereka. " Jawab singkat Sima rui yang membuat junyi dan yaoyao menganga.


Ziyan memutar matanya. Bagaimana mungkin ia mengabaikan mereka yang sebesar itu. Apa menurutnya mereka itu semut. Ziyan benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya.


Melihat wajah cemberut sang istri, Sima rui berhenti menggoda. " Kalian berdua pergilah. " perintahnya pada junyi dan yaoyao.


Ziyan menatap wajah suaminya. Ia tersenyum lalu berkata. " Mau bermain weiqi satu putaran. "


Sima rui tak menolak. Jadi ia mengajak ziyan ke ruang kerjanya.


Ziyan dan Sima rui duduk berhadapan tepat di depan papan weiqi. Ziyan memilih bidak putih sedang Sima rui bidak hitam. Melihat suaminya sudah mengambil langkah, ziyan mulai membuka suaranya.


" Ada apa? " Tanya ziyan. Sejak tadi ia bisa melihat perubahan suasana hati Sima rui. Karena itu, Ia yakin terjadi sesuatu di istana.


" Keberangkatan Yan ke negara wei sudah diputuskan. Sebulan dari sekarang ia akan resmi memimpin negara itu. " Ucap Sima rui.


" Bukankah itu hal bagus. Lalu kenapa wajahmu tampak tertekuk seperti itu? " Tanya ziyan.


Sima rui menatap papan weiqi seolah memikirkan langkah selanjutnya. Namun ziyan tahu bahwa pikiran pria itu tidak pada papan weiqi.


" Bagaimana menurutmu posisi putri Mahkota. " Tanya Sima rui yang kini menatap istrinya.


Mendengar pertanyaan Sima rui jelas ziyan tahu kemana arah pembicaraan mereka. Jika Sima yan memimpin negara wei, maka posisi putra mahkota kosong. Jadi kemungkinan besar suaminya yang akan menggantikannya. Tapi dari pemahaman ziyan, Sima rui tak pernah tertarik dengan tahta.


" Tidak buruk. " Jawab ziyan.


Mungkin bagi orang lain jawaban ziyan menunjukan penilaian yang bersifat abu-abu atau terkesan sebuah keterpaksaan. Namun bagi Sima rui, jawaban ziyan menunjukan bahwa keputusan apapun yang pria itu ambil, istrinya itu akan selalu mendukungnya. Jadi setelah mendengar jawaban ziyan. Sima rui hanya mengangguk, lalu kembali menaruh bidaknya.


Ziyan tersenyum melihat langkah yang di ambil suaminya itu. Ia meletakkan bidak putih miliknya lalu melihat ke arah Sima rui sambil berkata.


" Aku menang. "


Sima rui merasa puas dengan permainan mereka.


" Aku pikir posisi putri mahkota tak cocok dengan mu. " Ucap Sima rui.


Ziyan menaikkan satu alisnya menuntut penjelasan Sima rui.


" Tahta ratu lah yang terbaik untuk mu. " Sambung Sima rui.

__ADS_1


Siapa yang akan menduga, bahwa ucapan Sima rui tersebut akan benar-benar terbukti di kemudian hari. Namun sebelum hal itu terjadi, kembali ziyan harus melewati beberapa permasalahan yang akan menentukan identitasnya sebagai bos zi.


__ADS_2