Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 136


__ADS_3

Suasana ibu kota kerajaan wei tampak hidup. Shuwang mengajak ziyan ke sebuah restauran yang terkenal di sana. Bahkan diperlukan reservasi terlebih dahulu untuk makan di tempat tersebut. Beruntung pemilik restauran mengenali shuwang dan tanpa ragu langsung mempersilakan mereka masuk.


" Apakah makanan disini sangat enak sampai begitu banyak antrian di luar sana? " Tanya ziyan ketika kembali melihat ke luar jendela, barisan orang-orang yang sedang mengantri masuk.


Mereka yang berjumlah enam orang sedang menunggu makanan yang sebelumnya sudah di pesan oleh shuwang.


" Tentu saja. Dan aku yakin kau pasti akan ketagihan setelah mencobanya. " Ucap shuwang dengan yakin.


Berbeda dengan ziyan dan lucy yang tampak antusias menunggu makanan mereka. Para pria justru terlihat biasa. Junyi masih asyik berbincang dengan xiaoqi, atau bisa di bilang hanya junyi yang yang berbicara, karena nyatanya peran xiaoqi sebatas pendengar sejak tadi. Bahkan sima rui yang sejak tadi berada di samping jendela tampak serius melihat ke luar.


" Kau sedang melihat apa? " Ziyan menepuk pelan pundak sima rui, lalu mengikuti arah pandangan pria itu.


Melirik sekilas pada keempat orang lain yang tidak memperhatikan, Sima rui kemudian berbicara pelan seakan berbisik. " Baru saja aku melihat orang kepercayaan permaisuri. "


Ziyan mengerutkan dahinya. " Orang kepercayaan permaisuri? Untuk apa dia kesini? Apa ada hubungannya dengan kejadian tiga hari lalu. "


" Mungkin saja. Bagaimana pun juga kerajaan wei adalah kampung halamannya. "


Keduanya masih memperhatikan pria yang sejak tadi menjadi target pengamatan itu.


" Apa kau tak ingin mengikutinya? " tanya ziyan.


" Tak perlu. Kemungkinan besar tujuan ia kemari adalah untuk bertemu dengan kaisar wei. "


" Apa kau tak penasaran dengan apa yang akan mereka bahas? " Bisik ziyan tepat di telinga sima rui.


Sima rui tak langsung menjawab, ia mendekatkan wajahnya, dan berkata dengan pelan. " Aku rasa di sini, calon istriku lah yang memiliki rasa penasaran begitu besar. "


Ziyan tidak mengelak, karena itulah kenyataannya. Jadi ia kembali duduk setelah pelayan datang membawa pesanan mereka.


Setelah puas berkeliling seharian penuh, mereka kembali ke istana. Para wanita berada di dalam gerbong kereta kuda, sedang para pria menunggang kuda masing-masing.


Saat memasuki istana, sima rui berpapasan dengan pengawal yang merupakan tangan kanan permaisuri. Pria itu memberikan hormat tanpa bicara dan sima rui mengangguk sebagai balasan. Tanpa interaksi lebih lanjut, kedua nya saling melewati.

__ADS_1


" Junyi, cari tahu untuk apa tangan kanan permaisuri kemari? " perintah sima rui.


" Baik. "


Saat malam tiba, ziyan mendatangi kamar lucy.


" Bibi, bisa kita bicara sebentar. " Tanya ziyan saat melongok pintu kamar lucy.


" Masuklah. Ada apa? "


Ziyan memperhatikan apa yang sedang lucy lakukan. Tampak ia sedang merapikan puluhan botol kecil yang pastinya berisi obat-obat aneh hasil eksperimennya.


" Bibi, aku dan sima rui akan kembali ke kerajaan jin lusa. Apa kau ingin ikut bersama kami. " Ujar ziyan sembari memainkan satu botol lucy.


Lucy mengangkat wajahnya menatap ziyan. " Kenapa cepat sekali? Bukankah kau berencana akan berada di sini sampai minggu depan? "


" Memang itu rencana awal kami. Tapi melihat situasi disini yang sudah kondusif, aku pikir lebih baik kita kembali lebih cepat. Lagi pula kesehatan kaisar wei juga sudah jauh lebih baik. "


Ziyan mengawati wajah lucy. " Bibi, apakah kau merasa berat berpisah dengan kaisar wei? " Tanya ziyan hati-hati.


" Aku hanya bertanya bi. Karena aku perhatikan, tampaknya kaisar wei menaruh perhatian lebih pada bibi. Apa bibi tidak berniat menjadi penghuni harem istana ini? " Kali ini ziyan bertanya dengan sedikit gurauan.


Lucy berdecak kesal, " Akan ku pertimbangkan jika pangeran pertama juga bersedia membangun harem di istananya. "


Ziyan terbahak mendengar jawaban frontal lucy yang sudah tampak kesal. " Oke, oke. Mari kita mulai bicara serius. Jadi bagaimana bi. Apa kau ikut dengan ku. "


" Tentu saja. Aku tak ingin lama-lama berada di sini. Sudah lama aku berpisah dengan anak-anak ku. Aku merindukan mereka. "


" Aku tahu. Kau sangat menyayangi mereka. "


Ziyan tahu betul maksud ' anak-anak ' yang baru saja di sebut lucy tersebut. Anak-anak disini mengacu pada alat-alat eksperimen yang berada di laboratoriumnya. Namun tampaknya berbeda dengan seseorang yang berada di luar pintu kamar lucy. Tangannya yang hendak membuka pintu, seketika langsung membeku ketika mendengar ucapan lucy.


Kaisar wei yang berniat membawakan lucy beberapa herbal mahal dan langka sebagai kejutan justru mendapatkan situasi terbalik. Dimana dirinya yang mendapatkan kejutan tak terduga tersebut.

__ADS_1


" Yang mulai, Biarkan saya membantu membukakan pintunya. " Kasim kaisar wei menawarkan bantuan melihat sang tuan yang tak bergeming.


" Yang mulia... " Panggil kasim lagi karena tak mendapatkan respon.


Kaisar wei tersentak, ia beralih menatap sang kasim seolah menemukan kembali kesadarannya.


" Kita kembali. " Kaisar wei langsung berbalik dengan tangan mengepal meninggalkan kamar lucy membawa serta semua herbal yang hendak ia berikan.


*********


Pagi tenang ziyan terusik ketika dengan tiba-tiba lucy mendobrak masuk ke kamarnya. Dengan masih terengah-terengah ia bersandar pada pintu berusaha mengatur kembali napasnya.


Sementara Ziyan menepuk-nepuk dadanya. Tindakan lucy yang tiba-tiba masuk ke kamarnya tersebut membuatnya tersedak kue yang baru saja ia makan.


" Bibi... Bisakah kau masuk dengan cara yang lebih halus. Jangan sampai kau membuatku mati mendadak karena tersedak. Bukankah itu akan menjadi sebuah lelucon jika orang-orang tahu bahwa permaisuri pangeran pertama meninggal karena tersedak. " Ucap ziyan setelah menenggak habis teh dalam cangkirnya.


Seolah tidak mendengar keluhan ziyan, " Gawat. Ini darurat. Kita harus kembali hari ini atau kita semua akan menjadi penjahat karena membunuh calon penerus kerajaan wei. " Ucap lucy penuh kekhawatiran.


Sementara ziyan sama sekali tak mengerti dengan ucapan lucy. ' Sejak kapan kerajaan wei memiliki pewaris. Bukankah kaisar wei sama sekali belum memiliki permaisuri maupun selir. ' Monolog ziyan.


" Bibi, aku masih tidak mengerti. Jadi bisakah kau menjelaskan secara perlahan, masalah apa yang baru saja kau buat hingga kau berpikir sudah membunuh calon penerus kerajaan wei. "


Lucy berjalan menuju meja makan, menuangkan teh ke cangkir kosong, lalu menenggaknya dalam sekali tarikan napas.


Setelah mendapatkan kembali ketenangannya. Lucy memejamkan matanya seolah mengingat kembali kejadian yang baru terjadi beberapa menit yang lalu.


Lucy menarik napas panjang.


" Aku... " ucap lucy ragu.


" Ya... bibi kenapa? " Ziyan mengangkat satu alisnya tak sabar menunggu.


" Aku... aku tanpa sengaja sudah menendang keras sosis dan telur kaisar wei. "

__ADS_1


Ziyan mengerutkan kening tak mengerti. Namun detik selanjutnya pupil matanya hampir terlepas karena terkejut setelah mengerti maksud dari ucapan bibinya tersebut.


__ADS_2